
Setelah Sultan menutup pintu kelas, ia pun lalu berdiri di depan siswa-siswa nakal itu, sembari memegang penggaris besi panjang yang dia bawa dari bengkel praktek mengelas.
Suasana kelas pun seketika berubah menjadi hening! ketika ia masuk ke dalam kelas tersebut. Siswa nakal itu semuanya diam membatu tanpa suara.
"Perkenalkan nama saya Sultan Baehakki, salah satu rekan abadi dari Rere Nuraeni. Di sini saya yang akan membantu bidadari ini untuk membina kalian," ucap Sultan sembari tersenyum jahat ke arah siswa-siswa nakal itu.
Setelah itu, Sultan lalu duduk di samping Rere, dan siapa sangka! bahwa Rere akan mencubitnya waktu itu. Sultan pun sempat terkejut karena pahanya itu di cubit oleh seorang Rere yang malang tersebut.
"Kenapa kamu ada di sini bolot?" sahut Rere, berbicara dengan nada yang sangat rendah dan sehingga hanya Sultan lah yang bisa mendengarkannya.
"Ibu Yelimu yang nyuruh gue Re."
"Ingatlah suatu hal Re! bahwa aku takan pernah membiarkanmu bernasib malang seperti ini sendirian, di sini aku akan melakukan segala cara untuk tetap bersamamu," ucap Sultan dalam hati sembari melirik Rere dengan sesaat.
Rere pun tidak banyak berkata-kata lagi setelah Sultan datang menemaninya di sana. Ia merasa sangat lega ketika melihat kekasihnya itu kini menemaninya kembali. Rere berpikir bahwa apa yang telah Sultan lakukan kepada ibu Yeli? sehingga beliau bisa mempersatukannya di kelas ini.
Sultan pun lalu menarik kursinya dan duduk membelakangi papan tulis yang berada di dalam kelas tersebut. Di sana Sultan menghukum semua siswa nakal itu karena mereka sudah berani membantah ucapan-ucapan dari Rere.
"Rasanya enak ya, kalau kalian olahraga dulu, silahkan kalian ambil sikap jongkok setengah dan tahan selama 5 menit. Dan untuk wanita yang berada di dalam kelas ini, apakah kalian ikut serta bersama mereka meramaikan suasan kelas ini?".
"Engga Kang," ucap kedua siswa wanita baru, yang ada di dalam kelas Sultan dan Rere.
"Bagus kalau gitu, jadi kalian engga harus ikut-ikutan olahraga bersama mereka."
"Jangan ada yang duduk sebelum saya sendiri yang memerintahkan kalian semua untuk duduk. Ini semua saya lakukan hanya untuk mendisiplinkan kalian semua, jadi jangan heran! 1 minggu kalian akan terasa berat pada saat kalian sedang bersama saya."
__ADS_1
Tak ada yang kuat menahan rasa sakit! ketika mana mereka dihukum oleh Sultan. Siswa nakal itu semua merasakan keram disekujur pahanya karena waktu 5 menit itu akan sangat terasa seperti 1 jam bilamana kita yang mengalaminya sendiri.
Semua siswa nakal itu tak bisa berdiri, terkecuali untuk siswa wanita karena mereka tidak Sultan hukum. Sultan pun tersenyum jahat dan lantas ia pun belum merasa puas! sehingga ketika mana mereka sudah bisa berdiri, Sultan menyuruh mereka untuk diam di depan bersamanya dalam posisi jongkok.
Sultan pun lalu menyuruh Rere untuk duduk di kursi mereka, dan lantas Sultan pun berbincang panjang lebar bersama dengan ketiga wanita itu. Ia mempraktekkan kepada mereka sepeti apa rasanya diabaikan ketika Rere sedang berbicara di depan kelas itu.
"Gimana? apakah kalian sudah paham rasanya diabaikan! rasanya tak dihargai! ketika saya atau Rere yang berbicara di depan kelas, tapi kalian tak mau memperhatikannya dan malah memilih untuk ribut di belakang sana."
....
1 Jam telah berlalu, dan mereka pun masih menunduk atas apa kesalahan yang telah mereka perbuat kepada Rere. Padahal waktu itu adalah masanya bagi Sultan dan Rere untuk memperkenalkan dirinya masing-masing, saling bercerita satu sama lain, namun semua itu telah sirna karena sikap mereka yang tak bisa dicerna oleh akal sehat Sultan.
Tiba-tiba ada seorang siswa yang berdiri dan lalu meminta maaf kepada Sultan dan juga Rere, lantas Sultan pun menjawab permintaan maafnya itu.
"Kang, saya minta maaf karena saya merasa sangat bersalah," ucap seorang siswa itu kepada Sultan.
Semua siswa nakal itu merasa heran! kenapa dia bisa di suruh duduk kembali oleh Sultan, dan lantas Sultan pun menjelaskan alasannya itu kepada mereka.
"Kenapa bisa, dia duduk kembali di kursinya! dan kenapa saya membiarkan dia bersantai-santai di belakang! karena saya sangat suka terhadap orang-orang seperti dia, yang selalu mau mengakui kesalahannya itu seperti apa."
"Duduk kalian semua!".
Sebelum mereka semua duduk kembali di kursinya, mereka semua sempat mengucapkan permohonan maaf kepada Sultan. Namun, di sana Sultan hanya menyuruh mereka untuk meminta maaf kepada Rere saja karena di sana hanya Rere yang merasa dirugikan oleh mereka semua.
Kringg, kringg, kringg ... bel istirahat pun berbunyi.
__ADS_1
"Ini adalah peringatan terakhir dari saya untuk kalian semua! jadikan lah masalah ini sebuah pembelajaran baru, yang di mana kalian semua harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik."
"Saya tidak akan membiarkan kalian di sini mati kelaparan, maka dari itu kalian silahkan beristirahat terlebih dahulu."
"Dan ingat! hari kita di sini masih panjang! dan maka dari itu, kalian harus bisa menjaga kesehatan kalian di sini."
"Siap Kang, terima kasih atas perhatiannya," ucap seluruh siswa dengan serentak.
Sultan tidak mau mengekang semua adik kelasnya tersebut, ia pun membiarkan mereka semua untuk pergi beristirahat terlebih dahulu. Dan sementara itu, Sultan pun terkejut! ketika ia melihat Rere memeluknya begitu erat.
"Makasih Tan, aku seneng banget kamu ada di sini," ucap Rere sambil memeluk Sultan dengan erat.
Lantas Sultan pun hanya tersenyum lebar ke arahnya dan lalu ia pun mengelus-ngelus hijab yang melekat dikepala Rere. Sultan pun di sana merasa bahagia bahwa kali ini ia akan menemaninya kembali dalam waktu yang cukup lama.
"Kamu pasti belum makan kan Re? aku tadi di rumah sempat masak nasi goreng buat kamu dulu. Kamu makan ya. Sini, biar aku suapin kamu makan," ucap Sultan sembari menyuapi Rere makan dengan perlahan-lahan.
Sementara itu, masuk lah kedua siswa wanita didik kannya tersebut ke dalam kelas, dan sontak mereka melihat Sultan yang sedang menyuapi Rere makan.
"Ciee, manis banget nih Akangnya sama Teh Rere," ucap kedua siswa wanita itu.
"Kenapa? kalian mau Akang suapin juga?" ucap Sultan yang membuat mereka iri.
"Dari awal kita udah mengira! bahwa Akang itu adalah pacar dari Teh Rere, dan ternyata tebakan kita benar."
"Yaudah Kang, kita berdua mau pergi dulu ke Gor," ucap kedua siswa wanita itu sembari meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, seluruh siswa nakal asuhannya pun ikut masuk ke dalam kelas. Mereka masuk ke dalam kelas hanya untuk mengambil buku tulis karena Sultan yang menyuruhnya.
Sultan dan Rere beserta siswa nakal itu semuanya pergi masuk ke dalam Gor sekolah bersama-sama, dengan mendahului siswa-siwa lain yang berada di dalam sekolah.