
Malam itu setelah Rere menyadarkan semua teman Sultan, di mana semua temannya terdiam, dan untung saja apa yang tengah Sultan pikirkan itu tak terjadi di malam sekarang.
Mereka semua terlihat begitu panik, dikarenakan di malam hari yang cukup singkat ini mereka semua akan membahas sebuah perencanaan yang akan mereka gunakan sebagai salah satu cara untuk membalaskan dendam Sultan.
Serentak teman-teman Sultan semuanya memikirkan hal yang sama, di mana bila nanti Rere mengetahui sedikit saja rencana yang akan mereka buat itu di sana akan berjalan seperti apa, maka tamatlah riwayat hidup mereka.
"Waduhh, ternyata si Sultan lagi teleponan sama si Rere, untung aja si Sultan belum membahas rencana balas dendam, selamat-selamat," ucap Alamsyah merasa lega dikarenakan Rere tak mengetahui rencana yang akan dia buat bersama dengan Sultan.
"Busett, kaget gue! untung aja Sultan belum membahas soal rencana balas dendamnya itu, kalau pacar si Sultan itu tahu, habislah dia, bukan hanya dia tapi gue juga pasti akan kena juga," ucap Wildan dalam hati, di mana tatapannya yang sekarang terlihat begitu datar.
"Dasar Sultan bego! kenapa dia engga bilang kalau dia lagi teleponan sama pacarnya itu, untungnya ucapan yang barusan gue lontarkan hanya sebatas candaan semata saja, bukan melainkan sebuah keseriusan, tapi kalau dipikir-pikir ancaman dari Rere itu seram juga ya," ucap Azmi dalam hati sembari membayangkan ancaman dari sosok Rere.
Mereka semua terdiam karena mereka lebih memilih berbicara di dalam hatinya saja, entah kenapa suara Rere terdengar begitu mengancam kehidupan mereka semua.
Sebenarnya yang tengah mereka takutkan sekarang itu hanya amarah Pak Mukhsin, bila sampai masalah ini terdengar hingga ketelinga Rere, yang mereka takutkan dia akan memberitahukan rencana balas dendam mereka kepada beliau.
Dimas pun di sana sempat menakutkan hal itu, namun setelah dia mengingat obrolan Sultan bersama dengan Rere, dengan seketika Dimas pun kembali tenang.
"Aihh ... gue kira itu telepon udah mati dari tadi, tapi ternyata telepon suaranya itu masih saja terhubung dengan handphone Rere. Sebenarnya engga ada masalah yang harus dipermasalahin sih, mau mereka teleponan sampai besok pagi pun itu engga jadi masalah buat gue, tapi masalahnya apakah Rere dapat menjaga rahasia ini dengan baik di sana," ucap Dimas yang berpikir bahwa Rere dapat menjaga rahasia mereka semua, namun tetap saja perasaan khawatirnya masih saja melanda hatinya.
__ADS_1
Sultan pun baru sadar bahwa telepon itu masih terhubung di handphone pacarnya, sebelumnya Sultan memang sempat berpikir Rere sudah tertidur, namun ternyata Rere masih setia menunggunya di sana hingga Sultan sadar.
"Aku kira kamu udah matiin teleponnya Re, maaf ya, aku baru sadar kalau telepon ini ternyata masih terhubung di handphone kamu," ucap Sultan terlihat begitu damai sekali pada saat dia mendengar suara Rere kembali.
Di sana Sultan memang tengah merasakan kedamaian yang abadi, dan tentunya itu hanya seorang diri, tapi tidak dengan teman-temannya semua, di mana mereka terlihat begitu khawatir ketika mereka mendengar suara Rere.
Perasaan khawatir mereka kini dengan seketika berubah drastis menjadi sebuah ketakutan yang bisa dibilang itu sangatlah mengancam, di mana Sultan menceritakan rencana yang akan dia buat untuk membalaskan dendamnya itu kepada Rere.
"Ohh, iya mamah kamu ke mana Re, perasaan itu tempat sunyi amat dah, atau jangan-jangan dia udah tidur lagi ya?" tanya Sultan tedengar begitu lembut ditelinga Rere dikarenakan dia takut bilamana nanti ibunya mendengar ucapan elu gue yang sering ke luar dari mulutnya.
....
Sultan memang selalu bersikap manis dan lembut ketika dia berada di dekat ibu Rere, dan Rere pun sebenarnya sama, dia juga sering melakukan kedua hal tersebut ketika dia sedang berada di dekat ibu Sultan.
"Kayaknya malam ini kamu harus tidur duluan deh Re, soalnya gue dan juga teman-teman gue mau membahas tentang masalah yang tengah gue hadapi sekarang ini."
"Maksud kamu balas dendam Tan?" tanya Rere membuat semua teman Sultan terdiam.
Mereka semua tak tak habis pikir, sebenarnya mau Sultan itu apa, dan kenapa dia malah memberitahukan niat buruknya itu kepada Rere, jelas-jelas Rere adalah sosok wanita yang tak menyukai hal ini, namun dengan begitu pedenya Sultan malah memberitahukan rencananya.
__ADS_1
"Sebenarnya bukan balas dendam sih Re, melainkan aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran saja kepada para brandalan jalanan itu agar mereka tak melakukan hal yang sama lagi kepada orang lain."
"Kamu engga keberatankan bila pacarmu ini melakukan hal yang sering kamu larang itu?".
Sultan menunggu kepastian dari Rere, dan sebenarnya Rere terlihat begitu khawatir, tapi malam itu dia tak memiliki pilihan lain selain membolehkan Sultan melakukannya asalkan di sana ada temannya yang menemaninya.
"Terserah elu aja dah Tan, pokoknya elu jangan sampai terluka seperti ini lagi, ingatkan para brandalan itu dengan cara elu sendiri, jangan menggunakan tenaga dalam yang dapat menyebabkan mereka mati penasaran," ucapan Rere terdengar begitu lembut ditelinga mereka semua, dan ucapannya itu pun terdengar seperti sebuah kepastian yang telah ditentukan.
Teman-teman Sultan pun semuanya bersorak kegirangan di depan teras sana, dan tentunya malam ini merupakan kali pertama bagi mereka mendengar sosok wanita yang Sultan sayangi itu benar-benar mengizinkan Sultan dan teman-temanya berkelahi kembali.
"Makasih Re, gue janji masalah yang sudah menimpa Sultan itu engga akan pernah terjadi lagi kepadanya, gue dan juga teman-teman gue pasti akan selalu menjaga Sultan di sini," ucap Azmi, di mana dia pun lalu mendekatkan mulutnya ke arah handphone Sultan agar Rere dapat mendengar jelas suaranya di sana.
"Engga suka Azmi!" seru Rere membuat semua temannya tertawa.
"Asem lu Re! untung cewe lu," ucapan Azmi membuat Sultan tak sengaja menampar bibir Azmi hingga Azmi kesakitan.
Plakk ....
Suara tamparan keras dari Sultan tepat mengenai bibir bawah Azmi dan bibir atasnya juga. Azmi pun dengan cepatnya menutup bibirnya dikarenakan dia takut Sultan akan menampar bibirnya untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
"Mulutnya dijaga bego! elu ini ya, kayak engga pernah di sekolahin aja dah! inget Mi, dia itu cewe, bukan cowok, lagian apa yang dia ucapkan itu tidak lain hanya sebatas candaan aja, engga usah di masukan ke dalam hatilah, dasar bego! cowok baperan lu!".
"Uhh, sakit Tan! lagian gue jugakan cuma bercanda, sumpah dah engga bohong," ucap Azmi sembari menutup bibirnya dengan menggunakan kedua tangannya.