Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 301 : Malam yang begitu berarti


__ADS_3

Malam itu tepatnya setelah Azmi mengambil gitar Sultan, dia pun lalu memberikan gitar tersebut kepada Sultan, akan tetapi di sana Sultan menolak pemberian dari Azmi dikarenakan dia hanya ingin melihat Azmi yang memainkan alat musiknya itu, sementara teman-temannyalah yang akan menyanyikan lagu yang telah Sultan siapkan sebelumnya.


Mungkin malam ini akan menjadi malam yang begitu sulit untuk dilupakan, di mana senyuman para warga menjadi salah satu target terbesar bagi Sultan dikarenakan hanya dengan melihat senyuman dari teman-temannya serta senyuman dari para warga saja, perlahan-lahan rasa sakitnya itu mulai membaik seperti hari-hari bahagia yang sudah lama berlalu.


"Obat! tidak bukan itu, dirawat! sepertinya itu juga bukan, atau jangan-jangan bersedih! hadeuh ... apalagi bersedih, tentunya itu juga bukan alasan yang sebenarnya, lantas apa? ya, senyuman dari orang-orang yang saya hibur sekarang ini. Hal tersebut merupakan sebuah sumber dari alasan yang sebenarnya mengapa jiwa ini dapat pulih dengan begitu cepat."


Ucapan di dalam hati Sultan itu mulai menghadirkan suasana damai, bahkan ucapan tersebut merupakan sebuah hal yang nyata adanya, dan tentunya terasa juga efeknya.


Bila Sultan mengingat lebih jauh lagi pengalaman terburuknya itu di sana ketika mana dia tengah jatuh sakit, yang hanya bisa dia rasakan tidak lain memanglah rasa sakit, namun rasa tersebut bukan rasa sakit yang tengah dia alami di dalam tubuhnya itu, melainkan rasa sakit yang tumbuh di dalam hatinya.


Mengapa bisa begitu? Sultan selalu berpikir bahwa orang-orang di dekatnya sering memanggil sosok Sultan sebagai sosok pria yang ceria, ketika mana dia sakit yang hanya dia pikirkan bukanlah kesehatannya sendiri, melainkan ratap tangis yang diberikan oleh orang-orang terdekatnyalah yang sering dia pikirian.


Bagaimana tidak, mereka yang sering memanggil Sultan sebagai sosok ceria itu dengan seketika sosok ceria yang selalu mereka dambakan tiba-tiba saja jatuh sakit, dan rasa sakit Sultan itu sering kali mereka rasakan juga, bisa diibartkan dengan sebuah belengguan.


Di mana ingatan yang pertamannya itu tertuju ke arah ibunya di sana, biasanya beliau selalu melepaskan anaknya, tapi itu bukan berarti beliau tak menyayanginya, hanya saja beliau berpikir untuk apa mengekang anaknya yang sudah bertumbuh dewasa itu.


Namun, beda hal nya ketika Sultan jatuh sakit, sejumlah perasaan khawatir dengan seketika muncul sehingga tetesan air mata dari ibunya terjatuh, dan yang lebih parahnya lagi, bahkan sampai menyayat hatinya, di mana air mata beliau terjatuh tepat membasahi tangan anaknya sendiri.


Maka dari itu mengapa sosok Sultan sering kali merasakan sakit di dalam hatinya, dikarenakan sebab oleh air mata yang jatuh itu.

__ADS_1


Tentunya kejadian ini sering dirasakan oleh pacarnya juga, yakni Rere. Dia memang merupakan wanita tegas, namun dari ketegasannya itu dia juga menyimpan sebuah rasa yang sungguh sangat manis, tidak lain adalah sikap perhatiannya, manjanya, serta tingkah laku lucunya.


Dimata teman-temannya Sultan merupakan pria kuat, bilamana mereka melihat dia jatuh sakit yang dapat mereka rasakan tidak lain adalah perasaan cemas saja.


Prak, prak, prak ....


Itu merupakan suara tepukan tangan dari para warga yang tak pernah Sultan dan teman-temannya harapkan sebelumnya, namun dikarenakan para warga di sana sungguh sangat mengapresiasikan hiburan dari mereka, jadi para warga mengira hal tersebut memang pantas mereka dapatkan.


....


Begitu lama mereka semua berdiam diri di depan sana, hingga pada akhirnya mereka tak melihat jam bahwa waktu telah menunjukan pukul 02:00 pagi.


"Makasih atas hiburannya ya, teman-teman, pokoknya waktu serta malam ini merupakan malam yang sungguh sangat berarti bagi kita semua, dan tentunya kita juga dapat memastikan bahwa malam ini merupakan kali pertama bagi kita semua merasakan kehangatan ini."


"Mungkin saja malam yang penuh arti ini takan pernah terulang kembali setelah kalian semua pergi, dan jadi para warga pun berinisiatip untuk merekam semua kegiatan yang telah rekan-rekan tuntasakan.


"Tidak lain agar para warga bisa mengingat kenangannya bilamana nanti kita merindukan sosok seperti kalian semua di sini, di Kota rantauan kalian juga tentunya."


Itu merupakan ucapan dari para warga, di mana ucapan tersebut diwakilkan oleh salah warga yang terlihat begitu akrab sekali dengan teman-teman Sultan.

__ADS_1


Beliau juga merupakan warga yang sempat menenami Azmi bermain gitar, dan tentunya beliau juga sangat mahir dalam melakukan hal tersebut, jadi di sana tak hanya ada satu suara strumming atau genjrengan saja, dan yang pastinya suara petikan dari snar gitar pun juga ada, siapakan yang memainkan petikan itu? dia adalah Reza, salah satu dari warga yang menemani Azmi bermain gitar.


"Saya pun ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada para warga di sini, dikarenakan kalian semua sudah mau berbaik hati mengizinkan kita untuk bernyanyi di sini."


"Dan kita semua mau meminta maaf bila nada suara kita terdengar buruk ditelinga kalian semua," ucap Sultan berbicara dengan begitu lembutnya.


"Saya orangnya memang jarang sekali memuji seseorang apalagi orang tersebut itu merupakan orang yang tidak saya kenal, tapi sekarang saya ingin memuji kalian atas apa yang telah kalian semua berikan, terima kasih, suara kalian terdengar merdu ditelinga saya dan para warga di sini," ucap salah satu teteh cantik yang memiliki darah keturunan dari tanah sunda.


Teman-teman Sultan kini tersenyum lebar ketika mereka semua mendengar pujian yang sangat manis dari wanita yang sama manisnya juga.


Para warga pun kini mulai memasuki tempat persinggahannya masing-masing, dan dengan seketika suasana di luar ruangan menjadi hening dikarenakan para warga sudah mulai kelelahan.


Sementara teman-teman Sultan masih berdiam diri di luar ruangan, namun itu tidaklah lama, hanya beberapa menit setelah mereka menghabiskan rokoknya, dan lalu mereka pun pergi tertidur kembali.


"Setelah melihat senyuman dari para warga tadi, dengan seketika tubuh lemah ini mulai bangkit kembali, kayaknya setelah bangun dari tidur, tubuh ini sudah bisa digunakan sepenuhnya lagi."


"Yang jelas setelah pulih, gue engga akan membohongi ibu gue lagi, tapi untung saja malam tadi gue engga melihat beliau menghubungi gue, syukurlah, jadi gue bisa tidur senyenyak mungkin tanpa harus memikirkan perasaan beliau di sana sesedih apa."


Itu merupakan ucapan terakhir dari Sultan, lalu setelah itu dia dapat tertidur dengan pulasnya tanpa dia harus pergi lagi dari dalam ruangan karena kepanasan.

__ADS_1


__ADS_2