
Sultan adalah pria cerdik, dia memang sengaja menyuruh salah satu dari kedua pemuda itu untuk mengambil foto dengan menggunakan handphone miliknya saja, dikarenakan adik-adik kelasnya itu pastinya akan meminta foto tersebut sebelum Sultan pergi dari tempat itu.
Ternyata dugaan Sultan yang sebelumnya itu memang benar-benar terjadi, Salma dan semua temannya ikut serta dalam memberikan nomor Whatsappnya begitu saja tanpa perintah.
Sepertinya Sultan akan dikerumuni kembali oleh semua teman-teman prianya, entah itu di dalam kontrakan, entah itu langsung di hadapan semua adik kelasnya, yang jelas dia sudah mengiranya dari awal bahwa teman-temannya itu pasti akan meminta salah satu kontak Whatsapp dari para wanita itu di sana.
Mungkin bisa jadi mereka juga akan meminta semua kontak adik-adik kelasnya itu, dikarenakan wanita itu sama cantiknya, namun yang membedakan hanya sikapnya saja.
Bilamana Sultan belum memiliki Rere di sana, mungkin sekarang dia akan dibuat bingung sendiri, siapakah yang harus dia pilih, dan terlebih mereka semua sama cantiknya.
Setelah mendapatkan kontak Whatsapp wanita-wanita itu, hingga pada akhirnya Sultan dan semua temannya pergi dari taman tersebut.
"Tan, elu ingatkan? jangan lupa kasih kontak Whatsapp si dia yang imut itu, biar lebih jelas lagi si Salma oke, Tan," ucap Azmi berbicara lewat Interkom.
"Interkom gue kayaknya rusak dah Mi, atau mungkin angin lagi berbisik sama gue agar gue engga memberikan salah satu kontak dari adik-adik kelas gue kepada siapa pun itu orangnya selain gue sendiri, jadinya suara elu terdengar agak sedikit samar-samar dan agak sedikit ngarep-ngarep engga jelas, maaf friend, lain kali aja," canda Sultan tanpa sedikit pun mau membiarkan satu dari mereka memiliki apa yang sekarang dia miliki.
"Jangan gitulah Tan, gue juga mau minta kontak si Salma, elu baik dah Tan, pokoknya apa pun yang elu mau, gue bakalan turutin demi dia," ucap Alamsyah terlihat begitu berharap bahwa Sultan akan memberikan kontak wanita yang dia sebut-sebut itu.
__ADS_1
"Bodo amat dah! gue matiin juga nih Interkom, lagian itu orang-orang bolot bukannya udah pada punya pacar cantik juga di Sukabumi, tapi kenapa mereka tetap mau mencari wanita yang lain lagi, apa susahnya sih bego setia sama satu pasangan aja! apa mungkin lu semua lagi menunggu sosok karma itu hadir dikehidupan elu semua," ucap Sultan seorang diri sambil mematikan Interkomnya.
Semua temannya begitu kompak, namun di sana hanya suara Dimas saja yang tak terdengar oleh Sultan, apa dia sudah sadar sekarang, ternyata hanya dengan melihat senyuman tulus dari pasangan sendiri nyatanya itu lebih damai untuk dirasakan lebih dalam lagi oleh hati yang sama-sama paling dalam juga.
Tak disangka Azmi mengurangi kecepatan lajuan motornya hanya untuk berada di dekat Sultan, namun Sultan berpura-pura tak mendengarkan ucapan Azmi itu lantaran dia merasa risih.
"Tan, ayolah, elukan ganteng dan si paling bisa meluluhkan semua hati wanita-wanita cantik di dunia ini," canda Azmi dengan ditatapnya wajah Sultan berdetik-detik, dikarenakan dia juga harus fokus kepada jalannya sendiri.
Sultan masih membuang wajahnya dari Azmi, namun tak lama setelah itu Alamsyah pun menghampiri Sultan juga sama seperti niat Azmi, yakni ingin mendapatkan kontak Whatsapp Salma.
"Itu si bolot ngapain nyamperin gue juga! bodo amat dah! pokoknya gue engga akan ngebiarin semua wanita yang udah dekat sama gue jatuh ke dalam pelukan mereka semua, lagian gue udah tahu niat elu-elu pada," ucap Sultan dalam hati tanpa mau menatap kedua wajah temannya itu di sana.
Sultan lebih fokus menatap jalanan lurus itu saja, apa pun yang mereka harapkan itu hanya akan menjadikan sebuah harapan saja bagi mereka semua.
Niat Sultan baik ingin menjaga semua teman-teman wanitanya itu dari mereka semua, ia tak ingin melihat lagi sebuah kejadian teman wanitanya yang dia anggap sebagai adiknya sendiri itu dulu pernah disakiti oleh temannya, bahkan Rere pun pernah mengalaminya.
Untung saja jalanan di sana tak semacet pada saat mereka pertama kalinya datang ke Tangerang menggunakan motor pribadi sendiri, mungkin hari ini mereka semua akan tiba di tempat tujuan lebih awal.
__ADS_1
Mereka hanya berhenti di SPBU saja untuk mengisi bensin, dan setelah itu mereka pun bergerak kembali karena mereka tak mau membuang waktu banyak hanya gegara masalah perutnya yang tak henti-henti memanggil.
Singkat cerita, tepatnya pada pukul 5 sore, di mana mereka telah tiba di dalam kontrakan, mereka semua berinisiatip untuk tidak ada yang beristirahat sebelum kontrakannya bersih terlebih dahulu.
Namun pada saat mereka akan masuk ke dalam ruangan, ternyata seisi ruangan semuanya telah bersih, dan sebenarnya itu adalah ulah Sultan sendiri.
Waktu itu ketika Rere datang menemui Sultan hingga sampai ke Tangerang, dia sempat membersihkan semua ruangan kontrakan terlebih dahulu, bahkan ketika mereka berdua akan pergi meninggalkan Tangerang pun, kedua pasangan itu juga sempat membersihkan tempat tersebut, seperti hal nya mencuci piring, menyapu ruangan, dan merapikan semua tas di tempat yang seharusnya di simpan.
"Widihh ... siapa yang udah beresin semua ini? syukurlah, jadi kita bisa istirahat dengan damai," tanya Alam yang entah dia tengah bertanya kepada siapa, namun di sana hanya Sultan yang menyaut pertanyaan dari Alamsyah itu.
"Sebelum gue pulang, gue sempat membersihkan semua ruangan dalam ini terlebih dahulu, abisnya elu semua pulang pada banyak meninggalkan jejak sih bego," ucap Sultan dengan damainya menyandarkan punggungnya di balik tembok depan teras kontrakan.
"Ginikan enak, jadi kita bisa bersantai-santai terlebih dahulu sebelum mandi, yaudah Bre, kalian mau gue buatin apa aja nih? dan pokoknya kalau buat elu, gue bakalan siapin yang paling spesial dah," tanya Wildan, padahal di sana dia tengah mengelus-elus jok motor barunya itu.
"Spesial apanya! palingan juga elu cuma mau nyiapin gue susu hangat doang, tawaran basi itu udah gue tebak, pastinya elu lagi mengharapkan timbal balik dari gue?" tanya balik Sultan membuat Wildan tertawa.
"Dia mah orangnya emang gitu Tan, udahlah mendingan gua aja yang buatin elu susu hangatnya karena gue tahu kalau elu engga terlalu suka sama kopi," ucap Azmi menyela dengan seketika, bahkan dia pun sudah siap bangkit dari duduk terdiamnya di depan teraa sana.
__ADS_1
"Ahh ... elu apalagi Mi, gue ogah ngomong sama lu! lebih baik lu diam dah, perasaan dari tadi itu mulut semakin lama gue diemin malah semakin rewel, jangan melempemlah Mi, sebenarnya gue geli sumpah! kagak boong," canda Sultan berbicara dengan nada yang agak sedikit dijengkel-jengkelkan.