Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Meet You Again


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


SYDNEY, AUSTRALIA


POV ELLA


Aku terbangun karena terdengar dering suara ponsel di sampingku, mataku masih terpejam mencoba meraba mencari dimana letak ponselku.


" Ketemu, " ucapku tanpa suara.


" Hallo," ucapku setelah menggeser tombol bewarna hijau.


" Hallo aunty, " terdengar suara Sashi.


" Buka matamu La, apa kau tak merindukanku setelah hampir seminggu berpisah? "ucapnya padaku.


" Ngantuk Shi, kamu menganggu waktu istirahatku saja, " ucapku.


" Hey... coba liat siapa ini sayang, gadis perawan jam segini belum membuka mata, pantes saja cowoknya kabur,? " aku pun membuka mataku perlahan dan melihat wajah mungil yang masih memejamkan matanya.


" Masya Allah, cantik seperti auntynya Shi, jadi siapa namanya baby G ini? " tanyaku setelah melihat bayi yang baru lahir itu.


" Ghea batari prasetya,"


" Nama yang cantik seperti babynya, " ucapku.


" Bagaimana rasanya melahirkan, apa sakit? " tanyaku pada Sashi.


" Nggak sakit kok, mas Damar aja minta nambah lagi setelah masa nifas selesai heheheh, " ucap Sashi.


" Apa segitu enaknya melahirkan, hingga kamu berniat memberi adik ke Ghea? " tanyaku yang masih penasaran.


" Hahahaha... sudahlah lupakan, bagaimana kabarmu disana apa sudah bisa melupakan mantan? apa kamu betah? " canda Sashi padaku.


" Sejauh ini aku betah sih, dan jangan bahas mantan lagi ya, aku bersusah payah melupakannya tapi kamu membuatku kembali mengingatnya, " ucapku pada Sashi.


" Hahahah.." terdengar suara tawa Sashi diujung telepone.


" La ini kak Damar mau bicara, " lanjutnya.


" Baiklah, berikan ponselmu padanya, "


" Hallo kak Damar, selamat jadi papa muda!, semoga jadi anak sholehah " teriakku saat melihat wajah kak Damar dil ayar.

__ADS_1


" Baiklah terima kasih, bagaimana kabarmu, apa sudah menemukan uncle baru buat Ghea? "


" Ih... kakak baru juga satu minggu, nantilah kalau dapat aku kabari, " ucapku menanggapi candaanya.


" Kakak pengen kamu segera menyelesaikan kuliahmu habis itu buruan nikah, heheheh, " ucap kak Damar.


" Apa kakak segitunya kehilangan diriku, hingga menyuruhku untuk segera menyelesaikan kuliahku, " ucapku pada kak Damar


" Bukan begitu la, tapi Erik, "


" Stop kak ! jangan sebut nama dia lagi saat telepon padaku, " ucapku memotong ucapannya.


" Apa kau tak mau mendengar kabar darinya? " tanya kak Damar lagi.


" Terserah dia mau melakukan apa, aku tak akan peduli lagi, " ucapku pada kak Damar.


" Baiklah okey, " ucap kak Damar.


" Bagaimana kabar ayah, apa dia bahagia dengan kedatangan cucu pertamanya? " tanyaku pada kak Damar.


" Tentunya bahagia dong, setelah membuang anak gadisnya yang menyusahkan, lalu ayah mendapatkan bayi menggemaskan ini, " ucap Damar.


" Benarkah begitu? apa ayah tak mau mengakui aku lagi sebagai putrinya, katakan aku tak akan pulang kalau dia tak menjemputku. " ucapku menaggapi candaanya.


" Sudah pasti dan memang harusnya seperti itu. udah dulu ya kak, Lala mau siap -siap ke kampus, ntar dilanjut lagi, " ucapku


" Baiklah, jagalah diri mu belajar yang benar biar cepat lulus, " ucap kak Damar.


" Okey, aku tau pasti kamu kehilangan diriku, " ucapku lalu segera menutup panggilan vidio tersebut.


Setelah pak iwan mengantarku sampai depan kampus aku pun menyapa temanku yang baru dua hari ini aku berkenalan.


" Nindi.." ucapku sambil melambaikan tangan kearahnya.


" Hai La, baru datang juga? " tanya Nindi padaku. aku pun hanya mengangguk.


Nindi adalah mahasiswi yang datang dari Kalimantan timur, dia melanjutkan kuliahnya di sini setelah sebelumnya kuliah di UGM, dia sama sepertiku mengambil jurusan spesialis anak, dan dia tinggal di salah satu apartemen di dekat sini. Dia tinggal sendirian tak ada sanak saudara disini.


" O ya La, kamu mengenal mahasiswa dari Indonesia juga nggak katanya dia ambil spesialis bedah disini, " tanyanya padaku.


" Dia berasal dari Jakarta," lanjutnya.


" Nggak tau, di sini yang ku kenal baru kamu, hehehe, " ucapku sambil tersenyum kearahnya.

__ADS_1


Kami pun segera masuk saat jam kuliah akan di mulai, aku mengikuti kuliah dengan baik, di tengah pelajaran, seketika aku merasa tidak nyaman karena rasa mulas di perutku. aku pun segera meminta izin ke toilet, berlari kecil karena sudah tidak tahan.


BRUKKK....


"Aduh..." ucapku saat menabrak laki- laki di depanku.


" Sorry...sorry... i'am sorry " ucapnya


" Kamu...! " ucapku padanya sambil melotot.


" kenapa bisa bertemu lagi denganmu lagi sih, " ucapku. Lalu segera meninggalkannya karena sudah tidak tahan sakit perut.


Setelah selesai aku pun keluar dari toilet, aku pun dikejutkan dengan laki- laki yang menabrakku tadi, dia sudah berdiri didepan pintu toilet.


" Apa kamu tidak ada pekerjaan? sehingga orang di toilet saja kamu ikuti? " tanyaku padanya. dia tak menjawab pertanyaanku, dia menarik tanganku dan membawaku keluar dari toilet.


" Apa kita jodoh? kenapa Tuhan selalu mempertemukan kita? " ucapnya padaku dengan tersenyum manis.


" Apa kamu gila, kamu selalu bicara nglantur saat bertemu denganku. " ucapku yang sudah berdiri di depannya dan mencoba melepaskan tangannya.


" Siapa namamu, " tanyanya padaku.


" Jangan harap dengan semudah itu kamu bisa tau nama ku, " ucapku sambil menampik keras tangannya yang mencekal tanganku. dia pun hanya tersenyum menatap kepergianku.


" Heh, dasar orang sinting, nggak di Jakarta nggak disini selalu ketemu dia, ya Allah semoga bukan dia jodohku, " ucapku lirih setelah mengingat ucapannya tadi.


" Sampai jumpa lagi dipertemuan berikutnya nona, " teriaknya padaku yang masih dapat kudengar. Aku pun tak menanggapi ocehannya, berjalan kembali ke kelas dan melanjutkan materi kuliah hari ini.


" Ada apa dengan wajahmu, " tanya Nindi padaku, saat aku sudah duduk disampingnya.


" Kau tau aku tadi bertemu orang gila disini, " ucapku padanya.


" Hehehe mana ada orang gila masuk kampus La, ada- ada saja kamu, " ucap Nindi


" Sudah lah tidak usah dibahas lagi, " ucapku mengalihkan pembicaraan.


" Kenapa selalu ada dia sih? " tanyaku dalam hati , aku pun segera membuang bayangan wajahnya jauh -jauh.


Aku segera mengikuti materi kuliah hari ini sampai pelajaran selesai.


Terima kasih sudah mampir, kita bikin erik nunggu lagi ya, akan sekuat apa dia nanti,


jangan lupa like, vote, comentnya. biar semangat nglanjutin ngetik part selanjutnya 👍🙏

__ADS_1


__ADS_2