Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 204 : Alasan


__ADS_3

"Jadi ini yang namanya Sultan Re? cowok yang udah ngembaliin handphone kamu, ganteng juga ya, gue mau pajak dia sebentar bolehkan Re," ucap salah satu teman wanita Rere, di mana dia ingin meminjam Sultan serta ingin menjauhkan dia dari pelukan Rere sementara saja, dikarenakan mereka berdua nempel terus seperti dua pasangan magnet.


"Engga ya, engga boleh! bahkan sampai kamu menyentuh kulitnya sedikit pun gue engga akan rela melihatnya lantaran dia itu baperan orangnya," ucap Rere membuat Sultan tersenyum, bahkan semua teman wanitanya pun menyoraki Rere karena mereka tak pernah melihat Rere sesayang itu sama cowok lain selain Sultan.


"Akang adalah cowok pertama yang membuat kita tercengang karena dia dulunya itu adalah cewe pendiam, bahkan ketika dia pacaran dulu, rasa sayangnya itu tak sekuat ketika mana dia mencintai akang di sini," ucap Elsa, teman dekat Rere dulu.


"Kalian engga bohong kan! gue baru tahu loh kalau elu itu pernah pacaran waktu SMP dulu, nanti ceritain ya, gue pengen denger juga soalnya Re," ucap Sultan membuat teman-teman Rere mengetahui sikap asik Sultan itu seperti apa.


Teman-teman Rere tertawa, dan mereka sekarang sudah tahu kenapa dia mencintai Sultan sesayang itu di sana, sampai-sampai Rere tak mau melepaskannya begitu saja.


Tapi, teman Rere masih ingin membawa Sultan pergi menjauh darinya sesaat saja, maka dari itu dia memegang tangan Sultan dan langsung membawanya pergi dari pelukan Rere.


Rere menatap Sultan dibawa pergi oleh teman gilanya itu di sana. Tidak hanya sampai di situ saja, dia pun tak lupa untuk menggenggam tangan Sultan seerat seperti Rere menggenggam tangan Sultan.


Rere hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja karena dia mengetahui pasti sikap teman gilanya itu seperti apa, dan memang sampai sekarang pun sikap temannya itu masih belum berubah, bahkan dia malah semakin berulah saja.


Dia membiarkan temannya membawa Sultan pergi, dan lantas sekarang Rere dapat berkumpul dengan semua teman lamanya.


Seperti biasa mereka pasti akan mengabadikan momennya bersama-sama dengan cara berfoto-foto di alam yang sungguh indah ini.

__ADS_1


"Re, kita buat kenangan dulu yu, biarin pacarmu itu bermain bersama dengan teman gilamu di sana, palingan kalau dia udah bosan, dia juga pasti akan menghampiri kita lagi di sini kok, kamu engga cemburu kan melihat dia menggenggam tangan pacarmu?" tanya Elsa hanya ingin memastikan bahwa Rere tidak cemburu kepada temannya itu.


"Engga kok, tenang aja, mana mungkin dia mau menyia-nyiakan rasa sayang gue ini, dan terlebih dia itu adalah pria yang sangat angkuh terhadap cintanya sendiri," ucapan Rere membuat Elsa terdiam. Elsa benar-benar bingung, kenapa Rere bisa mencintai Sultan seserius itu, padahal dulu dia sering menyia-nyiakan cintanya kepada pria lain.


Sementara Sultan hanya bisa terdiam saja lantaran dia tengah bingung sendiri harus memulai pembahasannya dari mana dulu.


Tak lama kemudian akhirnya teman Rere pun mau membuka mulutnya, dan dia memulai pembahasan dengan cara memperkenalkan namanya terlebih dahulu kepada Sultan.


"Ohh, iya nama saya Putri, panggil aja puput, pasti akang bingungkan kenapa saya mengajak akang menjauh dari Rere," ucap Putri memperkenalkan namanya sembari menatap wajah Sultan yang sungguh datar itu.


....


"Ini memang alasan yang cukup baik sih kalau menurut saya pribadi, di mana alasan kamu meminjam saya itu karena kamu hanya ingin memastikan seberapa besar rasa sayang saya kepada temanmu itu kan, dan dia adalah Rere," ucapan terakhir Sultan membuat Putri terdiam begitu saja.


Ketika Putri mendengar ucapan dari Sultan, dia benar-benar dibuat terkejut oleh Sultan, dan sepertinya dia memang mencintai Rere sepenuhnya, apalagi pada saat Sultan berbincang bersama dengannya Sultan sama sekali tak mau menjauhkan pandangannya dari Rere.


Tak lama kemudian Sultan dan Putri pun menghampiri semua teman-temannya yang tengah asik berfoto di sana.


Mereka semua menyuruh Sultan untuk menjadi fotografernya, ia dengan sukarela memfoto semua wajah teman-teman Rere tanpa mereka mau mengizinkan Sultan berfoto bersama Rere.

__ADS_1


Beberapa potretan telah Sultan ambil dengan sangat baik, dan mereka sangat mengagumi hasil gambar yang dia potret itu, bahkan Elsa menyuruh Sultan untuk mengambil beberapa potretan lagi untuk dirinya sendiri.


"Dih ... udah lah Sa, kesian tuh Sultannya, lagian ya, kamu itu emangnya engga mau gitu ngebiarin dia istirahat dulu sebentar apa! dari tadi dia udah mengambil banyak foto untuk kita di sini," ucap Rere beralasan, di mana sebenarnya Rere hanya ingin menghabiskan waktunya berdua bersama dengan Sultan saja.


"Bilang jujur apa susahnya sih Re, kalau kamu itu cuma ingin main berdua sama Sultan aja, dan lagian ya, kalau gue bilang sama Sultan, mungkin Sultan pun engga akan merasa keberatan kalau gue menyuruhnya untuk mengambil beberapa potretan buat gue, benar kan Tan?" tanya Elsa kepada Sultan dengan tatapan penuh harapannya.


"Santai aja kali Re, gue engga cape sama sekali kok, lagipula kelihatan kalau Elsa sekarang tengah menyimpan beberapa harapan penuh sama gue," ucapan Sultan membuat Rere bingung, apa yang dimaksud dengan harapan penuh itu.


"Harapan apalagi sih Tan?" tanya Rere bingung.


"Gue engga tahu pasti sih Re, mungkin dia berharap kalau gue dapat mengambil potretan yang baik untuk dia kirim ke bio profil di Facebooknya."


"Benar Tan, benar, kamu emang benar, dan sebelumnya aku juga engga akan pernah lupa untuk bilang kata terima kasih kepada kamu karena kamu udah mau aku repotin, dan sekalian aku juga mau bilang kalau aku udah siap menjadi pacar keduamu, walaupun nanti kamu akan lebih mencintai Rere," candaan Elsa membuat Rere salah tingkah, di mana dia takan pernah membuat Elsa mengambil jodohnya begitu saja.


Rere tak mengira kalau Elsa akan melontarkan ucapan seperti itu, lantas Rere pun mengambil Sultan dan membawanya pergi dari kerumunan temannya.


Sultan melihat raut wajah kecemburuan dari Rere, namun dia sebagai pria yang menyebalkan hanya bisa menertawakan Rere selepas itu di sana.


"Terus aja ketawa! gue tahu kalau elu lagi senang-senang sendiri kan sekarang? awas aja lu Tan, gue bakalan pergi jauh dari elu nanti," ucap Rere sembari mencubit lengan Sultan.

__ADS_1


"Lagian Elsa cuma bercanda Re, emangnya gue mau gitu menduakan elu! mana mungkin gue bisa melakukan hal tersebut itu kepadamu Re, gue udah terlanjur sayang sama elu gimana dong," ucapannya bukan membuat Rere tersenyum, dan malahan dia malah semakin keras mencubit lengan Sultan.


__ADS_2