
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Taqobbalallahu minna wa minkum, Taqobbal Yaa Karim
Semoga Allah mengampuni dosa2 kita dan menerima semua amal2 ibadah kita.....Aamiin...Semoga kita tetap sehat, selalu dlm lindunganNya Aamiin.
Mohon maaf lahir dan batinππ»ππ»ππ»ππ»
Rehuella.
Sesuai janji saya, saya akan mengumumkan pemenang challenge tahap 1
.
Yang belum beruntung jangan kecewa ya dan selamat bagi yang beruntung, nama yang saya tulis silahkan kirim Nomor ponsel via messenger ya, saya tunggu :
β’ Nurhalimah Ar Rahman
β’ Wakhosyar Rohmana
Masing-masing mendapatkan pulsa 50rb.
Happy reading, jangan lupa tekan like ya.ππ
π
π
Saat ini Erik tengah menunggu dokter penyakit dalam wanita yang akan memeriksa istrinya, mereka berdua sudah memasuki kamar VVIP di rumah sakit itu, Erik yang merasa lelah merebahkan tubuhnya di sofa besar yang ada di ruangan itu, sedangkan Ella masih terlelap sedari tadi karena pengaruh obat yang diberikan suaminya, Erik yang merasa lelah dengan cepat pergi ke alam mimpinya.
Suara pintu terbuka membuat Ella terbangun dari tidurnya, perlahan dia membuka matanya, terlihat seorang dokter wanita dengan rambut bob yang sangat cocok dipadukan dengan bentuk rahangnya, dokter cantik itu mendekat ke arah Ella, dan menyapa Ella.
β Selamat sore Nona, maaf mengganggu, β Ella hanya mengangguk seolah memberitahu bahwa dia tidak merasa terganggu dengan kedatangannya, bahkan dia dari tadi menunggu kedatangannya.
β Maaf Nona saya dokter penyakit dalam di sini, apa ada yang bisa saya bantu? β tanya dokter yang bernametag Viona tersebut.
__ADS_1
β Saya sebenarnya hanya telat makan Dok! Mungkin magh saya kambuh, β ucap Ella menjelaskan fakta yang sebenarnya , dokter Viona hanya tersenyum manis ke arah Ella.
β Hampir semua orang sakit bicara seperti itu saat datang pada saya, bilangnya nggak sakit! Eee taunya gastritis habis itu kalau sudah parah bilangnya dokterya salah diagnosis, β ucap dokter Viona yang sangat ramah dan cerewet itu.
β Saya periksa dulu ya, β lanjutnya, Ella yang mendengar itu kembali merebahkan tubuhnya ke brankar.
Sedangkan Erik yang mendengar suara berisik langsung terbangun dari mimpi indahnya, dia menatap ke ranjang istrinya, melihat wanita di samping istrinya itu, dia yang sebelumnya berniat mendekat ke Ella seketika dia urungkan karena melihat wanita yang sangat dia kenali itu. Erik diam mematung, menatap sosok wanita cantik berambut pendek yang berdiri di samping istrinya, Ella yang menyadari suaminya sudah bangun langsung menyapanya.
β Mas sini, dokter nya sudah datang, β ucap Ella yang membuat Erik semakin canggung, dia bukan takut pada Ella tapi dia hanya takut jika wanita itu akan mengenalinya.
Dokter Viona yang menyadari bahwa ada orang lain selain mereka berdua, segera menoleh ke arah sofa, dia tercengang melihat Erik yang masih tampan seperti dulu, sekian lama dia menunggu waktu untuk bertemu dengan lelaki itu, akhirnya penantiannya terbayar saat ini.
β Erik, β ucap dokter Viona, dia berjalan mendekat ke arah Erik, Erik masih diam di tempatnya, tidak mau membalas sapaan wanita di depannya itu, dia melirik ke arah istrinya yang sudah menghilangkan senyum di bibirnya, Viona yang tidak mendapat jawaban dari Erik, tiba-tiba langsung menghambur memeluk Erik.
Haduh! Bisa perang ini! Batin Erik yang melirik Ella, melihat raut wajah istrinya yang sudah berubah.
β Bagaiman kabarmu? Kenapa nggak ngasih kabar sekali setelah lulus SMA? β ucap dokter Viona yang masih memeluk Erik, dia tidak menjawab pertanyaan Viona, dia hanya menatap istrinya yang sudah berwajah masam, setelah menyadati itu dia langsung melepaskan pelukkan Viona.
β A-a aku baik, β ucap Erik terbata, karena kesulitan menelan ludahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
β Kamu tenanglah! Adikmu baik-baik saja, dia seperti itu karena terlambat makan, jadi jangan khawatirkan adikmu, β ucapan Viona membuat Erik menatap heran ke arahnya, dia yakin pasti kali ini Ella akan benar-benar marah, dan menyuruhnya berpuasa lebih lama lagi, dia kembali melirik Ella yang sudah tidur menyamping sambil memainkan ponselnya, dia pura-pura menjadi adik pengertian yang memberikan ruang bagi keduanya agar masa lalunya segera tuntas.
β Sudah. Nona Rehuela baik-baik saja, β jelas Viona.
β Apa? Dia bukan Nona Rehuella, tapi dia Nyonya Erik! β ucap Erik tegas pada Viona, yang membuat Viona kaget tidak percaya.
β Dia istrimu? Yang benar saja kamu menikahi daun muda seperti dia? Atau jangan-jangan kamu pedofil ya? β ucap Viona yang membuat Erik bertambah emosi.
β Pergilah! Tolong segera antarkan obat untuk istriku, β ucap Erik menegaskan kata istri pada Viona yang tengah menatap Ella.
β Erik... Erik. Kamu memang tidak pernah berubah, dulu kamu juga memperlakukanku seperti itu, β ucapan Viona membuat Ella mau tidak mau menatap ke arah dua manusia itu, Ella yang curiga tentang kisahnya diam-diam menguping apa yang mereka ucapkan.
β Iya. Itu dulu saat aku masih mengidolakanmu, tapi sekarang sudah tidak lagi, β ucap Erik sambil menatap ke arah Ella, pandangan keduanya bertemu, Erik mencoba mengajak senyum pada Ella, tapi Ella enggan membalas senyumannya, tatapannya masih datar tak ingin mengeluarkan ekspresi hatinya.
Viona lalu tersenyum kecut ke arah Erik, mengedipkan mata sebelahnya, Erik yang melihat itu hanya bisa memejamkan matanya dan berusaha menahan emosinya, bisa-bisanya dia dulu mengidolakan wanita seperti ini, beruntungnya dulu wanita di depannya ini menolaknya, Viona dulu jadi primadona saat duduk di bangku SMA, Erik yang dulu ingin mencoba berpacaran berusaha mendekati Viona, tapi dia kalah bersaing dengan pria lawannya yang keturunan Belanda itu. Bahkan Damar selalu membullynya gara-gara ditolak oleh Viona, sampai akhirnya dia bertemu dengan Jingga dan berakhirlah dengan pengkhianatan Jingga dan sahabatnya, hingga membuat Erik tidak ingin berpacaran lagi, dan pada saat itu dia menyadari bahwa di hatinya masih ada nama seseorang di sana.
__ADS_1
β Pergilah jika sudah selesai dan segera bawakan obatnya, untuk istriku, β ucap Erik pada Viona. Dia lalu berjalan keluar meninggalkan pasangan itu, dalam hatinya berpikir Erik memang tampan tapi dia kalah tampan dari suaminya, dia tadi hanya syok saja, setelah sekian lama tidak mendapat kabar dari Erik, tiba-tiba dia muncul dihadapannya, pria itu dulu memang posesif padanya, tapi perhatiannya hanya sekedar teman dengan teman, dan sampai sekarang sifatnya tidak berubah sama sekali, masih sama seperti dulu, tapi beda nya sifat posesifnya itu untuk istrinya.
Erik yang masih berdiri di dekat sofa, perlahan berjalan mendekat ke arah ranjang, ke arah istrinya yang sudah dari tadi memunggungginya, dia menepuk pelan pundak Ella dua kali.
β Yang, β panggil Erik, tapi Ella tidak kunjung membalikkan badan, Erik lalu berpindah duduk di tepi ranjang.
β Sayang...β ucap Erik mengelus punggung Ella.
β Hmm ... Kenapa? β ucap Ella yang pura-pura tidak peduli dengan ucapan Erik.
β Cemburu ya? β ucao Erik sambil berusaha menggoda Ella.
β Nggak! Aku sudah biasa saja melihatmu selalu disapa wanita cantik, β jelas Ella yang berusaha menutupi perasaannya yang sebenarnya memang dia sedang dilanda cemburu.
β Beneran nih nggak cemburu? β tanya Erik meyakinkan, Ella hanya diam lalu meletakkan ponselnya di meja samping brankar, kembali tidur sambil menarik selimut sampai ujung lehernya. Erik yang melihat kelakuan Ella langsung menyusul Ella masuk ke dalam selimut tebal itu.
β Hey... Ngapain tangan kamu! β pekik Ella saat tangan Erik sudah meraba bagian sensitifnya.
β Cuma melepas kerinduan Yang, β ucapnya, Ella hanya bisa membiarkan Erik memeluknya dari belakang, Erik menyandarkan dagunga di punggung Ella, dia bercerita semua kisahnya dengan Viona, saat itu dia hanya terobsesi saja karena banyak lelaki berlomba-lomba ingin memacarinya, bukan cinta yang tumbuh seperti cintanya untuk istrinya.
β Sudah jelaskan! Dari dulu Mas itu cintanya dengan anak nya Pak Danu bukan dengan perempuan lain, β jelas Erik di akhir kalimatmya.
Ella yang mendengar penjelasan Ella segera membalikkan badan menghadap Erik, lalu memeluk leher Erik yang ada lebih rendah dari kepalanya sekarang, dia menunduk mendekatkan bibirnya dengan bibir suaminya, niatnya memberikan kecupan singkat gagal, karena Erik sudah dengan kasar mencium bibirnya, tapi lama kelamaan Ella menikmati ciuman itu, karena Erik merubahnya dengan ciuman lembut. Hingga suara pintu terbuka keduanya segera melepaskan pangutannya, perawat itu masuk tanpa ada perasaan bersalah, padahal Erik sudah menatap tajam perawat itu yang masuk tanpa mengetuk pintu.
β Maaf menganggu, Tuan! Saya hanya ingin memberikan obat pada Nona Rehuella, β jelasnya.
β Tolong diralat! Dia Nyonya Erik Ramones, β ucap Erik tegas, yang membuat perawat itu segera mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian perawat itu Erik mengunci pintu kamar karena tidak ingin diganggu, dia kembali menyentuh istrinya.
β Yang, β panggil Erik.
β Apa Mas terlalu terlihat tua jika bersanding dengan mu? β Ella langsung menoleh ke arah Erik, dan tersenyum padanya.
β Mau kamu tua atau keriput pun, aku akan selalu berdiri di sisi kirimu, menggengam tanganmu saat badai tiba, β ucap Ella tulus, membuat Erik semakin mengeratkan pelukkannya, karena merasa dicintai.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mau membaca di saat sibuk menjamu tamu.
Minta rate bintangnya dong, biar aku juga semangat buat ngetik part selanjutnyaπ.