
"Yaudah Mah, kalau gitu Sultan mandi dulu ya, soalnya Sultan mau pergi jemput Rere di rumahnya," ucap Sultan dengan dicubitnya kedua pipi beliau semanis dirinya mencubit kedua pipi kekasihnya.
Tak lama kemudian ibu Sultan menyiapkan hidangan untuk Sultan makan terlebih dahulu, baru beberapa Minggu Sultan meninggalkan beliau, tapi ia sudah rindu saja dengan masakan buatan tangan ibunya di sana.
Sultan menyantap makanan buatan beliau dengan lahap, dan beliau pun sangat senang bila anaknya menyantap masakan buatan beliau selahap itu.
Setelah Sultan selesai menyantap makanan yang sungguh lezat itu, ia pun segera memanaskan motor matic milik pamannya, dikarenakan motor tua Sultan sengaja ia tinggalkan di Tangerang.
Ibu Sultan bingung, ke mana motor tua milik anaknya itu, apa jangan-jangan anaknya sengaja menukarkan motor tua miliknya dengan handphone Rere.
"Sebentar Tan, kok, kamu malah pakai motor mamang kamu, emangnya motor tua kesayangan punya kamu itu ke mana? atau jangan-jangan kamu sengaja lagi menukarkannya dengan handphone milik Rere," tanya beliau terheran-heran, tapi Sultan malah membalas ucapan ibunya dengan tawa lepasnya.
"Kebetulan motor tua Sultan ada di Tangerang Mah, Sultan emang sengaja pulang naik kereta soalnya kalau Sultan pulang sendirian naik motor tengah malam, mamah tahu sendirikan mata anak mamah sekarang gimana keadaannya," ucap Sultan membuat ibunya merasa lega ketika mana beliau mengetahui bahwa Sultan menyimpan motornya di Tangerang.
Sultan pun lalu berpamitan kepada ibunya untuk pergi mengembalikan handphone milik Rere. Tak sengaja Sultan melihat abah penjual bubur langganannya dari SD sedang menjual buburnya di tempat biasa dia sering mangkal, lantas Sultan pun membeli bubur beliau karena Rere sangat menyukai rasa khas dari bubur yang beliau jual itu.
Sultan hanya membeli dua porsi bubur ayam untuk diberikan kepada adik laki-lakinya dan juga untuk diberikan kepada kekasihnya di sana. Ibu Rere jarang makan bubur ayam di pagi hari, jadi maka dari itu Sultan hanya membeli dua porsi bubur saja untuk Rere dan juga untuk adiknya.
Setelah pesanannya siap, Sultan pun lalu pergi meninggalkan beliau. Sultan melajukan motornya dengan kecepatan standar saja, dikarenakan pagi ini ia tak mau membuat orang rumah sibuk membuatkan minuman serta makanan untuk dirinya santap di sana.
Rumah Rere masih sama saja ketika mana dia memandangnya. Kenangannya masih melekat dan kursi sofa masih ditata rapi di dalam ruang tamunya.
__ADS_1
Sultan lalu mengetuk pintu serta mengucapkan salam selembut seperti biasanya. Kali ini masih sama, di mana sosok calon ibu mertuanya lah yang selalu membukakan pintu rumah untuk Sultan.
"Assalamu'alaikum, mamah sehat?" ucap salam Sultan sambil menanyakan kesehatan beliau.
"Wa'alaikum Salam, alhamdulillah mamah sehat, Sultan gimana di sana? sehat juga kan?" tanya beliau dengan lembutnya menanyakan kesehatan Sultan.
"Alhamdulillah, Sultan juga sehat seperti biasanya Mah, tapi ngomong-ngomong Rerenya ke mana ya, Mah? soalnya waktu Sultan datang ke sini engga biasanya Rere suka membuka tirai kain kaca jendelanya," tanya Sultan membuat beliau berpikir apakah beliau harus menceritakan masalah yang sedang Rere hadapi kepadanya untuk saat ini.
Beliau terdiam, sampai-sampai beliau tak menjawab pertanyaan dari Sultan yang tak sengaja Sultan lontarkan kepada beliau tadi.
Sepertinya Sultan sudah menebak-nebak isi dalam pikiran beliau, dan ia telah mengetahui jelas apa maksud dari beliau terdiam seperti itu di sana kepadanya.
Sultan pun mencari pembahasan yang lagi agar beliau mengajak dirinya masuk ke dalam rumahnya. Sultan memberikan bubur yang sepat dia beli untuk Rere dan juga untuk adik Rere.
"Terima kasih ya, Tan, yaudah kalau begitu lebih baik Sultan masuk ke dalam rumah mamah dulu yu, nanti mamah ceritain semua alasannya dan semua masalahnya kenapa pacarmu itu sampai saat ini belum juga chating kamu ataupun nelepon kamu di sana," ucap beliau sama sekali tak sepemikiran dengan Sultan.
Sebenarnya Sultan datang ke sana itu bukan karena dia ingin mendengarkan alasan apa pun dari mulut beliau, dikarenakan Sultan sudah mengetahui masalah yang tengah anaknya itu hadapi di sini sekarang.
Tujuan Sultan datang ke rumah beliau itu karena dia memang sengaja ingin melihat reaksi kejut Rere serta ingin mengembalikan handphone miliknya saja di sana.
Kalaupun beliau mengizinkan dirinya untuk membawa anaknya pergi bermain bersama dengan Sultan, maka Sultan pun akan membawa Rere untuk pergi bermain juga.
__ADS_1
"Sultan jangan marah sama anak mamah ya, soalnya alasan anak mamah engga nelepon-nelepon kamu sampai sekarang ini karena handphonenya hilang diambil sama orang yang engga bertanggung jawab," ucap beliau tengah berusaha mengubah alasan serta masalah yang sebenarnya kepada Sultan agar dia tak terlalu mengkhawatirkan Rere.
Sultan tersenyum lebar melihat beliau begitu memperdulikan keadaan anak wanitanya, bahkan beliau berani berucap kata seperti itu demi melihat hubungan Rere bersama dengan Sultan baik-baik saja
Namun, sangat disayangkan Sultan telah mengetahui masalah dan sebab yang sebenarnya langsung dari mulut pencurinya kemarin malam.
"Sultan tahu kalau Rere ditodong sama preman Mah, mamah engga usah khawatir karena sekarang handphone Rere ada ditangan Sultan," ucap Sultan membuat beliau kebingungan, kenapa dia sudah mengetahui masalah yang sebenarnya, dan kenapa bisa handphone Rere ada ditangannya sendiri.
"Ternyata Sultan udah tahu masalah yang sebenarnya itu apa ya, tapi sebelumnya kalau mamah boleh tahu siapa yang udah cerita masalah ini sama Sultan?" tanya beliau penasaran.
"Kemarin malam Sultan emang sengaja pulang ke Sukabumi karena Sultan ingin melihat keadaan anak mamah di sini, soalnya udah hampir dua Minggu Rere belum ngabarin Sultan di sana, dan Sultan takutnya Rere sakit," ucap Sultan kepada beliau yang mulai menceritakan alasannya untuk pulang ke Sukabumi terlebih dahulu.
"Kenapa Sultan bisa tahu kalau Rere ditodong sama preman, dikarenakan malam kemarin Sultan habis berantem dengan orangnya langsung Mah," ucapan Sultan yang terakhir malah semakin membuat beliau kebingungan.
Beliau mengira apa mungkin Sultan tengah merencanakan sesuatu untuk Rere, tapi beliau sama sekali tak begitu mempercayai hal tersebut lantaran mana mungkin Sultan akan membiarkan kekasihnya masuk ke dalam masalah yang dapat membuat hati Rere kecewa.
"Kenapa Sultan bisa tahu pasti kalau handphone itu memang punya anak mamah?" pertanyaan beliau membuat dirinya mengingat hal yang dia dapat kemarin malam, di mana pertanyaannya sama dengan pertanyaan kakak Rere.
"Pertanyaan mamah ini sama persis dengan pertanyaan anak mamah yang sekarang lagi kerja di Jepang, dan pastinya Sultan pun akan menjawab pertanyaan mamah ini sama dengan jawaban yang Sultan berikan kepada A'a semalam," Sultan menjeda ucapannya sambil mengambil napas dalam-dalam agar jawaban yang akan dia lontarkan itu tersampaikan dengan jelas.
"Sultan udah lama mengenal anak mamah, jangankan handphonenya, tanggal lahir dia pun Sultan tahu Mah, Sultan sangat suka memperhatikan Rere, jadi apa pun yang sekarang Rere miliki maupun itu sikap, dan juga sifatnya, Sultan pasti akan selalu memperhatikannya tanpa melewatkan sedikit pun apa yang harus Sultan ketahui."
__ADS_1