
Happy reading, yang belum ikutan challenge ikut yuk, caranya bisa dilihat di bab 100.
Jangan lupa tekan like dulu ya.ππ
CINDERELLA GENDUT sudah up hlo baca yukπ
*
*
*
Ella tidak berani menatap perempuan yang berdiri dihadapannya itu, dia tahu pasti bulan madunya akan kacau jika bertemu dengannya, dia melingkarkan tangan ke lengan suaminya, Ella perlahan mencoba mendongak menatap mata perempuan yang seperti ayahnya itu.
β Anak nakal kamu ya! β Ella meringis karena telinganya sudah ditarik oleh tante Sinta.
β Ke Bali nggak menghubungi tante? Lupa sama tante, iya! β Ella menatap suaminya berharap suaminya mau memberikan pertolongan padanya.
β Tan, lepasin dulu! Biar Lala jelasin, β ucap Ella yang meminta tantenya, tante Sinta itu melepaskan tangannya dari telinga Ella. Ella mengusap telinganya dan mendekatkan bibirnya ke telinga tante Sinta.
β Lala nggak tau juga kalau Mas Erik ngajak Ella ke Bali, yang menyiapkan semua ini Mas Erik, Tan. β tante Sinta menatap Erik yang berdiri di belakang Ella, Erik tersenyum memperlihatkan gigi barisan depannya ke arah tante Sinta, agar tante istrinya itu tidak memakinya di depan umum.
β Baiklah, karena ini kesalahan Erik, tante akan menghukumnya, Erik! Maaf tante harus bawa Lala malam ini, dia akan menginap di rumah tante, kamu sekarang kembali ke tempat menginapmu sana! Besuk baru kamu jemput Lala, β Erik yang mendengar ucapan tante Sinta mendengus kesal dia mencoba untuk merayu tante istrinya itu.
β Tante. Kita kesini mau bulan madu, kalau kita dipisahkan kapan kami buat cucu untuk Tante! β bujuk Erik yang sedikit keras.
β Nggak ada penawaran! β jawab tante Sinta.
β Tante Sinta please, paling nggak biarkan Mas Erik ikut ke rumah Tante, β bujuk Ella dengan nada memohon.
β Nggak! Ini hukuman buatnya, lagian ya La, Tante mau ngajakkin kamu ke pesta ulang tahun Farrel, kalau dia ikut pasti akan repot, hanya semalam besuk juga sudah bertemu lagi, β Ella hanya pasrah setelah mendengar ucapan tantenya, sedangkan Erik sudah berkacak pinggang menatap Ella dengan sendu, dia berpikir ternyata kesalahan besar membawa istrinya berbulan madu ke Bali, harusnya kemarin dia pergi ke villanya yang di Lombok saja. Mau tidak mau dia harus melepaskan istrinya untuk dibawa pergi tantenya. Drama terjadi disana, Erik memeluk erat istrinya seperti akan berpisah dalam waktu yang lama, Ella hanya menahan senyumannya lalu beranjak pergi meninggalkan suaminya yang masih berdiri mematung menatapnya.
Hanya semalam, sampai villa aku akan meneleponmu Sayang. Batin Erik.
β Tan, kenapa sih gangguin orang bulan madu? β ucap Ella saat berada di mobil tante Sinta.
__ADS_1
β Nanti malam Farrel ngadain pesta topeng di hotel, dan Tante pengen kamu ikut, lagian Tante juga sendiri, Om Rey baru di Singapura,β jelas tante Sinta.
β Apa? Pesta topeng? Apa itu Tan, β tanya Ella yang memang nggak tau.
β Pokoknya kamu nurut saja, pasti kamu suka nanti. Kita senang-senang malam ini, β ucap tante Sinta.
β Di hotel mana Tan? β tanya Ella.
β Di hotel FF, nanti biar Tante yang dandanin kamu, pokoknya kamu tinggal nurut dan datang saja, β jelas tante Sinta.
Ella menyandarkan tubuhnya lemas di sandaran mobil mewah tantenya, inilah yang dibenci Ella dari tantenya suka memaksakan kehendaknya, Ella tidak mampu menolak ajakkan tantenya, diam -diam Ella mengetik pesan pada suaminya.
To: My Husbandπ
Pesta topeng hotel FF jam 9 malamπ
Ella berharap suaminya akan datang menemuinya disana dan dia bisa berduaan, tapi setelah 10 menit menunggu, Ella tak kunjung mendapatkan balasan dari suaminya.
Mobil berhenti sempurna di depan rumah tante Sinta, Ella segera turun dari mobil, berjalan memeluk keponakkan yang sudah menyambutnya di depan pintu masuk.
β Akhirnya Kakak datang juga, kita baik Kak, ayo masuk Kakak malam ini harus tidur dengan Fani, banyak hal yang ingin Fani tanyakan ke Kakak, β Ella hanya mengangguk setuju dengan sepupu perempuannya itu.
β Jadi Kak Erik ditinggal di villa Kak? β tanya Farrel saat Ella sudah duduk di sofa.
β Iya, habisnya dia nggak dibolehin ikut dengan Mama kalian, β ucap Ella yang sedikit memperlihatkan wajah sedihnya.
β Hahaha, salah Kak Damar kemaren ngasih tau Mama kalau Kakak kesini jadi di gangguin deh, β sahut Fani. Ella yang mendengar ucapan Fani hanya bisa merutuki kakaknya dalam hati, dia nggak akan membawakan oleh-oleh untuk kakaknya itu.
β Kalian ini, ayo siap-siap, kita akan segera berangkat ke hotel, β ucap tante Sinta pada kedua anaknya.
β La, kamu naik ke kamar Tante, mandi di sana saja, β perintahnya pada Ella. Ella segera mengikuti tantenya itu dari belakang.
Ella masuk ke dalam kamar tante Sinta menuju kamar mandi yang berada disana, mempersiapkan dirinya untuk mengikuti perayaan ulang tahun sepupunya itu.
Satu jam berlalu, Ella sudah siap dengan dress hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna itu dan sebuah topeng silver ditangannya, semua itu dipersiapkan oleh tante Sinta, dia segera memasuki mobil tante Sinta bersama keponakannya, dalam hatinya terus berdoa agar suaminya ikut datang kesana, matanya terus menatap ponsel yang dia ganggam sedari tadi, tidak ada satu pesan pun yang masuk ke nomornya. Dia pasrah dan akhirnya mematikan ponselnya karena baterai juga hampir habis.
__ADS_1
Setelah dua puluh menit mereka sampai di gedung hotel milik tante Sinta itu, tempat pesta diadakan di lantai paling atas, Ella segera memakai topengnya saat mobil sudah terparkir sempurna, dia berjalan bersama-sama sampai lobby hotel.
β La, kamu sama Fani dan Farrel dulu ya, ada hal lain yang harus tante lakukan, β perintahnya pada Ella, dia hanya menurut lalu mengikuti langkah Fani dan Farrel. Dia tidak tau apa sebenarnya pesta topeng itu, dia bahkan hanya tahu pesta pernikahan dan pesta ulang tahun, Ella menutup telinganya saat Farrel membuka pintu tempatnya berpesta, suara keras music yang DJ mainkan membuat telinga Ella sakit, Farrel segera mendekat ke arah teman-temannya yang sudah hadir, Ella hanya mengusap tengkuknya, melihat pergaulan kedua sepupunya itu, dia saja 28 tahun baru sekali masuk club itu pun karena menolong Anna sedangkan ini! Ella hanya bisa menggelngkan kepalanya tidak percaya.
Oh Tante. Kenapa juga mengizinkan anaknya membuat pesta seperti ini. Batin Ella.
Ini salah, dia berdosa masuk ke tempat ini, dia melihat sekelilingnya banyak anak muda seumuran dengan sepupunya itu tengah melakukan ciuman panas di sana, Ella hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan anak muda zaman sekarang, Ella menarik nafas dalam karena sudah mulai terasa sesak.
β Kak. Kakak tunggu di sini ya, Fani mau menyapa teman Fani dulu, β ucap Fani pada Ella.
β Fan! Jangan pergi Kakak takut, β Ella menahan tangan Fani, Fani tersenyum manis ke arah Ella.
β Hanya sebentar Kak, nggak sampai 30 menit, Kakak duduk dulu saja di situ,β ucap Fani menunjuk depan kursi bartender yang masih kosong, lalu pergi meninggalkan Ella.
β Mau minum apa Kak? β tanya petugas bartender yang berdiri di balik meja.
β Air mineral saja, β petugas bartender itu bengong menatap Ella.
β Di sini tidak ada air mineral Kak, minum ini saja, ini tidak memabukkan kok, β ucap petugas bartender itu memberikan segelas minuman bewarna kuning dengan potongan kiwi di dalamnya, Ella menatap sebentar minuman itu, lalu menyesapnya sedikit dan meletakkan kembali ke meja lagi.
β Hay...sendirian saja Kak, β sapa seorang pemuda yang baru saja duduk di samping Ella. Ella memegang erat kursi yang dia duduki, Dia tidak mempedulikan pemuda itu saat berbicara padanya, dan hendak beranjak dari tempat duduknya, namun tangannya dicekal oleh lelaki itu, Ella berusaha melepaskan tangannya dari cekalan lelaki itu dan akan beranjak pergi.
β Jangan jual mahal gitu dong Kak, disini free mau ngapain saja, bagaimana kalau kita masuk ke kamar biar bisa puas mainnya, β setelah pemuda itu berhenti berucap Ella menampar keras pemuda itu dan meninggalkannya menuju toilet.
Pemuda itu diam-diam mengikuti Ella dan saat sudah tepat di belakang Ella dia kembali mencekal tangan Ella dan menyandarkan tubuh Ella ke dinding, pemuda itu melepaskan topeng yang Ella kenakan dan membuat Ella semakin marah padanya.
β Kakak sangat cantik, bagaimana kalau kita bermain di toilet saja aku sudah tidak sabar melakukannya dengan Kakak, β ucap pemuda itu sambil menyentuh lembut wajah Ella. Ella yang tidak bisa bergerak hanya bisa memejamkan matanya. Pemuda itu melepaskan topengnya sendiri, dia mendekatkan lagi wajahnya hendak mencium bibir merah Ella, jantung Ella sudah berdebar-debar hendak lepas dari tempatnya, dia takut, dia akan sangat berdosa jika lelaki ini benar-benar menciumnya. Dia berusaha menendang paha bagian dalam pemuda itu, dan tendangannya tepat mengenai senjata milik pemuda yang kurang ngajar itu , Ella pun terlepas dari cekalannya dan segera berlari menjauhi pemuda yang tengah meringis kesakitan ditempatnya tadi.
β Aw... β Ella meringis saat tubuhnya jatuh ke lantai, pemuda itu mendekat lagi ke arah Ella, dan manarik tangan Ella, pemuda itu sudah emosi dengan apa yang dia lakukan Ella kepadanya, kesabarannya sudah habis, dia mendorong Ella saat tiba di toilet.
Brukkkk...
β Brengsek loe ya...! β
Terimakasih sudah membaca karya saya jangan lupa like dan votes nya.ππ
__ADS_1