
Meloncat ke esok pagi, yang di mana tepatnya pada pukul 5 pagi, semua teman Sultan sudah terbangun untuk melaksanakan makan pagi bersama.
Dan kemudian setelah itu dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah di dalam mesjid sembari berdoa kepada Tuhan, supaya mereka semua senantiasa diberikan kemudahan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas prakerinnya tersebut di sana.
Pada jam setengah 6 pagi, Pak Mukhsin menjemput mereka semua, dan tentunya ini adalah hari terakhir untuk dirinya menemani semua anak-anak asuhannya di Tangerang sana.
Pak Mukhsin merupakan sosok guru yang memang sangat sibuk! dan bahkan sekarang pun beliau sudah harus segera pulang kembali ke Kota Sukabumi, dikarenakan beliau baru saja mendapatkan sebuah tugas dari sekolahnya itu untuk segera pulang secepat yang dia bisa lakukan.
Itu adalah tanggung jawab serta risiko yang harus beliau hadapi sebagai seorang guru, dan beliau memanglah sosok guru yang paling disegani di dalam sekolahan SMKN 4 Kota Sukabumi yang tercinta itu.
"Bapak mau langsung pamitan, dan maaf kalau bapak engga bisa menemani kalian di sini lama-lama, dikarenakan bapak baru saja mendapatkan panggilan dari pihak sekolah untuk segera pulang kembali," ucap beliau yang terakhir kalinya kepada mereka semua.
Semua siswa asuhannya mengecup tangannya. Lambaian tangan pun diberikan oleh mereka untuk mengapresiasi kebaikan dari sifat seorang Pak Mukhsin.
Sebelum itu mereka akan dikumpulkan untuk melaksanakan apel pagi bersama dengan siswa dari berbagai kalangan sekolah lainnya.
Mereka akan dikumpulkan di depan area lapangan Perusahaan yang kedua, sementara Sultan dan teman-temannya itu akan melaksanakan tugas prakerinnya di Perusahaan yang pertama.
Perusahaan tersebut memiliki 4 bagian yang bergerak dibidang yang sama, yakni memproduksi komponen-komponen untuk kendaraan seperti motor dan mobil.
"Anak baru, kumpul sini," ucap sekuriti dengan lantangnya memanggil semua teman-teman Sultan.
Sebagai anak baru, tentunya dengan sigapnya mereka menghampiri sekuriti itu. Mereka berbaris dengan rapinya dan dengan seksama mendengarkan perkataan dari ketua penanggung jawab yang berwewenang penuh dalam menjaga nama baik perusahaan dibagian yang kedua.
"Kalian anak baru berasal dari Kota mana aja?" tanya penanggung jawab itu dengan lantangnya.
"Izin menjawab Pak, kita semua bersekolah di sekolah yang sama, yakni SMK NEGRI 4 Kota Sukabumi," jawab Sultan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Bekerja sesuai aturan, tepat waktu, disiplin, serta jujur, itu yang saya harapkan dari diri kalian semua, apakah kalian semua sanggup untuk melaksanakannya?" suara lantangnya dengan seketika menyemangati jiwa para anak muda itu.
"Siap sanggup," ucap semua siswa yang sedang melaksanakan tugas prakerinnya itu di sana dengan seksama.
Dan ternyata apa yang selama ini teman-teman Sultan inginkan terkabul juga, yang di mana pandangan semua teman Sultan tertuju pada siswa wanita dari sekolah lain tersebut di sana.
"Gila Bro ... siswa cewe dari sekolah lain pada cantik-cantik semua," ucap Alamsyah dengan nada suara panjangnya.
"Jadi semangat nih gue kerjanya Lam," ucap Azmi menyamai perasaan Alamsyah yang sekarang.
Seketika itu Dimas menatap raut wajah Sultan dengan tajamnya, entah mengapa belakangan ini dia selalu saja tersenyum tipis kepadanya, sehingga Sultan merasa takut bahwa dia akan mencintainya juga dalam diam.
....
Sultan berpikir, apakah mungkin Dimas hanya takut dia akan merekam kembali suaranya untuk dikirimkan kepada pacarnya di sana nantinya.
Lantas ia pun tersenyum jahat ke arahnya, hingga pada akhirnya Dimas menjauhkan pandangannya dan menyangka bahwa Sultan tengah merekam suaranya.
Sultan mendekatinya dan lalu menepuk bahunya sembari bertanya kepadanya, bahwa bila mana nanti dia mengulangi hal itu kembali maka ia takan segan-segan untuk mengadukannya kepada pacarnya.
"Kenapa elu Dim, gue lihat dari tadi elu lihatin gue mulu dah! gue ganteng ya, Dim?" ucap Sultan sambil menepuk pundak Dimas.
"Kepedean lu Tan!" ucap Dimas beralasan.
Semua temannya dan juga Sultan tentunya, mereka mulai memasuki ruangan perusahaan untuk melaksanakan briefing terlebih dahulu bersama pemimpin penanggung jawab perusahaan dibagian pertama.
Mereka akan diberikan tempat dan akan diberikan bagiannya masing-masing terlebih dahulu agar tidak bentrok dengan karyawan, yang sedang berkerja di Perusahaan tersebut di sana.
__ADS_1
Sultan ditempatkan dibagian gudang sendirian, tanpa adanya teman yang menemaninya di sana, selain karyawan di sanalah yang mendampinginya di Perusahaan tersebut itu.
Bang Rizky, orang-orang sering memanggilnya dengan sebutan nama Boa. Arti dari kata itu entah apa? dan bahkan nama panggilannya jauh tak berhubungan dengan nama aslinya.
"Tan, dia Rizky, panggil aja dia Boa. Kamu akan bekerja bersamanya di sini selama tiga Bulan, dan bilamana nanti dia ngejahatin kamu, kamu tinggal bilang saja sama saya," ucap Pak Tami, yang di mana beliau merupakan ketua penanggung jawab Perusahaan pertama.
"Siap Pak, percayakan semuanya kepada saya, saya akan bekerja dengan sebaik mungkin," ucapnya dengan lantang.
"Oke, bagus Tan, saya suka dengan sikap paras siswa PKL lan yang seperti kamu ini. Woii, Bo, elu akan bekerja bersama dengannya selama tiga Bulan, jaga dia baik-baik," ucap Pak Tami sembari menepuk pundak Bang Rizki.
"Siap Pak, laksanakan," ucap Bang Rizky singkat.
Sultan langsung mendapatkan tugas untuk membantunya sambil belajar sedikit demi sedikit bersama dengannya di sana.
Ia mematuhi semua perintah yang dia berikan kepadanya. Dan setelah itu, Sultan pun dibawa kesuatu tempat, yang di mana dia akan membawanya pergi untuk berkenalan bersama dengan karyawan yang bertugas sama dibagian gudang, atau kata gaulnya adalah Raw Matrial.
Semua karyawan di sana menganggap Sultan seperti keluarganya, dan dia merasa nyaman bila berada didekatnya sekarang ini.
"Kenalin nih Tan, dia Udin, panggil saja dia Bang Udin," ucap Bang Boa kepada Sultan sambil memegang bahu Sultan juga.
"Saya Sultan Bang, salam kenal dari saya siswa SMKN empat Kota Sukabumi," ia pun memperlihatkan sifat terbaiknya di depan para karyawan itu.
Mereka semua tercengang kagum bahwa ini adalah hari pertama bagi mereka mendapatkan siswa PKL lan yang seperti dia.
"Selamat datang dan selamat bekerja di Perusahaan kami ya, Tan," Bang Udin menyapanya dan menyambutnya dengan begitu ramahnya.
"Siap Bang, seratus persen saya siap melaksanakan tugas yang akan kalian berikan kepada saya, dan saya siap bekerja penuh waktu."
__ADS_1
Datanglah Bang Falah, dia merupakan karyawan yang bertugas dibagian yang berbeda, namun entah kenapa dia sering membantu Bang Boa di bagian gudang.
Dia adalah karyawan yang sangat ramah dan murah senyum. Sultan diberikan nasehat panjang lebar olehnya agar supaya dia tak terhasut oleh omongan Bang Boa yang sama-sama memiliki sifat menyebalkan seperti Sultan juga.