Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kamar Jenazah


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


Author Pov


" Maafkan aku Zie, aku mencintaimu. " ucap Ella sebelum kesadarannya hilang.


" Re...Re...Re...


Ucap k


Kenzie yang masih diujung telepone Ella.


" Re bisa kau dengar aku, " ucap Kenzie lagi yang tak mendapat jawaban dari ujung telepon.


" Hallo! siapapun yang disana tolong jawab teleponnya," teriak Kenzie karena kesabaranya sudah habis.


Tak lama terdengar suara diujung telepon.


" Hallo, " terdengar sautan telepon Ella.


" Apa yang terjadi pak? " tanya Kenzie yang sudah panik.


" Maaf Mas, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan, " ucap lelaki diujung telepon, Kenzie yang mendengar itu langsung terduduk lemas, dan segera memerintahkan pada lelaki itu.


" Pak, sekarang posisi bapak dimana? " tanya Kenzie cepat.


" Saya dijalan Pattimura Mas, " Kenzie yang mendapatkan jawaban itu langsung berpikir mencari rumah sakit terdekat.


" Pak saya minta tolong bawa ke rumah sakit YDR sekarang, saya akan berangkat kesana sekarang juga, " ucap Kenzie karena sudah panik.


Setelah menutup telepon Kenzie segera mengambil kunci mobil dan melajukkan mobilnya ke rumah sakit, dia juga mengabari ayah Danu melalui sambungan teleponnya.


" Hallo yah, " ucap Kenzie setelah panggilannya terhubung tanpa memberikan salam pada ayah Danu.


" Maaf yah, tadi Kenzie dapat kabar kalau Ella mengalami kecelakaan, sekarang dibawa ke rumah sakit YDR, " ucap Kenzie panik.


" Kenapa bisa Ken, bagaimana keadaannya,"


" Ken juga nggak tau yah, ini Ken juga baru jalan ke sana, " ucap Ken menjelaskan pada ayah Danu, lalu segera menutup ponselnya karena ingin fokus ke jalan.


"S**emoga kamu baik- baik saja Re,,,aku nggak bisa kalau kamu pergi, " doa Kenzie dalam hati.


Setelah sampai di rumah sakit Kenzie pun segera menuju ruang UGD. Belum sampai di depan pintu ada seseorang yang menghentikan langkahnya.


" Ken, " panggil seorang wanita yang memakai jas sneliinya, Ken pun segera menoleh ke arah wanita itu.


" Yasmine, " ucap Kenzie.


" Ada apa Ken, kenapa buru- buru seperti itu? " tanya Yasmine.


"Calon istriku, baru saja kecelakaan dan di bawa kesini, " jelas Kenzie yang masih terlihat panik.


"Apa dia wanita yang dibawa bapak- bapak tadi? " Kenzie pun mengangguk mengingat yang menolong Ella adalah seorang laki- laki.


" Sepertinya sudah di bawa kekamar jenazah, karena nyawanya tidak tertolong, dia mengalami pendarahan hebat dibagian kepalanya, " jelas Yasmine, Ken yang mendengar semakin lemas tubuhnya seperti tak bertulang.


" Kau jangan becanda Yas, " ucap Kenzie yang sudah menahan tangisnya.


" Untuk apa aku berbohong, ayo aku antar, " tawar Yasmine mengajak Kenzie kearah kamar jenazah.


Kenzie dan Yasmine berjalan menuju kamar jenazah, Kenzi melangkah dengan kaki gontai tak bertenaga, dalam hatinya tidak akan kuat jika harus melihat jenazah Ella yang terbaring di sana.


" Ya Allah jangan kau ambil dia dariku, aku baru akan menikah dengannya, "

__ADS_1


doa Kenzie saat menuju kamar jenazah.


" Yas, " panggil Kenzie sambil menahan tangan Yasmine yang hendak membuka pintu kamar jenazah. Tangis Kenzie pun pecah, tak kuat menahan kesedihan hatinya.


Yasmine yang mengetahui itu mengelus pundak Kenzie agar bisa menenangkannya.


" Sudahlah, kuatkan hatimu semua orang pasti akan mati, kita tinggal menunggu panggilan saja dari Allah. " ucap Yasmine menenangkan Kenzie.


" Tapi aku belum siap yas jika harus ditinggalkan dia, " ucap Kenzie.


" Kamu tau Yas lima hari lagi aku akan menikah dengannya. Kenapa Allah secepat ini memanggilnya, " lanjut Kenzie.


" Iya aku tau karena Ruben menceritakan semuanya kepadaku, ayo masuklah " ucap Yasmine. Kenzie pun kembali melakahkan kakinya pelan.


Yasmine yang tahu itu, langsung membawa Kenzie ke depan jenazah yang baru saja dipindahkan itu. Tangis Kenzie pun semakin keras setelah berada didepan jenazah itu.


" Bukalah ! " perintah Yasmine. Kenzie pun menggeleng tak sanggup jika melihat orang yang dicintainya turbujur kaku di ranjang itu.


" Re...Re...Re... bangun sayang, kita akan menikah sebentar lagi kenapa kamu malah pergi meninggalkan aku, " ucap Kenzie yang masih menangis. Tak lama ia merogoh kantongnya karena merasakan ponselnya bergetar.


" Hallo yah, " ucap Kenzie yang masih menangis.


" Kamu dimana Ken? kenapa belum sampe, " tanya ayah Danu.


" Yah ...Ella yah...Ella sudah...Ella sudah..."


Kenzie pun tak dapat melanjutkan perkataannya karena tangisnya kembali pecah.


" Ayah sudah di UGD bersama Lala, cepatlah kamu ke sini, " ucap ayah.


" Yah... apa benar Rere disana? lantas siapa yang disini! " ucap Kenzi.


" Kamu dimana? cepatlah datang kesini, " ucap ayah Danu. Kenzie pun menyadari jika yang dihadapannya bukan Ella, dia langsung membuka kain jenazah itu dan menutupnya kembali.


" Bodoh !! " umpat Kenzie pada Yasmine.


" Apa Ruben tidak memberitahu wajah calon istriku kepadamu? kau salah orang! " teriak Kenzie diakhir kalimatnya. Yasmine yang mendengar itu hanya diam mematung sambil tersenyum smirk menatap Kenzie yang menjauh darinya.


" Sorry Ken, " ucap Yasmine yang masih bisa didengar Kenzie. Sedangkan Kenzie hanya menoleh dan tersenyum nakal ke arah Hasmine. Lalu segera berjalan kearah UGD mencari calon istrinya.


" Ayah bagaimana keadaan Rere, " tanya Kenzie setelah melihat ayah Danu yang baru saja keluar dari ruang UGD.


" Dia baik- baik saja, kita tinggal menunggu dia sadar, kamu dari mana? " tanya ayah Danu yang melihat Kenzie dari arah dalam rumah sakit.


" Ken baru saja dikerjai sama teman Ken, dia bilang kalau Rere meninggal jadi dia menuntun Ken kekamar jenazah, " ayah Danu yang mendengar itu hanya terkekeh geli.


" Bisa- bisanya kamu Men. " ucap ayah Danu.


" Lala masih didalam kata dokter kalau dia sudah sadar, Lala sudah diperbolehkan pulang." ucap ayah Danu menjelaskan kondisi Ella.


" Ayah tau orang yang membawanya kemari? " tanya Kenzie.


" Iya ayah tau, tadi ayah bertemu dengannya. " jawab ayah.


" Apa Ken boleh masuk yah, " tanya Kenzie


" Masuklah, ayah hanya menunggu seseorang di sini,"


" Siapa yah, " ucap Kenzie.


" Sudahlah kamu masuk saja." ucap ayah d


Danu.

__ADS_1


Kenzie segera membuka itu dan berjalan mendekati ranjang Ella berada, ia langsung memeluk Ella saat melihat gadis itu sudah sadar dan duduk dari tidurnya.


" Syukur alhamdullilah kamu baik-baik saja Re, " ucap Kenzie yang masih memeluk Ella.


" Apa kepalamu terbentur, atau masih ada yang terasa nyeri, " lanjut Kenzie. Ella pun terdiam menatap Kenzie.


" Kamu siapa? " tanya Ella menatap Kenzie bingung.


" Hah,, apa kamu amnesia? dok...dok...dokter cepat ke sini. " Ella yang mendengar teriakan Kenzie pun menutup telinganya dan terkekeh geli melihat kelakuan Kenzie.


"Zie, stop aku nggak papa, aku ingat kamu, kamu adalah Kenzie calon suamiku yang lima hari lagi akan menikahiku, " ucap Ella sambil tertawa. Kenzie yang mendengar itu hanya geleng- geleng kepala.


" Sudah berapa kali hari ini kamu bikin aku panik Re? " Ella yang mendengar itu hanya bisa meminta maaf.


" Lalu apa yang terjadi kenapa kamu tadi menangis saat meneleponku, " tanya Kenzie.


" Aku tadi kepengen rujak es cream, tapi kucari- cari nggak ketemu, makanya aku nangis, " jelas Ella yang berbohong pada Kenzie.


" Maaf Zie, maafkan aku yang nggak jujur padamu, " batin Ella.


" Kamu ini kaya orang nyidam saja, ini belum nyidam hlo. Ntar kalau sudah nyidam pasti tengah malam minta yang aneh- aneh, " goda Kenzie pada Ella.


" Biar saja, kan ada kamu yang nurutin, " ucap Ella.


" Enak saja, cari sendirilah, " ucap Kenzie sambil mencubit hidung Ella.


" Aduh,,, sakit Zie, " gerutu Ella saat merasakan sakit dihidungnya.


" Salah sendiri punya hidung panjang kaya pinokio, " ledek Kenzie dengan tertawa menatap Ella.


" Hallo Ken, " ucap Yasmine yang tiba- tiba menganggu kebersamaan dua sijoli itu. Kenzie yang melihat siapa yang datang hanya mendengus kesal,


" Kenalin aku Yasmine, teman sefalkultas Ken dulu, istri dari Ruben sahabat Ken, " ucap Yasmine memperkenalkan diri dihadapan Ella.


" Hay.. aku Ella, " ucap Ella menerima uluran tangan Yasmine dan tersenyum kearahnya.


" Kamu tau Re, dia yang sudah menipuku dan membawaku kekamar jenazah, " ucap Kenzie mengadu pada Ella, Ella yang mendengar itu hanya mengernyit heran, sedangkan Yasmine tertawa lirih mengingat dia sedang dirumah sakit.


" Aku heran sama Ruben bisa kepincut sama dokter sableng kaya loe. ceroboh banget loe, " lanjut Kenzie.


" Hahaha namanya juga juga jodoh, ya nggak La, " Ella hanya mengangguk.


" Ow...Yasmine dokter juga ya? " tanya Ella karena melihat Yasmine hanya menggunakan baju biasa.


" Iya dia itu dokter umum. karena IQnya nggak mampu buat lanjut ke spesialis. " ucap Kenzie tertawa geli.


" Ya, nggak gitu juga kali ken, coba gue belum ada ekornya pasti juga sudah jadi saingan berat loe. " ucap Yasmine.


" Ini sudah boleh pulang kan Yas, " tanya k


Kenzie.


" Tanya dokter jaganya kan bukan gue yang nangani, " jawab Yasmine.


" Baiklah, administrasi gratiskan, atau minta ke Ruben potong gaji gue. " goda Kenzie pada Yasmin pemilik rumah sakit itu.


" Baiklah, " balas Yasmine.


" Ayo pulang Re, " ajak Kenzie setelah meminta izin untuk membawa Ella pulang.


" Mau aku gendong? " tawar Kenzie.


" Nggak usah, aku bisa kok, " ucap Ella. Kenzie tak menghiraukan ucapan Ella segera dia menggendong Ella ala bridal style. Ella yang takut terjatuh segera mengalungkan tangannya ke leher Kenzie, sambil menatap wajah kenzie dari dekat.

__ADS_1


" Pengen nyium tapi baru ditempat umum, " batin Ella.


Terimakasih.happy weekend, jangan lupa votenya ya,👍🙏


__ADS_2