Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Wisuda


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


Pov Ella


Hari ini adalah hari bahagia buatku, aku menatap pantulan diriku dikaca besar kamarku, " cantik dan anggun" ucapku memuji diriku sendiri. Aku ingin tampil beda di depan teman- temanku dengan memakai kebaya khas Indonesia, aku sengaja meminta kak Damar untuk membawakan kebaya yang aku simpan di lemari, kebaya bewarna merah hati dengan model sedikit sexy karena memperlihatkan bagian dada atas. Kebaya yang seharusnya aku pakai saat acara lamaran ulangku dengan Mas Erik tapi baru bisa aku pakai saat wisudaku.


" Sudah siap sayang, " ucap ayah mengagetkan karena datang tiba- tiba.


" Bentar lagi yah, coba ayah lihat ada yang kurang nggak? " tanyaku pada ayah.


" Sudah cantik, pasti nanti akan jadi pusat perhatian disana, " ucap ayah sambil tertawa meledeku.


" Ayah... Lala serius? " ucapku dengan manja.


" Sudah mau menikah juga masih manja kaya gini, " ucap ayah.


" Nggak papa, Lala kan manjanya sama ayah saja, kalau sama Zie kan nggak? " ucapku.


" Ayo berangkat, "


" Baiklah.. " aku pun segera turun merangkul lengan lelaki cinta pertamaku itu.


" Kak Lala cantik nggak, " tanyaku pada kak Damar yang sudah berdiri disamping pintu mobil.


" Cantik, kaya ondel- ondel. " canda kak Damar.


"Ih... kakak. " ucapku sambil memukul lengannya.


" Sudah ayo masuk mobil, keburu telat nanti, " aku pun segera masuk mobil menurut pada ayah.


" La, apa kamu tak ingin bicara dengan Erik jika sebentar lagi kamu akan menikah? " ucap kak Damar.


" Kenapa kak Damar bahas Mas Erik terus sih, apa dia nggak tau kalau selama ini aku mati- matian melupakannya, " batinku dalam hati.


" Aku rasa tidak perlu kak, dan aku juga sudah tidak peduli lagi dengan kehidupannya, " ucapku pada kak Damar.


" La, sebenarnya Erik, "

__ADS_1


" Kak, sudahlah sekarang Lala sudah move on, Lala sudang berjuang selama ini untuk melupakannya, jadi jangan membuka luka Lala lagi, " potongku pada kak Damar yang akan menceritakan tentang Mas Erik.


" Baiklah terserah kamu, kakak nggak mau kamu menyesal dengan pilihanmu," ucap kak Damar lagi.


" Lala, mencintai Zie kak dan nggak akan menyesal jika menikah dengannya. " jawabku


" Mar, sudahlah biar Lala memilih jalan hidupnya sendiri, " ucap ayah menasehati kak Damar, kak Damar pun tak melanjutkan perdebatannya denganku.


Setelah perjalanan tiga puluh menit mobil sampai di gedung kampus dua yang dijadikan tempat wisuda, saat aku membuka pintu mobil, kulihat Zie berjalan kearahku dan menyerahkan sebucket bunga untukku, dan aku pun segera menerimanya.


" Tumben? " tanyaku heran pada Zie.


" Karena hari ini, hari special untukmu, " ucapnya tersenyum kearahku. Lalu dia menyapa kak Damar dan ayah.


" Mana ayah dan bunda Zie? " tanyaku yang tak melihat calon mertuaku itu.


" Mereka sudah berada di dalam, " ucap Zie.


Kenzie pun mengajakku masuk kedalam gedung diikuti ayah dan kak Damar di belakangku. Benar yang dikatakan ayah, saat aku masuk gedung semua mata tertuju padaku dan Zie, seolah- olah aku yang menjadi bintang tamunya hari ini.


Kenzi meninggalkanku dan bergabung dengan ayah dan bundanya. Hari ini dia terlihat sangat tampan dari biasanya, meski dia tidak romantis, tapi dia selalu bisa membawa hatiku berbunga- bunga dengan sikap dan perhatiannya.


Mungkin ini waktu yang mendebarkan buat Zie karena ini adalah pengumuman wisudawan terbaik untuk jurusannya, dia masih tidak percaya jika namanya telah disebutkan oleh pembawa acara. Kulihat bunda Zie memeluknya dengan rasa haru dan sudah berurai air mata, tempat dudukku dan Zie memang tidak terlalu jauh jadi aku bisa melihatnya, dia pun berjalan ke depan sambil menatap kearahku, aku ikut bangga padanya aku pun mengacungkan kedua jempolku padanya dan berucap " hebat " padanya tanpa suara. Sambutan singkat dan penuh haru pun disampaikan oleh Zie diatas bodium.


Ucapan terimakasih dia sampaikan buat keluarga dan para rektor pembimbingnya. Aku sedikit menyesal karena dulu telah mengabaikannya, aku janji aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya.


Acara demi acara pun terlewati, kini aku bisa mendapatkan gelarku Sp.A dan Zie juga mendapatkan Sp.B nya. Aku segera berjalan memeluk Zie saat sudah berada diluar gedung.


" Happy graduation Zie, perjuangan kita belum cukup sampai disini, ayo kita kembangkan klinik kita, " ucapku memberi selamat pada Zie.


" Kamu juga, meskipun kamu bukan lulusan yang terbaik, tapi kamu tetap yang terbaik untukku, selamat wisuda Dr. Rehuella Zipora Spesialis anak yang suka ngegame, " ucap Zie padaku yang diakhiri dengan candaanya.


" Baiklah, aku kalah denganmu, " ucapku.


" Ayo foto, kita harus abadikan moment ini, " ucapnya mengajakku, kami pun berfoto dengan kedua keluarga besar kami, aku pun meminta Keisya untuk mengambil foto kami berdua, aku sangat bahagia hari ini tiga tahun yang lalu aku datang dengan lukaku, sekarang aku akan pulang ke Indonesia dengan cintaku.


" Habis ini mau kemana? " tanyaku pada Zie.

__ADS_1


" Nggak kemana-mana, cuma mau persiapan buat pernikahan kita, " ucap Zie dengan tertawa.


" Zie kamu nggak pengen foto prewed disini, buat cerita nanti ke anak dan cucu kita." ucapku


" Boleh juga idemu Re, nanti biar aku hubungi temanku, " jawabnya


" Ayo kita makan bersama dirumah, kita ajak Nindi juga, " ajakku pada Zie, dia pun menyetujuinya.


Kami pun pulang bersama, aku dan Zie semobil dengan ayah dan kak Damar, sedangakan orang tua Zie dengan Nindi dan maminya. Sebenarnya aku berniat untuk mendekatkan keluargaku dan keluarga Zie, karena dari awal pertemuan sepertinya kak Damar tidak begitu menyukai Zie aku nggak tau apa alasannya, ntah karena apa, aku bisa merasakan ketidaksukaan kak Damar. Tapi siang ini kulihat kak Damar berbicara dengan Zie ntah apa yang dibicarakannya membuat kedua lelaki tampan itu tertawa keras. Aku bahagia karena Zie bisa mengambil hati kak Damar secepat itu. Aku dan Nindi segera bergabung dengan kedua pria tersebut.


" Seru banget sepertinya,? " tanyaku saat sudah duduk di samping Zie,


" Iya kak Damar cerita tentang masa kecilmu, " ucap Zie padaku.


" Kak, " aku pun melotot kearah kak Damar.


" Kenapa? " ucapnya " aku cuma cerita realita bukan menggosip seperti kebanyakkan perempuan, " lanjutnya


" O, ya La besuk kakak mau balik ke Jakarta, "


" Kenapa buru- buru sih kak? " tanyaku.


" Kenapa nggak pulang sama Lala dan ayah saja, " tanyaku.


" Kerjaan kakak banyak La, kasian juga Ghea dan Sashi sudah kangen kakak, " jelas kak Damar.


" Baiklah, besuk aku dan Zie yang akan mengantar kakak ke bandara," ucapku.


Kami akhirnya masuk kedalam rumah untuk makan bersama merayakan hari keberhasilan kami. Zie dan Nindi beserta keluarganya pamit pulang setelah sore tiba.


" Apa kau bahagia La, " tanya kak Damar saat melihatku masuk kedalam rumah.


" Apa kakak tidak melihat ekspresi wajahku? Lala bahagia kak, bahkan sangat bahagia, kakak tidak perlu menghawatirkan aku, " jelasku pada kak Damar yang masih meragukan pilihanku.


" Baiklah kakak akan mendukungmu, " ucap kak Damar aku pun tersenyum saat mendengar kak Damar mengatakan itu.


" Terima kasih ya Allah karena engkau mempermudah semua urusanku, " ucapku dalam hati.

__ADS_1


Aku pun segera masuk ke.kamar dan beristirahat menyambut hari esok tiba.


Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like ya, vote juga boleh, dan coment.👍🙏


__ADS_2