Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Istri Nakal


__ADS_3

Happy reading, sudah up pagi semoga banyak like dan votesπŸ˜πŸ€—


.


.


.


Hari ini Ella mulai bekerja di rumah sakit suaminya, walau dia sering datang ke rumah sakit, tapi rasa nerveos tetaplah menyerangnya, Erik membukakan pintu mobil untuk Ella, setelah istrinya turun, dia mengaitkan jemarinya ke tangan istrinya sambil menoleh ke arah wajah cantik istrinya.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah sakit, diiringi tatapan mata dari para perawat di sana, lantaran Ella sudah mengenakan sneil putihnya, tanda dia sudah siap untuk melayani pasien. Namun, pagi ini penampilannya kurang sempurna karena dia hanya mengenakan sandal jepit swallow bewarna hitam akibat kejadian tadi pagi.


Erik membukakan pintu ruang praktik istrinya saat mereka sudah sampai, jam masih menunjukkan pukul 7 lewat 30 menit, jadi masih banyak waktu berduaan untuknya dan Ella.


β€œ Bagaimana apa sesuai seleramu? ” ucapnya yang menghentikan Ella dari rasa terkagumnya. Erik telah mengubah ruangan itu menjadi warna hitam putih dan banyak memberikan gambar panda, serta boneka- boneka panda yang berbagai bentuk.


β€œ Apa ada costum panda? sepertinya akan terlihat lucu ketika anak kecil datang kemari? ” tanya Ella berjalan masuk ke dalam ruang praktiknya.


β€œ Hehehe... Ide bagus itu, besuk Mas pesankan, ” ucap Erik yang menganggap ucapan Ella dengan serius.


β€œ Iya tapi kamu yang akan memakainya! Mas pandanya dan aku dokternya, ” canda Ella yang membuat Erik ingin mencium wajah lucu istrinya. Kecupan singkat pun Erik berikan di pipi Ella.


Selang beberapa menit, pintu ruangan terbuka, terlihat seorang wanita berdiri di balik pintu dengan buku catatan di tangannya.

__ADS_1


β€œ Selamat pagi Dok, ” sapa perawat Hanin saat pertama kali masuk melihat Erik dan istrinya.


β€œ Hay Hanin! Selamat pagi, bagaimana? apa sudah siap? ” tanya Erik ramah pada perawat yang baru masuk itu.


β€œ Sudah Dok, saya siap memulai pekerjaan saya hari ini, ” jawabnya yang masih menatap Erik tanpa melihat ke arah Ella.


β€œ O ...ya kenalkan ini dokter anak di sini sekaligus istri tercinta saya, ” ucap Erik memperkenalkan Ella pada perawat yang berusia 27 tahun itu. Hanin menyambut ramah ucapan pemilik rumah sakit itu, dia mengulurkan tangan ke arah Ella, senyumnya semakin menawan saat Ella menggodanya, bertanya tentang pacar, sebenarnya Ella sedikit tidak enak hati, karena melihat kecantikan Hanin yang melebihi rata-rata, dia takut suaminya akan tertarik padanya.


β€œ Hehehe... Saya sudah bersuami Dok, bahkan saya sedang hamil 3 bulan dan Dokter Erik yang menjadi dokter kandungan saya, ” jelas Hanin pada Ella. Ella masih bisa tersenyum saat Hanin mengatakan hal itu, tapi tiba-tiba dia menatap suaminya dengan senyuman kecut, lalu membawa Erik masuk ke dalam toilet yang ada di ruangan itu.


β€œ Kenapa Yang? Ini toilet! Lagian kamu juga sedang datang bulan mana bisa kita melakukannya saat ini, ” ucap Erik yang meluapkan pikiran mesumnya.


β€œ Hah! ” kaget Ella setelah mendengarkan ucapan suaminya, lalu dia mencubit pinggang Erik yang membuat Erik berteriak karena kesakitan.


β€œ Kalau iya memangnya kenapa? ” bisik Erik di depan wajah Ella, sambil menatap jahil ke arah wajah istrinya, membuat bibir Ella maju ke depan karena merasa cemburu, dia lalu menghela nafas panjang, dia teringat akan janjinya, bahwa dia merestui Erik sebagai dokter kandungan, jadi dia juga harus menerima resikonya, Ella yang jahil membalas perlakuan Erik, dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya, lalu tersenyum nakal ke arah Erik, Erik yang mulai siaga segera memundurkan badannya hingga membentur dinding belakangnya. Tangan Erik pun menahan pundak Ella yang hampir menempel di tubuhnya.


β€œ Yang ... No! Hush... Hush... Jangan menyiksaku! ” usir Erik yang sudah tidak lagi menahan hasratnya karena ulah Ella yang nakal, Ella yang mendengar itu justru semakin ingin menggoda suaminya, dia dengan panas menciumi bibir Erik tapi Erik enggan membuka mulutnya, karena menurutnya akan berakibat fatal.


Hingga lipstik bewarna merah darah itu membekas di area bibir Erik, membuat Ella tertawa bahagia karena melihat wajah Erik yang menggemaskan, Ella ingin mengulangi ciuman itu, tapi suara ketukan pintu mengharuskan dia meninggalkan suaminya.


Ella berjalan ke arah pintu, setelah sampai dia menoleh ke arah Erik sambil mengedipkan satu matanya, Erik yang melihat itu hanya bisa mengatur nafas agar bisa manahan hasratnya, lalu berjalan mengikuti langkah kaki Ella.


Hanin menahan senyumnya ketika melihat kondisi wajah Erik yang penuh dengan bekas kecupan itu, rona merah masih terlihat di wajah Erik yang putih bersih itu, Ella yang melihat hanin menahan tawanya, langsung menoleh ke arah Erik.

__ADS_1


β€œ Mas... ” panggil Ella sambil membidik kamera ponsel yang baru saja dia ambil dari kantong jas nya. Lalu memperlihatkan ke arah Erik.


β€œ Awas ya kamu! ” ancam Erik setelah melihat hasil bidikkan Ella, Ella dan hanin tertawa renyah saat melihat Erik langsung berlari ke toilet.


β€œ Haduh! Dokter Erik bisa marah juga ya ternyata, ” ucap Hanin saat melihat raut wajah Erik yang masam ketika berlari tadi.


Sedangkan Ella menatap hanin yang masih juga belum berhenti menertawai suaminya, Ella menjadi tak suka dengan nada tertawa Hanin yang sangat memekakan telinga itu, Ella lalu menyuruh Hanin untuk pergi.


β€œ Sudah! Sana mulai kerja! ” ucap Ella yang mulai kesal karena Hanin berlama-lama menikmati wajah lucu suaminya. Hanin yang tersadar akan kelakuan buruknya segera meninggalkan ruangan hitam putih itu.


Erik kembali masuk ke dalam ruang praktik istrinya setelah berhasil membersihkan noda lipstik yang Ella berikan, dia menghampiri istrinya yang sudah duduk di kursi kebesarannya, Erik duduk di depan Ella sambil menatap istrinya, tatapannya seperti ingin membalas dendam, Ella yang melihat itu dalam hatinya tersenyum geli.


β€œ Apa? ” ucap Ella dengan nada menantang ke arah Erik. Erik tidak mau lagi meladeni istri nakalnya itu, dia hanya menatap Ella dengan tatapan menusuk.


β€œ Tunggu ya 5 hari lagi, Mas nggak akan mengampunimu, ” ancam Erik sambil berjalan meninggalkan ruangan Ella.


β€œ Akan aku tunggu Yang! ” Ucap Ella menjawab ancaman Erik.


β€œ Kamu mau kemana? ” lanjut Ella saat melihat Erik berjalan ke arah pintu.


β€œ Kerja! ” jawabnya singkat sambil menoleh ke arah Ella.


β€œ Sini kiss dulu! ” ucap Ella sambil menunjuk bibirnya dengan jari, Erik tidak menghiraukan ucapan Ella, karena takut terkena stempel lagi, dia berjalan ke arah lift yang akan membawanya ke ruang pribadi miliknya, saat di dalam lift senyumnya tak berhenti terukir saat mengingat kelakuan nakal istrinya, sepertinya hari ini Erik terlihat sangat bahagia. Dia terus menyentuh bibirnya menyentuh rasa hangat yang masih terasa di sana, hingga sampai di ruangan yang penuh dengan pekerjaan itu.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya saya jangan lupa untuk selalu mendukung karya saya, caranya mudah hanya tekan like, dan votesπŸ€—πŸ’ͺπŸ™


__ADS_2