Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 275 : Masalah yang masih berlanjut


__ADS_3

"Gila si Sultan! gue belum selesai ngomong juga, tapi tiba-tiba si bego ini malah matiin panggilan teleponnya begitu aja, lagian buat apa coba dia nyuruh rekan-rekannya semua pergi ke kontrakan Aisyah, engga biasanya dia bersikap seperti ini," ucap Dimas masih terlihat bingung.


Dimas masuk ke dalam kontrakan, pagi ini dia hanya bisa terdiam dan lebih memilih untuk segera pergi saja bersama dengan teman-temannya. Dia mengira Sultan sedang tak baik-baik saja di sana, apalagi perintah dari temannya itu sekarang tak terdengar seperti sebuah candaan, melainkan terdengar seperti sebuah keseriusan.


"Woii, teman-teman hina! jadi begini pokoknya elu semua harus janji sama gue untuk tidak tersenyum-senyum sendiri, soalnya barusan gue baru saja mendapatkan sebuah perintah singkat dari Sultan, dan dia menyuruh orang-orang seperti kita ini untuk datang ke kontrakan Aisyah."


"Tapi tunggu, elu semua jangan ada yang senang dulu oke, sebenarnya gue udah tahu pasti kalau si Sultan itu lagi banyak pikiran, dan juga masalah yang sedang dia hadapi sekarang ini sepertinya tidak berhubungan langsung dengan wanitanya di sana."


Ucapan Dimas membuat semua temannya terdiam, dan sekarang mereka tak bisa bersenang-senang di atas penderitaan Sultan walaupun hari ini adalah hari yang sudah lama mereka nantikan sebelumnya.


Pada dasarnya bila mereka semua mengetahui alasan Sultan bersikap tak seperti biasanya itu, dikarenakan sebab dia terlalu memikirkan masalah yang sekarang tengah melanda di dalam hatinya itu adalah permasalah yang cukup berat untuk dia hadapi sendiri.


Bila dia membawa teman-temannya, maka sampai kapan pun perselisihan ini takan pernah terselesaikan sesuai dengan harapan seorang Sultan, apalagi teman-temannya itu bisa dibilang adalah sekumpulan orang yang memiliki sikap yang sama, yakni sikap buruk dalam menjaga amarahnya sendiri.


Alamsyah ingin membantu Sultan, bahkan dia berpikiran hal yang sama seperti Dimas, di mana dia mengira masalah Sultan itu ada kaitanya dengan masalah yang semalam.


"Dimas benar, ini semua tak ada hubungannya dengan Rere, apa jangan-jangan semua masalah ini ada kaitannya dengan masalah kita yang semalam ya! sepertinya para cecunguk yang sudah terinjak itu masih ingin bermain-main dengan kita di sini, pokoknya awas aja kalau sampai Sultan bertindak seorang diri, jangankan menampar wajahnya saja, bahkan sampai berkelahi dengannya gue rela."

__ADS_1


Ucapan Alamsyah mendapat dukungan dari semua temannya di sana, sekarang mereka bersama-sama ingin memukul wajah Sultan secara bersamaan.


Cara yang mereka berikan itu adalah sebagian rasa agar temannya tak bertindak sesuka hatinya, apalagi sampai dia berpikiran untuk melawan semua para brandalan itu seorang diri, jika hal tersebut adalah cara dan jalan terbaik bagi Sultan, maka semua temannya takan pernah sanggup lagi menemani Sultan dalam keadaan sulit ataupun itu dalam keadaan Sultan tengah bahagia.


"Gue setuju dengan ucapan elu itu Lam, tapi kita engga boleh berpikiran bahwa Sultan benar-benar akan bertindak seorang diri, bisa saja dia tengah memikirkan waktu yang tepat untuk menceritakan semua sebabnya itu kepada kita, dan mendingan sekarang kita tunda dulu perbincangan ini sampai Sultan memberitahukan semua masalah yang tengah dia pikirkan di sana," ucap Azmi dengan seketika terlihat bijak sekarang.


Biasanya Azmi akan terlihat begitu bersemangat bilamana dia mendengar sebuah kabar bahwa Sultan mengizinkan dia pergi bersama dengan salah satu teman Aisyah, apalagi sampai dia bisa mengajak Aisyah pergi jalan-jalan bersamanya, dan mungkin perasaan itu takan pernah terasa seperti sebuah harapan yang mudah berlalu.


....


"Walaupun berat untuk menghajar pemimpin kita, namun demi mengingatkan dia, gue rela untuk melakukannya sampai pemimpin kita itu sadar bahwa selama ini kita masih ada di belakangnya dan masih tetap setia menunggu dia hingga mana dia memanggil nama rekannya satu-persatu," ucap Septiansyah yang sering dipanggil Ujeng itu.


Sultan ibaratkan sebuah alunan lagu yang dapat mengubah rasa takut menjadi rasa kharu, di mana sosok Sultan sangat berpengaruh bagi mereka bilamana mereka membuat sosok guru yang menyeramkan itu sedang marah.


Jadi, mereka semua tak bisa pergi jauh darinya, dan Sultan pun sama, dia juga takan pernah bisa pergi jauh dari teman-temannya karena dia pasti akan membutuhkan pertolongan dari sosok teman seperti mereka juga.


Grungg, grungg, grungg ....

__ADS_1


Suara raungan motor menyala bersamaan, kini mereka telah siap untuk menemui Sultan di tempat yang telah ditentukan oleh Sultan.


Sementara itu di tempat kediaman Aisyah, di mana Sultan terlihat tengah membaca surat ancaman dari para brandalan itu.


Sultan tak berhenti tersenyum dan tertawa tipis, dikarenakan semua hal yang dia alami di sana seperti film drama saja, bahkan Sultan masih tak mempercayai hal yang sekarang tengah dia alami ini benar-benar nyata.


Tak silam beberapa lama, Aisyah pun akhirnya ke luar dari dalam ruangan kontrakannya sambil memberikan air berupa teh manis hangat.


"Oyy, katanya seorang serigala takan pernah terlihat takut dengan para mangsanya, tapi bila gue lihat-lihat sepertinya sosok Sultan yang gue kenal ini lagi merengek ketakutan, dasar bocah penakut!" ledek Aisyah sembari memberikan teh hangat itu kepada Sultan.


"Makasih Syah," ucap Sultan sambil menyeruput perlahan air teh hangat itu.


Glukk ....


Suara dari legukan air teh hangat yang masuk ke dalam tenggorokan Sultan itu turun dengan perlahan hingga sampai tubuhnya terasa hangat. Setelah teh manis hangat itu masuk sepenuhnya ke dalam perut Sultan, lantas Sultan pun mulai menjawab pertanyaan dari teman wanitanya yang bernama Aisyah itu.


"Gue bukannya takut Syah, hanya saja perselisihan ini akan terus mengganggu kesibukan gue, bahkan bukan hanya gue saja Syah, mungkin elu dan teman-teman gue akan berpikiran hal yang sama seperti gue."

__ADS_1


"Lagipula persoalan yang seperti ini udah sering terjadi dikehidupan gue Syah, dan sebenarnya gue juga engga terlalu yakin dengan ucapan yang mereka lontarkan setelah rekan-rekan gue mengalahkan para brandalan itu semuanya tanpa ampun, masalah ini memang udah lumrah sih, dan pastinya rekan-rekan gue juga telah menyadari hal ini akan terjadi lagi."


"Kamu engga usah takut, soalnya kamu berlindung di tempat yang tepat, gue beserta rekan-rekan gue pastinya akan selalu melindungi kamu dan juga teman-teman wanitamu itu, mungkin bila kamu menceritakan semua problem ini kepada teman-teman priamu, mereka pasti akan ikut membantu kamu juga Syah."


__ADS_2