Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 316 : Penyamaran


__ADS_3

Teman-teman Aisyah merasa terkejut sekali ketika mereka semua mendengar bahwa ternyata wajah bonyok Sultan itu bukan dikarenakan dia terjatuh dari atas motor, melainkan wajah bonyok itu disebabkan oleh pukulan dari para brandalan jalanan gila itu.


"Apa! kenapa kalian semua baru bilang sama kita bahwa ternyata sebenarnya luka memar dia disebabkan oleh pukulan dari para brandalan gila itu," ucap Aisyah begitu terkejut ketika mana dia mendengar kejadian yang sebenarnya menimpa Sultan itu seperti apa.


Rekan-rekan Sultan semuanya terdiam, mereka merasa apa yang mereka ucapkan benar-benar di luar kendali, bahkan seorang Sultan pun tak menyadari bahwa dia baru saja mengungkit kejadian yang sebenarnya kepada teman-teman wanitanya di sana.


"Jadi begini Syah, kita semua bukannya mau menutupi semua kejadian yang sebenarnya telah menimpa Sultan itu seperti apa dan bagaimana, apalagi sampai kita membohongi kalian semua, rasanya hal itu sangat tak adil bagi kita."


"Tapi, di sini kita sadar, sebagaimana mungkin kita harus bisa menutupi masalah ini dari kalian, itu pun hanya sementara saja, dikarenakan Sultan takut bilamana nanti kalian berpikiran yang engga-engga dan akan menganggap masalah ini disebabkan karena ulah kalian."


Ungkap Dimas, yang di mana dia menjelaskan semua sebabnya, mengapa baru sekarang mereka menceritakan masalah Sultan.


"Udah ya, daripada kalian mikirin kesehatan gua yang engga terlalu penting untuk dibahas juga, mendingan sekarang kita saling berbagi usul aja gimana?".


"Bagaimana caranya agar kita bisa memastikan kalau para brandalan gila itu memang sedang memperhatikan pergerakan kita di sini," ucap Sultan yang nampaknya dia sudah berhasil menemukan cara agar supaya mereka semua bisa berdamain dengan keadaan mereka masing-masing.


Di situ Alamsyah memang sudah merencanakan sesuatu, di mana penyamaran merupakan salah satu cara yang harus rekan-rekannya gunakan.


Sebenarnya rekan-rekannya selalu melarang Alamsyah memberikan usul kepada mereka semua, lantaran jika dia yang merencanakan semua usul itu, maka yang ada rencana tersebut takan berjalan sesuai dengan harapan mereka.


"Penyamaran, kayaknya itu merupakan salah satu cara yang dapat kita gunakan Tan," usul Alam membuat Sultan minder.


Di sana Sultan sudah berpikir bahwa Alam akan menggunakan rencana yang tak mau rekan-rekannya gunakan, dikarenakan rencana Alam akan selalu sama dengan rencana yang dulu-dulu pernah mereka kerjakan.

__ADS_1


"Gue engga yakin sama rencana elu Lam, dan sebenarnya gue juga udah tahu arahnya akan mengarah ke mana, bahkan bukan hanya gue yang mengetahuinya Lam, sepertinya rekan-rekan elu juga udah pada mengetahuinya," ucap Sultan sembari menjauhkan arah padangnya dari Alam dikarenakan Sultan tak mau ikut campur dalam perencanaan yang Alamsyah berikan itu.


"Gue setuju Tan, lebih baik kita mendengarkan usul dari teman-teman yang lain terlebih dahulu," ucap Azmi yang sudah mengetahui niat dari Alamsyah itu akan berjalan seperti apa.


"Alamsyah memang benar, rencana penyamaran merupakan rencana yang sangat bagus untuk digunakan, dan terlebih para brandalan itu juga udah mengenal wajah-wajah kita, jadi mau tak mau rencana itu memang harus kita pakai," ucap sosok Aisyah dengan begitu saja menyetujui rencana yang diberikan oleh Alamsyah.


Alam menyuruh teman-temannya memvoting, dan di sana mereka semua pun setuju, bahwa suara terbanyaklah yang akan memenangkan perdebatan kali ini.


....


Rekan-rekannya memilih untuk tidak menyetujui usul dari teman gilanya itu, namun kedua rekan yang berbeda kelas dengan mereka malah memilih untuk menggunakan saran dari sosok Alamsyah.


Siapa lagi kalau bukan Ujeng dan Utuy, dia memang tidak pernah mengetahui rencana itu seperti apa, makanya mereka berdua lebih memilih suara terbanyak.


Di sana Alamsyah menjelaskan semua rencananya, dan memang benar apa yang rekan-rekannya itu pikirkan bahwa ternyata rencana tersebut masih sama dengan rencana yang dulu pernah digunakan oleh rekan-rekannya semua.


Rencana tersebut memang berhasil, bahkan sampai guru pun percaya bahwa rencana penyamaran dari Alasyah memang benar-benar ampuh.


"Sebenarnya rencana ini enggaperlu melibatkan banyak orang, dan kita hanya butuh dua orang saja, dan sebisa mungkin kedua orang itu harus memiliki penampilan yang baik, seperti halnya Sultan dan Azmi," ucap Alam membuat kedua belah pihak yang disebutkan namanya tadi merasa risih.


"Waitt! kenapa harus gue Lam," ucap Sultan mulai membela dirinya di sana.


"Benar Tan, mengapa harus kita berdua Lam," ucap Azmi yang terlihat sama dengan Sultan, di mana dia pun membela dirinya sendiri di sana.

__ADS_1


"Ya, karena kalian berdua memiliki kulit putih dan juga memiliki penampilan yang bisa dibilang cukup baik, bahkan sangat baik, bukan hanya itu saja, suara kalian pun memang terdengar lembut ditelinga kita semua."


"Jadi, mau engga mau kalian yang harus turun tangan."


Begitu sopannya Alamsyah berbicara seperti itu kepada mereka berdua, padahal kepribadian Alam bisa dibilang sangat-sangat kacau, apalagi berbicara rendah hati di hadapan semua rekannya, hal tersebut bukan merupakan kebiasaan yang sering dia berikan.


"Bukannya elu juga memiliki kulit putih Lam, dan Ujeng pun sama seperti elu Lam," ucap Azmi masih membela dirinya.


"Oke, biar gue jelasin, emangnya elu engga lihat apa Mi, kita berdua memiliki tubuh kurus dan pendek, sementara tubuh elu cukup ideal, bukan hanya tinggi, tapi elu juga memiliki tubuh yang lebih berisi daripada gue dan si Ujeng ini," ucap Alam membuat Azmi terdiam.


"Jangan buang-buang waktu! lebih baik elu bilang langsung aja Lam, sebenarnya rencana elu apa?" tanya Utuy.


"Gue percaya sama para cewe bahwa kalian semua pasti pada pinter make up, benarkan? dan sekarang tugas untuk para cewek, bagaimanapun caranya kalian semua harus membuat wajah mereka berdua terlihat cantik."


Setelah Alam memberitahu rencananya itu, dengan seketika orang-orang di sana pun tertawa. Para wanita berpikir ternyata yang membuat semua rekan-rekan Sultan merasa minder dengan rencana dari Alamsyah itu adalah hal ini, hal yang di mana para cowok harus bisa menyamar menjadi seorang wanita.


Tanpa ragu Aisyah masuk ke dalam ruangan dan lalu dia pun membawa beberapa alat make up beserta dengan make upnya juga.


"Aku suka sama rencana Alam, lagipula kamu memang merupakan orang yang tepat Tan, kalau misalkan penampilanmu ini diubah menjadi penampilan seorang cewe, dan yang pastinya wajahmu akan terlihat cantik pada saat kita memandanginya," ucap Aisyah sembari menata raut wajah Sultan dengan make upnya itu.


"Hadeuhh ... sial beut nasib gue dah! kalau tahu gini harusnya dari awal gue lebih memilih lama pulih dari rasa sakit gue ini," ucap Sultan dalam hati, yang di mana sekarang raut wajahnya terlihat begitu pasrah sekali.


Teman-teman dan rekannya semua menertawakannya di sana. Sebenarnya mereka merasa kasihan kepada Sultan dikarenakan kepulihannya itu malah mereka jadikan sebagai bahan uji coba mereka.

__ADS_1


__ADS_2