
Mereka tiba di dalam kosan kurang lebih pukul setengah sebelasan. Sebenarnya mereka tiba di Tangerang hingga sampai kosan pada pukul sepuluh lebih lima belas menitan.
Yang membuat mereka tiba di dalam kosan lebih lambat, yaitu mereka sempat menghabiskan waktunya di depan teras luar kosan hanya untuk saling mijat-memijat.
Sebelumnya mereka sempat merasa kesakitan di sekitaran area punggung mereka masing-masing, sampai-sampai rasa sakit itu membuat mereka sulit untuk melangkahkan kakinya sendiri.
Bahkan Alamsyah sempat terjatuh, namun Sultan dan Dimas dengan cepatnya memegang lengannya supaya Alamsyah tidak terjatuh ke bawah tanah yang basah.
Ketika semuanya telah berada di dalam kosan, Sultan sempat melihat kontak Whatsapp Rere masih online saja, lantas kemudian ia pun mencoba menelepon Rere, namun Rere tak menjawabnya karena mungkin dia sudah tertidur di sana.
"Ini anak emang nakal ya! udah gue bilangin dari awal agar dia tidak nunggu gue sampai larut malam seperti ini di sana," ucap Sultan berbicara seorang diri di luar ruangan kosan.
Suara telepon Rere berdering tanpa suara, di sana Rere hanya menderingkan ponselnya saja agar ibunya tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menunggu Sultan hingga selarut malam ini.
Setelah Sultan memastikan bahwa Rere sudah tertidur pulas di sana, maka ia pun ikut tertidur di dalam kosan bersama dengan semua temannya.
Perjalanan yang cukup melelahkan, suara dengkuran pun perlahan mulai berbunyi, tapi bunyi dengkuran itu terdengar lebih keras bila dibandingkan dengan dengkuran di hari-hari kemarin.
Suara dengkuran Dimas adalah suara dengkuran paling keras, sampai-sampai Sultan terbangun hanya untuk menyumpal mulut Dimas menggunakan tisu.
"Gila apa ya, ini si Dimas! suara dengkurannya bikin telinga gue jadi sakit gini dah," ucap Sultan sembari mengambil 3 lembar tisu untuk menyumpal mulut Dimas.
Dengan seketika Azmi pun terbangun dari tidurnya, dia merasakan hal yang sama seperti Sultan, di mana Azmi juga tak sanggup menahan bisingnya suara dari dengkuran Dimas.
"Lagi ngapain lu Tan!" ucap Azmi membuat Sultan terkejut.
"Gue kagak bisa tidur Mi, abisnya suara dengkuran si Dimas keras beut dah, makanya ini gue mau nyumpal mulutnya pake tisu," ucap Sultan membuat Azmi membantunya untuk menyumpal mulut Dimas.
__ADS_1
"Gila lu Tan! ada-ada aja dah kelakuan lu ini," ucap Azmi yang terlihat tak kuasa menahan rasa ingin tertawanya di dalam sana.
"Daripada gue engga bisa tidur Mi, lebih baik gue ngelakuin cara yang seperti ini."
Sultan dan Azmi lebih baik memilih untuk memejamkan matanya sebelum Dimas terbangun dari tidurnya dan menyadari apa yang telah mereka perbuat kepada dirinya.
Gelagak suara tawa terdengan dimulut Sultan dan juga Azmi. Sultan sengaja menyobekan satu lembar tisu serta menaruhnya di atas hidung Dimas agar supaya lembaran sobekan dari tisu tersebut terhempas-hempas karena hembusan angin dari napas Dimas.
Sultan memvideokan keusilannya itu pada saat momennya sedang pas, di mana Dimas terlihat tangah menggerak-gerakan hidungnya karena mungkin dia merasa gatal dengan tisu yang Sultan tempelkan di atas hidungnya.
"Tan, Tan, kirimin videonya ke gue sekarang oke, biar gue kirim lagi ke grup Whatsapp kelas nanti," ucap Azmi berbicara sembari menutupi mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya.
"Siap Mi, nanti gue kirim ke Whatsapp lu," ucap Sultan pun sama seperti Azmi, di mana ia pun sama-sama menutupi mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya juga.
....
Suara alarm disetiap ponsel milik mereka masing-masing telah berbunyi. Seperti biasa Sultan lah yang mematikan bunyi suara tersebut, dikarenakan dia adalah orang paling pertama yang terbangun dari tidurnya.
"Mi, bangun Mi, elu mandi duluan sana," ucap Sultan yang membangunkan Azmi lebih dulu.
"Haha, itu tisu semalam masih belum dia copotin ya, Tan, emangnya dia engga merasa pengap apa ya," ucap Azmi masih saja menertawakan hal yang tengah dia lihat sekarang.
"Jangan berisik bolot! mendingan lu mandi sekarang, udah itu lu bangunin Wildan, gue mau nelepon Rere sebentar di luar."
"Kapan lu mandi Tan? perasaan gue engga dengar suara jatuhan air di kamar mandi."
"Gue bangun dari jam tiga pagi Mi, yaudah sana lu cepetan mandi dah sebelum kamar mandinya penuh."
__ADS_1
Sultan ke luar dari dalam ruangan, sementara Azmi masih saja memfoto raut wajah Dimas di dalam sana. Sultan menelepon Rere kurang lebih pukul setengah empat setelah azan subuh mulai berkumandang.
Rere menjawab panggilan dari Sultan ketika mana dia membuka pesan Whatsappnya yang semalam. Rere pun meminta maaf kepada Sultan karena semalam dia tak sengaja tertidur.
"Assalamu'alaikum, gimana tidurnya Re, nyenyak kan? gue udah mengirannya dari awal bahwa kamu engga akan sanggup tidur malam-malam," ucap Sultan dengan lembutnya berbicara kepada Rere.
"Wa'alaikum Salam, maafin gue ya, Tan, semalam gue engga sengaja ketiduran," ucap Rere sama manisnya.
"Engga apa-apa Re, gue nelepon lu karena emang sengaja mau ngebangunin elu di sana, gue cuma takut elu kesiangan, maka dari itu gue nelepon lu dulu sebelum gue berangkat ke mesjid."
Rere mematikan telepon dari Sultan kerena disuruh oleh Sultan sendiri. Mereka berdua melaksanakan ibadah salat subuhnya masing-masing di sana.
Sementara Azmi membangunkan Wildan setelah dia selesai membersihkan dirinya. Alangkah terkejutnya Wildan melihat wajah Dimas yang seperti itu, dia pun tertawa lepas sampai membangunkan semua orang, termasuk Dimas juga.
"Haha, elu mimpi apaan Dim? itu tisu ada di mana-mana, emangnya elu engga sadar apa?" tanya Alam dengan tawa lepasnya.
"Gila kalian semua! jahilnya kelewatan! gimana kalau gue mati coba, emang lu semua pada mau ngangkat tubuh gue ini sampai ke Sukabumi hah," ucap Dimas tidak jelas karena dia cuma mengambil helaian tisu yang berada di atas hidungnya saja.
Dimas baru sadar bahwa di dalam mulutnya ada sumpalan tisu yang sebelumnya sempat dimasukan oleh Sultan.
Untung saja tisu basah karena air liur Dimas itu tidak masuk ke dalam tenggorokannya, mereka tidak bisa membanyangkannya kalau hal itu akan benar-benar terjadi kepada Dimas.
Dimas tersenyum jahat setelah dia mengeluarkan tisu tersebut dari dalam mulutnya. Tak diduga-duga Dimas pun lalu melemparkan tisu itu ke arah Alamsyah, dia mengira ini semua adalah kerjaannya.
Tak lama setelah itu, Azmi pun mengirim video yang sempat Sultan rekam semalam ke dalam grup kelas dan juga grup siswa khusus untuk para siswa yang melaksanakan ujian prakerinnya di Tangerang.
Mereka semua tertawa pada saat melihat rekaman video tersebut, lantas Dimas pun menyadari bahwa yang melakukan keusilan itu adalah Azmi dan juga Sultan.
__ADS_1