
Kring, kring, kring ... bell masuk sekolah berbunyi.
"Kapan kita bisa bebas tanpa gangguan sebuah bell ya, Re?" ucap Sultan sembari tersenyum ke arah Rere.
"Setelah selesai acara ini, kamu harus janji sama aku."
"Janji apa Re?".
"Kamu harus ajakin aku main lagi oke."
"Itu doang? dikit amat permintaannya Re."
"Engga apa-apa, asalkan gue selalu mencintai elu di sini," ucap Rere sembari memeluk tangan Sultan.
Setelah itu, mereka berdua pun lalu masuk kembali ke dalam kelasnya lagi sembari tertawa dan tersenyum bahagia bersama-sama di sana.
Sultan pun lalu masuk ke dalam kelas, namun sebelum itu Rere tak ikut masuk ke dalam kelas karena seluruh anggota OSIS dikumpulkan di dalam Gor untuk menerima arahan dari beberapa pembina OSIS dan juga ketua OSIS.
Kembali lagi kepada Sultan, yang di mana ia tengah duduk terdiam sambil memegang handphone Rere. Rere sengaja menukar handphonenya itu supaya Sultan di sana bisa menatap kembali foto-foto Rere sepuas mungkin.
Sementara itu, ada satu orang siswa dari kelompok Sultan yang sengaja menghampirinya karena dia ingin meminta izin kepadanya untuk pergi ke sebuah toilet.
"Kang Sultan," ucap adik kelasnya itu.
"Oyy, ada apa Boy."
"Saya mau minta izin untuk pergi ke toilet sebelah Kang."
"Itu tisu buat apaan hayo?" ucap Sultan yang tengah membercandai adik kelasnya itu.
Dan dengan seketika, kawan-kawan yang berada di dalam kelas itu pun semuanya ikut meledekinya di sana. Sultan hanya tertawa lepas bersama mereka, dan ia berpikir bahwa suasana seperti inilah yang ia inginkan sejak awal dirinya bertemu dengan mereka.
__ADS_1
Lantas Sultan pun membiarkannya keluar, dan lalu di sana Sultan menceritakan seputar pengalaman dan pelajaran apa yang dia dapatkan selama belajar di sekolah tercintanya ini.
Sultan menghabiskan waktu kosongnya itu bersama mereka, tanpa di temani oleh seorang Rere. Mereka semua sekarang mulai saling memahami satu sama lain ketika mana Sultan bercerita kepada mereka, apa itu arti hidup yang sesungguhnya.
"Teman kalian di toiletnya lama amat! padahal dia di sana udah dari tadi kan! coba satu orang jemput dia ke sana," ucap Sultan kepada mereka waktu itu.
Tak ingin menunggu waktu lama, salah satu adik kelas Sultan pun dengan seketika berdiri dan lalu dia menjemput temannya yang berada di toilet sebelah.
Tokk, tokk, tokk ... suara pintu toilet diketok olehnya sebagai tanda pemberitahuan untuk kawannya itu bahwa Sultan di sana akan berbicara panjang lebar kepada mereka semua.
Salah satu adik kelas Sultan yang berada di dalam toilet itu pun merasa sangat terkejut! ketika mana dia mendengar suara ketukan di luar toilet itu sungguh sangat kencang.
Lantas ia pun lalu keluar dari toilet itu sembari memasang wajah kelelahannya tersebut. Setelah dia keluar dari toilet itu, dan kemudian temannya pun dengan seketika menertawakannya hingga air matanya pun ikut keluar.
Setelah itu, mereka berduapun lalu masuk kembali ke dalam kelas sambil menahan gelagak tawa tanpa henti. Sultan di sana sudah mengira bahwa adik kelasnya itu pasti ketiduran di sana karena ia pun pernah mengalaminya juga.
"Benar kata Akang! dia ketiduran di dalam toilet hehe," ucap adik kelasnya itu sembari tertawa tiada henti! dan sehingga temannya yang tertidur itu pun merasa sangat malu.
"Kalian kalau mau tidur ... tidur aja, dan nanti kalau ada pengawas yang lewat! Akang bakalan kasih kalian sinyal kok."
"Sinyalnya kayak gimana Kang?" tanya semua kelompoknya pada saat itu dengan serentak.
"Bilamana kalian mendengar suara ketukan pintu selama 3 kali, dan maka dari itu juga kalian harus segera bangun," ucap Sultan sembari mempraktekan caranya tersebut di hadapan mereka langsung.
....
Sultan pun berdiam diri di luar ruangan kelas untuk menjaga mereka yang sedang tertidur lemas itu. Ia membiarkan mereka bersantai sejenak karena waktu yang akan mereka jalani itu tentunya akan terasa lebih berat lagi nanti.
Dan tak lama setelah itu, Rere pun lalu datang kembali menghampiri Sultan yang di mana ia tengah duduk seorang diri di sana tanpa ada yang menemaninya.
"Woii, kamu lagi ngapain di sini Tan? udah itu duduknya sendiri lagi engga ajak-ajak gue," ucap Rere sembari menepuk pundak Sultan yang di mana ia sontak terkejut juga.
__ADS_1
"Dih, kaget gue Re! gue kira elu guru tadi," ucap Sultan sambil mencubit pipi Rere dengan begitu lembutnya.
"Kenapa diam di luar Tan?".
"Mereka gue suruh tidur Re, dan lagian belum ada acara lagi ini kan jam sekarang?".
"Kalau jam sekarang emang engga ada sih Tan, tapi kalau nanti setelah selesai salat asar mereka akan masuk kembali ke dalam Gor sekolah lagi Tan."
Sementara itu, terlihat Pak Maki sedang berjalan-jalan di depan ruangan kelas untuk memastikan siswa-siswa yang berada di dalam sana semuanya aman, tanpa ada satu orang pun siswa yang bolos dari sekolah.
Lantas Sultan pun lalu memberikan sinyal kepada mereka, dan lalu mereka pun terbangun dengan seketika cepatnya. Rere sempat tertawa melihat mereka begitu akrab sekarang dengan Sultan.
"Sultan, Rere, sedang apa kalian di sini? bukannya jagain mereka di dalam sana!" ucap Pak maki waktu itu.
"Emang bapak engga lihat apa? kita di sini lagi pacaran," ucap Sultan kepada Pak Maki waktu itu berbicara dengan nada yang sangat rendah.
Rere pun di sana sempat mencubit Sultan untuk memperingatinya! bahwa ketika ia sedang berbicara dengan guru tersebut! dia harus lebih berhati-hati lagi.
"Apa Tan? bapak engga dengar?".
"Ehh, engga Pak! maksud Sultan tadi, kita di sini lagi nunggu perintah dari ibu Yeli," ucap Rere patah-patah kepada Pak Maki.
"Jagain mereka awas lho! soalnya mereka semua adalah siswa-siwa nakal! maka dari itu kalian harus selalu tegasin mereka biar mereka bisa berubah," ucap Pak Maki yang membuat Sultan merasa jengkel dengan guru tersebut.
Siswa yang berada di dalam kelas itu pun semuanya menunduk heran! kenapa bisa semua guru menganggapnya seperti itu. Padahal semua yang mereka lakukan itu semuanya sudah benar sekarang.
"Stop memanggil mereka semua adalah anak nakal Pak! saya engga terima! karena di sini saya yang mendidik mereka dengan cara saya sendiri, kalau bapak mau manggil mereka semua itu adalah anak nakal! bapak bisa panggil saya anak nakal terlebih dahulu Pak!" ucap Sultan kala itu kepada Pak Maki dengan sangat lantang, dan sehingga adik kelasnya pun mendengar ucapan Sultan itu di luar kelas.
Dengan kesalnya Sultan meninggalkan Pak Maki di sana! Rere pun lalu mengikuti Sultan masuk ke dalam kelasnya karena dia juga merasa bahwa apa yang tadi Pak Maki itu ucapkan sungguh sangat salah di hadapan mereka.
"Sial! lagi-lagi guru tua bangka itu menghina mereka! kalau dia bukan guru di sini! udah habis dia sekarang!" ucap Sultan sembari memukul keras papan tulis yang berada di dalam kelas itu.
__ADS_1
"Engga apa-apa Kang, asalkan mereka engga menghina kalian berdua aja, dan tentunya kalau mereka menghina kaka kelas kita ini! kita di sini semua engga akan bisa tinggal diam," ucap seluruh adik kelasnya itu, dan sehingga Sultan di sana mulai merasa bangkit kembali.