Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 246 : Tercengang


__ADS_3

Singkat cerita, setelah sampai di Bogor seluruh iringan akhirnya bisa beristirahat disebuah taman, entah itu taman apa, namun taman tersebut sangat cocok dijadkan tempat untuk beristirahat.


Adik kelas kenalan Sultan semuanya ikut berhenti dan beristirahat di sana. Sultan tak tahu niat mereka semua pergi ke Puncak Bogor itu untuk apa, bisa dibilang seluruh wanita itu banyak sekali membawa makanan, seperti layaknya rombongan yang ingin berkemah saja.


Salma mengeluarkan beberapa makanan ringan untuk diberikan kepada teman-teman Sultan di sana, dan ternyata dia bukan hanya lembut dalam berbicara, dia juga begitu baik kepada semua teman Sultan.


Pada dasarnya seorang wanita takan pernah terlihat akrab secepat itu dengan orang baru, apalagi seseorang itu adalah pria, namun dia tak terlihat seperti wanita yang seperti Sultan pikirkan saat ini.


Salma memanggil Sultan, dikarenakan Sultan memang duduk terlalu jauh dengannya di sana, mau menghampiri Sultan tapi dia takut, lantaran entah kenapa dia hanya merasa dekat dengan Sultan saja.


"Kang Sultan, ke sini dulu deh sebentar," ucap Salma singkat dan, sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu, tapi entah sesuatu apa yang ingin dia sampaikan itu, sementara Sultan hanya bisa mematuhinya saja.


"Oke, tunggu sebentar," ucap Sultan singkat, di mana ia pun lalu mematikan rokok yang sempat dia bakar, dikarenakan adik kelasnya itu memanggil dirinya.


Sultan menghampiri Salma, dia pun lalu duduk di sampingnya sambil memasukan buku novel yang tengah dia genggam itu ke dalam tas slempangnya.


"Aihhh ... kalian ini niat banget ya, sumpah dah, perasaan cuma piknik aja udah kayak mau pindahan rumah, emang harus apa membawa cemilan sebanyak ini?" tanya Sultan dengan tatapan tercengangnya.


"Sebenarnya ya, kalau akang mau tahu, ini itu adalah persiapan yang wajib kita bawa disaat piknik bersama dengan mereka semua Kang, tanpa semua ini rasanya kayak ada yang kurang aja gitu," ucap Salma terlihat begitu akrab sekali dengan sosok Sultan.

__ADS_1


"Masih bilang kurang lagi! hadeuh ... kenapa engga sekalian aja tuh bawa perabotan yang ada di rumah seperti hal nya panci, kompor sama gas-gasnya juga sekalian."


Candaan Sultan membuat mereka semua tertawa lepas, tapi sangat disayangkan, tawa itu takan berlangsung dengan lama, di sana Sultan hanya memiliki beberapa sisa waktu singkatnya, yakni kurang lebih 15 menitan lagi.


"Ihh ... akang ini lucu ya, kalian udah kenal lama bukan? atau jangan-jangan kalian berdua udah janjian ya, masa iya sih kalian baru kenal udah bisa sedekat ini," ucap salah satu teman Salma, di mana dia merasa bingung dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Akang memang lucu, dan itu engga bisa dipungkiri lagi, bahkan teman-teman akang yang bilang sendiri kalau akang orangnya lucu, saking lucunya akang bisa duduk bersama dengan wanita-wanita cantik seperti kalian ini di sini, dan sebenarnya akang engga tahu kalian itu siapa, tapi yaudahlah mungkin ini udah menjadi suratan takdir bagi akang bisa bertemu dan berkenalan dengan kalian semua."


Ucapan panjang lebar Sultan itu tak henti-henti membuat semua adik kelas barunya tersenyum dan tertawa, padahal dulu sosok Sultan tak pernah bisa tampil sepercaya diri seperti ini, bisa dibilang dia adalah pria pemalu, namun itu dulu, semenjak Sultan masih menginjakan kakinya di SMP.


....


"Kenali sebelum arti itu hilang dan pergi, pandangi selagi siang belum berubah menjadi malam yang sunyi, serta dekati selama hati masih bisa mengubah rasa benci menjadi rasa rindu yang takan pernah bisa terobati, untuk kalian semua, bilamana waktu ini pergi sebelum kalian mengenal adik-adik kelas kalian di sini, semoga nanti kalian engga akan menyesalinya ya, amin."


Ucapan Sultan serta kata-kata yang baru saja ia lontarkan itu dibuat dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia sengaja berbicara lewat panggilan telepon suara, dan dia baru saja menelepon temannya yang bernama Dimas, sehingga mereka yang mendengarkannya dengan seketika beranjak pergi dari tempat peristirahatannya yang baru saja Sultan tinggali.


"Oke, kita bergerak sekarang Tan," ucap seluruh temannya dengan serentak.


Tanpa sengaja Salma sempat menyemburkan air minum yang sempat dia minum itu hampir mengenai wajah Amelia, dan sementara teman-temannya yang lain ada yang terbatuk-batuk karena tersedak cemilannya itu sendiri, ada pula yang tersenyum serta tercenang tiada ada istilah untuk berhenti ketika mereka mendengar ucapan Sultan itu.

__ADS_1


"Ihh ... Salma! hampir aja kena muka aku, kalau terkejut engga usah sampai segitunya kali," ucap Amelia begitu terkejut ketika melihat Salma hampir saja membuang semburan air minumnya itu diwajahnya.


"Akang! jangan kayak gitulah, kita kaget nih! lagian kita juga engga nyuruh akang membuatkan kata-kata manis seperti itu untuk kita," ucap Salma sambil mengusap sisa air minumnya itu dibibirnya menggunakan lengan kanannya.


"Kalian terlalu berlebihan, lagipula itu hanya bait sederhana, semua orang bisa tercengang, tapi engga harus sampai menyemburkan air minumnya sendiri kewajah temannya seperti itu," ucap Sultan dengan gaya tertawa tipisnya.


Dengan serentak mereka semua terdiam tanpa suara, ternyata kakak kelas kenalannya itu bisa membuat beberapa bait kata tanpa dia menulisnya terlebih dahulu.


Setelah mereka tercengang, tak lama kemudian seluruh teman Sultan datang sembari memberikan sapaanya yang tak seperti biasanya.


Kadang kala teman Sultan itu tak pernah menyapa seseorang dengan lontaran kata, "Haii," tapi sekarang di hadapan semua wanita imut itu mereka semua bersikap seperti layaknya menyikapi seorang kekasihnya sendiri.


Sultan menggeleng-gelengkan kepalanya, dikarenakan teman-temannya itu terlalu kaku, padahal mereka tak harus menyapa mereka semua dengan cara yang seperti itu, lantaran ucapannya terasa geli ditelinga Sultan.


"Mentang-mentang adik kelas kalian semuanya pada cantik, dan dengan seketika sifat itu terlintas kembali dipikiran gue, geli gue dengernya bego! udahlah, anggap aja mereka semua seperti elu mengenal semua teman-teman elu di sekolah," ujar Sultan berbicara sambil menutup kedua telinganya itu dengan menggunakan kedua tangannya.


"Berisik Tan! pokonya kali ini kita semua engga akan bisa tertipu oleh sifat menyebalkan elu itu, lagian sekarang kita udah tahu niat jahat elu, dan kita engga akan tertipu hingga kedua kalinya sampai kita merasa malu-malu sendiri seperti waktu elu mengenalkan cewe di Tangerang," ucap temannya yang bernama Alamsyah.


Ternyata Alamsyah sudah dapat menebak pikiran Sultan, apa boleh buat, Sultan hanya bisa memberikan kesempatan ini untuk mereka semua di sana, lagipula Sultan memang jarang memperkenalkan mereka dengan wanita kenalannya seniat itu, dan setulus itu.

__ADS_1


__ADS_2