
Happy reading jangan lupa untuk likenyaππ
*
*
*
Bruukk...
β Brengsek loe ya! β lelaki itu jatuh tersungkur karena seseorang sudah memukulnya, hidungnya mulai mengeluarkan darah segar. Erik melepas jas yang dia pakai lalu mengenakannya pada tubuh Ella, kembali dia menghampiri pemuda yang hampir saja menodai istrinya itu, dia meluapkan amarahnya, memukuli habis-habisan pemuda di depannya itu, hingga wajah pemuda itu berlumuran darah .
β STOP! β teriak Ella yang tidak ingin melihat kemarahan Erik lagi, dia sudah menangis tanpa suara dengan telinga yang ditutup dengan tangannya, baru sekali ini dia melihat Erik marah seperti itu, dia tau jika Erik jago karate, tapi Erik tidak pernah menunjukkan padanya.
β Cukup Mas! β ucap Ella menghampiri Erik, yang hampir melayangkan pukulannya ke arah pemuda itu lagi, Erik lalu melepaskan pemuda yang wajahnya sudah berlumuran darah itu.
β Kita pulang! β ucap Erik dengan nada dingin tanpa menatap ke arah Ella. Ella pun segera mengikuti langkah Erik yang sudah lebih dulu berjalan di depannya, kakinya sudah lemas karena berlari menghindari pemuda tadi dan dirinya juga masih syok dengan kejadian yang baru saja menimpanya, pintu lift terbuka dan Erik sudah masuk ke dalam lift, sedangkan Ella masih berada jauh dari pintu lift. Dia tidak sempat mengejar pintu lift yang dinaiki suaminya, tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi, sampai di depan pintu lift, dia menunggu hingga lift itu datang kembali, tak butuh waktu lama pintu lift terbuka dengan Erik yang masih berada di dalam lift, Ella masuk ke dalam lift yang hanya terisi mereka berdua, sejenak hening saat pintu lift sudah tertutup, Erik juga tidak berniat mengajak Ella berbicara, niatnya kesini untuk mengajak istrinya makan malam romantis harus gagal karena melihat istrinya hampir saja dinodai lelaki brengsek itu, salah Ella juga mengenakan baju yang sedikit terbuka di depan umum saat tidak sedang bersamanya.
Suara lift terbuka menyadarkan Erik dari lamunannya, segera dia melangkahkan kakinya lebih dulu dari Ella, saat berada di lobby dia bertemu dengan tante Sinta, Erik menatap tajam ke arah tantenya itu, dia merasa marah karena dia tidak menjaga istrinya dengan baik.
β Kenapa ini? Ada apa La? β tanya tante Sinta, yang terlihat bingung melihat wajah Ella yang sembab, Ella hanya diam, sejenak dia menghentikan langkahnya, berniat untuk pamit.
β Maaf Tan, aku harus pulang, β ucap Ella singkat.
__ADS_1
β Rik, jangan seenaknya bawa Lala pulang, pesta kita belum di mulai, β teriak tante Sinta saat melihat Erik tidak menyapanya sama sekali, Erik tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah tante Sinta.
β Saya masih menghargai Tante sebagai Adik Ayah, maka dari itu, tadi sore aku melepaskan istriku ke Tante, tapi apa! Tante nggak bisa menjaga Lala, dia hampir saja dilecehkan orang dan Tante sebut apa? Pesta! Pesta terkutuk itu! Hanya ibu bodoh yang membiarkan anaknya mengadakan pesta laknat seperti itu! β ucap Erik meluapkan amarahnya pada tante Sinta, sedangkan tante Sinta sudah diam tak berkutik, tidak menanggapi ucapan Erik satu kata pun, bagi tante Sinta pesta seperti ini sudah biasa di lingkungannya, suaminya juga tidak keberatan, tapi berbeda dengan Erik dan Ella yang masih mengusung budaya ketimuran.
Erik kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil, saat tidak mendapat jawaban dari tante Sinta, Ella segera mengikuti langkah suaminya tanpa mempedulikan tante Sinta, prioritasnya sekarang adalah suaminya, meredakan amarah pria itu.
Ella mulai panik saat Erik melajukan mobilnya di atas kecepatan minimum.
β Mas... Pelankan mobilnya! β teriak Ella yang sudah mulai takut, dadanya seperti terlepas dari tempatnya, dia takut terjadi sesuatu. Erik mengabaikan ucapan istrinya, dia justru menambahkan kecepatannya, hingga membuat Ella menutup matanya.
β Mas pelankan mobilnya atau turunkan aku disini! β teriak Ella karena sudah tidak tahan lagi menahan ketakutannya, jalanan memang nampak sepi karena ini jalanan menuju arah pantai, Erik segera menginjak remnya saat Ella mengucapkan kalimat terakhir.
β Turunlah! β perintah Erik saat mobil sudah berhenti, suaranya masih sama dingin seperti tadi, dia masih diselimuti amarahnya, Ella menatap sekelilingnya yang gelap tanpa penerangan, dia lalu mengurungkan niatnya untuk turun.
β Mas... β ucap Ella menatap Erik yang sedang menahan amarahnya, sambil memainkan pedal gas mobil itu, tangan Ella berusaha meraih tangan Erik namun Erik menepisnya dengan kasar.
Erik tidak menjawab panggilan Ella dia masih menatap jalanan depan menunggu Ella untuk turun. Ella yang melihat perlakuan Erik segera membuka pintu mobil, karena Erik benar-benar menyuruhnya keluar, dia lalu keluar dari mobil yang Erik kemudikan, dengan begitu pikirnya Erik akan benar-benar puas dan tidak akan marah lagi kepadanya, dia segera membanting pintu mobil itu saat sudah berada di luar mobil, Erik yang tidak peduli lagi dengan Ella langsung melajukan mobilnya, sedangkan Ella masih berjalan pelan, dia lapar, haus, bahkan dia tidak tahu kemana akan pergi, ponsel dan dompet juga berada di mobil, hanya pakaian yang menempel di tubuhnya yang dia punya saat ini, kenapa bulan madunya jadi kacau seperti ini, dia pun tak kuasa menahan air matanya, mengingat semua kesalahan yang dia lakukan, harusnya dia tidak menuruti tante Sinta, hingga membuat suaminya itu murka seperti ini, dia berhenti sejenak menatap hamparan pantai di seberang jalan yang terlihat indah di malam hari, lebih baik dia ke sana melepaskan kesedihannya, dia ingin berteriak sekeras-kerasnya, dan mungkin akan melanjutkan perjalanannya besok pagi mengingat sekarang sudah pukul 11 malam.
Saat dia menyebrang tiba-tiba ada mobil datang dari arah kirinya, dia hanya bisa memejamkan matanya erat, dalam hatinya berdoa bila ini adalah waktunya dia pergi, izinkan dia untuk mengucapkan kata maaf dulu pada suaminya.
1 detik
3 detik
__ADS_1
5 detik
Mobil itu tak kunjung menabraknya, mobil itu berhenti tepat 10 cm dari tubuhnya, Erik keluar dari dalam mobil menghampiri Ella, mengumpat kasar pada istrinya karena emosinya tidak kunjung mereda.
β Bodoh! β Ella membuka matanya saat mendengar suara yang sangat dikenali itu, dia menatap tidak percaya jika yang akan menabraknya adalah suaminya sendiri.
Bibir panas Erik dengan segera mencium bibir Ella, Ella terkejut dan membulatkan matanya, Erik mencium Ella dengan penuh amarah, ciuman yang sangat kasar, Ella baru kali ini merasakan ciuman Erik yang sangat memyakitkan hatinya, dia paham Erik sedang meluapkan amarahnya, perlahan Ella merasa bahwa dirinya kekurangan oksigen, dan itu karena dicium oleh Erik hingga dia tidak bisa bernafas, Erik menghentikan ciumannya saat menyadari Ella kehabisan nafas, menatap bibir istrinya yang bengkak memerah karena ciumannya tadi. Ella mengecap bibirnya yang sedikit tebal karena bengkak, membuat Erik ingin melanjutkan hukumannya tadi, tapi kali ini bukan ciuman, dia menggigit bibir Ella hingga robek, menghisap darah Ella seperti vampir yang haus akan darah, bau amis pun menyebar dimulut keduanya. Ella hanya memgeratkan pegangan pada baju yang Erik kenakan, menyalurkan rasa sakit yang tengah dia rasakan saat ini.
β Apa sakit? β ucap Erik saat melepaskan bibir Ella. Ella mengangguk sebagai jawaban dan menatap mata sendu suaminya itu.
β Bahkan hati Mas lebih sakit dari ini, saat melihatmu disentuh oleh pria lain, β ucap Erik yang membuat Ella memeluknya erat.
β Maaf .... Maafkan aku, aku yang salah, β ucap Ella tulus karena dia menyadari kesalahannya, Erik segera melepaskan pelukan Ella dan membawanya masuk ke mobil.
Erik melajukan mobilnya ke arah tepi pantai yang tidak jauh dari tempatnya tadi, dia turun lebih dulu meninggalkan Ella yang masih berada di dalam mobil. Tanpa membukakan pintu untuk istrinya, dia merebahkan tubuhnya di kap mobil memejamkan matanya tapi tidak tidur, Ella segera berjalan menghampiri Erik dan duduk di samping Erik.
β Mas maafin Lala, jika Lala banyak salah, Lala selalu nggak nurut sama Mas. Maafin Lala karena hampir 6 bulan ini belum bisa jadi istri yang baik buat Mas, bahkan untuk menjaga anak Mas saja Lala tidak bisa, β ucap Ella yang kembali mengingat calon anaknnya yang telah pergi.
β Ternyata jadi istri sholehah itu sulit, walaupun sebenarnya terlihat mudah, hanya menurut dengan suami, maafin Lala Mas, β lanjut Ella meminta maaf dengan tulus, Ella mengusap air matanya, mencoba menenangkan dirinya, mengingat kembali kejadian yang sudah terjadi selama 6 bulan bersama Erik, banyak sekali ujian yang harus dia hadapi, Erik masih enggan berbicara pada Ella, dia masih tiduran sambil memejamkan matanya, menikmati hembusan angin malam, tapi dia juga mendengarkan apa yang Ella ucapkan.
β Apa kita cerai saja! Jika Mas merasa sudah lelah, β ucap Ella pelan saat tidak mendapat respon jawaban dari Erik.
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa likes dan votesnya yaπ
__ADS_1
Yang mau ikutan challenge ditunggu sampai hari sabtu ya. Tutorialnya ada di bab 100π.