Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 383 : Gigit saja


__ADS_3

"Konsepnya gini, apa salahnya saya mengunjungi rumah pacar saya sendiri? dan apa hak akang melarang saya untuk bertemu dengan pacar saya sendiri, yaitu Rere," ucap Sultan membuat mereka semua terdiam tanpa kata.


Sultan tak mau banyak berdebat dengan mereka di sana, ia lebih memilih untuk berdiam diri di atas motornya saja. Tak lama setelah itu Rere pun datang menghampiri Sultan, dia mengajak Sultan untuk melanjutkan perjalanannya kembali.


"Tan, ayo, teman-teman gue semuanya udah pada mau jalan lagi loh, kita ikutin mereka dari arah belakang aja seperti tadi oke," ucap Rere sembari mencubit pipi kanan Sultan.


"Tunggu sebentar kenapa sih Re, pakai dulu nih helmnya biar lebih aman saat berkendara, lagian gue engga mau melihat kebahagiaamu ini malah semakin melupakan keselamatan diri kamu sendiri, dan itu adalah janji yang harus kamu tepatin kepada gue agar lu dapat menjaga baik diri elu sendiri di sini," ucap Sultan sembari memakaikan helm untuk Rere gunakan.


"Kenapa elu masih diam aja Tan? yaudah ayo, kita berangkat sebelum mereka pergi jauh."


"Kita berdoa dulu Re, soalnya helm engga akan mungkin bisa menyelamatkan nyawa kita sepenuhnya di jalanan ini, maka dari itu kita berdoa terlebih dahulu kepada Allah agar beliau selalu melindungi kita di mana pun tempat yang akan kita singgahi selanjutnya."


Mereka berdua berdoa dengan khusyuknya bersama-sama di jalanan yang tengah mereka jadikan tempat untuk beristirahatnya itu di sana.


Sultan pun mulai menjalakan motornya dengan perlahan sambil sesekali mengatur arah kaca spionnya ke arah raut wajah Rere.


Sudah beberapa kali Rere mengubah arah kaca spion motor Sultan itu, namun Sultan tetap saja ingin memfokuskan arah kaca spion kanannya ke arah raut wajah Rere saja.


Sultan memegang tangan kanan Rere dengan menggunakan tangan kirinya, hingga pada akhirnya dia pun terdiam dan berhenti mengubah arah kaca spion motor Sultan.


"Gini kan enak Re, jadi gue bisa fokus ngendarain motor gue ini, dan gue engga perlu mengatur kaca spion motor gue ini lagi, engga ada salahnya kan elu ngalah sama gue untuk saat ini?" tanya Sultan membuat Rere tersipu malu, tapi sekarang ucapannya itu malah membuat Rere menggigit bahu Sultan dengan sangat keras.

__ADS_1


"Gue engga bisa ngalah Tan! rasain nih gigitan macan gue ini!" kata Rere sembari menggigit bahu Sultan dengan keras, sampai-sampai Sultan mengubah arah kaca spionnya kembali.


Setelah Sultan mengubah arah kaca spionnya ke arah yang semula lagi, Rere pun baru mau melepaskan gigitannya yang sangat keras itu.


Sebenarnya Rere melakukan hal itu kepada Sultan memang ada alasannya dan alasannya, yaitu karena dia tak ingin melihat Sultan lengah dalam mengendarai motornya sendiri.


Rere takut bila Sultan hanya akan memandangi raut wajahnya saja tanpa mau memandangi jalanan yang cukup ramai itu di sana.


"Idihh, dih, dih engga jelas emang elu mah bego! bahu gue sakit nih jadinya! untung aja gue sayang sama lu, coba kalau gue engga sayang sama lu, udah gue gigit juga tuh bahu lu itu," ucapan Sultan hanya membuat Rere semakin menggigit keras bahunya di belakang sana.


Akhirnya Sultan meminta ampun kepada Rere, dikarenakan ia takut akan menjatuhkan motornya sendiri di jalanan yang cukup ramai itu di sana.


....


Rere tak langsung pergi meninggalkan Sultan sebelum Sultan memarkirkan motornya. Seperti biasa mereka memilih tempat yang agak sedikit sepi lantaran mereka tak terlalu suka dengan tempat ramai.


Namun, bagi Sultan keramaian itu tak menjadi suatu masalah asalkan Rere kini menemaninya di sana dan di mana pun itu tempatnya.


Sultan menyuruh Rere untuk pergi meninggalkannya seorang diri, bukan karena dia marah, melainkan ia hanya ingin melepaskan Rere dari kekangannya agar Rere dapat menghabiskan pertemuannya yang sangat jarang terjadi ini.


"Sana Re! temuin mereka, gue mau jalan-jalan di sekitaran sini," ujar Sultan meyuruh Rere untuk pergi menemui semua temannya, namun Rere tak mau melepaskan genggaman tangan Sultan sedikit pun.

__ADS_1


"Kamu marah bukan Tan, gara-gara aku menggigit bahumu yang kedua kalinya?" tanya Rere membuat Sultan tertawa.


"Mana ada gue marah karena kamu telah memberikan gigitan macanmu itu Re, lepaskan aja ya, Re, gue hanya ingin melihatmu berbahagia bersama dengan mereka di sini, dan terlebih pertemuan ini adalah pertemuan yang takan mungkin terjadi lagi kan?".


Berapa kali pun Sultan memberikan ucapannya kepada Rere, dia sama sekali tak mau melepaskan genggaman tangannya dari Sultan.


Rere mencoba mengajak Sultan dan sekaligus dia juga ingin memberitahukan kepada semua temannya siapa orang yang telah mengembalikan handphone miliknya itu.


"Mendingan elu ikut gue aja ya, Tan, teman-teman cewe gue semuanya pada cantik loh, emannya elu engga mau gitu dikealin sama mereka semua," ucapan Rere tak berarti apa-apa, dikarenakan cukup mengenal dia saja Sultan sudah bisa merasakan kebahagiaan sebahagia ini.


"Gue mah cuma ingin mengenal dekat diri lu sendiri aja Re, dan gue engga mau sedikit pun mengenal mereka semua, asalkan elu tahu alasan yang sebenarnya itu ada pada dirimu sendiri Re," ucap Sultan membuat Rere tecengang kagum, tapi Rere masih saja ingin mengenalkan Sultan dengan teman-temannya di sana.


Tak lama kemudian, semua teman wanita Rere pun menghampiri dirinya bersama dengan Sultan. Mereka melihat tatapan tajam Sultan hanya digunakan untuk melihat Rere saja, bahkan dia sama sekali tak menyadari bahwa mereka sekarang sedang menghamipirnya di sana.


"Apaan sih kamu Tan! jangan liatin gue kayak gitu dong! gue malu ini," ujar Rere sembari menepikan pandangan Sultan dengan tangan kanannya.


"Mau gigit lagi kagak Re? tadi mah gue belum siap, dan terlebih tadi itu gue sedang fokus melajukan motor gue agar kita engga jatuh," suruh Sultan benar-benar membuat Rere kembali menggigitnya, namun sekarang gigitannya itu pindah ketangan Sultan.


Sultan kesakitan, dia mengira kalau Rere takan berani melakukan hal itu kembali kepadanya, dan lantas Sultan pun mencubit pipi kiri Rere agar dia melepaskan gigitannya itu.


"Sakit gila! gue kira elu engga akan mau menggigit semua organ tubuh bagian luar gue ini," ucap Sultan dengan dicubitnya pipi kiri Rere.

__ADS_1


"Cubitan elu juga sakit bego! gue kira elu engga akan berani mencubit pipi gue ini Tan, tapi elu kok, gitu sih! tega bener sama pacar lu sendiri!" ucap Rere sembari menampar lengan Sultan.


Sultan tertawa, dan sebelumnya semua teman Rere sempat mengira kalau mereka sedang bertengar, namun ternyata mereka berdua sedang bercanda bersama-sama di belakang mereka.


__ADS_2