
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
POV RIZA
" Bagaimana saksi sah? " tanya pak penghulu
" Tidak " ucapku dengan suara pelan tapi aku yakin pak penghulu bisa mendengarku. kak Erik pun beralih menatapku.
" Maafkan semua kesalahanku yang telah mempermainkan kalian semua, terutama padamu kak Erik kumohon maafkan aku, jangan laporkan aku kepolisi kak, " ucapku dengan gugup tak berani menatap mata hazel di depanku yang sedang menatapku tajam.
" Riza apa maksudmu " teriak kak Erik padaku " Kamu jangan becanda Riz, " lanjutnya
" Maafkan Riza kak, ini bukan anak kak Erik, tapi ini anak Rama, dia tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, " ucapku yang berkata jujur pada kak Erik.
" Lalu malam itu? " tanya kak Erik masih dengan tatapan tajam kearahku.
" Maaf karena aku sengaja memasukkan obat tidur kedalam kopi kakak, dan menidurkan kakak di ranjangku dan soal darah itu aku sengaja melukai kakiku sendiri agar kak Erik percaya padaku, ku mohon kak maafkan aku, " ucapku sambil berlutut di hadapanya yang sudah berdiri. kulihat mama kak Erik yang dari tadi juga menatapku dengan tatapan tajam, sambil mengelus dadanya.
" Aku tak menyangka kau tega menghancurkan hubunganku dan Lala, " ucapnya
" Maaf kak, maafkan aku, aku janji akan menjelaskan semuanya kepada Lala," ucapku yang masih berlutut dihadapannya.
" Jadi bagaimana, apakah pernikahan ini akan di lanjutkan, " tanya pak penghulu.
" Tidak " ucap kak Erik keras.
" Baguslah kalau begitu, " sahut pak penghulu yang memang paham tentang hukum pernikahan dalam islam.
" Maaf Riz, aku harus membawamu kekantor polisi, karena telah memfitnah dan mencemarkan nama baikku, " ucapnya yang membuatku semakin lemah tak kuat lagi menahan beban semua ini.
" Mumohon kak, jangan bawa aku kekantor polisi, ini demi bayi yang kukandung, apa kakak tega melihatku melahirkan dipenjara? " ucapku memohon. Menyentuh sisi kelemahan yang ada didirinya, tapi jawabannya sungguh diluar perkiraanku.
__ADS_1
" Apa kamu memikirkan perasaanku dan Lala saat akan melakukan hal itu pada kami, hah ! " teriak kak Erik. aku pun berdiri dan menjauh darinya setelah melihat kemarahannya.
Kulihat kak Erik yang sudah akan menelpon seseorang, aku hanya pasrah dan menyerah akan nasib yang aku alami, pacarku yang kucintai meninggalkanku dan darah dagingnya sendiri.
" Nak Erik, kami mohon jangan laporkan Riza kepolisi, hidupnya sudah menderita dari kecil, " terdengar suara ayah yang juga ikut memohon pada kak Erik dan kak Erik hanya diam sambil menatap tajam kearahku. ibuku pun berlutut memohon pada kak Erik atas kesalahanku
" Maafkan aku bu, maaf karena sudah membuat kekacauan ini, " ucapku dan mengajak ibuku berdiri.
" Biarkanlah bu, aku masuk penjara aku sadar akan kesalahanku yang begitu besar pada kak Erik, " ucapku
Aku sudah menyerah karena mengingat kesalahanku pada kak Erik yang begitu besar, entah ide gila dari mana aku dulu bisa menjebak kak Erik, padahal dia baik padaku, jujur aku dulu sempat menyukainya, tapi setelah ku tau dia sudah bertunangan aku pun mundur, karena aku sadar tujuanku kejakarta hanya untuk memperbaiki ekonomi keluargaku. Dan akhirnya aku berpacaran dengan Rama laki- laki tetangga sebelah kontrakkanku, aku mencintainya sehingga keprawananku kuberikan padanya. padahal aku tau dia sudah menpunyai pacar, namun aku terbuai oleh janjinya bahwa dia akan segera menikahiku. Dia baik padaku, perhatian dan selalu ada untukku. hingga akhirnya tumbuhlah janin ini di rahimku, dia menolak bertanggung jawab saat aku memberitahu padanya bahwa aku hamil, aku bingung dan putus asa hingga akhirnya ide gila itu muncul dikepalaku.
" Baiklah, aku akan memaafkanmu, " suara kak Erik membuyarkan lamunanku.
" Jangan pernah lagi muncul dihadapanku, " ucapnya lagi aku pun segera memegang tangannya dia pun menampik tanganku dengan kasar.
" Maaf kak, maafkan aku, aku janji tidak akan muncul lagi dihadapan kakak, " ucapku.
" Terima kasih karena sudah memaafkan aku, " lanjutku berjalan menghampiri orang tua kak Erik.
" Pergilah! " ucap mama kak Erik kasar padaku, aku tau dia juga sakit hati atas kelakuanku yang memisahkan anak dan tunagannya.
" Pergilah Riz, jaga dirimu dan jadikan ini sebagai pelajaran untuk kedepannya, " ucap papa Yusuf padaku.
" Baiklah om, terima kasih," aku pergi meninggalkan mereka, mengajak kedua orang tuaku pulang ke kontrakanku.
Sesampai dikontrakan aku segera meminta maaf pada kedua orang tuaku.
" Maafkan Riza yah, bu karena sudah membuat kalian kecewa, " ucapku memohon pada mereka
" Anak siapa yang kau kandung, " tanya ayah kasar padaku
__ADS_1
" Anak rama yah, dia tidak mau bertanggung jawab saat aku memberi tahu padanya bahwa aku hamil, " jelasku pada ayah
" Sekian lama ayah mendidikmu dengan baik, namun begitu ayah melepaskanmu. Kamu telah membuat ayah begitu kecewa padamu, dengan mudahnya kamu memberikan mahkotamu yang sudah kau jaga kepada lelaki brengsek itu , " maki ayah padaku
" Maaf yah, maafkan aku, " ucapku
" Pulang kampung dengan ibu dan ayah! kita akan urus bayi kamu sama-sama, " ucap ibu padaku.
" Apa kamu mau melemparkan kotoran kewajahku, bagaimana aku bisa menahan malu disana, punya anak hamil diluar nikah, " ucap ayah.
" Apa kamu tega membiarkan anak perempuanmu berjuang menahan bebannya sendiri, " ucap ibu membelaku.
" Biarkan saja, dia harus tau konsekuensi yang sudah ia lakukan, hari ini aku akan pulang terserah ibu mau ikut atau tidak, yang penting aku tak akan membiarkan anak perempuan ini bersamaku, " ucap ayahku yang semakin membuat aku sedih, ternyata dia tidak menerimaku.
" Baiklah, aku akan berjuang sendirian semua demi kamu nak, " batinku
" Ibu, ayah benar Riza akan menjadi beban untuk kalian jika Riza pulang bersama kalian " ucapku menanggapi ucapan ayah.
" Ibu pulanglah bersama ayah kasian Roni terlalu lama ditinggal sendiri dirumah." lanjutku sambil mengingat adik laki-lakiku yang tak bisa ikut karena dia baru masuk ke universitas.
" Tapi kamu nggak punya teman di sini Riz, dan kamu mau kemana?" tanya ibu.
" Tenanglah bu, Riza masih punya tabungan, Riza akan mencari tempat buat bertahan setidaknya sampai anak ini lahir." ucapku menenangkan ibu. ibu pun memelukku.
" Kabari ibu ya, Nak. " ucapnya
" Iya, ibu. "
Setelah kepergian ayah dan ibu dua hari yang lalu .hari ini aku pergi meninggalkan jakarta menuju lombok, aku meminta bantuan temanku yang ada disana.
" Selamat tinggal jakarta, kota yang dulu menjadi mimpi besarku untuk mewujudkan segala impianku, tapi aku meninggalkanmu karena kebodohanku terlena pada cinta dan membohongi orang yang baik padaku, maaf kan aku kak Erik." ucapku lirih saat berada dalam pintu gate masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah ngasih like,vote,dan comentnya. respon kalian membuatku semangat untuk segera mengetik part selanjutnya🙏😊.
maaf kalau masih banyak typo🙏