Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 59 : Senyumanmu lebih indah dari apapun


__ADS_3

Setelah Mega meninggalkan Sultan di sana seorang diri, dan tak lama setelah itu juga Rere bersama dengan Dini telah sampai di alun-alun Cianjur tersebut. Raut wajah Rere terlihat murung kebingungan karena Sultan sengaja tak menyalakan handphonenya itu di sana, dan lantas Sultan pun berjalan perlahan untuk melihat Rere lebih dekat lagi.


Rere bersama dengan Dini pun sempat duduk terlebih dahulu di taman alun-alun Cianjur itu, dan dari situ juga, Sultan pun menyalakan handphonenya kembali karena ia merasa bahwa Rere akan mengira dirinya benar-benar menyusulnya ke sana.


Dengan seketika, notif pesan Whatsapp begitu banyak yang masuk ke dalam handphone Sultan, dan itu adalah pesan dari Rere semua, bukan hanya pesan Whatsapp saja yang masuk, melainkan Rere pun meneleponnya berkali-kali, namun dengan santainya Sultan menelepon Rere di tengah keramaian, dan sehingga itu membuat Rere kebingungan! suara itu berasal dari mana? apakah ia benar-benar sedang berada di sana untuk melindunginya.


"Kemana aja sih kamu Tan? udah itu di sana rame banget, emang kamu lagi di mana itu Tan?" ucap Rere lewat panggilan suara Whatsapp.


"Gue lagi main sama temen-temen gue Re, kamu udah sampai di sana belum? gue mau nyusul elu ke sana boleh engga Re?".


"Boleh Tan, dan lagian kalau ada elu pasti lebih asik."


"Andai saja elu melihat kesekeliling arah Re, dan elu pasti akan mengetahuinya kalau gue udah ada di sini lebih dulu Re, tapi maaf ya, Re, gue engga mau elu melihat gue, dan sehingga nanti elu melupakan Dini karena kebersamaan kita di sini," ucap Sultan dalam hati sembari menatap Rere yang tengah duduk di sana dengan manis.


"Tan, kok, elu diem sih! ada apa Tan?".


"Engga Re, engga ada apa-apa kok, hanya saja kota kecil ini terlihat sepi tanpa adanya dirimu yang menemaninya di sini Re, jangan lama-lama ya, ada salam dari rindu untukmu di sana," ucap Sultan yang masih menatap Rere, namun kali ini Rere tersenyum lebar di sana.


"Jangan mulai deh Tan! gue malu ini Tan, kalau harus tersenyum-senyum sendiri tanpa adanya elu."


"Senyum aja Re, gue bisa melihat dan merasakannya kok, dan terlebih elu itu adalah kekasih gue, yang di mana pun posisimu sekarang berada, gue pasti ada di sana sedang menatapi elu dalam doa."


"Seberapa suka aku terhadap senja, seberapa suka aku terhadap rembulan malam, dan seberapa suka aku melihat mentari terbit dari arah timur, itu semua takan pernah bisa merubah senyumanmu karena senyumanmu itu lebih indah dari apapun yang aku sukai dulu," ucap Sultan dalam hati.


Waktu berjalan begitu cepat, sehingga panggilan azan salat zuhur pun telah terdengar begitu merdunya di alun-alun sana, dan lantas Sultan pun lalu bergegas pergi, untuk melaksanakan ibadah wajibnya tersebut di masjid yang begitu megah, ketika mana ia menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Waktu itu, Sultan tidak sadar bahwa Dini sempat menatapnya sedang berjalan seorang diri di sana, dan lantas Dini pun segera memanggil Rere yang terlihat tengah asik menatap foto Sultan pada saat ia sedang bersamanya kala itu.


"Re, itu Sultan bukan ya? coba kamu lihat dulu," ucap Dini.


"Sultan lagi main sama teman-temannya Din, kalau pun dia ada di sini, pasti Sultan bakalan ngehubungi gue lebih dulu, elu salah lihat kali? mungkin itu orang yang mirip sama Sultan, dan terlebih orang yang kamu tunjuk udah engga ada," ucap Rere.


Dengan seketika itu, Dini pun dibuat heran! kenapa Sultan bisa menghilang begitu saja! padahal waktu itu dia benar-benar melihat Sultan di jalan sana sendirian, dan lalu Dini pun merasa bahwa perkataan Rere yang semalam itu memang benar! itu hanyalah bayangan Sultan, dan mungkin dia hanya sedang berhalusinasi saja, dikarenakan malam itu dia memang tertidur terlalu larut malam.


....


Tak lama setelah itu, Sultan pun lalu keluar dari masjid tersebut, dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat Rere pun ada di sana. Sultan pun berusaha pergi menjauh dari Rere, namun ketika mana ia akan pergi dari mesjid itu, Mega pun datang menepuk pundak Sultan kembali.


"Haii, abang ... ketemu lagi kita," ucap Mega.


"Dih, aneh dia mah! apa jangan-jangan pacarnya ada di sini juga ya? mungkin kali, soalnya abang gue tiba-tiba lari engga jelas kayak gitu," ucap Mega sembari tertawa melihat Sultan.


"Mega ini ya! selalu ngagetin gue mulu, gue kira tadi itu Rere, tapi tahu-tahunya dia lagi, kalau ketahuan sama Rere, pasti gue ditampar lagi dah sama dia," ucap Sultan berbicara sendiri sambil melihat ke arah Rere.


Mega pun masih merasa heran dengan Sultan, dan akhirnya dia pun lalu menghampiri Sultan kembali karena di sana, hanya Mega lah yang tahu, di mana Sultan sedang duduk, dan memang sebelumnya Mega adalah orang pertama yang melihat dia ada di alun-alun tersebut.


Sultan pun masih duduk terdiam sembari sembari mentap Rere keluar dari masjid, namun di sana Mega memanggilnya dan meminta Sultan untuk menemaninya sebentar saja, dikarenakan Mega akan pulang lebih cepat daripada Sultan dan Rere.


"Abang, sini, temenin Mega jalan-jalan," ucap Mega.


"Engga ada bosennya ya, ini anak ngagetin gue di sini."

__ADS_1


"Maaf ya, soalnya gue engga tahu, kalau pacarmu ada di sana juga, dan lagian kenapa sih engga samperin aja?".


"Masalahnya kalau dia tahu gue ada di sini, gue cuma takut dia nampar gue, bukan karena gue lagi marahan sama dia, melainkan sikap dia memang begitu, hobbynya nampar gue."


30 menit waktu berjalan cukup singkat, dan di sana Mega pun akan segera pergi bersama dengan kawannya itu juga, namun di sana Sultan ingin mengetahui rumah Mega, dan akhirnya Sultan pun mengantarkannya pulang, dan terlebih teman-temannya pun merasa tak begitu keberatan karena mereka juga memang membawa motor tersendiri.


Alun-alun Cianjur, memanglah tempat yang sering mereka kunjungi setiap saat karena lokasi tersebut memang tak cukup jauh jaraknya dari rumah mereka masing-masing itu di sana, dan apalagi tempat itu sungguh ramai pengunjung, dan jadi mereka bisa bertemu dengan siapa pun, seperti hal nya Mega dengan Sultan.


"Jadi ini rumahmu Ga? lumayan lah, dari alun-alun cuma butuh waktu tempuh 15 menit sampai 20 menitan aja."


"Deket kan? makanya abang harus sering main ke sini, dan udah itu jangan lupa mampir dulu ke rumah Mega ya."


"Insyaallah, kapan-kapan gue main ke sini ya."


"Mau masuk dulu kagak Bang? biar nanti sekalian Mega buatin minuman atau makanan gitu ya, mau engga?".


"Kapan-kapan aja ya, sekarang mah gue harus pulang ke rumah lebih dulu, takutnya nanti gue ke malaman di jalan."


"Makasih ya, Bang, udah mau nganterin Mega, abang hati-hati di jalan, dan kalau perlu, abang kasih tahu Mega di sini ya, bilamana nanti abang udah sampai di sana."


"Oke, kalau begitu gue pamit ya, Asalamu'alaikum."


"Wa'alaikum Salam."


Setelah Sultan berpamitan dengan Mega, ia pun lalu pergi untuk pulang ke rumahnya di sana. Dan di sana Sultan sudah mengira, bahwa Rere akan menaiki Bus untuk sampai di rumahnya karena tiket kereta menuju ke Sukabumi pasti akan habis terjual.

__ADS_1


__ADS_2