
Azmi menyuruh Sultan untuk pergi ke luar terlebih dahulu dikarenakan dia ingin mengambil uang jajannya yang entah akan Azmi gunakan buat apa, sementara tujuan Sultan pergi itu karena Sultan hanya ingin mencari angin segar saja di depan teras kontrakan.
Pada saat Sultan membuka pintu kontrakan, dengan seketika dia dibuat terkejut oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya, di mana orang-orang yang mengontrak di sekitarannya ternyata sudah lebih dulu berdiam diri di luar ruangan kontrakan mereka masing-masing.
Orang-orang di sekitaranya merasakan hawa panas yang sama, sampai-sampai mereka semua bergumam bahwa hawa panas di malam hari ini memang terasa tak seperti biasanya, ditambah lagi dengan suara serta gigitan nyamuk sungguh menganggu waktu tidur mereka saja.
"Ada teman nongkrong baru nih, ini akang pergi ke luar atas dasar susah tidur atau ada alasan yang lain?" tanya salah satu warga yang mengontrak di sana.
"Haduh ... sampai terkejut saya Kang, ternyata tetangga saya semuanya udah pada berdiam diri aja di depan terasnya, sepertinya hawa panas ini cukup mengganggu ya, belum lagi ditambah dengan banyaknya gigitan serta suara dari nyamuk yang berterbangan, rasanya penderitaan ini semakin lengkap saja," ucap Sultan berbicara dengan begitu rendah hatinya sembari sesekali tertawa tipis di hadapan mereka semua.
Para warga yang mengontrak di sana pun ikut tertawa bersama dengan Sultan, ternyata memang benar adanya, pesinggah yang bukan merupakan warga atau orang-orang asli dari Kota Tangerang memang akan kesulitan dan takan pernah mudah menyesuaikan dirinya terhadap hawa panas yang berada di sekitaran Kota tersebut itu.
Sementara teman-teman Sultan, mereka hanya bisa dan sanggup menahan dinginnya suhu tropis yang berada di tempat singgah aslinya saja, yakni Sukabumi.
Kebanyakan warga yang mengontrak di sana memang bukan berasal dari Kota Tangerang asli, mereka semua adalah pesinggah yang hanya tinggal sementara saja, sama hal nya seperti Sultan dan teman-temannya, mereka hanya singgah untuk sementara waktu saja hingga mana tugasnya di sana terselesaikan sepenuhnya.
"Biasanya juga engga sepanas ini Kang, tapi entah kenapa setelah hujan berhenti suhu di dalam ruangan tiba-tiba berubah menjadi sepanas ini, belum lagi ditambah dengan banyaknya jumlah nyamuk yang semakin meningkat, alamat susah tidur ini Kang," ucap salah satu warga yang sempat berbincang bersama dengan Sultan tadi.
__ADS_1
"Teman-teman saya juga semuanya pada bangun dari tidurnya Kang, dan terlebih di dalam sana kita cuma punya satu kipas angin saja, makanya engga heran kalau jam segini mereka semua sering bangun dari tidurnya dikarenakan suhu di sini beda dengan suhu dingin di Kota tempat singgah kita."
"Sebenarnya saya juga udah lama tinggal di sini, tapi suhu panas yang sekarang ini sangat jarang saya rasakan, bahkan belum pernah saya rasakan, dan biasanya sepanas apa pun suhu di dalam ruangan, saya engga pernah tuh bangun di tengah-tengah malam seperti saat ini."
Malam itu tepatnya pada pukul 11:21 tengah malam, di mana tanpa sengaja Sultan melihat kesegala arah ruangan yang dipenuni begitu banyak sekali para warga yang sengaja pergi dari dalam ruangan kontrakannya dikarenakan suhu yang tak biasa ini tiba-tiba saja muncul, sehingga mereka pun harus memilih pergi untuk mencari angin di luar ruangan kontrakannya masing-masing.
....
Udara di luar pun masih terasa cukup panas walaupun tak begitu panas juga, yang terpenting bagi mereka sekarang itu iyalah mereka masih bisa merasakan suara dari gemuruh angin, namun tidak dengan sejuk dari gemuruh angin itu.
"Aihh ... elu itu bego apa bolot sih Mi! panas-panas begini bukannya minum air dingin, tapi elu malah sebaliknya, dasar payah, selera elu benar-benar di luar dugaan," ucap Sultan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Siapa tahu aja di luar sini dingin Tan, makanya kenapa gue sengaja membuat segelas air susu hangat ini, dikarenakan tidak lain untuk berjaga-jaga saja," ucap Azmi yang masih belum menyadari bahwa sebenarnya para warga di depannya itu tengah menertawakannya.
"Engga apa-apa Kang, mungkin teman akang lagi merasakan perasaan yang berbeda dengan kita di sini," ucap salah satu warga membuat Azmi sadar dan terkejut, ternyata apa yang ada di hadapannya sekarang ini sungguh sangat berbeda, biasanya jam segini dia hanya bisa melihat suasana di sekitarnya begitu hening, namun sekarang semua itu telah tergatikan oleh keramaian yang sangat jarang terjadi ini.
"Waduh ... saya kira di depan halaman sepi seperti biasanya, tapi ternyata saya salah, di depan halaman sekarang banyak orang-orang yang sedang kepanasan," ucap Azmi sembari tertawa tipis.
__ADS_1
Sementara itu di dalam ruangan kontrakan, di mana teman-teman Sultan masih saja menjahili Dimas hingga pada akhirnya Dimas pun terbangun.
Pada saat Dimas terbangun dari tidurnya, tiba-tiba saja tangannya hingga sampai kakinya terasa begitu sakit seperti tengah dicubit-cubit oleh seseorang.
Setelah Dimas sadar dia pun baru bisa merespon suhu di dalam ruangan terasa begitu panas sekali, lantas Dimas pun benar-benar terbangun sepenuhnya sambil memasang wajah yang begitu menggelikan.
"Aduhh ... kenapa tangan sama kaki gue jadi perih begini ya! perasaan sebelum tidur semuanya baik-baik aja dah, udah itu suhu di dalam ruangan cukup panas lagi," ucap Dimas yang masih setengah sadar dari tidur terlelapnya.
Tatapan Dimas membuat semua temannya geli, mereka tak sanggup lagi menahan tawanya di sana, dan terlebih suhu panas yang berada di dalam ruangan itu membuat keringat disekujur tubuh mulai bercucuran sampai hingga membasahi baju mereka semua.
"Aihh ... panas beut dah! elu ngerasain panas yang sama seperti gue kagak Dim? perasaan malam kemarin suhu panas di dalam ruangan masih bisa ditahan dah, tapi kenapa sekarang sangat sulit sekali untuk ditahannya," ucap Alam berpura-pura bahwa dia juga baru terbangun dari tidurnya.
"Bukan hanya itu Lam, tangan gue dan kaki gue juga semuanya pada perih-perih, atau jangan-jangan ini semua ulah Sultan dan Azmi, soalnya mereka engga ada di dalam ruangan sekarang," ucap Dimas, di mana sekarang dia terlihat tengah mengelus-elus tangan serta kakinya yang terasa perih itu.
"Bisa jadi iya, bisa jadi engga, tapi kalau menurut gue pelakunya bukan Sultan, soalnya elu tahu sendirikan kondisi dia sekarang seperti apa Dim, jangakan menjahili teman-temannya sendiri, menahan rasa sakitnya itu pun kayaknya dia udah kewalahan dah."
Alamsyah memang si paling bisa membalikan keadaan, dia sengaja membela Sultan dikarenakan dia tahu bahwa temannya itu pasti dapat dengan mudahnya membalikan semua faktanya sehingga Dimas akan lebih mempercayai ucapan Sultan.
__ADS_1