Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Gelombang Datang


__ADS_3

Kalau boleh minta! mampir yuk ke novel saya yang satunya CINDERELLA GENDUT, saya berharap kalian juga menyukainya, dan jangan lupa kasih bintang 5.


Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan votes ya.🙏👍


.


.


“Hall-


“Sayang.” Ella yang mendengar itu, bibirnya langsung bergetar ingin menyebut nama suaminya tapi merasa kesulitan, karena tidak percaya suaminya akan menelepon ke nomor yang ada di apartemennya.


“Ma- Mas..., Mas Erik hiks...”


“Sayang tenanglah! Atau Mas akan mematikan teleponnya, Mas hanya punya waktu sebentar untuk meneleponmu, jadi jangan biarkan tangismu itu menghabiskan waktu Mas,” jelas Erik pada Ella yang tengah menangis. Erik mencoba menenangkan Ella yang semakin terisak itu.


“Sabar ya! Mas akan secepatnya pulang ke rumah, kamu jaga baik-baik calon anak kita, dan jaga dirimu juga,” pesan Erik di ujung telepon.


“Mas di mana Mas? Aku merindukanmu Mas, aku kesepian Mas,” ucap Ella yang masih sesenggukan.


“Mas nggak bisa memberitahu keberadaan Mas, Sayang.”


“Baiklah aku akan mencari tahu sendiri, di mana Mas berada,” sahut Ella.


“Dengarkan Mas Sayang, kali ini tunggulah Mas di rumah, Mas pasti akan pulang dengan selamat,” jelas Erik yang tidak mau Ella mengetahui keberadaannya.


“Mas mencintaimu,” lanjutnya lalu suara telepon itu tiba-tiba terputus tanpa kata pamitan dari Erik. Ella yang tidak bisa lagi mendengar suara Erik, hanya bisa duduk lemas di sofa.


“Kenapa Mas tidak memberitahuku? Apa yang terjadi denganmu Mas?” ucap Ella sambil mengacak rambutnya yang panjang itu. Setelah mendapat telepon dari suaminya entah kenapa dia justru bertambah sedih, dia masih ingin mendengarkan suara Erik dia sangat merindukan suara itu. Dia belum bisa puas jika belum meluapkan semua emosi yang dia rasakan pada suaminya, yang dengan sengaja meninggalkannya itu.


***


Di sisi lain Erik tengah duduk sambil menatap lembut foto istrinya yang terlihat kacau tersebut, foto itu dia dapat dari Yohan, yang saat ini berhadapan dengannya.


“Apa nggak sebaiknya kita memberitahu Ibu saja Pak, biar dia tidak telalu berpikiran yang macam-macam,” ujar Yohan saat melihat raut wajah bosnya yang sebenarnya juga sedih menginggalkan istrinya.

__ADS_1


“Huh...,” desah Erik, “Apa kamu bisa menjamin bahwa mereka akan baik-baik saja! Aku yakin jika dia tahu dia akan langsung datang kemari, dan calon anakku belum cukup bisa untuk melakukan penerbangan,” jelas Erik pada Yohan.


“Lalu bagaimana orangmu? Aku tidak bisa, jika harus menunggu lebih lama lagi di sini!” tanya Erik pada Yohan.


“Sepertinya kita sudah kehilangan cara Pak.”


“Apa maksudmu? Kau akan membiarkan bosmu mendekam di sini, bagaimanapun caranya cepat cari buktinya!” Yohan yang melihat kemarahan Erik mulai bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


“Mereka sudah menyerahkan bukti cctvnya Pak, dan bukti bahwa lelaki itu koma, juga sudah di ketahui oleh polisi, kita sudah tidak bisa mengganti Bapak dengan jaminan, karena dia adalah salah satu putra orang penting di kota ini.” Erik yang mendengar penjelasan Yohan, hanya bisa mengacak rambutnya kasar.


“Harusnya aku bunuh sekalian lelaki itu! Sia-sia aku berada di sini, jika karena kasus penganiayaan!” ucap Erik pada Yohan.


“Datanglah pada Damar, mintalah bantuan padanya, aku tau dia banyak kenalan di sini!” perintah Erik.


“Apa ada lagi Pak?”


“Heh..., apa kamu bisa menggantikanku di sini,” bisik Erik, “Aku sangat merindukan istriku, hanya itu!” lanjutnya yang meminta pada Yohan.


Namun, saat Yohan akan menjawab, terdengar suara polisi memanggil nama Erik untuk segera masuk. Erik hanya tersenyum kecut ke arah Yohan. Dan dibalas penghormatan oleh Yohan. Yohan tidak menyangka jika bosnya itu, akan memakai baju bewarna orange bertuliskan tahanan hanya untuk kasus penganiayaan, dan dia merasa tidak berguna saat ini karena tidak bisa mengeluarkan bosnya, mengingat apa yang sudah bosnya berikan padanya.


“Pak!” teriak Yohan saat Erik sudah akan meninggalkannya.


“Aku rasa tidak perlu Yo, aku hanya ingin kamu menjaga mereka saat aku tidak di sana, dan bekerja keraslah untuk secepatnya mengeluarkanku, dan sembunyikan ini dari media apapun!” perintah Erik sambil membenarkan jas yang di Yohan kenakan. Yohan hanya mengangguk saat mendengar ucapan Erik yang meminta tolong padanya, dalam hati Yohan bertekad akan segera mengeluarkan bosnya dari sini, dia akan mencari cara apapun agar bosnya secepatnya bisa pulang ke Jakarta dan bertemu dengan istrinya.


Erik lalu meninggalkan Yohan yang tengah menatapnya, Yohan menghela nafas panjang saat bos nya itu tidak terlihat lagi, berkumpul dengan rekannya, yang mereka semua tidak tahu jika bosnya itu seorang CEO dan salah satu dokter terbaik di Jakarta.


Andai aku bisa menggantikanmu bos, biarkan aku yang berada di sana. Batin Yohan sambil berjalan meninggalkan kantor polisi Bali tersebut. Dia lalu segera mendatangi rumah tante Ella yang ada di sana, demi mencari tahu rekan anaknya tersebut.


Saat tiba di rumah di rumah tante Sinta, dia terus menatap ke arah Farrel, yang sudah berdiri di depannya.


“Saya perlu bicara padamu,” ucap Yohan dengan nada dingin dan tatapan mematikan ke arah Farrel.


“Siapa lelaki yang dipukuli pak Erik di dekat toilet, saat pesta topeng yang kamu adakan?” tanya Yohan. Membuat Farrel diam mematung karena merasa bersalah pada kakak sepupunya itu.


“A-apa ke-kejadian 4 bulan yang lalu itu?” tanya Farrel yang yang diangguki oleh Yohan.

__ADS_1


“Ya. Gara-gara kejadian itu bos saya sekarang di penjara, dan kamu tau? Dia harus meninggalkan istrinya yang tengah hamil.”


“Apa? Kak Ella hamil?”


“Itu tidak penting! Sekarang beritahu informasi sedetail mungkin tentang lelaki itu,” perintah Yohan lalu masuk dan duduk di ruang tamu, meninggalkan pemilik rumah yang masih berdiri mematung di belakang pintu masuk.


Farrel lalu menceritakan tentang keluarga temannya yang bernama Demian itu, dia adalah putra dari simpanan pejabat penting di sini, dia tidak bisa menyebutkan namanya karena akan membuat heboh publik jika pejabat itu mempunyai simpanan. Yohan tersenyum tipis saat mendengar ucapan itu, sepertinya dia mendapatkan sedikit pencerahan setelah mendengarkan ucapan Farrel.


“Apa temanmu itu sudah bisa beraktifitas kembali?” tanya Yohan.


“Sudah bahkan setelah kejadian itu, satu minggu berikutnya dia sudah bisa sekolah,” jelas Farrel, membuat Yohan menaikkan alisnya karena kaget.


“Berarti tuduhannya palsu?” tanya Yohan.


“Dia berkata bahwa dia koma selama 3 bulan dan itulah alasannya kenapa dia baru bisa melaporkan Pak Erik,” lanjut Yohan.


“Nggak kok, kita bahkan sudah hang out bareng setelah kejadian itu,” ucap Farrel sambil menunjukkan foto yang di ambil setelah kejadian penganiayaan itu. Meski fotonya masih terlihat lebam, tapi sudah cukup membantu bahwa anak itu tidak koma selama berbulan-bulan.


“Aku akan datang lagi, jika nanti aku butuh keterangan darimu,” ucap Yohan.


Farrel mengangguk menyetujui ucapan Yohan. Setelah kejadian malam itu Farrel merasa sangat bersalah pada kakak sepupunya itu, yang hampir di perkosa oleh temannya yang memang sudah terkenal penjahat kelamin itu.


“Sampaikan maafku sama kak Erik, maaf karena dulu aku tidak bisa menjaga kak Ella,” teriak Farrel tulus, saat melihat Yohan membuka pintu mobil.


“Minta maaflah sendiri padanya, dia ditahan di polsek Bali.” Farrel menganggukan kepalanya seolah dia akan benar-benar berani datang datang menemui Erik di sana.


Setelah mendapatkan informasi itu, Yohan segera bertolak ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik bosnya, meninggalkan kota Bali, untuk sementara waktu.


" Setidaknya mungkin ini bisa meringankan masa penjaramu Pak."


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih yang sudah memberi vote, like dan komentar positif.😁🙏


__ADS_2