Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 409 : Hobbyku adalah menemanimu


__ADS_3

Suara tangisan anak bungsu itu pun mulai mereda, dan seketika ruangan pun mulai kembali hening tanpa suara, semua duduk terdiam, dan salah satunya yang terdiam itu adalah Rere, bukan melainkan Sultan yang tak ingin berhenti untuk terus menatapi kekasihnya itu.


Ibu Rere yang tadinya tengah memangku anak bungsunya itu, dan kemudian itu beliau pun lalu datang menghampiri mereka berdua kembali di sana.


Dan lantas Sultan pun lalu meminta izin kepada beliau untuk mengantarkan anaknya itu pergi berobat terlebih dahulu, dikarenakan ia hanya takut penyakitnya itu akan menjalar keseluruh tubuhnya dengan cepat.


"Tan, mamah nitip Rere ya, tolong bantu mamah buat jagain Rere juga, padahal Sultan engga usah repot-repot buat bantuin mamah di sini, apalagi Sultan harus minta izin juga lagi sama guru Sultan," ucap ibu Rere.


"Soal jaga menjaga, itu adalah sebagian tugas Sultan, yang di mana mamah bisa mempercayai Sultan sepenuhnya, kalau Sultan bisa menjaga Rere di sini dengan sebaik mungkin," ucap Sultan dengan lantangnya di hadapan ibu Rere itu langsung.


"Makasih ya, Tan, dan mamah mau minta maaf bahwa kali ini mamah engga bisa ngasih apa-apa sama kamu, dan harapan mamah ke depannya, semoga mimpi kalian semua ini bisa tercapai ya."


"Rere adalah hadiah yang mamah berikan kepada Sultan dengan sangat berlebih, dan dia merupakan kado terbaik yang mamah kasih kepada Sultan, dan sebelumnya Sultan mau berterima kasih kepada mamah karena mamah sudah merawat dan membesarkan Rere hingga sampai saat ini, dan sehingga Sultan pun dapat mengenal Rere sedekat ini di sini."


Mereka kembali terpanah, dan mereka kembali menatap Sultan dengan tajam, yang di mana kala itu ibu Rere tersenyum lebar di hadapan Sultan.


Rere pun menatap Sultan, namun dengan seketika dia pun lalu menjauhkan kembali pandangannya itu disaat Sultan mau menatap dirinya kembali. Dan tentunya ia pun sudah tahu, bahwa Rere hanya malu, bukan melainkan dia tak mau memandangi kekasihnya itu.

__ADS_1


Sultan pun lalu berdiri, dan ia pun lalu memegang bahu Rere sembari menuntunya berjalan, ibu Rere membiarkan Sultan bersikap manis seperti itu kepadanya, dikarenakan ibunya hanya takut melihat Rere terjatuh bilamana ia tidak menuntunnya di sana.


"Kamu diam dulu di sini Re, gue mau balikin motor gue dulu sebentar, biar nanti kita bisa langsung pergi ke pukesmas," ucap Sultan sembari melepaskan rangkulannya itu dengan perlahan, dikarenakan ia harus membaliki motornya itu terlebih dahulu.


Kenapa ia harus membaliki motonya itu terlebih dahulu? dikarenakan jalan untuk menuju masuk ke dalam rumah Rere itu sungguh sangat sempit, kemungkinan hanya dua motor saja yang bisa masuk ke dalam sana, dan itu pun jalurnya masih tetap sama, dan semua orang harus ada yang bisa mengalah untuk menepikan, ataupun memberhentikan motornya itu terlebih dahulu.


Dan apalagi, ketika mana Sultan akan menjalankan motornya itu di atas jembatan sana, tentunya jembatannya itu hanya bisa dimasuki oleh satu motor saja.


Dan di sana Sultan pun bisa mengambil jalan yang agak sedikit besar, namun tentunya jalan itu akan memakan waktu yang cukup lama, dikarenakan jalan itu adalah jalan memutar, yang di mana jalan itu dibuat hanya sebagai jalan antisipasi saja, bilamana jembatan itu runtuh sewaktu-waktu, dan mereka bisa meggunakan jalan itu sebagai jalan alternatif.


Namun, itu bukanlah suatu alasan, dikarenkan jembatan itu bisa dilalui oleh siapapun, dan tentunya jembatan itu sangat aman untuk mereka lalui, dan bahkan jembatan itu bisa menampung 10 motor untuk dilewati, dan tentunya salah satu dari jalur depan, ataupun dari jalur belakang harus bisa mengalah.


Selepas itu, Sultan pun lalu menjalankan motornya tersebut dengan perlahan, dan dengan manisnya Rere menyandarkan kepalanya itu dipunggung Sultan.


"Tan, makasih ya, tapi gue takut kalau elu dimarahin nantinya, dan gue engga mau sampai harus melihat elu dihukum ataupun di keluarin dari sekolah," ucap Rere sembari menyandarkan kepalanya itu dipunggung Sultan dengan manis.


"Kalau ujung-ujungnya elu mau nakut-nakutin gue! seharusnya elu engga usah bilang makasih dulu sama gue, dan elu bisa bilang makasihnya ketika gue baik-baik aja di sekolahan nantinya," ucap Sultan, yang di mana itu ia pun lalu menatapnya lewat kaca spion motornya itu, namun waktu itu Rere menyandarkan kepalanya itu dipunggung Sultan, dan jadi alhasil Sultan tidak bisa menatapnya dengan jelas.

__ADS_1


"Jangan takut Re, gue engga akan kenapa-kenapa, dan gue tadi udah bilang sama elu berkali-kali, kalau gue udah izin sama guru gue, jadi apa lagi yang harus gue takutin untuk saat ini Re?".


"Justru kali ini yang gue takutin itu adalah elu Re? gue engga bisa melihat elu kayak gini, dan apalagi elu kayak gini itu gara-gara ulah gue sendiri," ucap Sultan yang ketiga kalinya itu kepada Rere.


"Jangan merendah! ini udah takdir, gue sama sekali engga nyalahin elu kok, Tan, dan justru gue bersyukur banget ketika elu ngajakin gue ke rumah elu," ucap Rere sembari mengetuk helm yang tengah Sultan kenakan itu dengan manis.


Tak lama setelah perbincangan hangat Sultan bersama dengan Rere itu, dan akhirnya mereka berdua pun telah tiba di sebuah pukesmas, yang di mana pukesmas itu letaknya tak begitu cukup jauh dari sekolah mereka itu berada.


Dan tentu saja, di sana Sultan mengambil jalan yang cukup jauh dari sekolahannya itu berada, meskipun jalan yang ia ambil itu memutar, namun Rere pun tak merasa keberatan dengan keputusan yang Sultan ambil itu, dan justru Rere pun sependapat dengannya, bahwa Sultan memang harus mengambil jalan itu.


"Kamu mau masuk ke dalam juga Tan? dan nanti kalau kamu masuk ke dalam juga, gimana kalau kamu disuruh untuk berobat juga?" ucap Rere sembari memasuki pukesmas itu dalam sana.


"Apa susahnya tinggal ikutin kata-kata mereka? dan terlebih ada banyak cara yang bakalan gue lakuin di dalam sana, dan lagian masa dokter nyuruh gue yang sehat ini untuk berobat sih Re! elu aneh."


"Ya, siapa tahu dokternya itu sama resenya kayak pacar gue ini kan? dan semoga aja elu juga bakalan ikutan berobat sama gue, bukannya elu mau ikut-ikutan sakit juga kan sama gue Tan?".


"Yaudah lah, kita masuk aja dulu," ucap Sultan sembari mendorong Rere masuk ke dalam pukesmas.

__ADS_1


Dan sesudah mereka berdua masuk ke dalam pukesmas itu, Rere pun kembali dibuat tersenyum oleh Sultan, yang di mana Sultan pun di dalam sana, sama-sama ingin pergi berobat juga seperti Rere, dan tentu saja dokter yang akan memeriksanya itu pun dibuat bingun olehnya! orang sehat seperti dia, kenapa bisa-bisanya datang dan masuk ke dalam sana.


__ADS_2