
Brukk ....
Suara tubuh Dimas menindihi tubuh Azmi yang kecil itu di dalam sana. Dimas tak memberikan sedikit celah untuk Azmi terbangun dari tindihannya sampai mana dia meminta maaf kepada Dimas.
"Ampun Dim! gue pengap ini," teriak Azmi dengan nada suara agak sedikit terhentak karena dia merasa pengap dengan apa yang Dimas lakukan terhadapnya.
Dimas memasukan tangannya ke dalam baju untuk memegang ketiaknya sendiri. Dimas menutup hidung Azmi menggunakan tangan kanannya, dan tangan tersebut itu adalah tangan yang sempat bersentuhan langsung dengan ketiak Dimas.
Azmi sempat menghirup sedikit bau dari ketiak Dimas, namun dengan cepatnya dia segera menahan napasnya agar dia tidak terlalu menghirup habis bau yang ditimbulkan dari ketiak Dimas.
"Rasain lu Mi! makanya jangan macam-macam sama gue, elu tahu sendiri kan akibatnya seperti apa," ucap Dimas nampak puas telah menyiksa Azmi di dalam sana.
Azmi pergi ke luar ruangan untuk mencari udara segar segaligus ingin menghindari bahaya ancaman dari seorang Dimas.
Tak sengaja Sultan melihat Azmi tengah jongkok di depan teras kosan seorang diri dengan raut wajah yang termual-mualnya.
"Ehh kenapa lu Mi? lu sakit bukan? perasaan tadi malam elu sehat bugar dah, tapi sekarang kenapa elu mual-mual sendiri," tanya Sultan terheran-heran.
"Gue mual karena abis diketekin sama Dimas Tan, gila tuh si Dimas, keteknya bau banget dah ah," ucap Azmi membuat Sultan tertawa terbahak-bahak.
"Aihh ... jangan deket-deket gue lu Mi! pantas saja wajah lu pucat gitu."
Sultan masih tertawa lepas melihat Azmi semual itu di sana. Sultan mengambil satu gelas air penuh untuk disiramkan ke arah raut wajah Azmi.
"Gila lu Tan! kenapa lu nyiram muka gue?" tanya Azmi mulai sedikit jengkel.
"Biar wajah lu seger Mi, soalnya sebentar lagi bakalan ada cewe cantik yang lewat di jalan ini," ucapan Sultan membuat Azmi semakin penasaran.
Anak perempuan itu adalah anak dari imam yang sering mengimami mesjid di sekitaran area tempat Sultan mengekos.
__ADS_1
Siapa lagi kalau bukan Adelia. Dia merupakan wanita yang pernah dikenalkan oleh beliau sebelumnya. Tanpa sengaja Adelia menyapa Sultan setelah dia selesai melaksanakan salat subuh berjamaah di dalam sana.
"Tuh Mi, dia orangnya, cantik kan? tapi gue engga yakin sama dia dah Mi, soalnya kata ayahnya dia wanita pendiam," ucap Sultan dengan dipengangnya bahu Azmi sembari menatapi Adelia yang tengah berjalan menghampiri Sultan.
"Cantik banget dah Tan," ucap Azmi sembari melamun menatapi cantiknya wajah Adelia.
Sultan menepuk pundak Azmi agar pandangannya tidak manakuti Adelia. Azmi masih saja melamun sampai Sultan menyiram kembali raut wajah Azmi.
Adelia sempat menatap Sultan ketika mana Sultan menyiram wajah Azmi. Adelia pun tertawa, namun tawanya hanya seketika saja, dikarenakan dia tak mau menyinggung perasaan Azmi.
Pada saat Adelia melintas di hadapan Sultan, Azmi pun menyapa dirinya. Adelia sepertinya ketakutan, tapi di sana Sultan menghilangkan semua ketakutannya dengan cara mengenalkan mereka berdua.
"Haii, ukhti, mau ke mana?" ucap Azmi berbicara sembari terlamun-lamun melihat kecantikan Adelia.
Adelia hanya tersenyum tipis sambil sesekali menganggukan kepalanya dengan tatapan takutnya. Sultan pun menoyor kepala Azmi supaya dia bisa menjaga sikapnya terhadap dia.
"Adelia, kenalin ini Azmi, dan Azmi kenalin dia Adelia, anak dari iman di mesjid sini," ucap Sultan berbicara dengan nada rendahnya, berbeda dengan Azmi yang langsung to the point kepada Adelia.
....
"Ayah kamu ke mana Del? biasanya beliau yang suka jadi imamnya, tapi kenapa tadi beliau engga ada," tanya Sultan penasaran ke mana ayahnya sekarang.
"Ayah lagi sakit Tan," ucap Adelia dengan lembutnya.
"Inna lillahi, ternyata ayah kamu masih sakit, semoga ayah kamu lekas membaik ya, kalau gitu saya boleh datang ke sana?".
"Boleh kok, kalau mau Sultan boleh ikutin Adelia."
Sultan tertawa jahat kepada Azmi, ia pun menunjukan sikap aslinya kepada Azmi bahwa bila ingin mendapatkan hati wanita pendiam seperti Adelia, dia harus bisa menjaga sikap rendah hantinya tanpa harus menunjukan langsung sikap to the pointnya kepada Adelia.
__ADS_1
Sultan mengikuti langkah kaki Adelia, dan di sana terlihat Sultan tengah berjalan di belakang Adelia lantaran ia tak mau terlalu dekat dengannya.
Adelia menatap ke arah belakang, yang di mana di sana ada Sultan. Adelia menyuruh Sultan untuk berdiri di sampingnya saja, dikarenakan dia sudah terlanjur percaya bahwa Sultan adalah pria baik-baik.
"Ngapain jalan di belakang? nanti diikutin sama setan loh, temenin Adelia aja sini, engga apa-apa kok," suruh Adelia yang membuat Sultan mengikuti ucapannya di sana.
"Saya merasa engga enak aja sama orang-orang yang ngeliatinnya, soalnya kamu adalah wanita yang paling sulit untuk didekatinya, saya cuma takut kalau mereka merasa kalah saing dengan saya," ucap Sultan membuat Adelia menepuk lengannya dan tertawa juga padanya.
"Engga apa-apalah, lagian ayah juga engga ngerekomendasikan pria lain selain kamu Tan, katanya kalau mau nyari teman pria lebih baik Adelia temanan sama Sultan aja."
Ucapan Adelia itu membuat Sultan tersenyum, kenapa juga ayahnya berucap seperti itu kepada Adelia, apa mungkin ini adalah kode keras yang diberikan oleh ayah Adelia kepada Sultan, kalaupun itu benar, mampus Sultan.
"Waduh ... mampus gue! kalau gue dijodohin sama ayah Adelia gimana nasib Rere nantinya," ucap Sultan dalam hati sembari menggaruk-garuk kepalanya.
Adelia tersenyum melihat raut wajah kebingungan Sultan. Dia mengetahui pikiran Sultan bahwa dia pastinya tengah memikirkan ucapan ayahnya.
Rumah Adelia telah terlihat, Sultan menunggu di depan teras rumahnya sampai ayahnya menghampiri Sultan di depan sana.
Adelia kembali menghampiri Sultan, namun dia datang seorang diri karena ayah Adelia sedang tertidur di dalam kamarnya setelah beliau melaksanakan salat subuhnya.
"Ayah lagi tidur Tan, mungkin nanti kalau dia udah bangun dari tidurnya Adelia bilangin ke dia kalau kamu sempat datang ke sini."
"Engga apa-apa kalau gitu Del, mungkin besok Sultan balik lagi ke sini, lagian Sultan engga mau mengganggu waktu istirahatnya di dalam sana."
Setelah itu Sultan pun lalu pergi dari depan teras rumah Adelia. Ia tak dipertemukan dengan ibunya langsung, padahal ia ingin melihat raut wajah ibunya saja, apakah wajah beliau sama cantiknya dengan anaknya yang bernama Adelia itu.
Sementara Azmi di dalam kosan tengah memberitahukan bahwa Sultan lagi dekat dengan seorang wanita cantik di sini, namun lagi-lagi Dimas menyangkalnya karena dia percaya kepada Sultan kalau dia takan pernah melakukan hal tersebut kepada Rere.
Rasa sayang Sultan hanya untuk Rere, Dimas benar-benar menjelaskannya secara detail agar mereka percaya kepada Sultan.
__ADS_1
Itu adalah momen terbaik bagi mereka, dan memang mereka pun mengharapkan Sultan setia saja kepada Rere, dikarenakan mereka ingin mendekati Adelia setelah Azmi memberitahukan secantik apa raut wajah Adelia.