
Beberapa patah kata yang Stevia ke luarkan dari mulutnya itu, dan yang di mana sebenarnya dia hanya ingin melihat Rere tersenyum saja, dan tentunya hal itu adalah hal yang paling dia inginkan sejak dulu.
Yang di mana pada akhirnya, Rere bisa mendengarkan penjelasan itu langsung dari teman lamanya itu bahwa Sultan memang pria romantis, penyayang, menyebalkan, namun semua sikapnya itu bukan hanya sampai di situ saja, melainkan masih banyak lagi yang harus Rere ketahui semuanya dari Stevia.
Stevia adalah teman lama Sultan, dan bahkan sebelum dia menganggap Sultan itu seorang kakak angkatnya sendiri, yang di mana dia pun sempat mencintai Sultan, namun pada dasarnya itu bukanlah suatu hal yang mudah bagi Stevia, dikarenakan ketidak pekaan sikap Sultan itu, membuat Stevia mundur lebih awal.
Rere bersama dengan Stevia pun, masih duduk terdiam di atas puncak itu, dan bahkan mereka sama-sama terbawa suasana ketika mana mereka saling mengetahui sikap asli Sultan itu seperti apa di sana.
"Sultan itu adalah cinta pertama Via, namun tentunya mendekati Sultan bukanlah suatu hal yang mudah untuk Via, lakukan, dikarenakan dulu dia itu paling anti dengan apa yang namanya pacaran," ucap Stevia yang berbicara jujur langsung di hadapan Rere sembari menatapi indahnya alam di atas puncak sana.
"Wanita cantik seperti Via, kenapa bisa suka sama Sultan? padahalkan engga ada sikap yang harus dibanggakan dari Sultan, selain sikap perhatiannya itu," ucap Rere yang merasa bingung! kenapa wanita secantik dia bisa mencintai seorang Sultan rese.
Stevia pun lantas tersenyum, ketika mana dia mendengarkan ucapan yang tadi Rere lontarkan itu kepadanya di sana.
Tentunya Stevia pun sudah menebaknya dari awal, bahwa sikap menyebalkan yang Sultan itu miliki masih ada dan tidak hilang begitu saja.
"Dia itu anaknya rese kan Teh? namun, akan tetapi sikap menyebalkannya itu dapat membuat semua orang paham, bahwa bahagia itu sederhana," ucap Stevia.
"Emm, maksudnya gimana ya?" ucap Rere.
"Sikap menyebalkan yang dia miliki itu adalah cara dirinya sendiri, yang di mana sikap tersebut dapat membuat semua orang tersenyum, dan tertawa."
"Dia adalah sosok pria yang bisa membuat semua orang tersenyum dengan seketika cepatnya, dan apa pun pembahasannya, dia lah yang akan selalu mencarinya sendiri, hingga mana kesedihan itu bisa ia hapus dengan caranya itu sendiri," ucap Stevia yang kedua kalinya, dan tentunya hal itu sungguh membuat Rere tersenyum kembali, dikarenakan ucapan Stevia itu sungguh sama persis dengan apa sikap yang telah Sultan berikan kepadanya untuk saat ini.
__ADS_1
"Ucapan Via, memang benar-benar sama dengan apa sikap yang pernah Sultan kasih kepada saya, dan apakah ada sikap spesial yang dia miliki lagi," ucap Rere yang begitu penasaran.
"Dia itu adalah pria yang paling pengertian, pria yang sangat penyayang, pria romantis, kuat, disiplin dalam membuat semua orang tersenyum bahagia, dan pokonya apa pun sikap yang dia miliki itu, semua adalah sikap spesialnya," ucap Stevia, yang di mana mereka berdua pun lalu tertawa bersama-sama.
Rere sungguh sangat bahagia bisa bertemu langsung dengan Stevia, dan tentunya perbincangan antara wanita itu memang sungguh sangat mereka dalami, dikarenakan mereka tengah membicarakan sosok pria yang memang mereka berdua sama-sama mencintainya.
....
Sementara itu, ketika mana Robby mengantarkan Sultan menemui kawan lamanya di sana, ia pun lalu memeluk kedua temannya itu dari arah belakang ketika mana kawannya itu tengah tidak menyadari, bahwa Sultan sedang berada di sana juga.
Gdebugg ....
Suara pelukan Sultan, yang di mana kedua kawannya itu dibuat terjatuh ke bawah tanah bersama dengan dirinya juga ikut terjatuh, dan tentunya mereka mengira bahwa itu semua adalah perlakuan dari Robby.
Danar pun lalu menoleh ke arah belakang, yang di mana dia pun lalu terkejut oleh kehadiran Sultan di sana. Dan tentunya, dia pun lalu memeluk Sultan tanpa membangunkan tubuhnya itu terlebih dahulu.
"Gila lu Tan! gue kangen banget sama elu, apa kabarnya sahabat baik gue?" ucap Danar yang langsung memeluk tubuh Sultan dengan sekuat tenaga.
"Elu lebih gila bolot! pengap ini gue!" ucap Sultan yang langsung mendirikan badannya itu, dikarenakan pelukannya masih sama seperti dulu, yang di mana dia masih tetap menjadi pria kuat ketika Sultan meninggalkan dirinya dengan waktu yang cukup lama.
Namun, pada saat itu teman yang satunya lagi sama sekali tidak memeluk Sultan, dikarenakan dia merasa sangat heran! dan apa ini adalah suatu kebetulan, dia bisa bertemu dengan Sultan kembali.
"Elu kagak kangen sama gue Gung?" ucap Sultan kepada Agung, yang di mana dia dulu adalah petugas yang sama-sama memegang jabatan sebagai Navigator, namun dia adalah petugas Navigator utama, dan Sultan hanyalah petugas Navigator cadangan saja dikala dia tidak ikut bertugas dengannya.
__ADS_1
"Ini elu kan Tan? gue lagi kagak mimpi kan ini? gila lu Tan! kangen banget gue sama elu sumpah," ucap Agung yang masih tidak percaya bisa bertemu dengan Sultan kembali.
"Banyak omong lu bolot! udah sini? ini gue Sultan, kawan hiking elu waktu dulu, jangan bilang kalau elu udah lupa sama gue di sini?" ucap Sultan yang langsung memeluk kawan lamanya itu di sana.
Mereka bertemu di sebuah pos pertama, yang di mana tempat itu bukanlah pos pendakian untuk pergi ke gunung Gede, melainkan itu adalah pos pertama, yang di mana pos itu adalah pos pertama untuk menuju ke Curug Cibereum.
"Kita baru saja membahas elu di sini Tan, dan tahu-tahunya gue bisa langsung ketemu sama elu di sini," ucap Agung, yang di mana kala itu dia pun tengah menunggu kehadiran Robby kembali, namun tentunya Robby membawakan sebuah hadiah yang selama ini mereka semua sedang menunggunya.
"Elu udah berubah Tan? bukan hanya sikap, tetapi wajahmu juga udah sama gantengnya kayak abang Leader kita di sini," ucap Danar.
"Bener kata Danar Tan, apa elu udah punya pacar sekarang? kenalin sama kita lah," ucap Agung kembali.
"Pacar dia lagi sama Stevia, dan sebentar lagi mereka akan datang ke sini mungkin, atau kalau perlu kita semua temui mereka langsung aja di sana ya?" ucap Robby.
"Boleh tuh," ucap Agung dan Danar seirama.
Sultan dan Robby pun hanya bisa tersenyum, ketika mana mereka berdua melihat sikap kawannya itu tidak berubah sama sekali.
Namun, itu tidak dengan raut wajahnya, yang di mana wajah hitam mereka dulu, telah berubah dengan seketika menjadi tampannya, dan raut wajahnya itu bisa dibilang lebih mencirikan bahwa mereka berdua telah semakin terlihat lebih dewasa, bilamana dibandingkan dengan hari lalu.
Lantas mereka berempat pun lalu pergi kembali untuk menemui Stevia dan juga pacar dari Sultan itu, dikarenakan bilamana mereka meninggalkannya begitu saja, yang mereka takutkan bukan kepada pria yang akan menjahili mereka di sana, dikarenakan Stevia bisa dibilang cukup hebat dalam berkelahi, dan semua itu karena Sultan lah yang mengajarkannya.
Dan tentunya di alam terbuka seperti ini, yang mereka takutkan hanyalah hewan buas yang akan menerkam kedua wanita cantik itu di sana secara tiba-tiba, dan maka dari itu mereka berempat lebih memilih untuk menemani mereka kembali saja.
__ADS_1