Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 250 : Tangerang


__ADS_3

"Haha, bego! cepat lihat kaca spion motor lu, geli beut gue sumpah melihat wajah lu itu," ucap Sultan dengan disemburkannya air susu yang hampir ia leguk itu sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dimas dipenuhi oleh oli motor Wildan.


Sultan tak menyangka bahwa Dimas akan mengusap seluruh wajahnya, ia kira Dimas hanya akan mengusap sedikit air sabun yang mengenai matanya itu saja.


"Anjir, muka gue kenapa ini, sialan lu Tan! kenapa lu engga bilang dari awal kalau kain lap ini bekas ngelap oli motor, parah lu ah," ucap Dimas begitu terkejut melihat semua wajahnya menghitam.


Dimas tertawa tipis, dan sekarang yang tertawa begitu lepasnya adalah Sultan seorang, mungkin bila Wildan ada di sana, dia juga akan ikut tertawa lepas sepertinya.


"Idihh ... dasar bego! udah ditolongin bukannya bersyukur atau bilang terima kasih kek, sama gue, lagian elu sendirikan yang nyuruh gue untuk mengambilkan lap di dalam dasbor motor si Wildan itu, habisnya engga ada lap lain selain lap itu," ucap Sultan yang tak henti-henti tertawa lepas sampai ia tak jadi membakar rokok yang sudah dia pegang itu.


Tak lama kemudian Wildan pun ke luar dari dalam ruangan setelah dia selesai membersikan tubuhnya itu dari debu jalanan di dalam kamar mandi.


Pada saat dia akan menjemurkan handuknya dijemuran depan kontrakan, dia pun ikut tertawa melihat wajah temannya meghitam seperti itu, dia menyanyakan sebab apa wajah Dimas bisa menghitam kepada Sultan.


"Wajah lu hitam tuh bego, haha, kenapa dia Tan? kok, bisa-bisanya wajah dia bertambah hitam," tanya Wildan tertawa sambil memegang perutnya yang terasa sakit itu.


"Mendingan sekarang elu ngaku aja dah Dan, sebelum teman elu itu meremukan semua tulang-tulang yang ada di dalam tubuh elu itu, sebenarnya ini semua gara-gara kain lap elu, makanya wajah dia bisa menghitam seperti itu," ucapan Sultan malah semakin membuat Wildan tertawa lepas saja, dan ternyata memang benar, bahwa lap tersebut memang sempat dia gunakan untuk membersihkan sisa-sisa oli yang ada di knalpot motornya.

__ADS_1


Wildan memohon maaf kepada Dimas, dikarenakan dia tak sempat membawa masuk kain lap miliknya itu, andai saja dia tak lupa membawanya masuk, mungkin wajah Dimas takan bertambah sehitam itu sekarang.


"Tunggu-tunggu! inikan bukannya kain lap yang sempat gue pakai buat ngebersihin sisa-sisa oli di knalpot motor gue tadi ya, waduh-waduh maafin gue Dim, tadinya gue mau cuci kain lap itu, tapi sayangnya gue kelupaan," ucap Wildan sambil memegang dan memastikan apakah benar itu adalah kain lap miliknya.


"Yaudah, mendingan sekarang elu mandi sana bego, jangan lupa pakai juga tuh sabun pencuci muka gue, ambil aja di dalam tas carrier yang paling atas, kalau engga ada palingan ada di dalam tas slempang gue," ucap Sultan sembari mengambil dan melemparkan handuk milik Dimas itu di depan sana.


Sultan kira Dimas akan langsung membersihkan semua tubuhnya setelah dia masuk ke dalam kamar mandi, tapi ternyata dia malah pergi menghampiri Sultan lagi di depan sana untuk membakar rokoknya itu kembali.


Berhubung Dimas lebih memilih untuk mandi nanti setelah dia menghabiskan rokoknya itu di depan sana, jadi Sultan pun lebih memilih untuk mandi lebih dulu di dalam sana.


....


"Handuk lu woii, kena kepala gue ini!" ucap Dimas yang hampir saja menjatuhkan rokoknya dari genggaman tangannya itu di sana.


Sebenarnya hari ini Sultan akan pergi menemui Aisyah hanya untuk mengembalikan kotak makannya yang sempat dia berikan kepada Sultan waktu itu.


Bilamana Sultan menyimpan kotak makan milik Aisyah itu terlalu lama di dalam sana, yang ia takutkan semua temannya akan menggunakan kotak makan tersebut sebagai alat untuk menyimpan beberapa benda berupa sendok, garpu, maupun itu sumpit, bahkan yang lebih hebatnya lagi dan yang lebih parahnya lagi, mereka akan menggunakan benda tersebut sebagai tempat untuk menyimpan sisa minyak kepala, ataupun minyak kelapa yang baru.

__ADS_1


Sama hal nya seperti nasib gelas cangkir almunium miliknya itu, di mana Sultan memang sengaja membawanya dari rumah untuk dia gunakan sebagai alat minumnya di dalam sana, namun semua temannya malah menggunakan cangkir tersebut sebagai tempat untuk menyimpan sedok, garpu, dan sumpit.


Sultan menghampiri Dimas di luar sana, ternyata dia masih saja duduk-duduk santai sambil merokok yang entah sudah berapa banyak rokok yang dia habiskan itu di sana.


"Mandi bego! lu mau ikut ke kontrakan Aisyah kagak?" tanya Sultan membuat Dimas penasaran, ada gerangan apa dia menganjaknya pergi ke kontrakan Aisyah.


"Emangnya lu tahu kontrakan dia Tan? ada gerangan apa elu ngajakin gue ke sana?" tanya Dimas masih dilanda arwah penasarannya.


"Waktu itu setelah elu pergi dari Tangerang, Aisyah sempat datang Dim, katanya dia mau menyatakan cintanya sama gue, tapi gue menolaknya karena Rere adalah pacar sungguhan gue di Sukabumi."


Ucapan Sultan terdengar seperti candaan ditelinga Dimas, dan Dimas tak terlalu mempercayai ucapannya itu, dikarenakan Aisyah bukan tipe wanita yang seperti Sultan ucapkan, lagipula Aisyah sudah tahu kalau Sultan pria yang sudah memiliki pasangan.


"Ngomong nih sama kentun gue!" ucap Dimas, di mana ucapannya itu bukan sekedar candaannya saja, dia benar-benar kentut di hadapan Sultan.


"Badan doang yang gede lu! suara kentut setipis itu masih saja elu bangga-banggain Dim, kalah sama suara kentut gue dan juga Alamsyah," canda Sultan sambil melemparkan wadah makan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


Dan benar, itu adalah kotak makan milik Aisyah, di atas tutup wadahnya terdapat nama dia, ternyata Dimas cukup handal dalam segi bermain Sultan, di mana hanya melihat wadah makan itu saja, Dimas sudah menjawab teka-tekinya dengan sangat akurat dan juga tepat.

__ADS_1


Alasan Aisyah datang mengunjungi Sultan karena dia hanya ingin memberikan makan malam untuk Sultan, Dimas tahu bahwa Aisyah datang pada saat teman-temannya telah lama pergi dari sana.


Itu adalah jawaban yang tengah Dimas pikirkan, dan pikirannya itu memang tepat, namun tentunya di sana dia belum mengetahui pasti sebab apa Aisyah rela direpotkan oleh Sultan sampai dia rela membuatkan Sultan makanan yang mungkin rasanya enak untuk dicicipi.


__ADS_2