
Hay, aku tepati ya kelanjutannya...!
Kalau boleh minta! mampir yuk ke novel saya yang satunya CINDERELLA GENDUT, saya berharap kalian juga menyukainya.
.
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan votes ya.🙏👍
.
.
.
.
“Pantai ...” Erik menjawab singkat, dia menatap ke arah depan, melihat ombak kecil yang disinari cahaya bulan.
Ella lalu membuka pintu mobil, hendak keluar menuju bibir pantai.
“Kemana Yang?” Teriak Erik.
“Main air, ayo temani aku!” Teriak Ella yang sudah lima meter berjalan meninggalkan mobil.
“Tapi ini dingin Yang,” ucap Erik agar istrinya mengurungkan niatnya.
“Nggak papa! Ayo nanti aku beri hadiah spesial," ucapnya sambil menatap nakal ke arah Erik, Erik yang melihat tingkah laku istrinya, hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan tersenyum ke arah Ella.
Erik lalu mengejar Ella, yang sudah berada jauh darinya, tanpa sepengetahuan Ella, ternyata Erik telah membangun resort yang tidak jauh dari bibir pantai itu, mungkin hanya berjarak 150 meter dari tempatnya berdiri.
“Aaayyaaaahhhh .... Aku merindukanmu ....” Teriak keras Ella menghadap ke arah pantai yang terlihat terang. Erik hanya menoleh ke arah sampingnya saat Ella mengucapkan itu. Istrinya berteriak tanpa mengeluarkan air mata, membuat Erik sedikit lega, mungkin Rendi sudah memberi ramuan khusus.
__ADS_1
Angin malam berhembus kencang, membuat dress tipis Ella mengikuti arah angin.
“Aaaayyyaaaahhh .... Aakkuu .... Ikhlas ... Jika ayah pergi, tapi doakan aku, agar aku bahagia dengan lelaki di sampingku ini,” teriaknya lagi membuat Erik mengangkat bibir tipisnya, karena mendengar ucapan Ella.
“Saaayyyaaaannnggggg .... Kamu akan bahagia bersamakuuu...” Teriak Erik yang memberi jawaban ucapan Ella.
“Hanya maut yang akan memisahkan kita,” ucap Erik lembut, sambil menggegam tangan lembut istrinya, Ella melepaskan ikatan rambutnya membuat rambut panjang itu berantakan diterpa angin.
“Cantik,” puji Erik melihat wajah istrinya itu. Ella lalu menyandarkan kepalanya di lengan suaminya.
“Mau mengulangi yang tadi?” tanya Erik yang tidak dimengerti oleh Ella.
“Apa?”
“Yang di rumah Rendi tadi?” Ella mengernyit karena tidak paham dengan yang Erik maksud. Erik memutar tubuh Ella agar bisa menghadap ke arahnya.
“Biar alam yang akan menjadi saksi kita malam ini, Mas janji akan menjagamu menggantikan tugas ayah, dan berada di sampingmu apapun yang akan terjadi, dan hanya satu yang bisa memisahkan kita, hanya maut! I Love You Istriku,” ucap Erik yang sudah menempelkan dahinya di pucuk kepala Ella, karena perbedaan tinggi badan yang baru terlihat, dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang Ella. Tangan Ella yang semula dibiarkan menggantung ke bawah, kini perlahan dia meletakkannya di leher Erik, dia mendongak, menatap netra coklat milik suaminya, hidungnya bersentuhan dengan pucuk hidung Erik, membuat nafas Erik terasa panas mengenai bibirnya, Ella sangat menikmati momen ini, merindukan saat sedang berada dipelukan suaminya.
“Itu terlihat konyol, karena Mas lebih tua darimu, jadi Mas yang akan mendahuluimu,” ucap Erik yang masih berada diposisi yang sama.
“Aku nggak tahu apa jadinya setelah ini, jika Mas juga meninggalkanku, setelah ini aku hanya ingin meninggalkan, bukan untuk ditinggal lagi,” Erik yang mendengar itu tidak merespon ucapan Ella, dia paling takut jika harus membahas tentang kematian, karena pasti akan sedih bagi yang ditinggalkan maupun yang meninggalkan.
“Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama,” ucapnya mengecup kening Ella lama, membuat Ella merasa sangat dicintai.
Dia membalas ciuman kening Erik dengan ciuman lembut di bibir merah suaminya, setelah kehabisan nafas dia melepaskan ciuman lembut itu, membuat Erik berdecah kesal.
“Aku mencintaimu, sampai aku mati kontrak hatiku hanya untukmu,” ucap Ella yang membuat Erik tertawa geli dengan ucapan Ella. Dia lalu memberikan ciuman diseluruh wajah Ella tanpa ada yang terlewatkan, sampai terhitung 57 kecupan di seluruh wajah istrinya. Beruntung suaminya itu tidak ada lipstik disana, jika ada mungkin wajah Ella sudah berubah menjadi warna merah.
“Lepaskan bebanmu malam ini disini, berteriaklah sesukamu jika itu bisa melepaskan kesedihanmu,” ucap Erik, melepaskan pelukkannya dan mengahadap ke pantai.
“Rehuueeelllaaaa... Akuuu mencintaiimuuuu...” Teriak Erik dengan keras yang membuat Ella segera mengikuti apa yang dilakukan Erik.
__ADS_1
“Ayyyaaannggg... Aku jugaa mennciinnntaaaiimu...” Teriak Ella menjawab teriakan Erik. Mereka lalu tertawa menyadari kelakuannya yang seperti anak kecil, air pantai sudah menyentuh kaki mereka berdua, beruntungnya pantai itu tidak ada pengunjung yang datang, jadi mereka berdua bebas melakukan apapun disini.
Erik membawa Ella ke dalam pelukannya...
“Yang...”
“Hmmm....”
“Kamu ingat lagu pertama yang Mas nyanyikan untukmu?” Ella diam sejenak, memikirkan lagu kenangannya dengan bersama suaminya.
“Sepertinya aku sudah melupakannya,” jawab Ella, kemudian membalas pelukkan Erik mencari kehangatan disana, karena angin malam terasa menusuk masuk melalui pori-pori kulitnya.
Erik mendekatakan wajahnya ke wajah Ella, mencium panas bibir Ella, membuat si pemilik mendesah pelan, Ella yang mengerti kerinduan suaminya, merespon apa yang dilakukan suaminya itu, dia membalas dengan nafsu yang sudah meninggi, Ella kemudian menghentikan ciumannya, karena sudah tidak bisa lagi menahan keinginannya.
“Kita lanjutkan di mobil!” Ucap Ella saat baru menyadari ternyata mereka berada di ruangan terbuka, Erik tersenyum ke arah Ella, karena berhasil membuat istrinya itu kembali menginginkannya, Erik lalu menggendong Ella, dengan Ella menghadap ke arah belakang ke arah pantai dan Erik mengangkat tubuhnya yang terlihat seperti tulang itu, Ella menjerit saat Erik tiba-tiba melakukan hal konyol itu.
“Aku akan meminta hadiah spesialku sekarang,” ucap Erik sambil berjalan ke arah resort miliknya. Sampai disana dia segera meminta penjaga untuk pergi jauh dari bangunan utama.
Saat tiba di kamar Erik langsung melemparkan tubuh istrinya ke ranjang yang belum pernah terpakai itu.
“Aww...” rintih Ella karena tubuhnya yang kurus terhempas di ranjang empuk entah milik siapa dia juga tidak tau.
“Jangan menjerit, itu akan membuat Mas semakin menginginkanmu,” ucap Erik yang sudah akan memulai kegiatannya, hatinya begitu senang, seperti ketika akan melakukan malam pertama, padahal dia baru berpuasa sekitar 10 hari lamanya, Erik melepas kancing baju Ella bagian paling atas.
“Tunggu dulu!” ucap Ella sambil menahan tangan suaminya yang akan membuka kancing kedua.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca, semoga suka cerita kisah lika-liku Erik dan Ella. Saya berharap readers mau memberikan dukungan like dan votes untuk saya .🙏👍