Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Paket Misterius


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.๐Ÿ™๐Ÿ‘


Ella Pov


Aku merebahkan tubuhku sambil mengingat ucapan Mas Erik tadi siang, aku masih belum percaya jika dia akan menikahiku secepat ini.


" Apa ini akan berhasil? " tanyaku lirih pada diriku sendiri. Aku masih meyakinkan diriku bahwa semua akan baik- baik saja.


" Lala! kamu ini bikin tante jantungan, bangun kamu! " teriak tante Sinta saat sudah berada di dalam kamarku, aku sendiri juga kaget kenapa tante rempong satu ini tiba- tiba bisa berada di Jakarta.


" Tante kenapa sich, kok teriak- teriak bikin Lala kaget, " ucapku.


" Apa Erik menghamilimu? kenapa menikah mendadak seperti ini? " ucapnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah perutku.


" Tante, Lala masih virgin, nggak akan mungkin hamil diluar nikah, " jelasku pada tante Sinta, kulihat dia menghela nafas lega.


" Syukurlah, terus kenapa acaranya mendadak seperti ini. Kamu tau begitu Damar mengabari tante tadi siang tante langsung mencari tiket ke Jakarta, " ucap tante Sinta.


" Ya nggak papa dong tant, " ucapku yang tak peduli dengan ucapannya.


" Ini besuk kamu harus perawatan pakai lulur yang tante bawa, ini asli dari Bali langsung, buatan orang sana, " ucapnya sambil menyerahkan box perawatan pra nikah ke tanganku.


" Siapa yang mau makai lulur itu tant, Lala nggak suka sama aromanya, " ucapku setelah mencium lulur Bali tersebut.


" Ini buat nyenengin suamimu, bukan buat kamu. Pokoknya wajib pakai ini, perawatan khusus sebelum nikah, " jelasnya lagi.


" Penyiksaan ini namanya, " ucapku yang tak terima.


" Sudah ayo turun kita makan bersama, om sama ayahmu sudah nungguin di sana, " ajak tante Sinta.


" Tante duluan saja, " ucapku, karena aku masih lelah setelah perjalanan naik motor tadi.


Pagi harinya aku terbangun karena merasakan tepukan tangan di kedua pipiku,


" Aduh, siapa sich. Ganggu orang tidur aja, " ucapku yang merasa terganggu.


" Bangun La, besuk hari bahagiamu harusnya kamu mempersiapkan diri, " ucap Sashi lalu meletakkan bayi Gheo di atas dadaku, aku reflek memeluk bayi berusia delapan bulan itu.


" Ayo sudah datang petugas skin carenya nungguin kamu, " ucap Sashi aku masih berbaring menikmati aroma bayi laki -laki itu.

__ADS_1


" Siapa yang manggil kesini? " tanyaku.


" Siapa lagi kalau bukan tante Sinta, " ucap Sashi.


" Kenapa menikah seribet ini sich, " ucapku lalu duduk dan memangku bayi Sashi.


" Sudah menurut saja, ini juga demi menyenangkan suamimu, " ucap Sashi lalu segera mengambil anaknya.


" Sana mandi, " lanjutnya.


Aku hanya bisa menuruti keinginan tante Sinta, sebelum aku turun ke bawah, tante Sinta datang menyerahkan sebuah paket kotak bewarna merah marun dangan pita hitam di atasnya.


" Dari siapa tant ? " tanyaku saat melihat paket yang dibawa tanteku.


" Tante juga nggak tau, bu Lusi yang menerima tadi, " jelasnya.


" Sudah, dibuka saja siapa tau di dalam ada nama pengirimnya, " perintah tante Sinta.


" Bagaimana kalau ini terror biar aku batal menikah, " ucapku panik karena takut jika benar, tante Sinta tersenyum kearahku.


" Emangnya kamu artis fenomenal, bisa- bisanya punya pikiran seperti itu? " cibirnya.


" Bismillah, semoga ini hal baik, " ucapku saat membuka paket misterius di tanganku, bibirku terangkat saat melihat isi kotak itu, baju kebaya bewarna Turqoise muda dangan batik di bawahnya lengkap dengan bros emas yang juga sudah di sediakan didalam kotak.


" Dari siapa La, " tanya tante Sinta.


" Belum tau, " jawabku.


Saat kuangkat baju kebaya itu, terlihatlah sebuah kertas bewarna pink dengan tulisan tangan, dan aku tau betul tulisan tangan siapa itu.


" Ini tante ada suratnya, " ucapku sambil menunjukkan surat di tanganku.


" Sayang, sudah 5 tahun yang lalu Mas memesan baju ini, berharap akan segera melihatmu mengenakkannya, mungkin besuk pagi adalah waktu yang sudah ditakdirkan oleh Allah untuk kita, semoga kamu suka dan semoga kebaya ini masih muat di badanmu. "


yang mencintaimu,


ERIK


ย 

__ADS_1


" Apa tante percaya dia sudah memesannya 5 tahun yang lalu? " tanyaku, tante Sinta yang mendengar pertanyaanku hanya diam dan tersenyum.


" Dia itu cinta mati sama kamu, jadi mungkin saja, dan saatnya kamu membalas cintanya, ayo buat dirimu cantik agar dia semakin terpesona denganmu, " ucap tante Sinta. Belum aku berdiri ku dengar bunyi ponselku, segera aku meraihnya dan menggeser layar ponsel meletakkan ditelingaku.


" Hallo, " ucapku


" Hallo sayang, apa sudah kamu terima paketnya? "


" Sudah, terima kasih Mas, " ucapku.


" Panggil sayang, sudah waktunya kamu memanggilku seperti itu, " pintanya padaku.


" Hehe, Mas kan lebih tua dariku, jadi lebih baik aku memanggilmu Mas saja, " jelasku.


" Sayang,,," panggil Mas Erik dengan manja.


" Baiklah, aku akan memanggilmu seperti itu".


" Mas pengen dengar, " pintanya lagi yang memang harus segera dituruti.


" Besuk ya, pasti akan kupanggil seperti itu, " jelasku.


" Apa besuk saat malam pertama kita? tapi aku mau kamu memanggil nama Mas saat malam pertama kita, " pintanya.


" Mas, jangan mulai mesum deh, di sini ada tante Sinta, " kulirik tante Sinta yang tertawa tanpa suara.


" Hahaha, baiklah maafkan calon suamimu ini, " ucapnya yang menertawaiku karena malu.


" Apa Mas nggak kesini? " tanyaku yang memang sedikit merindukannya.


" Apa kamu merindukan Mas? tapi maaf, Mas nggak bisa menemuimu, karena mama sudah mengurungku di kamar, " ucapnya.


" Hahaha, ya sudahlah turuti saja itu juga demi kebaikkan kita, " ucapku mengingat wajah Mas Erik yang kebosanan dikamarnya.


" Tentu aku akan menurutinya sayang, tunggu Mas besuk, aku akan segera melihatmu memakai baju itu, " ucapnya.


" Baiklah sampai ketemu besuk, " pamitku padanya.


Setelah telepon ditutup tante Sinta segera memanggil petugas skincare masuk kedalam kamarku aku memulai perawatan dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aku juga sudah mengabari bunda Kenzie, dan dia akan datang sore nanti bersama ayah Kenzie, Keysa tidak bisa ikut karena dia juga sedang melakukan persiapan pernikahannya, aku juga menyuruh ayah dan bunda Kenzie untuk tinggal dirumah yang Kenzie berikan kepadaku dan mereka menyetujuinya.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir jangan lupa vote, like dan comentnya๐Ÿ‘๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2