Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kesedihan Ella


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


Author Pov


" Hay Zie, selamat pagi, aku datang untukmu, " ucap Ella setelah sampai didepan makam Zie, dia pun mengusap nisan diatas gundukkan tanah yang masih basah itu.


" Apa kamu melihat kesedihanku dari sana Zie? maafkan aku Zie, ini terlalu berat buatku, harusnya hari ini aku menyiapkan pakaian kerjamu, menyiapkan sarapan kesukaanmu. " ucap Ella sebisa mungkin menahan tangisnya.


" Zie cincinya sangat cantik, tapi sayang kamu belum sempat memakaikan dijariku. " ucap Ella yang mengambil kalung berliontin sepasang cincin yang diberikan bunda Kenzie kemaren, kalung itu bertuliskan Zie-Rere.


" Zie, jika Allah mengizinkan bawalah aku bersamamu Zie. " ucap Ella yang tidak dapat menahan tangisnya.


" Kenangan kita terlalu indah Zie, aku mencintaimu Zie, " ucap Ella lagi, lalu segera berdiri dari makam karena tidak bisa lagi manahan sesak didadanya. Ella pun melajukan mobilnya ke tempat kenangannya bersama Kenzie.


Ella pergi kerumah yang Kenzie tunjukkan beberapa hari yang lalu, begitu dia masuk bayangan kenangan Kenzie pun tergiang dikepalanya. Ucapan Kenzie saat membuka pintu untuknya, bayangan saat dia makan mie bersama Kenzie di meja makan, semua masih jelas diingatan Ella. Ella berjalan menuju lantai atas melihat kamar yang dia tiduri waktu itu bersama Kenzie. Berniat mencari baju yang Kenzie pakai waktu itu, karena Ella ingin mencium aromanya, namun Ella kaget saat membuka pintu, karena ternyata sudah dihias menjadi kamar pengantin tangis Ella pun semakin pecah, karena Kenzie tidak pernah menceritakan ini sebelumnya.


" Aku nggak kuat Zie, " ucap Ella sambil terduduk dilantai dekat ranjang. Kenzie dan Ella memang tidak berencana berbulan madu, Ia hanya ingin mengukir cerita dirumah yang diberikan Kenzie itu. Melakukan malam pertama disana, mengukir cerita tentang kehamilan disana, cerita mendidik anak-anaknya, tapi semuanya hanya tinggal kenangan. Ella segera keluar kamar karena tidak kuat lagi menahan sesaknya, menuju bioskop mininya, Ella kembali teringat kenangan saat dia memberikan ciuman pada Kenzie, bayangan itu masih jelas karena baru beberapa hari yang lalu, Ella terdiam memikirkan semuanya, Ella kemudian teringat flashdisk dikantong jas Kenzie yang Yasmine berikan waktu itu. Dia segera menyalakan lampu memutar salah satu vidio.


" Teruntuk Istriku yang baru tadi pagi sah menjadi milikku."


vidio itu menampilkan tayangan foto pertama kali mereka bertemu disebuah club sepertinya foto itu diambil dari Cctv.


Foto kedua adalah foto yang diambil Nindi ketika mereka di Sydny menampilkan Ella yang menyuapi Kenzie saat dirumah sakit.

__ADS_1


Foto berikutnya diisi foto Ella dan Kenzie saat mereka di apartemen, foto-foto kebersamaan mereka. Foto saat Ella menerima cinta Kenzie, foto saat Ella dilamar Kenzie, foto saat mereka wisuda, dan foto terakhir, foto mereka saat prewedd.


" Terimakasih istriku sudah mau berjuang dari rasa sakit hatimu, setiap saat aku selalu menantikan kata cinta darimu, satu tahun, dua tahun, aku menunggu dan tahun ketiga akhirnya aku bisa mendapatkan cintamu, terima kasih atas cintamu, sekarang aku milikmu, aku menjadi lelaki yang paling bahagia saat ini karena berhasil memenangkan hatimu."


Wedding Kenzie & Ella*


Tulisan terakhir yang ditampilkan dividio itu, mungkin sebenarnya itu akan menjadi surprise saat acara resepsi mereka nanti tapi takdir Allah berkata lain.


Disisi lain.


Damar sedang menanti kepulangan Ella, dia semakin khawatir karena sudah jam tujuh malam Ella belum juga pulang. Damar sudah menghubungi Ella namun ponselnya tidak dijawab.


Damar berniat menghubungi Erik berniat menanyakan Ella.


" Tidak, ada apa dengan Lala Mar? " tanya panik Erik.


" Dia belum pulang dari tadi pagi Rik, ponselnya juga nggak diangkat, aku cari dimakam juga nggak ketemu, " ucap Damar. Erik yang mendengar itu langsung berpikir jika Ella pasti pergi kerumah Kenzie.


" Sepertinya aku tau dia dimana Mar, nanti aku kabari," ucap Erik.


" Iya, tolong bantu rawat Ella ya, " perintah Damar.


" Iya, itu pasti. " sahut Erik.

__ADS_1


Setelah menutup telepon dari Damar, Erik segera melajukan mobilnya kerumah yang Ella datangi waktu itu.


Erik segera turun saat melihat mobil Ella juga disana, Erik mengetuk-ngetuk pintu utama itu namun tak mendapat jawaban dari dalam. Erik yang tak sabar segera masuk karena takut terjadi dengan Ella, Erik mencari diruangan bagian bawah namun tak ketemu, lalu Erik berlari kelantai dua menatap pintu bertuliskan bioskop. Erik segera membukanya, hatinya berdesir perih melihat Ella tidur meringkuk diatas sofa menatap kosong, layar yang memutarkan foto-fotonya dengan Kenzie, Erik yang melihat itu segera menyalakan saklar lampu.


" Lala, " ucap Erik mendekat kearah Ella dan membawa Ella kedalam pelukkannya.


" Jangan seperti ini terus sayang, Mas nggak kuat melihatnya, " ucap Erik lembut sambil menangis.


" Biarkan Lala mati Mas, Lala pengen bersama Zie, " Erik yang mendengar itu kembali bersedih, hatinya sakit sebenarnya melihat Lala begitu dalamnya mencintai Kenzie.


" La, jangan seperti ini, kalau kamu pergi bagaimana dengan Mas nanti? " Ella yang mendengar itu terdiam sejenak.


" Kenapa Mas, kenapa orang yang Lala cintai selalu meninggalkan Lala, " tanya Ella pada Erik.


" La, Mas nggak pernah ninggalin Lala, Mas disini selalu menunggumu La, menunggu Lala pulang, justru Lala yang pergi meninggalkan Mas, " jelas Erik.


" Apa ini karma buat Lala karena sudah meninggalkan kamu Mas? jadi Zie juga meninggalkanku. " ucap Ella. Erik segera menggeleng cepat.


" Bukan begitu La, kamu jangan seperti ini terus, Mas nggak bisa lihat Lala rapuh seperti ini, Lala harus berjuang agar Lala bisa melewati cobaan ini, " ucap Erik.


" Ayo pulang, ayah sudah memunggumu dirumah. Mereka khawatir dengan kondisimu la, mereka menyayangimu, dan nggak mau melihatmu seperti ini. " ajak Erik. Ella pun berdiri namun badannya terlalu lemah, hingga dia akan terjatuh, Erik pun segera merengkuh tubuh Ella dan menggendong tubuh Ella ke mobilnya dan mengantar Ella pulang kerumah.


" Ya Allah semoga segera engkau gantikan kesedihannya dengan kebahagiaan. " batin Erik sambil mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir jangan lupa like, vote dan coment.🙏👍


__ADS_2