
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.๐๐
.
.
Ella yang sedang terlelap, melupakan pesan permintaan Erik, dan Erik yang menunggu di apartemen semakin dibuat penasaran karena tak kunjung mendapatkan foto dari tunangannya, Erik segera mengambil jaket dan kunci mobilnya, melajukan mobil menuju rumah Ella. Sampai dirumah Ella pak satpam yang diketahui bernama Dadang itupun segera membuka gerbang.
" Damarnya ada di rumah, Pak? " tanya Erik basa- basi.
" Ada den, semua ada di rumah, " jawab Dadang.
" Oke, terimakasih, " lanjut Erik kemudian turun dari mobilnya.
Setelah sampai depan pintu Erik enggan menekan bel, namun Erik memilih mengambil handphone di kantong jaketnya lalu menekan nomer "Damar", Damar yang tengah bermain dengan Sashi merasa terganggu dengan suara dering handphonenya.
" Kenapa? " ucap Damar dengan nafas yang masih terengah dan berteriak kesal pada lelaki yang menelephone nya.
" Aku di depan rumah, " ucap Erik.
" Ya sebentar," lalu Damar segera menutup panggilannya.
" Jeda dulu Yang, Erik ada di bawah, " ucap Damar pada sang istri, lalu damar segera turun kebawah untuk menemui Erik.
" Kenapa sih, ganggu aja loe, " ucap Damar setelah menyuruh Erik masuk ke dalam rumah.
" Hehehe, nanti kan bisa di lanjut lagi, " ucap Erik sambil terkekeh.
"Ella mana? " lanjutnya dengan mata yang sedang mencari pujaan hatinya.
" Sudah tidur! habis makan malam langsung masuk kamar kok, " jawab Damar.
" Coba lihat dulu, " perintah Erik yang tak percaya ucapan Damar.
" Oke! Oke gue lihat dulu, " ucap Damar lalu beranjak dari duduknya. tak lama kemudian dia kembali,
" Bentar Lala baru cuci muka, gue tinggal ya, gue mau lanjutin yang tadi, awas jangan macam-macam ke Lala, " peringat Damar sambil menatap tajam ke arah Erik.
" Paling cuma ciuman doang, " ucap Erik sambil tertawa.
Tak lama Ella turun dari lantai dua dengan piyama tidurnya dengan rambut yang di gelung khas orang sehabis mandi.
" Kenapa Mas, malam- malam kok datang? ada yang penting? " tanya Ella.
" Nggak kok, cuma bingung aja kok pesan Mas nggak ada yang kamu balas, " jawab Erik.
" Oh maaf ya, tadi Lala ketiduran, bentar ya Mas, " ucap Ella sambil meninggalkan Erik menuju dapur. Setelah beberapa menit Ella keluar dari dapur membawa dua cangkir kopi dan snack ditangannya.
" Mas ngobrolnya di taman saja yuk, " ajak Ella sambil membawa kopinya. Erik pun mengikuti langkah Ella, mereka berdua duduk di bangku dengan meja tepat berada didepannya.
" Tadi kemana saja setelah dari salon, " tanya Erik.
" Em... Makan, trus nonton sama Sashi dan Anna, " jelas Ella sambil menatap Erik.
" Habis itu? " tanya Erik lagi.
__ADS_1
" Pulang dong, " jawab Ella. Erik yang mendengar jawaban itu tersenyum manis ke arah Ella, tak lama tangannya terulur melepas ikatan rambut Ella, terlihat rambut Ella dengan warna brown coklat terurai indah.
" Kenapa liatinnya kaya gitu? " tanya Ella.
" Makin cantik Yang, " ucap Erik memuji Ella.
" Hehehe biasa aja jangan gombal dech, kok ganti panggilannya? " ucap Ella.
" Iya, biar lebih intim aja, besuk kalau mau apa-apa atau mau kemana kabari Mas dulu ya! biar Mas nggak khawatir, " ucap Erik sambil menatap Ella.
" Iya, maaf tadi udah bikin khawatir, " ucap Ella.
" Seneng deh kalau punya calon istri nurut kaya gini, " ucap Erik, Ella yang mendengar itu hanya tersenyum.
Mungkin benar kata Sashi, sekarang aku nggak sendiri lagi jadi harus kasih kabar dulu biar nggak bikin khawatir anak orang. Batin Ella
" Kopi nya diminum dong, Mas, " tawar Ella. Erik lalu mengambil dan menyesap kopinya.
" Nggak enak ya? " tanya Ella.
" Enak kok, " jawab Erik sambil menaruh kopinya, lalu meraih tangan Ella untuk di genggam.
" Baru berapa hari sih nggak ketemu? " tanya Erik.
" Baru seminggu kok, " ucap Ella singkat.
" Nggak tau kenapa, Mas bisa kangen banget sama kamu, " ucap Erik jujur.
" Hehehe jangan nggombalin Ella ya Mas, "
" Yang? " ucap Ella masih aneh dengan permintaan Erik.
" Lagi ! " ucap Erik meminta Ella untuk mengucapkan lagi.
" Apaan sich, " decak Ella.
" Aduh, cepet dong panggil Yang, " ucap Erik.
" Yang ... Yang ... Yang ... Yang ...Yang... Yang ..." ucap Ella dengan cepat menuruti perintah Erik.
CUP !
Ella tersentak kaget ketika Erik mendaratkan kecupannya di pipi kananya. Wajah Ella berubah menjadi merah karena malu, dia menundukkan wajahnya agar Erik tidak meluhat wajahnya yg sudah memanas. Erik yang gemas langsung mencubit pipi itu. Ella masih terbengong dengan perlakuan Erik, dan itu membuat Erik bingung.
" Kenapa? mau pipi yang kiri juga? " tanya Erik yang melihat Ella masih terdiam.
" Ih ... Mas Erik, " ucap Ella.
" Makin cinta deh." ucap Erik sambil mencubit hidung Ella.
" Gombal lagi kan "
" Beneran Yang, bukan gombal! " ucap Erik meyakinkan Ella.
Setelah jam menunjukkan pukul sepuluh malam Erik berpamitan pulang pada Ella.
__ADS_1
" Mas pulang ya, sudah malam takut digrebek hehehe, " lanjut Erik.
" Iya, dihabiskan dulu kopinya, " ucap Ella.
" Hati- hati ya ," lanjut Ella.
" I LOVE U " ucap Erik sambil mengulurkan tangannya membentuk love seperti kebiasaan opa-opa korea.
Ella yang melihat itu hanya terkekeh geli, sambil memegang perutnya.
" I LOVE U TOO " ucap Ella lirih, lalu segera mengantarkan Erik ke depan pintu.
" Yang, hari senin berangkat sama Mas ya?, biar Mas jemput, " ucap Erik memberitahu Ella.
" Iya, " ucap Ella masih dengan senyumnya.
" Bye Sayang, assalamu'alaikum. " ucap Erik.
" Wa'alaikumsalam calon imamku, " jawab Ella yang sedikit pelan.
" Apa? " kaget Erik.
" Udah sana pergi, hati -hati nggak boleh ngebut, setelah sampai kabari aku, " pesan Ella pada Erik.
" Oke Sayang, I LOVE U, " ucap Erik dengan gaya seperti tadi dan Ella pun hanya tersenyum.
Setelah berpamitan erik segera melajukan mobilnya menuju apartemen. Senyum Erik masih tersungging mengingat pertemuannya malam ini dengan Ella.
Jadi pengen cepet-cepet halalin deh. Batin Erik berteriak.
Setelah sampai di apartemen Erik segera mengambil handpone di saku jaket dan menelepone pujaan hatinya.
" Hallo, " terdengar suara di ujung telepone.
" Hallo Yang, Mas sudah sampai di apartemen, " ucap Erik menepati janjinya.
" Iya, buruan istirahat, " ucap Ella.
" Tapi masih kangen, " ucap Erik dengan nada manja, " video call boleh? " lanjutnya.
" Iya, tapi bentar aja ya, " jawab Ella
Erik langsung menutup teleponenya dan beralih ke panggilan vidio.
" Hay ... udah ngantuk ya? " tanya Erik setelah melihat wajah cantik Ella di layar ponselnya.
" Belum kok, tadi kan sudah tidur, "
lalu mereka berdua mengobrol hingga pukul dua pagi, pembicaraan tidak penting di bahas oleh Erik, sampai akhirnya Ella tertidur dengan telepone yang masih menyala.
" Ditinggal tidur deh, hihihi kenapa makin cantik kalau pas tidur, " ucap Erik sambil memandang layar ponsel yang masih menyala itu, lalu Erik ikut memejamkan mata sambil telepone yang masih terhubung tepat kamera mengarah pada wajahnya.
Terimakasih sudah membaca, membosankan??
minta masukkannya kalau begitu!
__ADS_1
jagan lupa ditunggu likes, votes, dan comennya๐๐