Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 69 : Rasa sayang Rere


__ADS_3

Wajahnya menunduk malu, kakinya berhenti berjalan, dan tangannya bergerak menarik tangan Sultan, yang di mana hari itu merupakan hari pertama Rere menginjakan kakinya itu di dalam rumah Sultan.


Salam serta sapa pun kembali ia ucapkan, dan tentunya ibu Sultan pun telah menunggu kehadiran Rere, namun waktu itu Rere masih berdiam diri saja di luar rumah, dikarenakan dia masih merasa malu bilamana dirinya bertemu dengan ibu Sultan di sana secepat ini.


Wangi masakan yang tengah ibu Sultan buat itu, sampai tercium hingga ke luar rumah, dan tentunya beliau telah mempersiapkan semua itu untuk menyambut kehadiran Rere di dalam sana.


"Asalamu'alaikum," ucap salam Sultan.


"Wa'alaikum Salam, Rerenya kemana Tan? kok, engga kamu ajak main ke sini," ucap ibu Sultan.


"Anak mamah masih malu-malu, dia ada di luar rumah, sana samperin sama mamah, masakan ini biar Sultan yang selesain," ucap Sultan sembari mencicipi masakan yang sedang ibunya buat itu.


Tak lama setelah itu, ibunya pun lalu pergi ke luar rumah untuk menghampiri Rere, yang dimana Rere tengah duduk di sebuah kursi, dan tepatnya kursi itu berada depan teras rumahnya itu di sana.


Rere pun sontak terkejut, ketika mana ibu Sultan menghampiri dirinya dan menyuruh dirinya untuk masuk ke dalam rumah. Dan dengan seketika itu, ibu Sultan pun lalu memeluk, serta mencium kedua pipi Rere, dan tentu saja Rere merasa bahwa ini seperti mimpi, ia pun tersenyum ke arah ibu Sultan di depan sana, dan Rere pun sempat memeluk tubuh ibu Sultan juga dengan erat di depan teras rumahnya itu.


"Haii, lagi apa di luar? sini masuk, engga usah malu sama mamah, anggap aja ini rumah sendiri ya," ucap ibu Sultan yang langsung mencium kedua pipi Rere itu.


"Mamah, Rere kangen," ucap Rere sembari memeluk tubuh ibu Sultan di depan sana.


"Makan dulu yu, mamah udah siapin masakan yang pastinya kamu juga bakalan suka."

__ADS_1


"Enak ni kayaknya, makasih ya, Mah, seharusnya mamah engga usah repot-repot masakin Rere ini itu, soalnya Rere hanya mau ketemu sama mamah aja kok."


"Engga apa-apa, kita makan bareng ya, dan udah itu jangan buru-buru pulang ya, karena mamah mau bilang sesuatu sama kamu."


Rere pun hanya mengangguk saja, dan dia pun mulai penasaran, lantas apa yang akan ibu Sultan bicarakan itu bersamanya di dalam sana.


Dan sementara itu, Sultan datang sembari membawakan masakan yang tadi ibunya itu buat, dan dengan manisnya ia menaruh masakannya itu di hadapan Rere langsung, yang di mana ia pun lalu menyuguhkan masakan itu sembari memberikan beberapa sendok nasi kepada piring Rere.


Lantas ibu Sultan pun merasa heran! kenapa nasi yang anaknya itu berikan kepada Rere, begitu sedikit, dan tentunya di sana Sultan telah mengetahui banyak tentang nafsu makan Rere itu seperti apa, dan maka dari itu ia hanya memberikan beberapa sendok nasi karena Rere tak suka makan berlebihan.


"Kok, sedikit amat Tan? tambah lagi, masih banyak ini, kalaupun nanti habis, mamah bakalan masakin lebih buat Rere lagi," ucap ibu Sultan.


"Dia itu orangnya engga suka makan banyak-banyak Mah, kalaupun dikasih makanan sebanyak ini, dia hanya akan makan beberapa suap aja," ucap Sultan sembari melirik Rere yang sedang tersenyum itu.


Seberapa pengertiannya Sultan terhadap Rere? dan itu hanya sebatas rasa yang harus Rere rasakan karena Sultan menilai Rere bukan hanya dari hatinya saja, melainkan semua sikap dan tingkah perilakunya pun ia juga pasti akan selalu perhatikan, dan itu semua dia lakukan untuk Rere, untuk membuatnya betah terhadap sikap manis yang ia berikan kepadanya selama ini.


"Muka kalian itu mirip ya? apa jangan-jangan kalian ini memang berjodoh, semoga aja ya, karena mamah sayang sama kalian berdua, dan kamu juga harus ingat ya, Tan! jangan pernah sakitin anak mamah ini," ucap ibu Sultan.


"Kamu lihat sendiri kan Re? semenjak mamah gue kenal sama elu, rasa sayangnya terhadap gue jadi berkurang, dan bahkan kayaknya mamah gue lebih sayang sama anak cewenya ini."


"Pasti lah, mamah lebih sayang sama Rere karena anak mamah yang satu ini, harus lebih mamah perhatikan lagi, kalau kamu mah udah pasti bisa jaga diri sendiri ini kan? dan terlebih mamah pusing sama kamu Tan!".

__ADS_1


"Lah, pusing kenapa Mah?".


"Kamu itu anak nakal Tan! kamu selalu saja membuat mamahmu ini khawatir, kalau kamu bisa sama seperti Rere, mungkin mamah bakalan lebih sayang lagi, dan udah itu kamu anaknya paling susah dibilangin, kalau mamah suruh diam di rumah, harusnya kamu bisa diam di dalam rumah, jangan selalu pergi keluyuran malam-malam, itu bahaya buat kamu!" ucap ibu Sultan kembali, yang di mana Rere hanya bisa tersenyum saja ketika melihat tingkah laku mereka berdua.


Sultan pun lalu tersenyum, dan Sultan pun sudah berpikir bahwa nanti, Rere pasti akan kembali memarahinya lagi, dikarenakan Sultan tak pernah memberitahu Rere di sana, bahwa dia sering pergi keluyuran malam-malam.


"Yah, ini si mamih ... kenapa juga harus bilang sama dia, udah tahu dia itu galak! yaudah lah, pasrah aja, palingan nanti, pipi ini bakalan memerah lagi karena tamparan keras Rere itu," ucap Sultan dalam hati, yang di mana ia sudah memegang kedua pipinya itu lebih dulu karena dengan hanya membayangkannya saja, ia sudah dibuat merinding, ketika mana ia mengingatnya kembali.


Tatapan tajam itu, mengingatkan Sultan kembali, yang di mana tatapan itu membuat Sultan menjauhkan pandangannya tersebut itu dari Rere. Dan tentunya Rere akan kembali memarahi Sultan tanpa ampun! karena Rere sangat suka, ketika melihat pacarnya itu merasakan rasa kesengsaraan yang Rere berikan itu, memang sungguh akan membuatnya merasa puas sendiri.


"Emang iya gitu mah? kok, Sultan engga pernah bilang sama Rere ya, kalau dia sering keluyuran malam-malam," ucap Rere.


"Mau kita apain si Sultan ini Re?" ucap ibu Sultan.


"Kita lempar ke jurang aja gimana Mah? mamah pasti setuju kan sama Rere?".


"Mamah setuju Re, entar kita lempar ke jurang ya, mamah udah bosen liat dia nakal terus."


Dan tiba-tiba Sultan pun merasa terkejut, yang di mana ia mengira bahwa Rere akan menamparnya kembali, dan tentunya di sana Sultan salah kira, melainkan Rere hanya akan mengambil air minum saja.


"Dih, kamu kenapa Tan?" ucap Rere.

__ADS_1


"Hah? engga Re, tadi ada lalat yang mau masuk ketelinga gue, makanya gue megang pipi gue," ucap Sultan beralasan.


"Gue tahu kok, Tan, kalau kamu udah siap-siap lebih dulu karena kamu mengira bahwa gue akan menampar elu kembali, namun kali ini cukup Tan, aku engga mau membuatmu menjauhi aku di sini," ucap Rere dalam hati.


__ADS_2