Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 31 : Tersenyumlah


__ADS_3

Malam itu adalah malam terakhir, yang di mana Sultan dengan Rere akan berpisah kembali dan bersama-sama saling merindu kembali di sebuah kamar, ataupun di setiap teras rumahnya masing-masing kembali.


Namun, hari itu masih belum usai, yang di mana Sultan dengan Rere duduk kembali setelah melakukan aktivitasnya dan melaksanakan kewajibannya itu di luar ruangan kelas.


"Perpisahan di hari esok! hanyalah bersifat sementara, yang di mana aku akan datang menemuimu kembali dan membuatmu tersenyum, serta tertawa lepas kembali, untuk mengukir kisah ini hingga mana Tuhan kita merestui, ataupun Tuhan kita lah yang akan menjauhi kita di sini," ucap Sultan dalam hati sembari menatap Rere kembali di dalam ruangan kelas tersebut.


"Ada apa lihat-lihat? takut ya, kalau aku akan ninggalin kamu lagi di sini sendirian Tan," ucap Rere sembari menutupi wajah Sultan dengan menggunakan tangannya itu.


"Engga kebalik tuh Re?" ucap Sultan sembari mengetuk kening Rere dengan pelannya di dalam kelas sana.


"Ihh, awas ya, kamu Tan! lihat aja nanti! siapa yang akan merindu kembali, dan siapa yang akan rindu kembali."


"Berarti kita berdua ya, Re, yang akan merindu kembali? karena soalnya itu elu ucap kata rindunya sampai dua kali begitu! jadi engga apa-apalah, biar aku yang ambil satu rindunya itu oke."


Rere pun lalu tertawa kembali di dalam kelas sana, tak ada yang melihat kebahagiaan mereka kembali di dalam sana karena seluruh siswa sedang melaksanakan akitivitasnya di dalam Gor kembali bersama para anggota TNI.


Sultan lebih memilih untuk berdiam diri bersama Rere di dalam kelas sana karena ia hanya memiliki satu hari lagi untuk berada bersamanya saat ini di dalam sekolah yang penuh akan kisah cintanya itu.


Sultan meninggalkan kelompoknya di dalam Gor sana karena ia percaya bahwa mereka semua akan baik-baik saja di dalam sana, tanpa sedikit pun ia membimbingnya kembali di sana.


"Tan, kita ke Gor sekolah yu? soalnya aku takut Tan, ngebiarin mereka di sana tanpa kita bimbing. Kamu tahu kan? seberapa benci kelompok lain sama kelompok kita di sini."


"Mereka semua jagoanku Re, mana mungkin jagoan gue kalah sama kelompok sebelah. Dan lagian ya, Re, besok adalah hari terakhir kita, masa sih elu mau ngelupainnya! dan terlebih emang kamu bakalan bisa gitu jauh-jauh dari gue kembali."

__ADS_1


"Pacar gue itu aneh! bukan hanya aneh, melainkan pacar gue juga begitu menyebalkan!".


"Engga ada romantis-romantisnya banget sih elu Re, sama pacar sendiri!".


"Aku tahu Tan, kalau kamu akan ngelakuin segala cara untuk membuatku tertawa kembali. Caramu membahagiakanku sangat berbeda dengan semua orang yang dulu pernah bersamaku Tan, dan terlebih aku menyukai cara sederhanamu itu untuk membuatku tersenyum kembali di kota kecil ini."


"Mau peluk engga? kalau mau silahkan, dan kalau engga pun engga apa-apa, aku pasti akan memaksamu untuk memeluk aku di sini Re. Jangan takut dengan CCTV di kelas kita karena itu CCTV nya mati Re."


Setelah mendengarkan kata-kata itu, Rere pun langsung memeluk pacarnya yang begitu menyebalkan itu di sana, dan tanpa sedikit pun ia merasa bimbang karena Sultan adalah pria yang selalu bisa membuat dirinya nyaman tak berketepian.


"Peluk lah aku ... wahai cinta. Rembulan malam takan pernah hadir kembali bilamana engkau tak membawanya pergi bersama kehangatan rasa ini. Cintai lah diriku karena aku akan mencintaimu lebih dari sekedar kebahagiaan ini karena kebahagiaan hanya akan bersifat sementara di dunia ini, dan lantas apa yang akan bersifat selamanya? yaitu kebahagiaan memilikimu hingga di akhirat nanti," ucap Sultan dalam hati sembari memeluk Rere dengan penuh rasa kasih dan sayang di dalam kelas sana.


....


Sultan pun lalu duduk kembali bersama dengan Rere di dalam sana, mereka berdua nampak bahagia waktu itu, mereka tersenyum berdua pada saat itu, dan mereka berdua pun saling merasakan cinta itu mulai bertambah disekian detik waktu berjalan tanpa henti.


Para abdi negara di dalam Gor sana nampak ingin menguji kembali kesabaran para calon siswa baru itu, dan lantas Sultan pun lalu menghampiri kelompoknya itu, untuk menyuruh mereka agar tetap bersikap tenang, dalam menangani masalah yang akan mereka hadapi kembali.


"Kita di sini tak bisa menerima kalian! jadi saya harap kalian pergi semua dari dalam Gor ini! jangan lama-lama! cepat pergi sekarang juga para siswa pemalas!" ucap abdi negara tersebut kepada mereka semua.


Siapa sangka! di sana hanya kelompok Sultan lah yang pergi dari dalam Gor tersebut sembari tersenyum jahat kepada mereka semua di dalam sana.


Para anggota TNI pun membiarkan kelompok Sultan pergi, namun tak lama setelah itu, anggota TNi pun memanggil kelompok Sultan untuk menyuruhnya kembali duduk di dalam Gor sekolah.

__ADS_1


"Kenapa kalian keluar hah! mau saya banting satu-persatu dari dalam Gor sini! macam-macam aja kalian! kalian engga sadar apa bahwa kalian di sini sedang berhadapan dengan siapa," ucap anggota TNI tersebut kepada kelompok Sultan.


"Bodoh sekali mereka! dan tentunya, pembimbingnya juga bodoh lagi! membiarkan mereka semua masuk ke dalam masalah," ucap salah satu siswa baru dari kelompok sebelah.


Tak silam beberapa detik, kelompok lain pun menertawakan kelompok Sultan. Dan apa yang terjadi kepada mereka! dan ya, mereka yang menertawakan kelompok Sultan menerima batunya di dalam sana.


Semua siswa baru bersama para pembimbingnya pun ikut terkena hukuman yang begitu berat di dalam sana, namun di dalam sana hanya kelompok Sultan lah yang tidak ikut-ikutan terhukum bersama mereka di dalam sana.


"Siapa yang menyuruh kalian tertawa hah! kalian mau cari-cari masalah dengan kita di sini! ayo siapa yang tadi tertawa? maju ke depan semuanya," ucap anggota TNI yang nampak kesal melihat kelakuan siswa baru tersebut.


Lantas para abdi negara itu menyuruh kelompok Sultan untuk berbicara kepada mereka, apa alasan mereka ingin meninggalkan tempat tersebut.


Sultan pun bediri dibarisan paling depan untuk membela dan menjaga semua kelompoknya di dalam Gor sana. Dan seketika! suasana berubah drastis menjadi hening ketika mana para abdi negara mengangkat suara tingginya tersebut.


"Kita di sini hanya berusaha menuruti perkataan dari bapak yang terhormat, kita bukan mau melawan, namun kita di sini sudah mengetahui permainan yang bapak lakukan kepada kita semua di dalam Gor sekolah ini," ucap Sultan dengan lantang.


"Untuk bapak TNI yang terhormat, kita engga akan pernah berani membantah ataupun melawan perkataan bapak di dalam Gor sekolah ini, namun melainkan kita di sini hanya ingin menghargai keputusan yang bapak buat tadi."


"Kita hanyalah siswa, tetapi kita bukanlah sampah yang harus bapak buang begitu saja! disaat kita sudah lelah berjuang sampai sejauh ini."


"Kita tahu, bahwa bapak bukan lah mereka! yang hanya bisa merendahkan harga diri kita di dalam sekolah ini. Bapak pasti tahu kan? kasta paling tinggi itu adalah harga diri kita sendiri, dan bahkan janji bapak pun seperti itu, sebagaimana janji para anggota TNI, lebih baik gagal dimedan pelatihan dari pada gagal dimedan pertempuran," ucap Sultan terus menerus kepada anggota TNI tersebut di dalam sana.


Semua terdiam, dan dengan seketika tepuk tangan pun di keluarkan oleh para abdi negara untuk mengapresiasi keberanian Sultan bersama para anggota kelompoknya.

__ADS_1


__ADS_2