
Gerombolan siswa nakal itu, memang benar-benar membuat Rizal semakin terusik kaku, dia tak bisa melawan mereka semua, dan terlebih Rizal pun harus menjaga pacarnya itu agar tetap aman.
Dan Tak lama setelah itu, Sultan pun datang dengan seketika cepatnya menabrak salah satu dari motor siswa nakal itu dari arah belakang, yang di mana motor itu pun lalu terjatuh bersama dengan kedua siswa yang tengah duduk dimotor itu juga di jalan sana.
Duar ... suara tabrakan itu, serta suara motor yang terjatuh itu, memang terdengar cukup keras sekali bunyinya, dikarenakan motor yang tengah ia kenakan itu, memang sengaja ia lajukan dengan secepat mungkin, dan terlebih Sultan sengaja ingin membuat kedua siswa nakal itu terbaring lemas, di jalan aspal yang sangat panas karena tersinari oleh panasnya cahaya mentari.
Dan setelah Sultan menabrak motor itu, ia pun lalu turun dari motornya, dan tentu saja ia hanya ingin memastikan bahwa motor tua kesayangannya tersebut itu baik-baik saja.
"Aduhh ... malah nabrak lagi kamu mah Gur! kamu engga apa-apa kan Gur? entar kita beli salep buat memperbaiki luka lecetmu ini ya, sabar dulu ya? kamu istirahat dulu aja di sini," ucap Sultan berbicara kepada motornya itu sembari mengelus-elus luka lecet dimotornya itu di sana.
"Woii, mau cari mati lu?" ucap salah seorang dari siswa nakal itu dengan lantang kepada Sultan.
"Hahh ... ini wilayah gue Bro! yang mau cari mati itu kayaknya elu dah, bukan gue," ucap Sultan sembari tertawa tipis kepada mereka semua.
"Lihat ke belakang elu dah, tapi boong! di sana engga ada siapa-siapa wlee! karena gue cuma mengecoh elu pada, dan sekarang ... makan ni helm gue!" ucap Sultan sembari melemparkan helmnya itu ke arah kepala dari salah satu siswa nakal itu dengan keras.
Dan tentunya lemparan itu membuat satu orang siswa nakal itu tumbang, dan di sana Rizal pun mengejutkan mereka, dikarenakan Rizal hadir secara tiba-tiba dari semak belukar itu di jalan sana.
"Makan ni pukulan gue! makanya kalau mau berantem itu satu lawan satu dong Bro! masa cowok mainnya keroyokan! dasar lemah lu Bro," ucap Rizal sembari memukul punggung siswa nakal itu dari arah belakang.
Perkelahian pun dimulai, dan di sana Sultan hanya dengan bersama Rizal saja berdua, dan tentunya jumlah mereka lebih banyak sedikit, namun itu tak menjadikan suatu masalah bagi mereka berdua, karena kekuatan mereka berdua melebihi mereka berempat.
__ADS_1
Tentunya jumlah keseluruhan dari mereka itu ada lima, namun helm yang tadi ia lemparkan itu, cukup bisa membuat satu orang siswa tumbang dan pingsan.
"Temen lu kesian tuh? bantuin dulu sana, gue takutnya dia mati nanti, kalau dia mati, gue yang dosa banyaknya nanti ni, tegat beut dah elu semua ya," ucap Sultan yang tengah meledek mereka.
Dengan lihainya Sultan menghindari pukulan, serta tendangan dari para siswa nakal itu, namun dengan seketika, satu orang siswa memukul Sultan dari arah belakangnya dengan menggunakan balok, alhasil Sultan pun sempat mengambil balok itu dengan sesegera mungkin, dan lalu ia pun memukulkannya kembali ke arah kepalanya itu sendiri sambil berkata, "Haha, pukul lagi ni ayo? engga kerasa dasar lemah! kurang keras pukulan elu itu tuh! ni ambil lagi, dan udah itu pukul lagi ayo sini," ucap Sultan, yang di mana balok itu pun seketika belah, ketika mana ia memukulkannya kekepalanya sendiri di jalan sana.
Sultan pun lalu melemparkan balok itu, dan tentunya balok itu tepat mengenai punggung dari salah satu siswa yang akan berlari dari sana, dan siapa lagi kalau bukan siswa yang tadi terkena lemparan dari helm Sultan.
....
"Mau ke mana lu woii? diam di sini aja bodoh! jangan lari kalau beraninya keroyokan! mendingan elu pada tobat, dan udah itu peluk mamah, serta papahnya juga ya, anak manja yang suka ngerengek," ucap Sultan yang berbicara kepada siswa nakal yang akan kabur itu, namun untungnya, balok itu bisa mengenai punggung dari siswa itu, dan lalu Rizal pun menggusurnya kembali.
Tapp ... suara tangkapan batu yang Sultan tangkap itu, terdengar begitu pas sekali, ketika mana ia menangkapnya dengan sigap seperti itu tadi.
"Main batu ya, kalian! dasar lemah! bisanya cuma mencelakai orang-orang saja! emang engga ada cara lain untuk melawan dari jarak dekat ya? kalau emang itu mau kalian, makan ni! lemparan kelereng dari gue," ucap Sultan sembari melempar kelereng kecil itu ke arah kening dari siswa nakal itu.
Hanya dengan melempar kelereng kecil, ia bisa menumbangkan satu orang kembali, dan di sana Sultan pun memukul satu orang siswa kembali, hingga mana siswa itu terkapar lemas, dikarenakan pukulannya itu tepat mengenai titik terlemah yang semua orang miliki.
"Mau kemana lu Bro? fokus kepertarungan! ni makan pukulan gue ini," ucap Rizal sembari memukul hidung dari siswa nakal itu hingga berdarah.
Bakk ... suara pukulan dari Sultan, menumbangkan kembali siswa nakal itu hingga terjatuh, dan pukulannya itu tepat mengenai telinga musuhnya, yang di mana itu pasti akan sangat sakit, dan bahkan telinganya itu akan mengingin mengeluarkan bunyi.
__ADS_1
Bukk ... suara pukulan dari Rizal pun, sempat menumbangkan salah satu siswa nakal itu juga, namun siswa itu masih sempat berdiri, dan lantas Sultan pun lalu menendang perutnya hingga dia tidak jadi terbangun setelah menerima pukulan dari Rizal itu.
Dan kemudian itu, Sultan pun lalu meninggalkan mereka semua di sana, dan tentunya Sultan tak terlalu mementingkan mereka, melainkan ia mementingkan kondisi sahabatnya itu seperti apa sekarang, dan apakah dia baik-baik saja di sana.
"Elu engga apa-apa Jhon?" ucap Sultan sembari memperhatikannya ke sana dan ke sini.
"Ngapai elu Tan? gue kagak apa-apa. Sebelumnya gue mau berterima kasih sama elu karena elu udah mau nolongin gue Tan," ucap Rizal.
"Santai aja Bro, lagian kenapa elu bisa ada di sini? dan kenapa tiba-tiba mereka ngejar elu? kalau lu ada masalah sama mereka! elu tinggal bilang aja sama gue Jhon, dan elu kagak usah sungkan-sungkan, gue pasti bakalan bantuin elu sampai masalah ini kelar."
"Kagak tahu gue juga Tan, mereka tiba-tiba aja nyerang gue gitu aja, padahal gue lagi adem-adem aja duduk di sini, dan gue sendiri pun bingung Tan."
"Yaudah Bro, gue pamit, elu hati-hati Jhon, kalau perlu elu langsung pulang aja dah."
"Siap Bro, thanks ya."
Rizal bersama dengan pacarnya itu pun, lalu pergi meninggalkan Sultan, dikarenakan Sultan yang menyuruhnya untuk pergi duluan, dan setelah itu mereka semua akan menjadi tanggung jawab Sultan.
"Bro, kita damai aja, dan terlebih tipe gue bukan seperti ini, yang di mana gue engga suka mencari masalah sama orang lain tanpa sebab, dan jadi ... ini rokok satu bungkus penuh untuk kalian hisap," ucap Sultan sembari melemparkan satu bungkus rokok penuh kepada mereka.
Dan setelah itu, ia pun lalu pergi, dan kita semua sudah bisa menebaknya bahwa Sultan pastinya akan pergi kembali menghampiri Rere di sana.
__ADS_1