
Happy reading, semoga suka! Jangan lupa votes dan likesnya ya🙏
*
*
Seminggu kemudian ...
Malam ini, tepatnya pukul 7 malam Erik dan Ella akan berangkat bulan madu, Erik tidak memberitahu Ella kemana arah tujuannya, bahkan Ella tidak diperkenankan untuk menyusun pakaiannya sendiri, kerena semuanya sudah disiapkan Erik. Ella hanya diminta untuk mempersiapkan diri untuk perjalanan nanti.
Saat ini terlihat Erik dan Ella berjalan memasuki pintu masuk bandara, Erik dengan erat menggenggam tangan Ella dengan tangan kananya, sedangkan tangan kirinya memegangi ponsel yang menempel ditelinga, Ella menghentikan langkahnya saat Erik sibuk menelepon dan berbicara dengan seseorang di seberang sana, Ella tidak tahu apa yang dibicarakan suaminya karena Erik hanya menggunakan bahasa singkat, bagaimana, ya, jangan, tidak, jadi Ella tidak paham dengan yang Erik bicarakan.
“ Kenapa? ” tanya Erik saat melihat Ella menghentikan langkahnya.
“ Berangkat sendiri sana dengan ponselmu! ” Maki Ella, Erik tersenyum melihat istrinya cemburu dengan benda pipih di tangannya itu.
“ Iya, Mas matikan sekarang, ” ujarnya, lalu Erik meraih tangan Ella dan menggenggamnya erat.
Mereka kembali melanjutkan berjalan menuju pesawat yang akan ditumpangi. Ella menghentikan langkahnya kembali saat menyadari dia tidak di depan pesawat komersil, melainkan berada di depan pesawat jet pribadi bewarna merah berlogo EL. Dia menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.
“ Mas mencarter pesawat? ” tanya Ella, Erik hanya menatapnya sebentar lalu melanjutkan berjalan menuju pesawat.
“ Mas jawab dulu! Lala nggak mau naik pokoknya, sebelum Mas menjawab pertanyaan Ella, ini pemborosan tau nggak sich! ” ucap Ella yang membuat Erik tidak jadi menapakkan kakinya ke anak tangga pertama di bawah pesawat itu.
Bagaimana jika dia tau ini pesawat baru yang baru aku beli. Batin Erik. Lalu dia berbalik berjalan menghampiri Ella, meraih kembali tangan lembut yang sudah dua kali terlepas itu.
“ Ayo masuk dulu, nanti Mas jelasin di dalam, kita harus segera take off dari sini, ” jelas Erik, Ella menghentakkan kakinya keras dan melepas genggaman Erik, tapi tetap mengikuti suaminya dari belakang.
“ Selamat malam Tuan dan Nyonya Erik, ” ucap ramah pramugari yang sedang berdiri di belakang pintu, Erik membalas sapaan pramugari itu dengan senyuman ramah, sedangkan Ella langsung memeluk Erik dari belakang seolah memberitahu pada pramugari jika ada istrinya disana, Erik tersenyum simpul saat melihat kelakuan Ella yang sedang panas itu. Erik lalu meraih tangan lembut istrinya dan mengajaknya memasuki kabin pesawat, Ella mengedarkan pandangannya melihat desain interior yang mewah itu, dia takjub dengan kemewahan desain yang ada di pesawat, dia baru sekali menaiki pesawat semewah ini, walau kakak nya punya pesawat pribadi dia lebih memilih naik pesawat komersil, karena lebih hemat dan praktis, lamunanya buyar saat co pilot menghampiri kursi keduanya.
“ Mau berangkat sekarang Tuan Erik? ” tanya co pilot bernama Bambang itu.
“ Iya Bam, lakukan sesuai jadwal, ” ucap Erik singkat.
“ Baik Tuan, ” lalu Bambang segera pergi meninggalkan pasangan berbeda usia itu.
Ella masih menatap Erik yang masih berdiri di sampingnya.
“ Geser Yang! ” perintah Erik yang ingin duduk berdampingan dengan Ella.
“ Mas duduk disana! Itu masih banyak kursi yang kosong, ” ucap Ella sambil menunjuk kursi diseberangnya yang masih kosong.
“ Mas suka takut kalau duduk sendirian saat naik pesawat, ” ucapnya sambil menatap lembut Ella, Ella yang mendengar ucapan Erik hanya mendengus kesal, lalu menggeser tubuhnya di samping jendela.
Erik mendudukkan dirinya disisi kanan Ella, memeluk erat istrinya saat pesawat akan take off, berpura-pura takut ketika naik pesawat menjadi solusi buat Erik agar bisa memeluk erat istrinya.
__ADS_1
“ Lepasin! Aku nggak bisa nafas Mas, ” ucap Ella karena merasakan dadanya yang mulai sesak.
“ Biar saja Mas takut Yang, ” ucap Erik berbohong.
Ella lalu membiarkan Erik memeluknya hingga pesawat itu berada di atas awan.
“ Sekarang jelaskan! ” ucap Ella menatap Erik, yang membuat Erik sedikit binggung untuk mencari alasan.
“ Je-jelaskan a-apanya? ” ucap Erik menundukkan kepalanya karena takut Ella akan memarahinya.
“ Jangan pura-pura bodoh Mas! Ella tau Mas itu jenius, ” ucap Ella yang sudah mulai emosi.
“ Mas akan jelasin tapi jangan marah ya! ” peringat Erik, Ella menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.
“ I-ini sebenarnya pes-pesawat Mas, ” lirih Erik dengan suara terbata-bata.
“ Apa? Ulangi Lala nggak begitu jelas mendengarnya, ” pinta Ella.
“ Iya, ini pesawat Mas, yang baru saja Mas beli Sayang, please jangan marah ya, ” ucap Erik menjelaskan yang membuat Ella menatapnya penuh arti.
“ Tenang saja ini nggak mahal kok! Tapi masih mahalan ini dari pada punya kakakmu, ” ucap Erik agar Ella tidak memarahinya. Sedangkan Ella hanya memijit pelipisnya karena syok mendengar suaminya membeli pesawat itu tanpa seizinnya pesawat Damar saja mencapai angka trilliunan lalu ini berapa?.
“ Nanti Sampai Jakarta Mas jual lagi pesawat ini, ” ucap Ella singkat yang membuat Erik menatap istrinya memohon.
“ Butuh! Mau buat apa? Mau bawa pasienmu melahirkan disini? Iya! ” ucap Ella sedikit emosi.
“ Yang ..., please Mas kan pengen mengajakmu dan anak-anak kita keliling dunia, jadi biar hemat kita nggak usah jual ya, lagian Mas juga bentar lagi mau ada bisnis di Australia jadi pesawat juga akan dibutuhkan untuk bolak-balik. Ya. Please jangan dijual? ” Ella hanya terdiam mendengar penjelasan suaminya, lalu dia tersenyum saat mengingat Erik ingin mengajaknya keliling dunia.
“ Terserah Mas kalau begitu, berapa harganya? ” tanya Ella, jiwa hemat wanitanya keluar.
“ Tenang saja tabungan Mas masih banyak kok, bahkan kalau untuk berpoligami juga masih cukup, ” ucap Erik yang membuat Ella mencubit pahanya.
“ Aw..., ” teriak Erik yang membuat pramugari datang ke arah kursinya.
“ Kenapa Tuan? Apa terjadi sesuatu? ” tanya pramugari yang khawatir dengan apa yang Erik alami.
“ Ini. Tadi ada kucing liar menggigitku, ” ucap Erik sambil tersenyum menatap istrinya, sedangkan Ella hanya menatap pramugari itu.
“ Pergilah..., tidak ada yang terjadi disini, ” ucap Ella lembut pada pramugari yang diketahui Erik pacar dari Bambang itu.
“ Tunggu...tunggu...” cegah Erik pada pramugari, membuat Ella menoleh kearah suaminya.
“ Iya Tuan. ”
“ Apa sudah disiapkan? ” tanya Erik.
__ADS_1
“ Sudah Tuan, semuanya sudah siap, ” ucap pramugari bernama Brenda tersebut.
“ Pergilah...! ” lalu pramugari itu benar-benar pergi meninggalkan pasangan itu.
“ Ayo! ” ajak Erik pada Ella, meraih tangan istrinya lalu membawanya ke meja makan yang sudah disiapkan di kabin paling paling belakang.
“ Silakan duduk Nyonya Erik! ” perintah Erik manarik kursi di depannya, Ella lalu duduk di kursi yang Erik siapkan, sedangkan Erik duduk di depan Ella.
“ Kita mau kemana sih Yang? ” tanya Ella yang memang tidak tau kemana arah tujuannya bulan madu ini.
“ Honeymoon, ” jawab Erik singkat.
“ Iya kemana? ”
“ Rahasia, nanti juga tau, nggak akan lama kok kita naik pesawatnya, ” jelas Erik.
“ Mas, ” panggil Ella sambil momotong steak yang ada di depannya, Erik mendongakkan kepalanya menghadap Ella, sambil menyuapkan steak ke mulut istrinya.
“ Mas kasih kabar ke orang rumah kalau kita pergi? ” tanya Ella.
“ Nggak takutnya mereka menganggu acara kita, cuma Damar saja yang tau, ” ucap Erik sambil memakan steak yang ada didepannya. Ella hanya mengangguk, lalu segera menghabiskan makannya.
“ Tidurlah! Nanti Mas akan bangukan kamu kalau sudah sampai, ” ucap Erik yang melihat Ella menguap sedari tadi, Erik lalu mengantar Ella ke ruangan yang berisi ranjang king size yang di desain mewah itu, Ella langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuk yang berada di kamar pesawat. Sedangkan Erik hendak berjalan keluar kamar, namun tangan Ella mencegah Erik untuk pergi.
“ Mau kemana? ” tanya Ellanpenuh selidik.
“ Keluar sebentar, ada yang mau Mas bicarakan dengan pramugari, ”
“ Ya sudah! Pergilah sana dan jangan kembali ke sini lagi, ” ucap Ella.
“ Yang... Sebentar saja, ” Ella melepaskan tangan Erik dan berbalik membelakangi suaminya yang akan pergi.
“ Iya.. Iya. Mas akan disini, Mas tau kamu cemburu dengan pramugari cantik di depan! ” ucap Erik mengerti maksud Ella, lalu merebahkan dirinya dan membawa Ella ke dalam pelukkannya.
“ Yang...”
“ Hmmm, ” jawab Ella.
“ Bagaimana jika kita mencobanya disini, ” Ella yang mengerti maksud Erik langsung menjauhkan tubuhnya.
“ Nggak mau Lala mau istirahat, ” tolak Ella cepat. Erik hanya menghela nafas panjang, karena rencananya gagal untuk berbulan madu di atas awan bersama sang istri, tak butuh waktu lama Ella sudah terlelap di samping Erik. Erik hanya bisa memandangi wajah pulas istrinya, hingga pesawat landing sempurna di bandara Ngurah Rai Bali.
Terimakasih yang sudah likes dan votes nya.
Yang ikutan challenge masih dibuka sampai hari sabtu tgl 23 Mei 2020 ya..😁
__ADS_1