
Saat Ella keluar dari kamar mandi, dia kaget dengan keberadaan dua orang sahabatnya itu, dia hanya memakai handuk yang menutupi bagian terpentingnya. Bahkan underwear nya belum dia pakai.
“Sini ... sini!” ucap Ana yang sudah membawa Ella ke depan kaca cermin ruangannya.
“Kita buat acara baby shower skalian, kamu pakai ini!” perintah Sashi sambil menyerahkan daster yang bermerek sama dengan yang dia beli.
“Daster?”
“Ya, pakailah! Kamu ratunya hati ini, aku akan membuatmu lain dari yang lain!” ucap Sashi yang sudah mulai membenahi rambut Ella. Dia mulai memasangkan rol di rambut Ella.
“Kalian ini! Jangan begini” peringat Ella.
“Tenang dan menurutlah supaya cepat selesai.”
“Kamu sebulan lagi, akan melahirkan ini akan jadi pesta paling berkesan di antara pestamu lainnya,” ucap Anna.
“Kalian datang kesini bawa kado nggak? Apa kalian cuma mau numpang tenar dan makan saja?” tanya Ella penuh selidik sambil menatap wajah kedua sahabatnya itu bergantian.
“Hahaha ... tentunya bawa dong, nanti kamu buka deh di rumah kamu pasti akan suka dengan kado yang aku bawa,” ucap Anna sambil menepukkan bedak di wajah Ella.
Dua puluh menit kemudian, mereka bertiga keluar dari ruangan, mereka berdua menggandeng tangan Ella, berjalan menuju tempat acara.
“Jalannya pelan-pelan, ingat perutmu ada dua bayi!” peringat Sashi, saat Ella berjalan cepat hendak mendahuluinya.
“Ok, baiklah! Aku akan menurut dengan kalian hari ini, meskipun aku terlihat buruk seperti ini, tapi aku yakin lelaki tua itu akan tetap menyerangku,” ucap Ella sambil terkekeh. Dia lalu melingkarkan kedua tangannya di lengan sahabatnya. Pesona Ella masih terlihat cantik dari mereka bertiga, meskipun tubuhnya lebih berisi dari mereka.
Ella menghampiri Erik yang tengah berbicara dengan Rendi, mata Erik menelisik penampilan Ella yang tengah memakai daster payung bermotif batik. Rambutnya yang belum terlepas dari roll membuat Rendi berbisik di samping telinga Erik.
“Itu yakin istrimu? Kenapa seperti itu? Jauh dari kata glamour,” Cibir Rendi di samping telinga Erik. Erik masih menatap penampilan Ella tidak menghiraukan ucapan rekan suaminya itu.
__ADS_1
“Sayang ... sudah Mas siapkan gaun yang cantik untukmu, kenapa kamu berpakaian seperti ini,” ucap Erik yang sudah menjauh dari kerumunan.
“Kamu pikir aku mau berpenampilan seperti ini? Ini ulah mereka!” ucap Ella sambil menunjuk ke arah Sashi dan Ana.
Erik lalu melepas roll yang ada di rambut Ella. Terlihat rambut Ella yang berbeda dari biasanya, membuat mata lelaki di depannya itu berbinar melihat kecantikan istrinya.
“Kamu makin cantik,” puji Erik membuat semburat merah muncul di pipi Ella.
“Coba mutar dulu!” Ella mengernyit saat mendengar perintah dari suaminya.
Beruntung mereka di tempat yang sepi dari tamu undangan, dan kedua anak-anak mereka sudah berada di dalam kamar, karena hari memang sudah larut malam.
“Udah ah ... ayo!” ajak Ella yang membawa tangan Erik untuk menyapa para tamunya.
“Eh ... tunggu deh Mas,” ucap Ella yang menghentikan langkahnya, “Siapa wanita tadi?” lanjutnya bertanya sambil menatap wajah Erik.
“Yang mana? Banyak wanita di sini,” ucapnya sambil mengingat wanita yang dia ajak bicara malam ini.
Erik terkekeh sambil memeluk Ella, meski tidak bisa seerat biasanya tapi dia merasa senang karena berhasil membuat istrinya itu cemburu.
“Itu EO yang ngurus pesta ini,” jelas Erik yang sudah melepas pelukkannya, dia menatap wajah sambil mengecup dahi Ella.
“Only One Sayang, percayalah tak akan ada cinta lain, sepenuhnya hanya untukmu dan milikmu,” jelas Erik yang memeluk tubuh Ella.
“Woey ... kalian ini, di tunggu para tamu! Taunya malah mesra-mesraan di sini, nggak bisa ya ditunda dulu!” cibir Damar yang dari tadi menunggu dua sijoli itu untuk keluar ruangan.
Erik menyiapkan pesta kejutan itu untuk Ella, awalnya dia hanya ingin merayakan hari ulang tahun Ella, tapi kedua sahabat Ella itu menyiapkan pesta baby shower sekalian untuk Ella. Sepasang suami istri itu dikerjai habis-habisan oleh para tamu undangan. Mereka ditanyai mengenai hal privasi yang membuat Ella malu, karena dengan tidak tau malunya Erik menceritakan proses mereka bisa mendapatkan anak kembar.
Pesta itu selesai tepat pukul 10 malam, Ella yang merasa lelah langsung meminta Erik untuk mengantarnya pulang, seharian berjalan-jalan, sorenya merasakan ketegangan, dan malamnya dia dibuat senang oleh suaminya, lengkap sudah perasaanya hari ini. Bahkan suaminya itu membuatnya cemburu dengan menghadirkan wanita lain.
__ADS_1
Ella turun dari mobil, setelah mobil sampai di depan rumahnya, rumah tampak sepi, bahkan lampu di dalam rumah hanya beberapa saja yang dinyalakan.
“Aku mau digendong Pap, capek!” perintah Ella dengan nada manja.
Erik yang sudah membuka mobil, segera mengangkat tubuh Ella, dia membawanya ke kamar untuk beristirahat.
“Nggak mau bersih-bersih dulu?” tawar Erik yang melihat Ella mulai memejamkan matanya.
“Nggak aku lelah,” ucap Ella yang sudah tidak kuat lagi untuk membuka matanya.
Erik yang mengerti kondisi Ella, segera meninggalkan ranjang, dia hendak melihat kedua anaknya. Sudah sebulan ini mereka berdua belajar untuk tidur di kamarnya sendiri. Mengingat akan dua anggota baru lagi yang akan memenuhi kamarnya.
Pagi harinya, Erik dibuat terkejut dengan teriakkan Ella yang memenuhi kamar. Dia membuka matanya dengan malas, saat tubuhnya digoyang-goyangkan Ella.
“Ada apa sih Yang?” tanyanya dengan mata terpejam.
“Lihat kakiku Mas!” perintah Ella yang sudah membuka kakinya. Erik hanya melihat sebentar ke arah kaki Ella, dia sudah sering menjumpai pasien yang kondisi seperti istrinya itu.
“Nggak papa nanti juga sembuh, tenanglah, Jangan berteriak! Bisa jadi kamu terlalu lelah atau bisa jadi juga karena kamu kebanyakan makanan yang terlalu asin,” ucap Erik yang sudah meletakkan kepalanya di depan perut Ella.
“Hay kembar, jangan menyusahkan Mamamu ya, kamu tahu kan, Mama menyayangi kalian, jadi jangan nakal-nakal di dalam sana,” ucap Erik sambil mengusap perut Ella.
“Sabar ya, 1 bulan lagi, mereka tidak akan menyusahkanmu lagi,” ucap Erik sambil menatap wajah Ella yang terlihat khawatir.
Kedua bayi yang ada di perut Ella pun merespon dengan ucapan Erik. Mereka bergerak dengan aktiv membuat Ella meringis kerena tendangan dari calon anaknya.
Seperti planning nya dulu, Ella memutuskan untuk melahirkan cessar saat usia janin berusia 35 minggu, karena takutnya, kedua janinnya itu akan lahir lebih dulu sebelum hari perkiraannya. Erik menyetujui permintaan Ella, karena akan sulit jika istrinya itu melahirkan dua anak sekaligus jika melalui proses normal.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, vote dan komentar ya.👍🙏