
Kembalinya Sultan bersama dengan teman lamanya itu, yang di mana membuat perbincangan Rere bersama dengan Stevia pun terpotong begitu saja.
Dan entah kenapa, setelah Stevia menceritakan semua sikap asli Sultan itu kepada Rere, dan tiba-tiba dia pun merasa malu, ketika mana dirinya melihat Sultan kembali menghampirinya di sana.
Sultan pun lalu menyapa Rere bersama dengan Stevia, namun alangkah terkejutnya Sultan ketika dia melihat kekasihnya itu, dengan seketika menjauhkan dirinya dari hadapan Sultan.
Yang di mana waktu itu, Rere pun sempat bersembunyi dengan sesaat di belakang tubuh Stevia, dan tentunya Stevia bersama dengan Sultan pun dibuat bingung olehnya, dan bahkan Rere juga terlihat heran, kenapa bisa-bisanya dia menjauhi pacarnya sendiri di sana.
"Aihh, elu kenapa bolot? ini gue ... pacar lu, kenapa elu menjauh dari gue? apa yang telah elu lakuin sama pacar gue Vi? kok, dia sepertinya takut melihat gue," ucap Sultan kepada Rere dan juga Stevia, yang di mana ia dibuat bingung olehnya, dan tentunya Stevia hanya membalas ucapan Sultan itu dengan senyumannya, dikarenakan Sultan pasti akan mengetahui arti dari senyumannya itu adalah apa.
"Ihh ... ada apa dengan gue? kok, bisa-bisanya gue malu sama pacar gue sendiri, tolongin gue lah Tan, soalnya elu pasti tahu kenapa gue seperti ini sama elu," ucap Rere dalam hati sembari merunduk memikirkan sikap aneh yang tiba-tiba datang begitu saja kepada dirinya.
"Ini beneran pacarmu kan Tan? apa ini cuma perasaan gue aja kali ya, kok, muka kalian sama persis ya? apakah ini yang dinamakan jodoh," ucap Danar, yang di mana Agung pun sepemikiran dengannya, dan tentunya bukan hanya mereka saja yang berpendapat seperti itu kepada Sultan, melainkan Stevia dan Robby pun sepemikiran juga dengan mereka.
"Hubungan kita sekarang jadi lebih seru ya, Re? soalnya ada banyak orang yang beranggapan bahwa wajah kita itu sama-sama kembar, padahal ucapan mereka salah! dan tentunya kita bukan anak kembar, melainkan jodoh yang telah ditakdirkan," ucap Sultan yang seketika cepatnya menarik tangan Rere, dikarenakan ia tidak mau membuat kekasihnya itu menahan rasa malu akan suatu hal yang tadi dia lakukan kepada Sultan.
Semua kawan-kawan lamanya itu pun lalu tertawa, dan ternyata mereka semua memang benar-benar satu pemikiran, dan itu adalah suatu sikap yang menjadikan suatu kebiasaan, dan hal itu membuat Sultan ingin mengenang masa-masa sulit ketika saat bersama dengan mereka semua di atas puncak sana.
Dan lantas, ketika mana mereka semua telah melihat serta berkenalan dengan pacar Sultan itu, dan kemudian itu mereka semua pun lalu pergi kembali menuruni puncak bukit untuk kembali menyinggahi tempat perkemahan yang berada di sekitaran Elang Jawa.
Namun, pada saat itu kita bisa melihatnya langsung, yang di mana ibu dan kakak dari Stevia itu, dengan seketika cepatnya melihat ke arah motor tua yang sama persis dengan motor milik Sultan.
Dan tentunya motor tua itu memang milik Sultan, dan bahkan kakak Stevia pun masih menyimpan foto wajah Sultan disaat ia sedang berfoto dengan Stevia dimotor tua yang ia miliki itu di sana.
"Tunggu bunda! bukannya itu motor Sultan ya? coba bunda lihat juga deh ke arah sana," ucap kakak Stevia sembari menunjukan jari telunjuknya itu ke arah tempat motor Sultan tengah diparkirkan.
__ADS_1
"Masa sih Ka? tapi bener juga ya, itu kan memang motor anak angkat bunda," ucap bunda Stevia, yang di mana beliau merasa sangat senang sekali ketika mendengar bahwa Sultan memang lagi ada di sana.
....
Seperti biasa, Sultan pun lalu kembali mendampingi Rere dengan begitu manisnya sembari menggenggam tangannya itu dengan begitu lembutnya.
Dan tentu saja, ia pun berjalan dibarisan paling belakang bersama dengan Rere, dan itu membuat kedua kawannya yang masih menjomblo selama bertahun-tahun itu merasa iri, ketika mereka berdua melihat kedekatan Stevia dengan Robby dan juga Sultan bersama dengan Rere di sana.
"Kamu kenapa tadi? kok, bisa-bisanya menghindar dari gue Re? apa jangan-jangan semua ini karena Stevia? dia pasti bilang sesuatu hal yang dapat membuatmu menjadi malu menatapku kan?" ucap Sultan, yang di mana ia memang sudah mengiranya dari awal, bahwa Rere terlalu terbawa suasana nyaman.
"Dan aku hanya perlu diam, dikarenakan kamu pasti akan mengerti situasiku yang sekarang ini," ucap Rere yang begitu erat memeluk tangan kiri Sultan.
"Itu lah Stevia Re, dia bukan hanya wanita cantik, rajin, baik, sopan, tetapi dia juga adalah wanita yang sama pengertiannya dengan kamu di sini."
"Dia suka sama kamu dari dulu loh Tan? dan kenapa kamu menyia-nyiakan cinta darinya? padalahkan dia itu adalah wanita cantik."
"Itu kan dulu Tan."
"Maupun itu waktu dulu, maupun itu waktu sekarang, semuanya akan tetap sama saja kok, Re, yang di mana kamu masih akan berpulang kembali ke dalam pelukanku di Kota kecil ini."
Stevia tak cukup jauh di depan Sultan, dan tentunya dia pun tersenyum ketika mana kakak angkatnya itu berbicara manis kepada Rere seperti itu.
Dan sementara itu, di bawahnya sudah terlihat, yang di mana bunda Stevia bersama dengan kakaknya itu tengah menunggu kehadiran Sultan, dikarenakan harum wangi tubuh Sultan itu, masih tetap sama seperti dulu, dan itu tak berubah sama sekali.
Dengan seketika Sultan pun memeluk hangat bunda Stevia itu dengan waktu yang cukup lama, dan bundanya itu pun sempat menangis, dikarenakan akhirnya beliau bisa kembali memeluk seorang pria yang memang sudah beliau anggap sebagai anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Ya Allah, bunda kangen benget sama Sultan, dan bunda kira, bunda engga akan pernah bisa melihat serta bertemu dengan Sultan lagi di sini," ucap beliau, yang di mana beliau pun lalu menangis kharu ketika dirinya melihat anak angkatnya itu sudah bertumbuh menjadi anak yang lebih dewasa seperti ini.
"Hari ini adalah hari ulang tahun bunda yang ke 51 tahun kan? dan Sultan sengaja datang ke sini, dikarenakan Sultan sudah mengetahuinya, bahwa bunda bersama dengan keluarga bunda pasti akan datang dan menginap di sini," ucap Sultan yang masih memeluk hangat tubuh bunda angkatnya itu di sana.
05 April 2019, yang di mana itu adalah hari ulang tahun bunda Nurhayati yang ke 51 tahun, dan tentunya Sultan memang sengaja datang ke sana bersama dengan Rere, dikarenakan ia sudah mengetahuinya, bahwa Stevia akan datang untuk merayakan hari ulang tahun bundanya itu di sana.
Perlahan pelukan itu pun dilepaskan oleh bunda serta Sultan, dan di sana Sultan pun lalu mengusap air mata ibu angkatnya itu dengan perlahan menggunakan tangannya yang lembut itu.
Dan dengan seketika, pelukan itu diberikan kembali oleh kakak Stevia, yang di mana dia juga memang memiliki sifat yang sama resenya dengan Sultan.
"Teteh pun kangen sama kamu Tan, gimana kabarnya kamu di sini? baik-baik aja kan?" ucap Teh Mawar, yang di mana dia pun memeluk tubuh Sultan dengan begitu eratnya.
Hal itulah yang membuat Robby, Danar, serta juga Agung begitu iri padanya, dikarenakan pelukan kakak Stevia itu sangat ingin sekali mereka dapati.
Bukan hanya karena dia cantik, namun kakak Stevia itu bisa dibilang terlalu mempesona, dikarenakan pakaian yang selalu dia kenakan itu bisa membuat mata tak sanggup untuk berhenti menatapinya.
"Menang banyak dah gue hari ini, dan tentunya ini bukanlah suatu sikap yang pernah dia lakukan terhadap gue sebelumnya, dan tentunya ini adalah pertama kalinya dia memeluk tubuh gue seerat ini," ucap Sultan dalam hati sembari memeluk tubuh Teh Mawar itu kembali dengan erat juga.
"Engga biasanya teteh gue kayak gini, ada apa ni? apakah ada cowok yang nyakitin perasaan teteh lagi? siapa cowoknya Teh? sini bilang sama Sultan, biar nanti Sultan hajar sampai masuk UGD!" ucap Sultan yang masih memeluk tubuh kakak Stevia itu dengan hangatnya merasakan kembali arti dari kata rindu untuk bertemu.
"Teteh udah lama jomblo Tan, dan engga tahu kenapa teteh rindu sama Sultan, soalnya kalau engga ada kamu di samping teteh, teteh merasa kehilangan sosok pendamping yang bisa menjaga teteh di sana," ucap Teh Mawar sembari melepaskan pelukannya itu dengan perlahan-lahan.
"Enak banget sahabat gue itu, andai saja gue juga bisa dipeluk sama kakak Via, seperti itu, betapa bahagianya gue dah," ucap Robby, yang di mana dia tengah membisiki kedua kawannya itu di sana.
Dan Robby mengira bahwa Stevia itu tidak mendengarkan bisikannya tadi kepada kedua temannya itu, namun tentunya itu salah! yang di mana Stevia pun lantas menjewer telinga Robby dengan begitu kerasanya.
__ADS_1
Rere yang tengah berdiri di samping Stevia pun sempat tersenyum, dan tentunya Rere bukan tersenyum karena dia cemburu terhadap Sultan, melainkan dia hanya bisa ikut senang ketika dia melihat Sultan sebahagia ini.