Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 345 : Bumi Perkemahan


__ADS_3

Masih di hari yang sama, mereka semua kini tengah beristirahat di tempat yang sering Sultan lewati yaitu, Bumi Perkemahan. Mereka berkumpul di lapangan utama, yang di mana seluruh anak Pramuka sering menggunakan tempat itu sebagai tempat untuk berupacara.


Bukan hanya lapangan upacara saja yang ada di dalam sana, melainkan taman, tempat berkemah, gazebo, menara jaga, dan bahkan di sana pun ada tempat bagi para penembak melatih hobbynya di dalam Bumi Perkemahan tersebut.


Sultan pun lalu mengajak Rere untuk pergi ke suatu bangunan yang di mana kita bisa melihat semua panorama alam dari ketinggian bangunan tersebut dengan jelas.


"Re, ikutin gue ya," ucap Sultan sembari menarik tangan Rere.


"Mau kemana sih Tan?".


"Ikut aja kenapa sih Re! jangan banyak tanya! entar juga kamu bakalan tahu sendiri kok."


Mereka pun lalu pergi ke suatu bangunan, yang di mana tempat itu sering digunakan oleh para pengawas sebagai tempat paling strategis, untuk memantau pergerakan semua orang yang berada di sekitaran Bumi Perkemahan tersebut.


Dengan perlahan, mereka berdua menaiki tangga bangunan tersebut karena bangunan itu memang cukup tinggi bilamana kita memandangnya dari bawah.


Di atas sana kita bisa melihat pergerakan semua orang dengan sangat jelas, dan juga di atas sana kita bisa melihat keindahan alam yang berada di dalam Bumi Perkemahan tersebut seperti apa di atas sana.


"Tinggi banget sih Tan! gue takut!" ucap Rere sembari memeluk tangan Sultan dengan begitu eratnya.


"Engga akan jatuh kok, Re, dan lagian elu meluk tangan gue kenceng banget! jadi elu engga usah takut lagi sekarang."


"Emang aman apa Tan, kalau kita diam di sini?".


"Bangunan ini engga akan jatuh Re, dan lagian kalau bangunan ini engga aman! kita engga akan bisa naik ke atas sini Re."


Mereka pun lalu duduk di kursi yang berada di atas sana. Kursi itu memang sudah disediakan sebelumnya untuk para pengawas melentangkan kakinya untuk beristirahat di atas sana.


Perbincangan yang cukup panjang, tak ada yang bisa mengganggu kedekatan mereka di atas sana. Mereka duduk dengan manis sembari disuguhkannya panorama alam yang begitu indah untuk di pandang kembali oleh mata kita sendiri.

__ADS_1


Rere nampak menikmati nuansa alam di atas sana, dan sehingga ia tak sadar bahwa di belakangnya masih ada Sultan yang menunggunya dengan sabar.


"Asik banget kayaknya elu Re."


"Jangan ganggu! atau mau gue colok nanti mata kamu Tan!".


"Yaudah kalau begitu, gue turun duluan ke bawah ya, Re."


"Ihh, engga gitu caranya Tan! jangan marah dih. Lagian kan elu bisa berdiri di samping gue, apa susahnya sih!" ucap Rere sembari menarik tangan Sultan yang hendak turun dari tempat tersebut.


"Di atas sini anginnya kurang bagus Re, gue takut entar elu masuk angin! soalnya kita masih punya satu hari lagi untuk membimbing mereka di sekolah nanti," ucap Sultan sembari mencubit pipi Rere dengan sangat manis.


....


Mereka berdua pun lalu turun dari menara jaga itu. Dan kemudian mereka berdua pun lalu berkumpul bersama para rekannya di gazebo yang berada di Bumi Perkemahan tersebut.


Mereka kembali duduk berdua di sana. Dan sementara itu Ninda pun datang menghampiri mereka berdua yang tengah asik berbincang sembari menatap indahnya alam ciptaan Tuhan.


Ninda pun lalu duduk di samping mereka dan berbincang bersama-sama di atas gazebo sana. Lantas teman-teman Rere pun yang lain menghampiri mereka yang terlihat tengah asik berbincang sembari tertawa lepas di atas gazebo sana.


Di sana Sultan seperti menjadi rebutan para wanita karena teman-teman yang menghampiri Rere itu semuanya adalah wanita.


Sultan pun sontak meninggalkan Rere bersama dengan mereka di atas gazebo sana karena ia percaya, bahwa teman-temannya itu akan bisa menjaga Rere, kekasihnya tersebut.


Sultan pun di sana sempat berbicara lewat hatinya sendiri dan ia juga sempat berpikir di atas sana! bahwa apa yang dia inginkan itu takan pernah terwujud selagi teman-teman Rere yang menyebalkan itu ada didekatnya.


"Mereka ini ya, selalu saja mengganggu kesenangan orang lain! awas aja ya, kalian semua!" ucap Sultan dalam hati.


Sultan pun lalu turun dari atas gazebo sana untuk menghampiri kelompoknya tersebut yang tengah berdiam diri semua ditaman Bumi Perkemahan dengan damai.

__ADS_1


"Makan belum kalian semua?" ucap Sultan kepada semua kelompoknya itu.


"Siap, sudah Kang," ucap seluruh kelompoknya kembali seirama.


"Akang engga pacaran sama Teh Rere?" ucap salah satu siswa dari kelompoknya itu.


"Jangan keras-keras ngomongnya! entar kalau ketahuan sama anggota TNI! Akang juga yang akan kena hukuman nantinya."


Seluruh kelompok Sultan pun tertawa kembali, dan di situ lah Sultan merasa sangat senang ketika mana ia melihat kelompoknya tersebut tertawa lepas di hadapannya langsung.


Sultan pun masih menatap Rere di bawah sana, dan ia melihat senyumannya dengan begitu jelas walaupun mata Sultan bisa dibilang tak terlalu baik bilamana digunakan untuk melihat tulisan dari kejauhan.


Waktu itu Tuhan seperti memberikan cahaya padanya, dan sehingga ia bisa begitu jelas melihat senyuman Rere di bawah sana.


Sirine pengeras suara pun dibunyikan oleh salah satu abdi negara di dalam sana. Lantas seluruh siswa, semuanya berkumpul kembali di lapangan utama Bumi Perkemahan.


Berhubungan, pada waktu itu kita di sana melaksanakan kegiatan jalan santai bersama di hari jumat, dan jadi kita di sana tak bisa berlama-lama karena ada sebuah kewajiban yang harus kita laksanakan bersama-sama di dalam Gor sekolah, ataupun di dalam mesjid sekolah, bilamana tempat itu bisa memasukan seluruh siswa ke dalam masjid tersebut.


Mereka pun semua kembali berjalan menuju sekolah, dan di sana Sultan pun bertemu dengan Rere kembali. Namun, di sana Sultan tak berani berkata-kata lagi karena di sampingnya ada anggota TNI, yang di mana ia begitu dekat dengannya.


"Ahh, ini Rere kenapa sih! datang tak di undang, bila pulang tak diantar! pastinya marah-marah," ucap Sultan dalam hati.


"Tan, bapak duluan ya," ucap anggota TNI berbicara kepada Sultan di sana.


"Oke, Pak, siap," ucap Sultan sembari memberikan salam hormatnya kepada anggota TNI tersebut.


Sultan pun di sana menghela napas lega ketika mana anggota TNI tersebut pergi meninggalkan mereka berdua di sana bersama dengan Rere.


"Kemana aja elu Re? udah itu tiba-tiba nongol aja di hadapan gue gitu aja, dan udah itu waktunya engga pas banget lagi!".

__ADS_1


"Gue heran banget sama elu Tan! kita di sini udah hampir mau satu minggu loh ketemu bareng, tapi kenapa sih elu masih sempat-sempatnya ngerinduin gue?" ucap Rere sembari tersenyum di hadapan Sultan.


__ADS_2