
Solidaritas yang begitu tinggi untuk di pandang. Tak ada yang bisa mengalahkan mereka selain ego kita sendiri lah yang menaklukkan kita. Begitu besar rasa hormat mereka kepada Sultan dan Rere di sana.
Kini Sultan pun kembali bangkit di sana karena adanya semangat yang adik kelasnya itu berikan kepadanya. Dan terlebih Rere pun di sana selalu memani Sultan dengan penuh rasa sabar.
Seorang Sultan takan pernah membiarkan dirinya terjerumus masuk ke dalam permainan kotor! yang akan guru-gurunya itu buat untuk menjebak mereka masuk ke dalam permainan liciknya itu.
Dan tentu saja di sana Sultan banyak memiliki cara supaya semua kelompoknya itu dijadikan pusat perhatian yang positif bagi mereka yang pernah menghinanya di sana.
"Walaupun kita di sini akan di usir dari sekolah oleh mereka! kita engga akan menjadikan itu suatu masalah kok, Kang, asalkan kita di sini bisa berjuang bersama secara adil dan benar! seperti hal nya yang Akang dan Teteh selalu ingatkan kepada kita semua di sini," ucap salah satu siswa dari kelompok Sultan.
"Kalian jangan bercanda hehe! di sini saya takan pernah bisa melihat adik kelas didikan saya dihina begitu saja! kita baru bermain ini! dan selanjutnya kita lah yang akan mempermainkan mereka dengan cara kita sendiri," ucap Sultan sambil tersenyum ke arah mereka.
Sebelum panggilan azan dikumandangkan, mereka pun lalu segera bergegas menuju mesjid sekolah untuk mendahului mereka yang bisanya hanya merendahkan orang saja.
Dengan seksama mereka masuk ke dalam mesjid dan di sana mereka duduk rapi dibarisan paling depan. Sebelum itu, ada seorang adik kelasnya yang ingin mengumandangkan azan di dalam mesjid sekolah itu, dan lantas Sultan pun membolehkannya. Sontak Sultan dan adik kelasnya dibuat terkejut olehnya, ia mengumandangkan azan salat asar dengan begitu merdunya sehingga membuat semua orang terkagum-kagum oleh suaranya itu.
Setelah azan selesai dikumandangkan, mereka pun lalu melaksanakan salat sunat terlebih dahulu. Mereka tidak ingin menyombongkan hal itu karena itu tak perlu dilakukan oleh mereka yang hanya manusia biasa di bumi ini.
Tuhan kita yang menciptakan kita pun tak pernah merasa sombong dengan apa yang beliau miliki ini. Maka dari itu, kita hanya bisa merendah dengan apa yang Tuhan kita berikan kepada kita ini.
Seluruh siswa mulai berdatangan, mereka pun seperti biasa melaksanakan ibadahnya masing-masing dengan khusyuk. Setelah itu, seperti yang dikatakan oleh Rere tadi, mereka semua pun lalu masuk ke dalam Gor sekolah kembali.
Mereka pun duduk rapi di dalam sana karena di depan panggung Gor sekolah ada seorang TNI yang berbicara kepada mereka. Lantas apa yang TNI itu bicarakan kepada kelompoknya di depan sana? dan ya, beliau mencoba menguji tingkat kesabaran kelompok Sultan sudah sampai mana.
__ADS_1
"Banyak guru-guru yang bilang kepada saya, bahwa di dalam Gor ini ada sekumpulan siswa nakal yang sulit untuk diatur! mana kelompok itu? coba berdiri semua!" ucap abdi negara itu yang berusaha menguji tingkat kesabaran mereka sudah sampai mana.
Di sana Sultan berpikir! bahwa abdi negara tidak akan pernah merendahkan mereka karena beliau tahu, apa itu arti menghargai seseorang.
Lantas dengan gagahnya kelompok Sultan berdiri semua. Abdi negara pun lantas memulai pengujiannya di dalam sana dengan bermain dengan kata-katanya terlebih dahulu.
"Tak ada kelompok yang sejujur mereka! dan malahan mereka berani berdiri di hadapan saya langsung tanpa merasa takut akan konsekuensi yang akan mereka hadapi itu seperti apa?" ucap abdi negara itu kembali.
....
Lantas abdi negara itu menyuruh pembimbingnya untuk maju ke depan menemani kelompoknya tersebut. Di sana Sultan berdiri bersama kelompoknya dengan berani.
"Kamu pembimbingnya bukan?".
"Mereka sekarang berada ditangan orang yang tepat! maka dari itu silahkan, kalian ambil sikap sempurna untuk melakukan push up sore di dalam Gor."
Sultan pun tak bisa membiarkan itu terjadi, dan lantas ia pun membela mereka dan bertanya lagi kepada abdi negara itu. Namun, di sana Sultan sudah paham! seberapa penurutnya anak asuhannya tersebut terhadap perintah yang diberikan oleh abdi negara itu.
"Haha, tentu saja boleh Pak, itu tak masalah bagi saya dan mereka! benarkan anak-anak," ucap Sultan sembari menyemangati kelompoknya itu.
"Ya, Kang, ini adalah makanan sehari-hari anak SMK, jadi itu tak masalah bagi kami untuk melakukannya haha," ucap seluruh kelompok Sultan yang membuat seisi Gor bergemuruh dengan adanya suara mereka di sana.
"Oke, stop! kalian boleh duduk lagi," ucap abdi negara yang tak membuat Sultan bersama kelompoknya itu merasa heran lagi dengan trik murahan seperti itu.
__ADS_1
Sementara itu, sebelum mereka masuk ke dalam Gor, Sultan sempat memberikan sedikit kata-kata kepada mereka untuk tidak membantah perkataan yang diberikan oleh guru serta abdi negara tersebut.
"Ingat kata-kata saya! bilamana kita di sana tiba-tiba dihukum oleh guru ataupun abdi negara! kita harus nurut saja oke, karena saya tahu, mereka hanya ingin menguji kita saja," ucap Sultan waktu itu kepada mereka.
Mereka semua tersenyum lebar di dalam Gor tersebut. Lantas Sultan pun kembali meninggalkan mereka di sana untuk menemani Rere duduk kembali di belakang sana.
"Ciee, pacar gue berani banget sih! dan tolong dong jangan banyak bertingkah Tan! soalnya gue takut kehilangan elu," ucap Rere begitu manis kepada Sultan.
"Pacar gue juga sama kok."
"Sama apaan sih Tan?".
"Sama manisnya dengan gula. Ehh, tapi kamu lebih manis kok, Re, maka dari itu semua semut cowok yang ada di sini! semuanya pada nempel sama kamu," ucap Sultan sembari mencolek pipi Rere.
"Kamu juga sama dong kayak mereka Tan?".
"Semut-semut cinta Re, kalau gue mah."
Seperti yang kita ketahui, Rere tertawa kembali dengan lepas, semua beban hidupnya, semua beban masalahnya itu, dan samua beban rindunya itu kini telah ia lewati detik demi detik waktu berjalan tanpa henti.
Perbincangan dengan para abdi negara di dalam Gor sekolah pun tak berlangsung lama. Setelah itu mereka dikumpulkan dilapangan sekolah untuk melaksanakan apel sore, atau sering kita sebut-sebut dengan upacara singkat.
Tak lama setelah apel itu dilaksanakan, mereka semua kembali masuk ke dalam kelas untuk bersiap-siap melaksanakan salat magrib berjamaah di masjid sekolah.
__ADS_1
Teman-teman Sultan semua kembali berdiam diri di kosan untuk menghilangakan rasa lelahnya tersebut. Namun, di sana Sultan tetap berada di dalam pendiriannya untuk terus berada disamping Rere tanpa meninggalkannya sedetik pun di sana.