
Sultan duduk kembali di samping kolam ikan, ia pun lalu menyuruh Maulana untuk menarik hukumannya, dikarenakan hukuman Iman telah dia tuntaskan.
Iman bernasib sama seperti Akbar, di mana bibirnya terlihat agak sedikit membesar, namun ternyata bila dilihat dari sisi mana pun bibir Iman lebih besar bila dibandingkan dengan bibir Akbar.
Maulana memang kejam, dan terlebih dia masih menyimpan rasa dendam terhadap Iman, maka tak heran mengapa dia begitu mengharapkan hal yang sekarang ini terjadi kepada temannya itu.
"Woii, Maulana galing, kayaknya ketua kelas kita harus dikasih paham! dia juga alay tuh, masa cuma gara-gara dia engga bisa mendapaktan hati pacar gue, dia nyerah gitu aja, cepat ambil sepuluh jepitan buat ketua kelas kita, soalnya itu adalah bonus untuknya, dikarenakan dia udah ngaku-ngaku menjadi orang yang paling tampan di tongkrongan kita."
Ucapan Sultan dengan seketika membuat Yogi panik, apakah dia memang salah dalam berkata-kata kepada mereka semua, apalagi Sultan memang teman paling menyebalkan, dan Sultan dapat begitu mudahnya membalikan fakta, sehingga mereka yang ingin berniat buruk kepada sosok pria seperti Sultan, maka undurkanlah niat tersebut agar dia tidak membalas balik niat buruk itu.
"Pegang tangan si Yogi! jangan sampai dia kabur dari sekitaran sini, kali ini kita berikan hukuman yang berbeda untuk ketua kelas kita ini, ikat tangan dan kakinya, kita buat dia agar tertawa dengan lepas," ucap Maulana berniat ingin menggelitiki tubuh Yogi hingga mengompol sekalian.
"Udah deh Yog, elu jangan melawan lagi! walaupun tubuh gue ini kecil, tapi tenaga gue bisa mengalahkan tenaga dari seorang Dimas," ucap Alamsyah memegang kuat kedua tangan Yogi di dalam sana.
Dengan seketika Dimas menarik tangan Alam hingga dia terpental ke belakang, bahkan dia hampir saja tercebur ke dalam kolam ikan, untung saja di sana ada Sultan dan penyanggah berupa tembok yang sering mereka gunakan sebagai tempat duduk.
"Alahh ... itu mulut kurang ramah! maaf kalau gue lebih suka merespon ucapan elu itu dengan tindakan, biar sekalian elu merasakan betapa bahayanya elu merendahkan gue di sini Lam, jangan diulangi ya," ucap Dimas yang langsung memegang tangan Yogi, dikarenakan bilamana dia tidak memegang tangan temannya itu, maka Yogi akan berlari ke luar ruangan.
__ADS_1
"Gila engga tuh tenaga kingkong gue ini Lam? makanya udah deh, elu jangan pernah beranggapan bahwa sebenarnya lawan yang elu anggap lemah itu ternyata dapat mengalahkan sosok seperti elu hanya dengan meniup sedikit saja tubuh elu ini Lam," ucap Sultan sambil tertawa tipis melihat begitu jauh tubuh dia terhempas sampai berpas-pasan dengan tubuh dirinya di belakang sana.
"Untung aja gue ada di belakang sini Lam, dan mungkin bila gue ikut-ikutan memegang tangan Yogi, bisa jadi kolam yang ada di hadapan elu sekarang ini akan menjadi salah satu tempat mandi elu saat ini. Ayo, Dek, bilang apa dulu sama gue? makasih Sultan."
Ucapan Sultan yang terakhir membuat Alam merasa malu, dan terlebih tubuh Alam memang tak sebanding dengan tubuh temannya itu sekarang, bahkan sampai nanti pun dia takan pernah bisa melawan Dimas.
Bilamana dia tetap nekat ingin melawan Dimas, maka resiko yang harus dia hadapi akan berdampak lebih dari sekedar dia menghempaskan tubuh Alamsyah.
....
Kedua tangan dan kaki Yogi diikat, sementara semua teman gilanya mulai menggelitiki tubuh Yogi hingga dia tertawa terbahak-bahak tanpa henti.
"Woii, udah cukup bego berhenti! gue kegelian ini ahaha, awas aja elu pada ya! pokonya apa yang sekarang elu perbuat ini, gue akan membalasnya nanti!" ucap Yogi sembari memberontak melawan semua temannya yang masih asik menggelitiki tubuhnya itu di sana.
"Ngomong aja sama jepitan baju nih Yog! lagian ya, bilamana elu melawan, yang ada gelitikan ini akan terus bertambah semakin menggelikan saja," ucap Iman dengan lepasnya menertawakan Yogi.
"Ehh, ehh, ehh ... si Yogi ngompol! lihat celananya basah, astagfirullah, ternyata elu masih suka ngompol Yog, emangnya lu engga malu apa sama anak SD," ucap Alam terlihat mengherankan hal ini, apakah hanya menerima gelitikan saja, semua orang akan mengalami hal yang sama seperti Yogi.
__ADS_1
"Sialan si Maul! dia nyiram air ke celana gue, makanya celana gue jadi basah seperti ini dah," ucap Yogi dengan rendahnya, di mana nada suaranya sekarang terdengar agak sedikit terhentak, dan mungkin itu karena efek dari dia tertawa terlalu lama.
Sultan tak ikut-ikutan menggelitiki Yogi, dikarenakan dia takut bilamana nanti Yogi akan mati mendadak, oleh sebab itu dia lebih memilih untuk membuat video ketika Yogi tertawa-tawa lebih lepas dari biasanya seperti itu di sana.
Tak lama kemudian azan salat asar pun telah dikumandangkan, mereka semua melaksanakan ibadah salat wajibnya bersama-sama di dalam kosan.
Berhubung ruang teras utama kosan sangat luas, jadi itu semua cukup untuk menampung seluruh tubuh mereka di dalam sana.
Cukup sudah pertemuan kali ini, mereka semua kini pulang dengan perasaan yang tak seperti biasanya, dan mungkin pertemuan ini akan menjadi pertemuan yang langka, dikarenakan setelah lulus nanti mereka akan terfokus ke arah mendewasakan dirinya sendiri dengan cara mencari suatu pekerjaan untuk membiayai hidup keluarganya.
Tak lama setelah Sultan tiba di dalam rumahnya, ibunya dengan sangat santai menyuruh Sultan untuk makan lagi, pada dasarnya ia tak enak hati bila harus menolaknya, namun perutnya telah berkata untuk tidak memasukan apa pun makanan yang akan dia santap kembali.
"Kayaknya enak tuh Mah, tapi sayangnya perut ini udah terlalu banyak memasukan makanan berupa nasi dan juga cemilan, jadi nanti aja ya, Mah," ucap Sultan menolak lembut suruhan beliau sembari mencubit pipi kanan ibunya dengan manis.
Ibunya mengangguk pelan dan membiarkan Sultan masuk ke dalam kamarnya. Beliau tahu dia pasti akan menelepon anak wanitanya di sana, maka dari itu beliau membiarkan dia melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya agar Rere bahagia berada di dekatnya.
Beliau begitu sayang kepada Rere, bahkan beliau sering berkata kepada Sultan, bahwa dia jangan pernah sesekali pergi meninggalkan Rere hanya demi mencari wanita yang lebih cantik daripada kekasihnya yang sekarang ini.
__ADS_1
Itu menjadi satu poin untuk Sultan, dan terlebih Sultan belum pernah mengenalkan wanita lain selain Rere kepada beliau.