Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 294 : Ucapan yang membuat hati terdiam


__ADS_3

"Sebenarnya mamah itu engga suka jika harus melihat anak cowoknya sering berkelahi dengan orang lain, apalagi sampai wajahmu pada luka-luka semua, rasanya mamah takut aja Tan, bilamana nanti Rere engga akan pernah bisa bertemu denganmu lagi."


"Namun, mamah sadar ternyata Sultan anak yang tangguh, bukan hanya tangguh, kamu juga masih bisa menjaga perasaan Rere meskipun kamu harus menahan semua rasa sakit itu sendirian."


"Mamah hanya ingin bilang terima kasih sama Sultan karena selama ini Sultan sudah mau berusaha dan mau memberikan hasil yang terbaik untuk Rere, bahkan Sultan juga mau direpotkan oleh Rere hanya karena kamu harus mengikuti semua keinginannya yang sering berubah-ubah itu."


"Dan yang paling mamah kagumi dari dalam diri kamu ini, yaitu seorang Sultan merupakan sosok pria yang tidak pernah mau memperlihatkan semua rasa sakitnya di hadapan wanitanya dikarenakan kamu tahu rasa sakit itu akan membuat wanitanya gelisah."


"Kuatnya kamu memberikan dampak yang baik bagi Rere, dan mamah berharap Sultan akan tetap terlihat seperti itu di hadapan anak mamah ini, Sultan bisakan?".


Mungkin ucapan beliau itu akan terus terngiang-ngiang di alam pikirannya, dan ucapan dari beliau itu pun membuat semangat Sultan merasa hidup kembali.


Kini Sultan dan Rere dibuat tersenyum lebar di sana, bahkan Dimas juga dapat merasakan senyuman Sultan begitu tulus dia perlihatkan kepada Dimas.


Dimas merasa begitu beruntung Sultan bisa mendapatkan calon ibu yang sangat memperhatikan perasaan kedua anaknya di sana.


Dengan perlahan Dimas pun menatap raut wajah Sultan sembari tersenyum lebar juga di hadapan temannya. Bilamana rekan-rekannya yang lain berada di luar ruangan bersama dengan mereka berdua, mungkin rekan-rekannya dapat merasakan perasaan yang sama, yakni rasa kharu, bahagia, dan juga rasa ingin tersenyum lebar juga.


Setelah itu beliau pun pergi berpamitan kepada Sultan dikarenakan beliau merasa itu harus dilakukan agar kedua anaknya dapat saling memahami perasaanya satu dengan yang lainya.

__ADS_1


Di sana Sultan terdiam dengan waktu yang cukup lama, dan sekarang yang ada dipikiran Sultan adalah bagaimana caranya menghilangkan semua ucapan yang telah ibunya sampaikan kepadanya.


Sultan hanya ingin kembali berbincang bersama Rere dengan perasaan damai, namun ucapan dari ibunya itu terus saja terngiang-ngiang sampai Sultan disadarkan oleh rekan-rekannya semua, yang di mana mereka pun ke luar dari dalam ruangan sambil menepuk pundak Sultan.


"Woii, kenapa kalian berdua pada terdiam seperti ini, udah itu sambil tersenyum-senyum sendiri lagi," ucap Azmi sembari menepuk bahu Sultan.


"Ehh, ternyata elu Mi, gue kirain siapa," ucap Sultan begitu terkejut ketika dia melihat Azmi menepuk bahunya.


"Pandangan elu datar beut dah Tan, elu baik-baik ajakan?" tanya Alam yang langsung duduk di dekat Sultan.


Sebelum Sultan membalas ucapan dari temannya itu Sultan pun memberikan senyumannya agar mereka melihatnya bahwa sekarang dia tengah bahagia.


"Kalau dipikir-pikir bila gue membandingkannya dengan perasaan Rere yang sekarang, kayaknya perasaan Rere akan jauh lebih hancur dah jika dia mengetahui kondisi gue yang sebenarnya ini seburuk apa."


Semua temannya berpikir bersamaan, dan mereka berpikir ucapan Sultan memang benar, bilamana Rere mengetahui semua masalah yang tengah dia hadapi seburuk apa, maka pacarnya akan memarahi semua temannya.


....


Sultan dan Dimas hanya bisa tersenyum melihat semua temannya terdiam, untung saja apa yang Sultan ucapkan itu telah sampai hingga ketelinga Rere, jadi sekarang adalah waktu yang tepat bagi Sultan untuk menjahili semua temannya di sana.

__ADS_1


Azmi merupakan orang kedua yang menyuruh Sultan untuk tidak memberitahu Rere tentang kondisinya yang sekarang ini separah apa.


"Setahu gue wanita itu merupakan makhluk yang paling suka diperhatiin Tan, jadi elu jangan khawatir dah dikarenakan gue tahu bahwa Rere hanya ingin mendengar suara elu itu aja, lagipula pacar elu itu mana mungkin bertanya-tanya hal lain setelah dia mendengarkan suara elu di sini Tan, percaya dah sama gue," ujar Azmi yang terlihat begitu menyepelekan sikap perhatian dari seorang Rere.


"Mati aja sana lu Mi! asalkan elu tahu aja Mi, jangankan di sini, di Sukabumi pun dia sering menanyakan kesehatan gue, bahkan ketika gue baru aja tiba di dalam rumah gue setelah gue mengantarkan Rere pulang, Rere pasti akan selalu menanyakan keselamatan gue."


"Sebenarnya ya, Bre, Rere itu merupakan sosok wanita cerewet yang selalu menyimpan penuh rasa perhatiannya terhadap gue, makanya gue sering tuh dibuat bingung oleh sosok seperti Rere, padahalkan jarak pemisah diantara kita berdua engga jauh-jauh amat dah, tapi tetap saja sebagaimana sikap Rere, dia akan selalu dibuat penasaran dengan apa yang gue lihat di jalanan, yang gue rasakan setelah gue mengantarkannya pulang ke rumahnya."


"Sekarang gimana, elu semua udah pahamkan dengan apa yang gue bicarakan tadi?".


Ucapan penutup Sultan yang terakhir membuat semua temannya semakin terdiam, dan semoga saja setelah ini semua temannya dapat memahami ucapannya itu mengarah pada hal apa, yang jelas Sultan hanya bisa berharap teman-temannya dapat mengerti satu hal saja diantaranya, yaitu seberapa harus mereka memahami perasaan pacarnya itu di sana.


"Tapi, apa yang Azmi omongin itu benar Tan, elu engga perlu jawab jujur bilamana nanti Rere menanyakan kondisi elu yang sekarang ini, gue cuma takut elu berantem sama pacar elu itu aja, soalnya hal tersebut dapat membuat belenggu elu itu hadir lagi, dan yang lebih gawatnya lagi hal tersebut dapat memperlambat elu untuk memulikan semua rasa sakit elu ini," ucap Rizki nampak bijak sekali, namun ucapan Rizki hanya membuat Sultan semakin lelah saja dalam menahan rasa ingin tertawanya di sana.


Sebenarnya Sultan sangat senang sekali melihat semua rekannya begitu memperhatikannya di sana, namun hanya saja ucapan dari rekan-rekannya itu membuat Sultan terbingung-bingung sendiri, mengapa pemikiran mereka semuanya mengarah ke arah yang salah.


"Gue bingung dah sama kalian semua seriusan! lagian buat apa coba gue menghindar dari masalah, padahalkan tinggal bilang jujur aja apa susahnya sih, atau jangan-jangan cara tersebut memang sebuah cara yang sering elu lakukan agar supaya pacar kalian semua dapat mempercayai omongan busuk yang keluar dari dalam mulut kalian semua."


"Jika itu memang benar, berarti elu semua sudah bisa dipanggil sebagai pria terkejam di dunia."

__ADS_1


Lagi-lagi Sultan memberikan nasehat yang tak dapat dicerna dengan baik oleh mereka semua. Teman-temannya hanya menganggap ucapan Sultan seperti angin yang mudah berlalu saja, dan selepas itu mereka melupakannya seperti hal nya pada saat mereka meninggalkan sisa-sisa sampah dari bekas makanannya sendiri di jalanan.


__ADS_2