Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 403 : menceritakan kisah di waktu itu


__ADS_3

Masih di malam hari yang belum berganti, tepatnya pada jam 10 lebih beberapa menit, perbincangan Sultan bersama dengan Rere masih belum usai.


Di sana Sultan merasa sangat terkejut ketika dia mendengarkan ucapan Rere, yang di mana malam itu dengan manisnya Rere meminta izin kepada Sultan, bahwa dia ingin tertidur lebih malam lagi untuk menemani Sultan.


"Sekali-kali boleh kan Tan, gue tidur malam?" ucapnya sambil menatap raut wajah Sultan di balik layar handphonenya tersebut.


"Dihh, aneh banget elu mah bolot! emangnya elu engga pernah tidur malam? udah kayak kelalawar aja kamu Re, hebat," ucap Sultan yang memang sengaja ingin membercandai Rere terlebih dahulu.


"Bukan gitu maksud gue Be, elu mah engga pekaan orangnya! jadi males ngomong kan gue Tan," ia mengerutkan wajahnya karena merasa kesal dengan sikap menyebalkan Sultan.


"Iya, iya Re, terserah kamu aja, dan kebetulan inikan malam Minggu, jadi temen-temen gue semua pada keluar dari kosan karena di depan jalan sana lagi ada pasar Minggu. Walaupun itu bukan pasar, tapi kata orang-orang yang sudah lama tinggal di sini katanya setiap malam Minggu sering ada acara rutinitas seperti itu, alasannya biar ramai kali."


"Kenapa kamu juga engga ikut keluar Tan? pastinya itu asik ya, Tan? apalagi ditemani sama wanita simpanan kamu di sana," ucapannya membuat Sultan tak habis pikir, kenapa dia selalu berbicara seperti itu kepadanya, dan kalaupun dia merasa cemburu, Sultan pun takan pernah mempermasalahkannya juga.


Ia hanya bisa tersenyum melihat sifat posesif Rere, padahal disuatu sisi orang yang lebih posesif itu adalah Sultan sendiri, dan kenapa tiba-tiba setelah Sultan menginjakan kakinya itu di sana, dengan seketika rasa kepercayaan Rere terhadap Sultan itu menghilang begitu saja.


Tapi, ia memang takan pernah mempermasalahkan ataupun menganggap ucapannya terlalu serius, dikarenakan sekarang dia tengah berada jauh didekat Rere.


Dan untuk sekarang ini, apa pun sifat serta sikap yang akan Rere berikan kepada Sultan, dia memang harus bisa lebih bersabar lagi, dan terlebih bilamana dia marah kepadanya, Sultan pun takan sanggup untuk menemuinya di sana nanti.


"Bagaimana gue bisa keluar! sementara pacar gue sekarang tengah berada jauh didekat gue, apa mungkin gue harus bergandengan tangan dengan wanita berkelaminan pria? itu engga mungkinkan Re," seberapa hebat Sultan bisa membuat wanitanya itu tersenyum dan tertawa kembali kepadanya? padahal dia hanya berucap kata seperti itu saja, tapi Rere malah membalasnya dengan senyuman manisnya itu.

__ADS_1


"Walaupun elu bisa membuat gue tertawa lagi, tapi tetap saja gue masih akan memanggil namamu dengan sebutan Sultan bego!" ucapnya sambil tertawa lepas bersama dengan Sultan.


Sifat cemburuan Rere membuat Sultan mengingat kenangannya dulu, yang di mana itu adalah hari pertama kalinya Sultan memarahi Rere, namun Rere malah balik memarahi dirinya, dan alhasil Sultan tak jadi marah kepada Rere.


Sultan memarahi Rere karena dia merasa sangat cemburu, dan itu adalah kali pertamanya ia bisa merasakan sifat cemburuannya itu hadir pada saat ia sedang berpacaran bersama dengan Rere.


Padahal dulu, ketika Sultan berpacaran dengan mantannya itu, ia sama sekali tidak bisa mengenal rasa saling cemburu, bukan karena Sultan mempercayai lebih rasa sayang kepada mantannya itu, tapi memang rasanya sekarang sungguh berbeda, dan mungkin Rere adalah wanita pertama yang bisa membuat Sultan merasakan sebuah arti dari sifat cemburu itu seperti apa rasanya.


....


"Melihat sifat cemburuanmu ini, gue jadi teringat suatu hal Re, yang di mana dulu waktu pertama kalinya gue marah sama elu, dan pastinya kamu ingat kan Re? itu adalah suatu rasa yang belum pernah gue rasain seumur hidup gue Re," ucap Sultan penuh perasaan.


"Maka dari itu Tan, kenapa kamu suka sama gue? padahalkan ya, gue itu cewe pemarah, keras kepala," ucap Rere sembari menatap tajam Sultan.


"Makasih ya, Tan, karenamu gue bisa merasakan arti cinta tanpa adanya rasa paksaan, dan gue berharap elu engga akan pernah menjauh akan sikap gue yang seperti ini," ucap Rere penuh harapan.


Perbincangannya itu benar-benar membuat Sultan membayangkan suatu hal, dan mungkin hal itu masih tetap berada dalam kisah cinta Rere.


Nostalgia ....


Kala itu, di Bulan pertama mereka jadian, bisa dibilang mereka berdua memang sedang diuji begitu cepatnya, dan siapa bilang hubungan mereka baik-baik saja, tentunya itu bukanlah suatu hal yang benar-benar takan pernah mereka inginkan sebelumnya.

__ADS_1


Pada saat itu, Sultan tengah berada di dalam sanggar Pramuka, dan tentunya ia masih berada di dalam sekolahannya itu di sana.


Seperti biasa, Sultan berkumpul bersama dengan teman-teman satu organisasinya di Pramuka untuk menunggu hujan yang sedang mengguyurui sekolahnya tersebut.


Dan di sana memang ada Ninda, Riska, dan juga guru wanita yang mengajarkan mata pelajaran SBk. Beliau merupakan sosok guru muda dan cantik, tapi sayangnya beliau hanya mengajarkan mata pelajaran SBK disaat Sultan masih menginjakan kakinya itu di kelas 10.


Mereka semua bernyanyi dengan riangnya disaat hujan mulai meredah sedikit-demi sedikit. Sultan pun di sana memainkan nada alunan gitar sambil sesekali mengikuti mereka bernyanyi.


Di mana titik permasalahannya itu? dan titik permasalahannya itu berada di sana, yang di mana Sultan menyuruh Rere untuk menunggunya dan menyuruh Rere untuk tidak pulang ke rumahnya sebelum hujan berhenti.


Tapi sayangnya Rere tak mau menuruti apa perkataan dari Sultan, hingga mana Sultan melihat Rere sedang duduk berdua di atas motor bersama dengan sahabat prianya itu.


Dan jelas, Sultan merasa cemburu kepadanya, sampai-sampai dia memberhentikan nada alunan gitarnya dan langsung memberikan gitarnya kepada temannya.


"Rere ... kok, kamu engga nelepon gue dulu sih kalau kamu mau pulang sekarang," ucap Sultan kala itu yang membuat Rere terkejut dan langsung menuruni jok motor temannya tersebut.


"Aku bisa jelasin Tan! tapi aku mohon kamu jangan salah paham dan jangan marah sama aku," Rere berusaha menenangkan Sultan, tapi Sultan dengan seketika pergi meninggalkanya hingga pada akhirnya Rere pun mengejarnya.


Rere terus mengejar Sultan tanpa henti, namun Sultan sama sekali tak mau menatap raut wajah Rere, dikarenakan dia hanya merasa cemburu saja, bukan melainkan sepenuhnya marah kepadanya.


Sultan masuk ke dalam warung milik ayah dari Mas Yogi, dan beliau merupakan anak dari pemilik kos-kosan yang tengah Akbar singgahi, serta ayah dari pemilik warung tersebut itu juga.

__ADS_1


Sultan meninggalkan Rere karena dia hanya ingin meminjam payung kepadanya. Dan kenapa Sultan tak ingin menoleh ke arah Rere? dikarenakan ia tidak mau membuang waktu lebih lama lagi hanya untuk membicarakan masalah sepele itu.


__ADS_2