
Ternyata yang mendengarkan ucapan Sultan itu bukan cuma Dimas dan Bang Boa saja, melainkan di dalam sana pun ada beberapa karyawan juga, sekiranya ada dua atau tiga karyawan yang sudah dekat dengan Sultan.
Mereka semua mendengarkan ucapan Sultan dengan seksama di dalam ruangan yang bisa dibilang cukup besar itu. Dan di mana lagi kalau bukan berada di dalam ruangan gudang yang penuh akan barang-barang berharga milik Perusahaan.
Falah, dia adalah salah satu diantara ketiga karyawan yang berada di dalam sana. Dia mengira bahwa temannya yang bernama unik itu sedang mencurahkan isi hatinya kepada Sultan, siapa lagi kalau bukan Boa.
"Si Boa curhat sama lu bukan Tan? diamah emang pemuda tua tak berbakat, makanya sering dibuat nangis oleh perempuan," ucap Bang Falah kepada Sultan sembari meledek temannya tersebut.
"Sejak kapan elu ada di sini Lah? udah itu datang engga diundang, pulang pun engga diantar," ucap Bang Boa yang sengaja tidak menyapa temannya itu di sana, padahal dia juga sempat melihat Falah memang sudah ada di dalam sana bersama dengan Bang Udin.
Bang Udin menyela pembicaraan mereka, dan beliau pun dengan seketika ikut serta dalam meramaikan pembahasan yang sangat mengasikan itu.
"Elu yang gila Bo! bukan kita, padahal kita dari tadi ada di sini juga, dan sementara itu elu dengan kejamnya mencampakan kita di sini," ucap Bang Udin dengan candaannya itu sembari berbicara menggunakan nada suara yang agak sedikit polos serta lucu.
Sifat beliau memang sudah seperti itu dari dulu, apalagi bila Sultan mengenal dekat sosok Bang Udin di sana, dan mungkin saja, ia akan semakin betah saja untuk tetap tinggal di sana lama-lama bersama dengan mereka.
Sultan dan Dimas berpikir, ternyata bekerja itu sungguh sangat mengasikan, apalagi dibarengi dengan canda tawa yang selalu hadir itu, selalu datang menemani rasa semangat bekerja mereka.
Rasa ingin mengeluh pun bahkan tak ada, itu sebabnya kenapa mereka berdua sama sekali menganggap pekerjaan yang sekarang tengah mereka kerjakan itu sungguh tak terasa berat.
Bang Falah, Bang Udin, dan juga Bang Boa pun berbicara sama, yang di mana mereka berucap bahwa pekerjaan ini takan pernah terasa begitu berat jika semua team bekerja bersama-sama.
__ADS_1
"Enak kan Tan, PKL di sini? makanya lu harus lebih lama lagi tinggal di sininya ya, nanti gue bakalan ajakin elu pergi hiking bareng dah sama para karyawan di sini," perintahnya, yang di mana dia menyuruh Sultan untuk tinggal lebih lama lagi bersama dengan mereka di sana.
"Insyaallah dah Bang, gue harap itu sih bakalan bisa, dan mungkin kita bakalan menambah waktunya kurang lebih selama satu Bulanan saja," ucap pria menyebalkan yang bernama Sultan, yang di mana ia lebih memilih berbicara kepada Bang Boa saja.
Dia merupakan karyawan pertama yang dikenalkan oleh Pak Tami kepada Sultan, dan jadi dia itu merupakan penanggung jawab resmi yang bertugas memerintakan Sultan untuk mengerjakan apa pun tugas yang nantinya akan dia berikan kepadanya untuk saat ini, dan hingga sampai batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya habis.
"Mendingan elu kerja sama gue aja Tan, dari pada lu kerja sama dia, yang ada elu nanti malah dipekerjakan secara paksa tanpa henti," ujar Bang Falah kepada Sultan, yang memang dia sempat ingin membawanya pergi bekerja bersama dengannya, bilamana dari awal dia mengetahui, bahwa ternyata sifat seorang Sultan itu selucu dan semengasikan seperti ini.
....
Kedua karyawan pendamping Sultan, tentunya tak mau kalah dalam mempertahankan posisi Sultan yang sekarang ini. Dan salah satunya itu ada pada seseorang karyawan yang memiliki nama panggilan unik tersebut, yaitu Boa.
Bang Falah membuatkan Sultan dua pilihan, apakah dia mau bekerja bersama dengannya, ataupun lebih memilih untuk bekerja bersama dengan kedua temannya itu.
Yang jelas tentunya Sultan akan memilih satu, yakni dia akan lebih memilih bertugas dibagian gudang saja bersama dengan kedua karyawan gokil itu.
"Gue mau nanya sama lu Tan, elu mau bekerja bersama gue, atau elu lebih memilih bekerja bersama dengan mereka berdua saja di sini?" tanya Bang Falah membuatkan Sultan pilihan untuk dia tentukan sendiri.
"Saya tetap akan memegang teguh tugas saya di sini bersama dengan mereka berdua," ucap Sultan dengan lantangnya, tanpa sedikit pun ia merasa ragu dengan ucapannya itu.
Bang Udin bersorak kegirangan, dan lantas Bang Boa pun bersorak sama, namun dia bersorak lebih ke arah sindiran, yang di mana Bang Boa tertawa lepas sambil menutupi mulutnya.
__ADS_1
"Itu pilihan yang sangat tepat Tan, saya suka, bahkan saya terkagum-kagum mendengarkannya, dan ini untuk kamu Tan, dua jempol dari saya," ucap Bang Udin tertawa dengan lepasnya sembari mengacungkan kedua ibu jarinya kepada Sultan.
Permasalahan telah terpecahkan, dan lantas mereka pun mulai kembali bekerja seperti biasa lagi di dalam sana.
Sementara itu, Dimas pun lalu pergi dari dalam ruangan tersebut setelah Sultan mendapatkan tugas dari keryawan pendampingnya. Dan sepertinya nama Dimas disebut-sebut oleh karyawan pendampingnya sendiri, mungkin dia juga menerima beberapa tugas dari beliau untuk pergi membantunya di luar ruangan Perusahaan.
Semua tugas telah selesai Sultan jalani, Namun pada saat itu Bang Falah pergi dari dalam ruangan gudang setelah dia membantu Sultan mengirimkan barang-barang yang akan di Produksi oleh pihak yang berwewenang dalam menanganinya.
Baju coklat Pramuka, serta rok panjang Pramuka, dengan seketika muncul dan terlihat di luar ruangan gudang.
Mungkin itu adalah Aisyah, namun kenapa dia ada di depan sana bersama dengan Pak Tami, apa mungkin dia akan ditugaskan sama dengan Sultan, atau mungkin itu hanya perkiraan Sultan saja.
"Aisyah! kamu ada di sini juga?" tanya Sultan terheran-heran.
"Ehh, ada abang baik, abang baik ada di sini juga? apa mungkin kita akan bekerja sama, dan dibagian yang sama juga ya?" ucap Aisyah terheran-heran melihat Sultan ada di hadapannya sekarang.
"Engga sama kok, mungkin kakak akan bekerja di sini hanya untuk belajar memahami ilmu dasar menjadi seseorang teknisi video saja, dan kalau engga salah itu alatnya ya?" tanya Sultan sembari menunjuk ke arah mesin output penguji kamera belakang yang sering digunakan oleh kendaraan seperti hal nya mobil.
Setahu Sultan, itu memang sebuah kamera yang sering terpasang entah itu berada di dalam mobilnya, ataupun berada di luar body mobilnya.
Dan yang jelas, fungsi dari kamera tersebut itu memang untuk mempermudah pengendara mobil melihat situasi dari arah belakang kendaraannya.
__ADS_1