
Happy Reading, jangan lupa tinggalkan like dan votenyaππ
π
π
π·
Ella duduk di depan cermin, mengolesi bibirnya dengan lipmate bewarna merah natural di tangannya, sesekali pandangannya melihat ke arah layar ponsel yang di letakkan di samping meja, melihat wajah tampan Erik yang sedang menungguinya bersolek.
β Bisa nggak kalau pakai make up nggak semenor itu? Itu akan membuatmu jelek Sayang, β ucap Erik di ujung telepon, Ella hanya tersenyum sambil mengarahkan wajahnya ke arah Erik.
β Kau benar-benar bisa membuatku gila sayang, kamu di depanku, tapi aku tak dapat memelukmu, β lanjut Erik saat Ella mendekatkan wajahnya.
β Mungkin anak kita akan berjenis kelamin cewek, soalnya aku jadi rajin berdandan, β ucap Ella.
β Terserah, yang penting kamu jangan berdandan terlalu cantik saat Mas tidak berada di sampingmu, Mas benci saat mata lelaki memandangimu dengan gratis, β ucap Erik serius.
β Iya Sayang, β jawab Ella singkat.
β Jam berapa acaranya? β tanya Erik.
β Setengah jam lagi aku berangkat ke hotel, β
Saat telepon masih terhubung, terdengar seorang gadis membuka pintu kamar Ella, gadis itu mendekat ke arah Ella tanpa mengetahui telepon Erik yang tersambung.
β Dokter cantik, bisakah dokter membantuku mengikat rambut? β ucap gadis berusia 5 tahun itu.
β Kemarilah Sayang, β Ella menyuruh gadis itu duduk di kursi yang dia duduki tadi. Lalu mulai mengikat rambut gadis itu.
β Siapa itu Yang, β ucap Erik yang membuat gadis kecil itu menutup mulut dan melotot sempurna ke arah Erik.
β Coba kamu kenalan sama dokter itu Sayang, β ucap Ella pada gadis kecil itu.
β Apa dia juga dokter? kenapa nggak bawa dokter tampan itu kesini sekalian? Pasti teman-temanku akan menyukai karena dokter itu sangat tampan, β Erik tersenyum mendengar pujian gadis kecil itu.
β Hallo siapa namamu Sayang? β tanya Erik saat tidak lagi mendengar suara gadis itu.
β Saya Aisyah dokter tampan, apa dokter pacarnya dokter cantik? β Erik tertawa saat mendengar anak sekecil itu membicarakan masalah pacar.
β Dia teman hidup dokter Ais, dokter akan jadi kurus jika dia terus berada di sana, β ucap Erik.
β Hahaha, dokter lucu, apa dokter juga sudah tinggal berdua seperti Mama dan Papa Ais dulu? Karena Bunda bilang Ais dulu pernah tinggal bersama orang tua Ais, tapi mereka pergi ke tempat Allah sekarang, β ucap gadis itu yang membuat Erik terdiam mencerna dan memahami ucapan gadis itu.
__ADS_1
β Ais jangan sedih lagi ya, disana sudah ada Ayah dan Bunda yang menggantikan Mama dan Papa Ais, mereka juga menyayangi Ais kan? Aish kan anak baik, β ucap Erik menghibur gadis kecil itu karena sudah akan meneteskan air matanya.
β Iya mereka sangat baik Dok, kalau dokter tampan sayang sama dokter cantik, jangan sakiti dia nanti dokter cantik bisa diambil Kakak Haikal lho..β ucap Ais dengan polosnya. Erik mengerutkan dahinya meminta penjelasan pada Ella. Ella yang mendengar ucapan Aisyah berusaha menghentikan Aisyah yang akan berbicara lagi.
β Sudah selesai tuan putri yang cantik, Aisyah tunggu dokter diluar ya, β pesan Ella pada gadis itu, gadis itu hanya menurut karena merasa tidak sopan jika mendengarkan obrolan orang dewasa.
β Siapa Haikal Sayang? β tanya Erik
β Dia- dia saudara kembar Kenzie Mas, β ucap Ella singkat membuat Erik menatap ke arah Ella dengan tajam.
β Kamu bertemu dengannya Yang? Kenapa nggak cerita pada Mas? β tanya Erik.
β Aku juga baru tau kemaren Mas, β ucap Ella singkat.
Sebenarnya dia berniat akan menceritakan pada Erik setelah dia berada di Jakarta, namun Erik terlanjur mengetahuinya.
β Saat nanti sampai rumah aku akan menceritakan semuanya Mas, β ucap Ella saat melihat Erik terdiam. Erik tidak membalas ucapan Ella, dia justru langsung mematikan ponselnya. Ella menghela nafas panjang, menyadari kesalahannya karena tidak langsung menceritakan pada Erik, dia lalu berjalan keluar dari kamar anak panti yang dia pakai semalam.
Ella memutuskan untuk berpindah kamar setelah mengetahui jika Haikal ada di sana. Ella berjalan menuju tempat bunda dan Keisya, berjalan sambil menggandeng tangan Aisyah.
β Kamu cantik sekali La, β ucap bunda saat Ella sudah sampai di depannya, dia hanya tersenyum ke arah bunda.
β Sudah siap semuanya? Ayo kita berangkat, β ucap Haikal lalu pandangannya menatap Ella, Ella yang merasa ditatap Haikal, langsung berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan untuk mengantarnya.
Setelah sebagian tamu pulang, maka akan ada lagi tamu baru yang datang, membuat Ella merasa pusing, karena banyaknya tamu yang hadir, Ella menatap layar ponselnya, tak ada notifikasi 1 pun yang dia dapatkan. Dia mencoba menghubungi Erik namun tidak juga di jawab oleh lelaki tampan itu, tangannya mulai mengetik pesan untuk suaminya.
Mas, marah sama Ella? Ketik Ella singkat.
Ella menunggu jawaban dari Erik namun tidak kunjung mendapatkan balasan, dia gelisah dan takut jika Erik benar-benar akan marah padanya. Dia lalu mengusap perutnya yang masih rata itu karena sedikit merasa kram, dia berjalan keluar gedung, mencari udara segar karena di dalam dia merasa sangat sesak, dia duduk di kursi dekat taman, menikmati udara sejuk dan aroma bunga lily di sana, pikirannya sedikit rileks saat mencium bunga kesukaannya. Dia memejamkan mata sambil menarik nafas panjang agar kram di perutnya segera mereda.
Namun tiba-tiba nafasnya begitu sesak saat tangan kekar membekap mulutnya dengan kain, Ella mencoba berteriak namun tak ada 1 kata pun yang bisa keluar dari bibirnya, laki-laki itu membawanya masuk ke dalam mobil. Entah siapa dan akan dibawa kemana Ella juga tidak tau, karena dia sudah tidak sadarkan diri akibat obat bius yang menempel di kain itu.
Aisyah yang melihat dokter cantiknya dibawa laki-laki bertopeng hanya duduk diam dan terisak, ia mencoba berjalan pelan ke arah bunda.
Bunda Kenzie yang menyadari Aisyah menangis segera menghampirinya dan menenangkan Aisyah.
β Aisyah kenapa Sayang? β tanya bunda.
β Hiks...hiks...hiks, dokter cantik Bun, β ucapnya yang membuat mereka semua panik.
β Ada apa? Kenapa Sayang, β tanya Keisya.
β Dokter cantik dibawa lelaki bertopeng, β ucapnya yang membuat semua yang berada di sana melotot kaget termasuk Haikal.
__ADS_1
β Sekarang di mana lelaki itu? β tanya Haikal yang ikut khawatir.
β Dia pergi Kak, dengan mobilnya, hiks...β ucap Aisyah yang masih terisak.
Haikal yang mendengar itu merasa geram, karena pihak hotel tidak bisa menjaga keamanan dengan baik, dia berjalan menuju ruang cctv hotel setelah sebelumnya bertanya pada penjaga yang ada disana. Haikal hanya bisa menemukan nomor plat mobil yang dipakai penculik itu, tanpa bisa melihat dengan jelas pelaku yang dengan beraninya menculik Ella.
β Bagaimana Kal? Apa sudah dapat petunjuk? β tanya ayah Kenan.
β Belum, hanya plat mobil saja, besuk kita datang ke kantor polisi, β ucap Haikal.
β Kenapa tidak sekarang saja, β ucap bunda Kenzie yang sudah menangis karena merasa gagal menjaga Ella.
β Ini sudah terlalu malam Bun, polisi juga tidak akan memberi kita solusi, β ucap Haikal.
β Terus bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Lala, dia sedang hamil muda, β teriak bunda yang membuat Haikal terkejut.
β Kita akan segera menolongnya Bun, β ucap Haikal menenangkan sang bunda.
β Bunda akan menelepon Erik, biar dia juga bisa datang untuk mencari Ella, β ucap bunda.
β Bun, jangan dulu, lebih baik kita temukan Ella dulu, β ucap Haikal.
β Tidak, Bunda akan memberitahu dia sekarang, dia berhak tau karena dia suaminya, β ucap bunda pada Haikal.
Bunda Kenzie segera mencari nama kontak Erik di layar ponselnya dan menekan tombol warna hijau setelah menemukannya.
β Hallo, Nak Erik, β ucap bunda.
β Iya bun, ada apa? β tanya Erik ramah yang membuat bunda Kenzie ragu untuk mengatakannya.
β Ma-maaf Nak Erik, maafkan kami, kami tidak bisa menjaga Ella dengan baik, karena el-Ella baru saja diculik, β ucap bunda dengan terbata.
β Apa Bun, Ella diculik? Bagaiman bisa? 1 jam yang lalu dia mengirim pesan padaku, β ucap Erik yang langsung panik setelah mendapat kabar istrinya.
β Kita juga tidak tau Nak, kita baru akan mencarinya, jika Nak Erik punya waktu datanglah kemari, β ucap bunda Kenzie, lalu segera menutup ponselnya.
β Apa sudah mendapatkan jejak orang yang menculik Kak Ella, Kak? β tanya Keisya pada Haikal yang sudah mengganti gaunnya.
β Lihatlah! Siapa tau kamu mengenali mobil penculiknya, β perintah Haikal menyerahkan ponsel yang dia pegang kepada Keisya.
Keisya mengamati vidio yang ada dilayar ponsel Haikal, memutar ulang berkali-kali untuk memperhatikan plat nomor mobil penculik itu.
β Sepertinya aku mengenali mobil ini, β ucap Keisya, lalu semua mata mengarahkan pandangannya pada Keisya seolah memintanya untuk menjelaskan.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya, yang sudah like, vote dan coment jangan bosen-bosen ya.ππ