Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 307 : Saling memuji


__ADS_3

"Oke, jadi begini sebenarnya rencana balas dendam ini adalah rencana kita, berhubung Sultan sangat susah dikasih tahunya, jadi gue bersama dengan rekan-rekan gue lebih baik memilih untuk bertindak sesuai dengan apa yang hati gue inginkan."


"Sultan memang tak mau mempermasalahkan hal ini selagi tubuh dia masih bisa dia gunakan, namun kita sebagai teman seperjuangannya tak sanggup melihatnya bila dia berdiam diri seperti ini."


Alamsyah tak mengira Sultan lemah, bahkan Reffi sebagai teman lamannya pun mengira hal yang sama, di mana Sultan memang bukan merupakan sosok pria yang seperti mereka duga.


"Sultan gue bukan pria lemah, walaupun semenjak SMP dia bisa dibilang sebagai pria yang begitu pendiam, namun akan tetapi diamnya itu menyimpan sebuah misteri yang sampai sekarang belum bisa terpecahkan."


"Bila gue mengingat hari di Tahun lalu, entah kenapa gue selalu dibuat bingung oleh pria yang sederhana seperti dia, asalkan elu semua tahu, begitu banyaknya cewe yang berusaha mendekati sosok seperti dia, bahkan dari wanita sederhana hingga wanita kaya raya, dengan begitu polosnya dia mengabaikan mereka semua."


"Alasannya dikarenakan di masa remajanya dia hanya ingin menghabiskan semua waktu luangnya bersama dengan teman-temannya, maka dari itu sampai sekarang gue masih merasa kagum melihat sosok Sultan yang sangat bodoh itu ternyata masih memiliki sikap repect dibarengi dengan sikap rendah hatinya itu juga."


Ucapan Reffi mungkin terdengar begitu berlebihan, namun sebagaimana sikap seorang Sultan, dia hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat teman-temannya begitu memperhatikannya di sana.


Pada dasarnya Sultan memang bukan merupakan pria pandai ataupun pria yang super aktif, walaupun sebenarnya dia bisa melakukan semua itu, namun Sultan tetap memilih untuk menjadi sosok pria pendiam yang menyimpan begitu banyak sekali misteri di dalam hatinya.


Pembahasan di pagi hari ini menjadi semakin panjang saja, dan terlebih ucapan Reffi membuat rekan-rekannya yang berada di Tangerang memikirkan hal yang sama denganya.

__ADS_1


Azmi yang sudah mulai merasa gatal ingin membicarakan masalah kedekatan Sultan dengan semua wanita yang berada di sekelilingnya sekarang pun mulai ikut bergumam.


"Apa yang elu ucapkan itu memang benar Dong, asalkan elu tahu, para wanita cantik yang sekarang tengah melaksanakan PKL nya di sini dapat dia dekati, bahkan sampai semua wanita cantik itu dapat mengenalnya hanya dalam jangka waktu satu hari saja, gilakan teman gue yang satu ini, makanya gue masih bingung nih, sebenarnya pelet apa yang telah dia gunakan, sampai hingga dia bisa membuat hati mereka menjadi luluh dengan seketika."


Ucapan Azmi membuat semua temannya merasa iri, dan sebenarnya apa yang Azmi ucapkan itu tidaklah benar adanya, apalagi sampai dia menggunakan pelet, itu merupakan hal yang takan pernah mungkin Sultan lakukan dikehidupannya.


"Hmm, yang bener lu Mi, emangnya mereka secantik apa? tapi gue percayalah dengan selera elu dan teman-teman gila elu itu seperti apa dalam memilih wanita-wanita cantik di sana, makanya sekarang gue mau minta izin untuk menyimpan salah satu kontak Whatsapp dari para wanita cantik itu kepada elu Mi," ucap Iman terlihat begitu percaya diri sekali, namun sayangnya permintaan Iman takan pernah terwujud karena Sultan.


"Engga akan gue kasih Men, soalnya gue pun engga punya salah satu kontak Whatsapp diantara wanita-wanita yang gue sebut tadi," ungkap Azmi membuat Iman merasa kecewa.


....


Namun, di sana Sultan mengungkapkan alasan yang sebenarnya, mengapa Azmi tak mau memberikan salah satu kontak Whatsapp diantara wanita-wanita cantik itu dikarenakan oleh sebab apa kepada Iman.


"Mana mungkin Azmi mau memberikan kontak Whatsapp mereka Men, soalnya apa yang dia ucapkan barusan memang benar, bahwa dia sama sekali engga memiliki satu pun kontak Whatsapp diantara para wanita yang dia ucapkan."


"Asalkan elu tahu aja Men, orang yang elu maksud itu sebenarnya adalah gue, dan hanya guelah yang memilik kontak Whatsapp mereka," ucapan Sultan dengan seketika membuat Iman mundur.

__ADS_1


Sebenarnya Iman sudah mengetahui alurnya akan berjalan ke arah mana, dan tentunya hal yang membuat Iman mundur itu tidak lain karena Sultan merasa bahwa permintaan darinya hanya akan Sultan anggap seperti sebuah candaan saja.


Nur Iman memang merupakan sosok teman dekat Sultan, namun bilamana pembahasan mereka semua mengarah ke arah wanita, di situ Sultan sudah mulai mengingat sebuah hal yang bertentangan dengan rasa kepercayaannya.


Sultan takan pernah mau melihat bila ada salah satu diantara teman wanitanya ada yang dekat ataupun bepacaran bersama dengan teman prianya, dan sebabnya karena Sultan merasa teman prianya tak ada yang bisa dia percayai


"Makasih Tan, mendingan gue mundur aja hhe," ucap Iman sambil tertawa tipis di hadapan semua temannya.


"Lemah lu Men! gue aja dulu bisa berpacaran dengan teman wanitanya karena dibantu oleh dia, masa iya elu mau nyerah gitu aja, payah lu Men! belum mencobanya masa elu udah mau mundur," ucap Reffi membuat Iman berpikir dua kali bahwa tidak ada salahnya bagi dia mencoba mengikuti saran dari Reffi.


"Udah Men, jangan ngarep! waktu itu gue memang sengaja membantu dia untuk mendekati teman gue, dikarenakan teman wanita gue yang bernama Ika itu sama-sama saling menyukai."


"Bahkan sampai sekarang setelah dia putus dari Reffi pun dia masih sering curhat sama gue tentang baiknya sikap seorang Reffi seperti apa, makanya gue percaya sama dia dikarenakan sebab mereka putus itu karena masalah jarak dan suruhan dari ayahnya itu."


"Bukan Reffi melainkan Ika yang menyebabkan perpisahan itu terjadi, hanya saja perintah dari orang tuanya itu merupakan satu jalan yang memang harus Reffi dan Ika terima sampai sekarang ini."


"Bila dipikir-pikir itu memang menyakitkan, namun bila memang mereka jodoh, lain waktu mereka pasti akan dipersatukan kembali."

__ADS_1


"Maaf Dong, gue sampai memberitahukan masalah ini kepada teman-teman elu, soalnya gue ingin membuat mereka sadar aja, betapa harus mereka memiliki sikap seperti elu, walaupun pada dasarnya elu bukanlah pria yang baik-baik amat, namun akan tetapi sosok elu dapat memengang erat sebuah perjanjian itu hingga pada akhirnya elu dan dia dipisahkan hanya karena gegara satu perintah dari orang tua wanita elu itu."


Sekarang mereka berdua impas, di mana yang tadinya Reffi benar-benar memujinya secara berlebihan, dan sekarang giliran Sultan yang memuji sosok Reffi yang sebenarnya itu seperti apa.


__ADS_2