Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 416 : Surat kecil untuk Rere


__ADS_3

"Haii, kamu lucu banget sih, kenalin nama aku Rere, dan aku harap kamu memiliki sifat seperti Sultanmu ini ya, yang di mana dia selalu bisa membuat aku terus tersenyum dengan lebarnya dengan cara aneh yang dia buat sendiri itu ya," ucapnya sembari menatap boneka tersebut dan tersenyum ke arah Sultan juga.


"Akhirnya aku bisa melihat senyumanmu ini lagi Re, dan aku berharap senyumanmu ini akan bertahan lama sampai mana aku kembali menemuimu di sini nanti," ucapnya dalam hati sembari menatap senyuman manis yang Rere berikan kepadanya hari itu.


"Jaga dia dengan sebaik mungkin ya, Re, mungkin kamu bisa memarahiku, tapi tidak dengan memarahinya ya, soalnya dia adalah teman yang akan setia menemanimu disaat kamu tertidur, ataupun disaat kamu tengah merindui sosok sepertiku," ia pun mengelus hijab yang melekat dikepala wanitanya itu sambil berkata manis kepadanya agar dia bisa menjaga pemberiannya itu dengan sebaik mungkin.


Sultan memang tak bisa lama bersinggah di dalam rumahnya itu, hingga mana ia pun lalu pergi berpamitan kepada ibunya dan meminta doa yang terbaik kepadanya juga.


Rere mengantarkan Sultan hingga ke depan gang rumahnya, dan untung saja di depan sana tidak ada satu orang pun yang melihat Sultan mengecup kening Rere dengan manisnya di sana.


"Jaga kesehatan kamu ya, Be, nanti kalau emang aku ada waktu, mungkin aku akan kembali ke sini hanya untuk membawamu pergi bermain," Sultan mengelus-elus hijab Rere dan mencium kening Rere dengan manisnya, sampai-sampai Rere tersipu malu dan kaku.


Dia menundukan kepalanya ketika dia melihat Sultan akan pergi meninggalkannya di sana, dan dia pun berpikir bahwa prianya itu sempat memberikan hadiah untuknya, namun di sana dia sama sekali tidak bisa memberikan apa pun untuk Sultan.


Tentu saja ia tak mengharapkan pemberian sedikit pun darinya, dan bahkan senyuman yang dia berikan itu sudah cukup baginya, apalagi senyumannya itu memang tulus Rere berikan untuk menyemangati Sultan di sana.


"Terima kasih ya, Tan, tapi sebelumnya aku mau minta maaf karena aku engga bisa memberikan kamu apa pun untuk kamu membawanya pergi ke sana," Rere masih memeluk boneka itu, dan dia sama sekali tidak mau melepaskannya, bahkan meminjamkan bonekanya itu kepada adiknya pun dia takan pernah mau untuk memberikannya kepadanya.


"Yang aku inginkan itu hanyalah melihatmu tersenyum Re, dan aku engga pernah meminta sesuatu apa pun darimu karena memang, yang hanya aku inginkan itu tidak lebih adalah senyuman manismu itu Re," ucapan terakhirnya itu ia berikan, dan lalu setelah itu ia pun meninggalkan Rere di belakang.


Rere masih menatapnya hingga mana Sultan memang benar-benar pergi meninggalkan di sana sendirian. Sebelumnya Sultan sempat meninggalkan sebuah lembaran surat kecil untuknya di dalam saku baju boneka tersebut itu.


Dan Rere melihatnya ketika dia sudah berada di dalam kamarnya, untung saja dia sempat melihatnya, dan jadi Sultan tak perlu memberitahuinya bahwa di dalam saku baju boneka itu ada sebuah surat untuknya.


...Nona manis sang cahaya rembulan ......

__ADS_1


...ada salam dari rinduku yang kelam,...


...dan ada cinta yang datang dikala hilang....


...Menunggu ......


...itu bukanlah suatu keahlianku, namun akan tetapi...


...mencintaimu adalah sebuah keunggulanku,...


...dan jadi aku berharap akan ada waktunya aku bisa...


...melihatmu tersenyum kembali,...


...walaupun itu hanya dalam tatapan panggilan yang...


...dan mungkin rasa sayangnya itu takan pernah hilang,...


...meskipun hari singkat akan terus mengulangnya....


Tulisan itu adalah sebuah kata-kata yang ia buat semalam sebelum ia tertidur di dalam kamarnya. Bukan hanya itu saja, dan di malam itu ia pun sempat bermimpi tentang Rere, maka dari itulah ia menuliskan surat tersebut untuk diberikan kepada kekasihnya sebagai tulisan yang Sultan ucapkan malam itu di dalam mimpinya.


....


Sultan telah tiba ditempat yang telah ditentukan sebelumnya. Ia pun menunggu semua temannya di sana, dan Sultan berpikir bahwa semua temannya itu telah menunggunya terlebih dahulu. Namun, ternyata satu pun dari mereka sama sekali belum ada yang tiba di sana selain Azmi, temannya itu yang baru saja datang menghampirinya di sana.

__ADS_1


Seperti biasa Sultan bersama dengan Azmi berdiam diri di dalam kosan terlebih dahulu sembari menikmati rokok pertamannya di pagi hari yang indah itu.


Azmi berbicara kepadanya, kapan kah Pak Mukhsin akan membawanya pergi dari Kota kecilnya ini, dan yang jelas Sultan menjawabnya bahwa semuanya akan pergi dikala Pak Mukhsin telah memutuskan waktu yang telah beliau atur sendiri.


"Kita berangkat jam berapa Tan?" tanya Azmi penasaran.


"Kagak tahu gue dah Mi, mereka semua pada lelet! coba saja kalau mereka semua udah pada sampai, mungkin sekarang kita juga bisa langsung berangkat pergi Mi," ucap Sultan yang mulai kebingungan, entah sejak kapan mereka semua akan berubah menjadi siswa yang lebih teladan lagi.


Azmi menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia juga merasa sangat jengkel! bukannya pergi berangkat untuk melaksanakan prakerin di luar Kota itu adalah keinginan mereka semua, tapi disaat waktunya telah tiba, mereka malah terlihat santai-santai saja.


Rokok satu batang telah habis, dan tepatnya Pak Mukhsin menelepon Sultan. Ia pun menjawab panggilan darinya dan berbicara bahwa semua temannya sudah siap berangkat.


Namun, ternyata semua temannya itu sama sekali belum ada yang datang selain Azmi, dan ia berucap seperti itu karena Sultan tak mau melihat semua temanya dimarahi kembali oleh beliau.


Semoga akan ada keajaiban ketika ia berucap seperti itu kepadanya. Dan untungnya semua ucapannya itu terjadi, hingga pada akhirnya semua temannya pun datang menghampiri Sultan di dalam kosan.


"Untung elu semua udah pada datang Bro, kalau telat sedikit saja, maka Pak Mukhsin akan menunda keberangkatan kita untuk sekarang ini," ucap Azmi yang kebingungan karena ucapan Sultan benar-benar terjadi dengan seketika cepatnya.


Mereka pun mulai membawa semua barang-barangnya dan mulai memasukan semua barang bawaannya itu ke dalam bagasi mobil.


Perjalanan berjalan dengan lancar, hingga pada akhirnya mereka semua pun telah tiba di dalam kosan, yang memang sebelumnya tempat itu telah dicarikan oleh Pak Mukhsin untuk mereka semua menyinggahinya di sana.


Kebeutulan tempat itu tidaklah jauh dengan tempat mereka semua melaksanakan tugas prakerinnya itu di Perusahaan sana, dan jadi mereka bisa melaksanakan prakerinnya hanya dengan berjalan kaki saja.


Itung-itung itu mengiritkan uang jajan mereka juga, dan terlebih mereka semua mamang sangat boros dalam hal menjaga uangnya itu sendiri.

__ADS_1


Sebelumnya, Pak Mukhsin akan mengajak mereka untuk pergi berjalan-jalan, sebelum esok beliau pergi dari Tangerang.


Dan esok Pak Mukhsin akan mengantarkannya pergi ke tempat mereka semua akan melaksankan tugas prakerinnya itu di Perusahaan tersebut, dikarenakan beliau juga akan memberitahukan kepada HRD di Perusahaannya itu bahwa anak asuhannya telah tiba dan siap untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin di Perusahaannya tersebut.


__ADS_2