Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Extra Part : Kisah Cinta Naura


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Gadis berperawakan gempal, pendek, dengan warna kulit sawo matang, tapi tetap manis, menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama rumah Erik. Wanita itu membuka pintu mobil Honda Freed warna metalik, kakinya keluar lebih dulu memperlihatkan sepatunya setinggi 10 cm, gadis manis itu selalu begitu, kurang percaya diri dengan tinggi badannya yang kurang dari 155 cm.


Saat tiba di teras rumah ia menatap ke arah sumber suara yang tengah tertawa bahagia. Ia melihat Erik sedang menemani cucunya di taman. Ia memberikan senyumnya, cerah, menawan. Sedangkan tangannya melambai-lambai menyapa pria yang sudah disebut kakek tersebut. Pria itu tengah menemani Leon dan Gwen bermain bola.


Melihat Erik sudah membalas sapaanya, ia berlari kecil ke arah dapur. Ia tahu, dan sudah hapal, jam segini wanita yang biasa dia panggil mama itu pasti sedang sibuk memasak, menyiapkan makan malam.


Niat jahilnya menyala saat melihat Ella berkutat di depan penggorengan. Kedua tanganya segera menutup mata Ella. Dan mama dari sahabatnya itu hanya diam. Biasanya wanita itu akan menebak dari aroma parfumnya. hening sejenak, ia mengisyaratkan orang yang ada di sana untuk diam.


“Ale ….” Suara Ella lembut sambil meletakan spatula.


“Kok tahu, sih, Ma!” sebal Alea.


Ella lalu memutar tubuhnya menghadap Alea, lalu mencebikkan bibirnya. “Aroma tubuhmu satu kilometer pun bisa di-prediksi kalau itu kamu, Sayang!” jawab Ella, kembali fokus pada penggorengan.


Gadis yang masih lajang itu meringis, lalu memeluk tubuh Ella dari belakang. "sebau itukah bau badanku?"

__ADS_1


“Enggak, Ale." Ella diam sejenak, "Mentang-mentang sudah jadi orang Bandung, jarang main ke Jakarta sekarang!” sindir Ella.


“Sibuk, Mama Ellah—tadi mama nitip salam buat, Mama. Katanya rindu sama Mama. Sekalian ditanya kapan Mama main ke Bandung?” tanyanya dengan setengah suara, ia kemudian melepas tanganya dari pinggang Ella.


Alea adalah anak dari Anna dan Panji. Mereka sekarang memilih tinggal di Bandung, demi menemani Alea yang tengah merintis usaha butiknya.


“Papa Erik mana setuju, dia tu katanya males kalau ketemu papamu!”


Alea tertawa nyaring. “Papa Erik masih saja cemburu. Padahal papa Panji aja bucin tingkat dewa sama mama, apa nanti Ale bujuk papa untuk menculik mama saja, ya? Pasti ambyar tuh hatinya papa Erik!” Alea menarik nafas dalam, ia seperti ini jika terlalu lama bicara, tubuhnya yang lumayan over weight membuat nafasnya pendek. “O, ya, Ma. Katanya Nana kecelakaan? Parah ya? Tadi Ale cuma dikabari kalau kecelakaan gitu, saat mau menegaskan dia keburu menutup panggilan teleponnya. Aneh tu anak!” sungutnya.


“Nggak parah, kok!” Erik yang baru saja masuk ikut menimbrung obrolan mereka. Dia lalu mendekati gadis tersebut. “Ale, baiknya kamu segera nyari pendamping, deh! Itu soulmate-mu sudah lepas dari status jomblonya. Jadi, buruan sebelum nanti ditinggal kawin sama Nana.”


“Nyebelin tu anak, berani main rahasia-rahasiaan sekarang.” Alea menggerutu, lalu berjalan meninggalkan dapur. Sebelum itu, ia mengambil udang goreng buatan Ella yang baru diangkat dari penggorengan. Berlari kecil menuju undakan tangga menuju lantai dua.


“Panas, Ma!” teriak Alea saat udang goreng itu mulai masuk ke mulut dan membakar lidahnya. Dan Ella hanya menggeleng, melihat tingkah putri dari sahabatnya tersebut.


Saat tiba di depan kamar Naura, Alea langsung mendorong kasar pintu tersebut. Tampak jelas gadis itu tengah berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


“Akhirnya kamu datang juga?” kata Naura saat menoleh ke arah pintu. Mencoba menghibur Alea yang saat ini tampak kesal.


Gadis itu berjalan mendekati ranjang Naura, lalu menimpuk kepala Naura yang saat ini sudah bersandar di headboard.


“Jujur padaku! Katakan siapa pacarmu! Tega bener ya, kamu, ninggalin gue jomblo sendirian?”


Naura tersenyum cerah, “gue serahkan trophy jomblo sejati ke tangamu, biar kamunya happy!” goda Naura.


Alea samakin memasang tampang marah. Ia sengaja menutup mulutnya salam 5 detik.


“Iya gue ceritain princess!” Naura menarik satu tangan Alea, memintanya untuk duduk di sampingnya.


Dulu mereka bertiga sering seperti ini. Tapi, semenjak Maura menikah, tinggalah mereka hanya berdua.


“Dengarkan baik-baik, gue nggak mau ngulang setiap apa yang akan aku keluarkan dari bibir sexy ini!” kata Naura memperingati. Dan Alea mengangguk sambil menjulurkan lidahnya.


...----------------...

__ADS_1


...PLEASE LIKE PER CHAPTER! 50 komentar aku up lagi....


__ADS_2