Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 401 : Kebersamaan adalah segalanya


__ADS_3

"Woii, bangun cepat! udah jam 3 ini," sahut Sultan pagi itu sembari membisiki telinga adik kelasnya tersebut.


"Woii, woii, bangun semua! udah jam 3 pagi cepat!" sahut salah seorang kelompok Sultan.


Dengan seketika mereka semua terbangun, dan di situ juga kedua wanita yang berasal dari kelompok Sultan pun datang menghampiri mereka semua di dalam kelas, yang di mana tadinya mereka berdua ingin membangunkan kelompoknya tersebut.


Rere pun di sana tak mau kalah, ia pun lalu datang menghampiri Sultan dan juga kelompokya. Dan lagi-lagi Rere dibuat heran! kenapa Sultan selalu bisa bangun lebih awal daripada dirinya.


"Gue heran sama elu Tan! kenapa sih elu belakangan ini sering bangun lebih pagi daripada gue?" tanya Rere pagi itu.


"Elu juga kenapa lagi bangun pagi-pagi gini?".


"Gue bangun lebih pagi karena gue mau membangunkan mereka, bukannya semua itu adalah rencana elu kan? menyuruh mereka buat bangun lebih awal untuk masuk ke dalam Gor".


"Sutt! udah jangan berisik! entar kedengeran sama yang lain."


Tak lama setelah itu, semua kelompok Sultan dan Rere langsung pergi ke mesjid untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Dan setelah mereka selesai dengan urusannya sendiri, mereka pun tak mau menunggu waktu lebih lama lagi.


Semua kelompok Sultan lalu masuk kembali ke dalam Gor sekolah, dan tentunya di sana belum ada siapa-siapa selain mereka lah yang ada di sana.


Sirine speaker pengeras suara pun dibunyikan oleh panitia OSIS untuk membangunkan semua siswa yang berada di dalam kelas. Namun, di sana kelompok Sultan hanya bisa tersenyum ketika melihat kelompok yang lain pada berlarian tanpa mencuci mukanya terlebih dahulu.


Dan lagi-lagi panitia OSIS dibuat bingung! ternyata sekarang kelompok Sultan lah yang lebih teladan dibandingkan dengan mereka semua yang berada di dalam sekolah.


Sultan dan Rere lalu kembali duduk di kursi belakang Gor. Mereka semua duduk di sana dengan tertib sembari mendengarkan ceramah dari guru pemandu keagamaan.

__ADS_1


Setelah guru pemandu keagamaan selesai berceramah, mereka pun lalu melaksanakan salat subuh berjamaah di dalam Gor karena bilamana mereka semua melaksakan salat subuh di dalam mesjid, itu tidak akan cukup menampung semua siswa yang berada di dalam Gor sana.


Seperti biasa, setelah mereka selesai melaksanakan kewajibannya itu, mereka pun semua kembali masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan makan pagi.


Namun, kali ini dan seterusnya, setiap pagi mereka akan pergi dan berkumpul di lapangan utama sekolah untuk melaksanakan makan pagi bersama-sama.


Dan setelah itu mereka pun akan melaksanakan senam pagi di lapangan sana. Dan kemudian setelah itu mereka pun akan melaksanakan apel pagi terlebih dahulu sebelum mereka melaksanakan aktivitasnya yang lain di dalam sekolah.


"Di sini saya akan mendidik kalian sebagaimana pendidikan saya selama didiklat menjadi anggota TNI. Saya akan kasih kalian waktu dua sampai tiga menit, yang di mana kalian semua harus menghabiskan makanan itu dengan cepat!" ucap abdi negara tersebut dengan sangat tegas.


Seluruh panitia OSIS yang tidak bertanggung jawab dalam membimbing para anggota siswa baru, mereka semua ditugaskan oleh para abdi negara untuk memastikan bahwa semua siswa baru itu, harus menghabiskan semua makanannya tersebut tanpa ada sisa sedikit pun.


"Ayo cepat! jangan lelet kalian! masa nasi sedikit kayak begitu kalian engga bisa menghabiskannya dengan cepat!" ucap seluruh panitia OSIS yang tak bertugas dalam membimbing para siswa baru itu.


....


Masuk ke dalam hari puncak, yang di mana jumat itu mereka dikumpulkan kembali dilapangan utama sekolah. Mereka di sana akan melaksanakan jalan santai di pagi hari dengan waktu tempuh yang cukup lama.


Di sana fisik mereka semua diuji secara mental, namun itu bukanlah titik akhir mereka bisa masuk ke dalam sekolah tercinta tersebut.


Melainkan, pada hari sabtu lah mereka akan lebih diuji lagi oleh para abdi-abdi negara tersebut. Jumat itu, mereka bersama para guru, abdi negara, pembimbing kelompok, dan juga panitia OSIS semua ikut berjalan santai.


"Udah lama engga jalan santai berdua sama kamu Re," ucap Sultan pada hari itu kepada Rere.


"Kayak yang kuat aja kamu Tan!".

__ADS_1


"Kita dulu pernah ngalamin hal ini Re, masa sih gue engga kuat Re, dan sedangkan elu di sini juga terlihat biasa-biasa aja, masa gue engga bisa! malu lah gue sama elu."


"Buktiin aja nanti!" ucap Rere hari itu kepada Sultan.


Seperti biasa, pada hari itu mereka berdua terlihat asik dengan perjalanannya tersebut, dan sehingga mereka kembali melupakan rekan-rekannya yang ada di sana.


Ibu Yeli kemudian menyapa mereka berdua karena beliau adalah guru yang paling usil di sana. Sultan sontak terkejut ketika mana guru itu menabrak dirinya sembari tersenyum kearahnya.


"Haii, ibu mau nemenin kalian ah, boleh engga?" ucap ibu Yeli hari itu kepada Sultan dan Rere.


"Ganggu aja ini ibu Yeli! padahal di belakang sana masih banyak siswa yang harus dia temani. Engga apa-apalah, lagian engga ada salahnya beliau menemani kita di sini," ucap Sultan dalam hati, yang di mana ia juga tak mau membuat gurunya tersebut marah kepadanya.


"Ehh, ada ibu cantik ... boleh Bu, boleh kok, kita sama sekali engga keberatan di sini," ucap Sultan sembari tersenyum di hadapan ibu Yeli.


"Kalian masih kuat kan? jangan malu-maluin pembimbing kalian di sini ya, dan kalian harus menjadi kelompok terbaik di angkatan sekarang oke," ucap ibu Yeli kepada kelompok Sultan dan Rere dengan penuh rasa semangat.


"Siap Bu," ucap semua kelompok Sultan seirama.


Ibu Yeli pun lalu meninggalkan mereka berdua, dan di sana Sultan terlihat senang ketika mana guru usilnya tersebut pergi kembali meninggalkan mereka di sana.


Di saat Sultan ingin bertanya kepada Rere, ibu Yeli pun datang kembali menghampiri mereka berdua. Sultan pun dibuat kesal oleh guru tersebut, namun di sana Sultan hanya memaklumi guru tersebut karena ia sendiri pun merasa sangat bersyukur bisa mengenal dekat guru tersebut.


"Re," ucap Sultan setangah-setengah karena di sana ibu Yeli kembali menghampiri mereka berdua.


"Jangan pacaran melulu! awasi tuh kelompok kalian di belakang sana! entar mereka cemburu lagi sama kedekatan kalian," ucap ibu Yeli yang membuat seluruh kelompok Sultan mengetahui bahwa mereka berdua itu ternyata berpacaran.

__ADS_1


"Ciee, ternyata pembimbing kita itu berpacaran, pantesan aja mereka kemana-mana selalu berdua kayak tali sepatu," ucap salah satu dari kelompok Sultan.


Di saat itu lah semua kelompok Sultan mengetahui kedekatan mereka itu seperti apa. Dan ternyata memang benar! mereka berdua memiliki hubungan lebih dari sekedar rekan abadi.


__ADS_2