Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 105 : Wajah cantik Rere


__ADS_3

Sultan menepikan motornya terlebih dahulu di sebuah warung yang menjual mie ayam, namun waktu itu dia sempat menelepon Rere terlebih dahulu, dikarenakan Sultan takut membuat kekasihnya itu menunggu lama dirinya di sana.


Kringg, kringg, kringg ....


Suara telepon menyala, dan Rere pun dengan seketika menjawab panggilan suara Whatsapp dari Sultan, dan terlebih wanitanya itu memang telah lama menunggu dirinya hadir di tempat dia sekarang tengah melaksanakan Pelatihan Kerja Lapangannya itu.


"Asalamu'alaikum Re, gue udah sampai di warung mie ayam nih, elu mau makan di sini, apa mau makan di rumah aja sama gue?" ucap Sultan yang masih berbicara dengan nada lembutnya itu kepada Rere.


"Wa'alaikum Salam, engga usah Tan, mendingan elu jemput gue aja di sini oke, jangan lama-lama ya, gue bosen nih," ucapnya dengan manis, yang di mana sebenarnya itu hanyalah kata-kata rindu, namun dia tidak bisa mengucapkannya kepada Sultan secara langsung, entah karena dia malu ataupun apa, yang jelas dia memang tengah merinduinya sekarang.


Tutt ....


Setelah Sultan berpamitan kepada Rere, dan Rere pun lalu mematikan panggilan suara telepon Whatsapp itu kembali, dan yang pastinya setiap kali Sultan menelepon bidadarinya itu, yang di mana memang Rere lah yang harus mematikan telepon itu terlebih dahulu, dikarenakan alasan Sultan masih akan tetap sama, yaitu mengalah demi kebaikan kekasihnya.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Sultan pun telah tiba di tempat Rere, dan Rere pun telah menunggu dirinya di depan lapangan parkiran Pt. Yamaha motor, dikarenakan Rere telah mendengar dari kejauhan suara motor tua Sultan itu dengan sangat jelas.


"Haii, udah lama nunggu ya? maafin gue ya, soalnya tempat singgah gue tadi, jaraknya cukup jauh dari sini, dan jadi gue telat datangnya, engga apa-apa kan?" ucap Sultan sembari mengelus-elus hijab yang melekat dikepala Rere itu dengan lembut.


Dengan seketika, karyawan wanita yang memang sudah dekat dengan Rere itu dari awal, dan tiba-tiba dia pun bergumam ketika mana Sultan mengelus hijab Rere seperti itu tadi di sana.

__ADS_1


"Ciee, ciee ... romantis banget sih kalian berdua, jangan begitu ah, teteh jadi iri nih Re," ucap karyawan wanita yang bekerja di Pt. Yamaha motor itu.


Sultan dan Rere pun sempat menoleh ke arahnya, yang di mana wanitanya itu sekarang sudah bisa bersikap lebih percaya diri lagi, semenjak wanitanya itu dekat dan kenal dengan Sultan.


"Apaan sih Teh! sutt ... jangan berisik! yaudah Tan, kita pergi yu? kita pamit dulu ya, Teh," ucap Rere sembari melambikan tangannya itu kepada karyawan di sana.


Grungg, grungg, grungg ....


Suara motor telah dinyalakan oleh Sultan, dan mereka pun lalu pergi dari tempat itu, dan dengan manisnya biadarinya itu memeluk tubuhnya sembari menyandarkan kepalanya itu dibahunya.


Sultan tersenyum karena dia melihat Rere memeluk tubuhnya seerat itu, entah apa yang sekarang melanda pikiran Rere, hingga mana dia begitu merasa sangat nyaman bilamana dia memeluk tubuh Sultan seperti itu.


"Ada apa Re? kenapa tiba-tiba elu meluk tubuh gue seerat ini, apakah ada sesuatu hal yang ingin elu sampaikan kepada gue di sini? coba elu bilang jujur aja sama gue Re," ucap Sultan sembari melirik raut wajah Rere di balik kaca spion motor tuanya itu.


"Ya, jangan gitu lah Be, yaudah nih peluk lagi yang erat tubuh gue, biar elu engga akan jatuh kalau misalnya nanti elu ketiduran di belakang gue," ucap Sultan sembari memegang tangan Rere agar supaya dia bisa memeluk kembali tubuhnya itu.


....


Rere pun lalu tersenyum, namun Sultan di sana kembali dibuat heran olehnya, yang di mana ketika Sultan menjemput Rere tadi pagi, padahal dia sedang memakai baju praktek bengkel, namun sekarang ketika mana Sultan menjemput kekasihnya itu kembali, dia sudah menggunakan seragam putih-putih PDU.

__ADS_1


"Bukannya tadi pagi elu lagi pakai seragam praktek kerja bengkel ya, tapi kenapa sekarang udah pakai seragam putih-putih PDU aja," ucap Sultan, yang di mana cantiknya kekasihnya itu terlihat ketika mana dia sedang menggunakan baju tersebut itu.


"Gue kan bawa dua baju Tan, emangnya kenapa? apa jangan-jangan elu ngintip gue ya?" ucap Rere sembari menepuk helm yang tengah Sultan kenakan itu.


"Elu itu engga jelas Re! apa-apa selalu nuduh! mau ngintip gimana coba, orang gue baru aja sampai di tempat elu, lagian belakangan ini elu sering ngomong engga jelas dah Re, apa jangan-jangan itu kode."


"Apaan sih Tan! jangan ngomong ah! mendingan elu diam aja ya, dan lagian gue sama sekali engga memberikan kode apa pun kok, untuk elu," ucap Rere sembari menutupi mulut Sultan di belakang jok motor tuanya.


Dan dengan seketika motor yang tengah digunakan oleh prianya itu hilang kendali, dikarenakan tadi Rere benar-benar membuat Sultan kehilangan konsentrasinya itu, yang di mana sebelum Rere menutup mulut Sultan, dia sempat memukul helm Sultan hingga memiring dan menutupi seluruh isi wajahnya.


"Ehh, ehh, ehh, diem bolot! nanti jatuh! lagian helm gue itu agak longgar sedikit, dan jadi kalau elu mau nepuk helm gue, jangan terlalu keras, nanti yang ada helm ini bakalan menutupi seluruh isi wajah gue," ucap Sultan, yang di mana motornya itu tadi hampir terjatuh ke tepian jalan.


"Bisa bawa motor engga sih Tan?".


"Elu yang engga bisa diem! kalau jatuh gimana coba, emangnya elu mau sakit barengan sama gue? jangan lah, soalnya gue udah engga mau melihat elu terluka karena ulah gue sendiri," ucap Sultan yang membuat Rere terdiam dan tersenyum.


Motor tua itu kembali dibuat stabil, dan Sultan pun menjalankan motornya itu dengan perlahan karena dia takut akan hal yang tadi itu akan terjadi lagi.


Sultan takan pernah membuat Rere terdiam seperti itu dengan waktu yang cukup lama, dikarenakan Sultan sangat suka bilamana dia mendengar kicauan Rere yang entah dia sedang berbicara apa, asalkan perbincangan itu dapat terus berjalan hingga mana waktu kebersamaanya mulai memudar dan menghilang.

__ADS_1


"Cantik elu nambah kalau gue melihat elu lagi menggunakan seragam PDU seperti ini Re, dan gue harap elu akan tetap terlihat cantik setiap hari seperti ini."


Baju seragam putih, serta rok panjang putih ala-ala anak SMK itu, memang benar memperlihatkan kecantikan kekasihnya itu di sana, dan tentunya wajah cantik kekasihnya itu takan pernah berubah, kenapa bisa? dikarenakan ketika mana Sultan melihat wanitanya itu marah pun, wajah cantiknya itu masih akan tetap terlihat sama, dan bahkan wajahnya itu akan bertambah menjadi semakin cantik saja.


__ADS_2